Articles
9 Documents
Search results for
, issue
" Vol 10, No 1 (2016)"
:
9 Documents
clear
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES KONSELING
M.Pd.I, Sumarto
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberhasilan proses konseling sangat ditentukan oleh teknik komunikasi konseling yang dilakukan oleh konselor, karena komunikasi dapat mengubah suasana masalah yang dihadapi oleh konseli. Komunikasi konseling adalah teknik yang dilakukan konselor dalam problem basic counseling. Setiap masalah dapat diselesaikan apabila memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi Konseling merupakan proses konseling mengandung pengertian suatu proses antar pribadi yang berlangsung melalui saluran Proses verbal dan non verbal yaitu dengan menciptakan kondisi positif seperti empati, penerimaan serta penghargaan, keikhlasan serta kejujuran dan perhatian (facilitative conditions), konselor memungkinkan konseli untuk merefleksikan atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya, memahami diri sendiri serta situasi kehidupannya dan berdasarkan itu dapat menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. Keterampilan seorang konselor di dalam proses konseling ketika merespon pernyataan konseli dan memproseskannya kembali sangatlah diperlukan. Agar proses Proses yang dimaksud dapat efektif dan efisien, maka konselor seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan berProses. Proses Proses konseling dalam hal ini di fokuskan pada Proses interpersonal yaitu antara konselor dan konselidengan penggunaan Proses interpersonal dapat lebih memahami konseli. Pada Saat berProses dengan konseli, konselor seharusnya menggunakan respon yang facilitative bagi pencapaian tujuan konseling. Secara umum, respon tersebut diklasifikasikan ke dalam keterampilan Proses secara menyeluruh. Tampaknya, tidak cukup bagi konselor dengan menguasai Proses saja, tetapi perlu juga menguasai strategi intervensi sebagai teknik khusus pencapaian pengubahan perasaan, wawasan, pola pikir rasional dan tindakan konseli yang dibantu dengan rancangan konseling tertentu.  Kata Kunci: Keterampilan Komunikasi Konseling
WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB DALAM AL-QURâAN DAN HADITS
Maryani, Maryani
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wewenang dan tanggung jawab sangat diperlukan dan merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan organisasi. Jika hal ini tidak ada maka akan hancurlah sebuah organisasi, dalam makalah ini akan dibahas mengenai mengembangkan dan memadukan develop and integrated (mengembangkan dan terintegrasi) keilmuan manajemen pendidikan sub topik wewenang dan tanggung jawab. Disini akan menggunakan pendekatan Interkonektif serta akan dikonsultasikan dan di komunikasikan berdasarkan Al-Qurâan dan Hadits. Sebagai wujud kesempurnaannya, manusia diciptakan oleh Allah setidaknya memiliki dua tugas dan tanggung jawab besar. Pertama, sebagai seorang hamba yang berkewajiban untuk memperbanyak ibadah kepada Nya sebagai bentuk tanggung jawab ubudiyyah terhadap Tuhan yang telah menciptakannya. Kedua, sebagai khalifah yang memiliki jabatan ilahiyah sebagai pengganti Allah dalam mengurus seluruh alam. Dengan kata lain, manusia sebagai khalifah berkewajiban untuk menciptakan kedamaian, melakukan perbaikan, dan tidak membuat kerusakan, baik untuk dirinya maupun untuk makhluk yang lain.Kata Kunci: Wewenang, Tanggung Jawab, dalam Al-Qurâan Dan Hadits
KARAKTERISTIK DAN KEUNIKAN AL-QURâAN SENTRAL KAJIAN STUDI ISLAM
A, Sobri
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ALLAH SWT menurunkan al-Qurâan kepada Nabi Muhammad saw misinya adalah untuk menghantarkan ummat manusia dari wajah kegelapan dan kebodohan menuju cahaya atau pencerahan ummat Islam, sehingga Muslim benar-benar menjadi ummat yang terbaik dan Insan paripurna di muka bumi. Ummat yang didambakan Allah swt adalah ummat yang memiliki keistimewaan dengan karakteristik tertentu yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Nabi dan rasulnya juga memilki keistimewaan dengan karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh nabi dan rasul lain. Agama yang dianut ummat ini juga istimewa, dengan ciri khas yang tidak ada pada agama yang lain, demikian pula kitab sucinya memilki multi konsep dan petunjuk mengatur lalulinta kehidupan manusia. Ada beberapa ulama yang menulis kitab yang membahas ciri khas agama Islam menurut kitab Al-Khashaâish al-âAmmah li al-Islam karangan yusuf Qardhawi. Al-Jauzi menyebutkan ada 30 (tiga puluh) ciri khas yang harus dimiliki ummat Islam. Hal ini bisa dilihat karyanya Fanun al-Afnan fi Uyun âUlumul al-Qurâan, dan keistimewaan yang dimiliki Rasulullah saw yang terdapat dalam Khashaâish al-Kubra karya as-Suyuti. Maka dengan demikian, bukan hal aneh, jika para ulama memberikan perhatian khusus kepada karakteristik al-Qurâan. Sebagian karakteristik alQurâan terdapat dalam karya Khasaâish al-Qurâan al-Karim (Rummi : 1411). Sebagian ulama lain membahas karakteristik al-Qurâan yang menjadi inti pembahasan mereka berkisar pada masalah Ulumul Qurâan. Sementara sebagian yang lain lagi membahas dalam buku tersendiri. Untuk itu penulis mencoba mengkolaborasikan dari beberapa referensi atau pendapat tentang karakateristik dan keunikan yang dimiliki al-Qurâanul-Kabir.   Kata Kunci: Karakteriktik, Keunikan Al Qurâan
PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT MELALUI ZAKAT
Arif, Syamsul
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Al-Qurâan lewat sebaran ayatnya baik yang bersifat global maupun spesifik mengemukakan bahwa ada tiga pilar yang merupakan sumber ekonomi umat, yaitu SDA, kewajiban bekerja, dan pendistribusian sumber ekonomi secara merata (zakat). Islam sebenarnya telah memberikan kebijaksanaan yang arif dalam pendistribusian dana zakat. Hal ini terlihat dari adanya ayat al-Qurâan yang menerangkan siapa saja yang berhak menerima bagian zakat (QS. At-Taubah: 60). Di samping itu, untuk lebih mengoptimalkan peran zakat, maka perlu ditunjang oleh manajemen pengelolaan yang transparan dan professional serta berlandaskan pada peraturan pemerintah dan prinsip moral Islami. Â Kata Kunci: Ekonomi, Zakat dan Al-Qurâan
PANDANGAN ULAMA TENTANG TABARRUJ DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Mukhsin, Drs. H. MUKHSIN, M.HI
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kata âtabbarrujâ merupakan kata dasar dari bentuk kata kerja depan âtabarrajaâ. Kata itu sendiri merupakan kata turunan (musytaqq) bentuk dasar tsulatsi dari kata : yang berarti : tampak dan naik atau tinggi. Kata tabarraja telah menjadi istilah yang dikhususkan bagi kaum perempuan, sehingga di dalam AlMunjid fi Al-Lughah dituliskan sebagai berikut :Â Artinya : âPerempuan bertabarruj sama dengan perempuan yang menampakkan perhiasa dan kecantikannya kepada orang-orang asingâ. Pengertian kebahasaan itu selaras dengan yang ditulis oleh Ahmad Warson Munawwir, penulis âAl-Munawwir : Kamus Arab-Indonesiaâ, bahwa âtabarrajat al-marâahâ berarti: âMempertontonkan hiasan dan kecantikannya kepada orang lainâ. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tabarruj adalah perbuatan yang dilakukan perempuan untuk menampakkan, atau memperlihatkan, atau mempertontonkan perhiasan dan kecantikannya kepada orang lain. Â Â Kata Kunci: Ulama, Tabarruj, Hukum Islam
PENGEMBANGAN KOSA KATA BAHASA ARAB (Studi Pengembangan Kosa Kata Bahasa Arab dengan Proses aI-Sytiqoq)
Lubis, Ali Musa
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahasa Arab dikenal dengan bahasa yang memiliki keunggulan di-bandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang ada di dunia ini. Keunggulan bahasa ini salah satunya dari segi kekayaan kosa kata yang dimilikinya. Salah satu faktor yang menyebabkan kosa kata bahasa Arab kaya adalah pengembangan kosa kata yang sangat luwes. Proses pengembangan kosa bahasa Arab dalam ilmu bahasa Arab disebut dengan al-isytiqoq. Tulisan ini akan memaparkan hakikat dan proses perkembangan bahasa Arab dengan al-isytiqoq Kata Kunci : Pengembangan, kosa kata, al-isytiqoq
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH YANG EFEKTIF
Nasution, Rahmat Nasution
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Membicarakan kepemimpinan selalu aktual untuk dibahas. Semakin dibahas semakin kelihatan berbagai teori yang berkembang dalam bidang kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif sudah barang tentu dibutuhkan agar masyarakat atau bawahan yang dipimpin dapat diarahkan menuju suatu tujuan yang diinginkan. Mungkin sering dilupakan bahwa sesungguhnya yang berperan dalam suatu masyarakat agar masyarakat bergerak untuk mencapai suatu cita-cita adalah pemimpin. Tangan dingin yang dimiliki oleh seorang pemimpin dengan mudah dapat menghantarkan masyarakat yang dipimpinnya menuju perubahan yang lebih baik dalam segala bidang kehidupan. Tidak terkecuali kepemimpinan dalam pendidikan khususnya kepemimpinan kepala sekolah. Tulisan ini mencoba memberikan uraian tentang bagaimana sesungguhnya kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam upaya memajukan sekolah yang dipimpinnya. Referensi yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang berkaitan dengan kepemimpinan terlebih kepemimpinan kepala sekolah.   Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, efektif.
DINAMIKA LEMBAGA DAN PRANATA HUKUM
Randhy, Randhy, S.H, M.H
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hukum bisa dilihat sebagai perlengkapan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keteraturan, keyakinan ini antara lain tampak dalam seruan law and order atau hukum dan ketertiban. hukum tidak dapat berjalan sendiri ia membutuhkan komponen lain yang erat hubungannya dengan bahan atau apa yang diproses. Lembaga-lembaga dan pranata hukum dengan sendirinya bekerja dengan cara menumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan peraturan perundang undangan. Keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat tercapai oleh karena prosesproses di dalamnya, yaitu yang terdiri dari hubungan-hubungan serta kontak-kontak antara para anggota masyarakat dilaksanakan menurut suatu pola tertentu. Hukum bisa dilihat sebagai perlengkapan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keteraturan. Oleh karena ia bekerja dengan cara memberikan petunjuk tentang tingkah laku dan karena itu ia berupa norma. Lalu apakah sesungguhnya arti hukum positif itu bagi suatu masyarakat tertentu?. Atas pertanyaan ini telah diberikan jawaban yang sangat berbedabeda. Di satu pihak terdapat misalnya pemikiran, bahwa hukum itu seolah-olah membentuk kerangka masyarakat dan ketertiban sosial, tergantung dari pemeliharaan aturan hukum. Keyakinan ini antara lain tampak dalam seruan law and order atau hukum dan ketertiban. Dalam kerangka ini C.J.M. Schuyt mengemukakan, bahwa dalam bentuknya yang paling sederhana hukum dan ketertiban itu berdasarkan pada suatu keyakinan atas kekuasaan hukum.  Kata Kunci: Dinamika Lembaga, Pranata Hukum Â
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN Konsep Teori dan Aplikasi
Anwar, Kasful
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap institusi mutu adalah agenda utama, oleh karena itu meningkatkan mutu merupakan tugas yang sangat penting. Meskipun demikian bagi sebagian orang mutu dianggap sebuah konsep yang penuh dengan teka-teki, mereka mengangap bahwa mutu adalah suatu hal yang membingungkan dan sulit diukur. Disatu sisi, kita memang bisa mengetahui mutu ketika kita mengalaminya, namun disisi lain, kita tetap merasa kesulitan ketika kita mencoba mendeskripsikan dan menjelaskannya, kita hanya bisa menyadari keberadaan mutu tersebut tatkala mutu tersebut hilang. Satu hal yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa mutu merupakan suatu yang dapat membedakan antara yang baik dan yang sebaliknya. Berangkat dari kenyataan di atas, jika kita berbicara tentang pendidikan maka mutu dalam pendidikan merupakan hal yang membedakan antara kesuksesan dan kegagalan dalam pendidikan. Oleh karena itu, mutu jelas sekali menjadi masalah pokok yang akan menjamin perkembangan sekolah dalam meraih status di tengah-tengah persaingan dunia pendidikan. Untuk itu, dalam makalah yang singkat ini nantinya kan dibahas tentang mutu pendidikan mulai dari konsep, teori sampai bagaimana pengaplikasiannya dalam dunia pendidikan, semoga makalah yang singkat ini dapat bermanfaat. Â Kata Kunci: Manjamen Mutu Pendidikan