cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan (P-ISSN 2502-647X dan E-ISSN 2503-1902) adalah jurnal ilmu kefarmasian dan kesehatan Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang dipublikasikan 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober) dalam bentuk cetak dan versi online. JIIS menerima artikel atau review yang meliputi bidang Farmasi dan Kesehatan. Artikel yang akan dimuat harus belum pernah dipublikasikan, original, dan tidak sedang dalam tahap review untuk kemungkinan dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang masuk akan direview oleh tim editor JIIS yang berasal dari dalam dan dari luar Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Putra, Aditya Maulana Perdana; Sari, Ratih Pratiwi; Alfian, Riza
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.313 KB)

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan perawatan medis terus menerus dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial luar kontrol glikemik. Berdasarkan hasil International Diabetes Federation Atlas Sixth Edition, Indonesia pada tahun 2013 menempati urutan ke 7. Obat tradisional yang baru-baru ini dapat menurunkan kadar gula darah yang berasal dari hewan adalah semut jepang (Tenebrio Sp.). Semut jepang (Tenebrio Sp.) sebagai antidiabetes baru dalam tahap penggunaan empiris. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol semut jepang (Tenebrio Sp.) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi dengan aloksan.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu digunakan pre test and post test with control group design dengan 6 kelompok perlakuan. Tikus yang akan diberi perlakuan 3 hari sebelumnya diberikan aloksan secara intraperitonial. Pengukuran kadar gula darah hewan dilakukan pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 setelah perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat tes strip glukosa. Penurunan kadar glukosa darah puasa dari kelompok kontrol dan kelompok uji dianalisis dengan uji General Linier Model pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji General Linier Model diperoleh nilai p (signifikansi) 0,252. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok.
AUDIT KLINIK PENGGUNAAN TERAPI ANTI PLATELET DAN LUARAN KLINIK UNTUK STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Pinzon, Rizaldy Taslim; Mugiono, Iroen
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.26 KB)

Abstract

Kendali akan mutu pelayanan kesehatan telah dikenal sejak lama. Audit klinik merupakan perangkat yang ditetapkan sebagai alat penjamin mutu pelayanan kesehatan. Data tentang audit klinik di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan hasil audit klinik pada pelayanan stroke iskemik di RS Bethesda Yogyakarta.Audit klinik dilakukan oleh tim multidisiplin. Tim melakukan audit klinik berdasar pada data register stroke. Kriteria dan standar ditetapkan berdasar pada panduan praktek klinik yang telah ada. Data diperoleh dari register stroke elektronik RS Bethesda Yogyakarta. Data berasal dari 713 pasien stroke iskemik yang dirawat di periode Januari-Oktober 2016. Angka mortalitas adalah 6,03%. Standar untuk pemberian anti platelet pada semua kasus stroke iskemik tidak tercapai. Justifikasi untuk varian tercapai untuk hampir semua kasus. Pada umumnya riwayat perdarahan dan stroke iskmeik ukuran besar merupakan alasan utama tidak diberikannya anti platelet.  Ada 10 kasus yang tidak ada penjelasan justifikasinya.Studi kasus ini menunjukkan bahwa audit klinik dapat dilaksanakan dalam praktek klinik sehari-hari. Audit klinik adalah sebuah siklus yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Penggunaan data register stroke elektronik membantu pelaksanaan audit menjadi mudah.
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPAT ANTIDIABETIK ORAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA Adikusuma, Wirawan; Perwitasari, Dyah Aryani; Supadmi, Woro
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

           Diabetes mellitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Yogyakarta.            Penelitian ini dilakukan dengan metode obsevasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode oktober – desember 2013. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang telah menerima antidiabetik oral minimal 6 bulan terapi sebelum pengukuran kualitas hidup. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 56 pasien diabetes melitus tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 24 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 32 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ)  dan Time Trade Off (TTO) untuk mengukur kualitas hidup.            Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup (DQLCTQ) terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok ini pada domain kepuasan pribadi dan kepuasan pengobatan. Berdasarkan kuesioner TTO, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi.Kata kunci : Diabetes, Kualitas Hidup, DQLCTQ, TTO
VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI UV PADA ANALISIS PENETAPAN KADAR ASAM MEFENAMAT DALAM SEDIAAN TABLET GENERIK Musiam, Siska; Alfian, Riza
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Pengawasan dan pemeriksaan mutu sediaan farmasi dimaksudkan untuk menjamin sediaan obat mengandung bahan dengan mutu dan jumlah yang telah ditetapkan dan mengikuti prosedur analisis standar. Contoh sediaan obat yaitu tablet generik Asam mefenamat. Penetapan kadar Asam mefenamat tablet dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV. Sebelum dilakukan analisis penetapan kadar perlu dilakukan validasi metode analisis untuk membuktikan metode tersebut memenuhi persyaratan untuk digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validasi metode spektrofotometri UV pada analisis penetapan kadar Asam mefenamat tablet generik yang ditentukan berdasarkan parameter-parameter tertentu. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan melakukan validasi metode spektrofotometri UV menggunakan tablet generik Asam mefenamat sebagai sampel dari PT. X. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sampel yang mengandung Asam mefenamat. Pengujian ini dilakukan replikasi sebanyak 3 kali. Parameter validasi meliputi Akurasi, Presisi, limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ).Hasil penelitian menunjukkan metode spektrofotometri UV dapat digunakan (valid) untuk penetapan kadar Asam mefenamat dalam sediaan tablet generik karena dari hasil uji validasi metode ini menunjukkan nilai linieritas sebesar r = 0,9980, akurasi (99,86%) dan presisi (1,73%) yang valid dan memenuhi syarat uji validasi dengan batas deteksi (LOD) 1,4828 ppm dan batas kuantitas (LOQ) 4,9425 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar Asam mefenamat dalam sediaan tablet generik adalah 102,081% ± 0,1298 memenuhi standar persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 yaitu tidak kurang dari 95% dan tidak lebih dari 105%. Maka berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode spektrofotometri UV pada analisis penetapan kadar Asam mefenamat dalam tablet generik berdasarkan parameter akurasi, presisi, LOD dan LOQ dinyatakan valid.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIDIABETIK ORAL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HbA1c) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Kepatuhan minum obat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji hubungan tingkat kepatuhan minum obat antidiabetik oral terhadap kadar HbA1c pasien DMT2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode crossectional dengan mengambil data secara prospektik selama periode April – Juni 2017. Subyek penelitian ini adalah 40 pasien DMT2 rawat jalan di Poli penyakit dalam RSUP Nusa Tenggara Barat. Pengukuran kepatuhan menggunakan metode hitung pil (pill count) dan kadar HbA1c diambil berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan pasien DMT2 yang tergolong patuh 50% dan yang tidak patuh 50% serta adanya korelasi negatif antara kepatuhan pengobatan pasien DMT2 terhadap kadar HbA1c (r=0,081, p=0,619). Berdasarkan hal tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antidiabetik oral terhadap kadar HbA1c
EVALUASI PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ANAK DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA JANUARI – MARET 2015 Aristia, Bella Fevi; Supadmi, Woro
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Penggunaan kortikosteroid efektif untuk gangguan inflamasi dan autoimun. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan kortikosteroid berdasarkan jenis, cara pemberian, tujuan penggunaan, serta evaluasi kesesuaian indikasi dan dosis pada pasien anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Desain penelitian adalah observasional yang hasilnya ditampilkan secara deskriptif. Pengumpulan data retrospektif dari rekam medik pasien anak yang mendapat kortikosteroid pada Januari-Maret 2015. Pengambilan data meliputi jenis kelamin, usia, diagnosa, jenis kortikosteroid, cara dan dosis pemberian. Evaluasi kesesuaian indikasi dan dosis berdasarkan Kemenkes RI no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinis, Drug Information Handbook 2000, AHFS 2002, serta Formularium dan Pedoman Diagnosa Terapi ( PDT) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah 2015Penggunaan kortikosteroid di rawat jalan adalah triamcinolone tablet 77,91%, di rawat inap adalah deksamethasone injeksi 48,65%. Cara pemberian di rawat jalan 98,77% per oral dan di rawat inap 70,27% parenteral. Pemberian  kortikosteroid di rawat jalan dengan diagnose bronkitis akut 42,24% dan di rawat inap asma bronkitis 27,59%. Evaluasi kesesuaian indikasi di rawat jalan 90,06%, sesuai dan di rawat inap 89,66% sesuai. Evaluasi kesesuaian dosis di rawat jalan 100% sesuai dan di rawat inap 48,65% sesuai.Jenis kortikosteroid adalah triamcinolone tablet, cara pemberian paling banyak adalah oral, diagnosa terbanyak adalah penyakit saluran pernafasan, sesuai indikasi dan dosis.
IDENTIFIKASI DEKSAMETASON DALAM JAMU PEGEL LINU DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Prayoga, Tria; Widiyanto, Rahmat; Mekasari, Nur
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Telah dilakukan identifikasi deksametason pada jamu pegel linu yang mendapatkan warn public dari BPOM. Terdapat 3 jamu pegel linu yang mendapatkan warn public dari BPOM. Setelah dilakukan survey di pasar terdekat hanya ditemukan 2 jenis jamu, Amuraten dan Cap Madu Klanceng.Identifikasi dilakukan dengan cara Kromatografi lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis.  Identifikasi awal menggunakan metode Kromatografi lapis Tipis guna untuk melihat masih atau tidaknya kandungan deksametason dalam jamu tersebut.Untuk fase gerak menggunakan campuran etanol dan kroroform dengan perbandingan 1:9. Lalu untuk penegasan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Untuk larutan blanko menggunakan campuran methanol dan air suling dengan perbandingan 1:1. Dengan percobaan Kromatografi Lapis Tipis baku pembanding memberikan bercak noda berwarna kuning cerah jika dilihat secara visual dan memberikan kuning fluoresensi jika dilihat dengan sinar UV 366 nm dengan nilai Rf 0,88 dan 0,9.Hasil pengukuran dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm didapatkan adsorban tertinggi pada panjang gelombang 236-252 nm sebesar 3,1555. Sedangkan sampel jamu Amuraten adsorban tertinggi pada panjang gelombang 204 nm sebesar 0,45 dan sampel jamu Cap Madu Klanceng adsorban tertinggi pada pada panjang gelombang 220 nm sebesar 0,087. Dari percobaan dengan Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis dapat disimpulkan bahwa kedua ampel jamu tersebut tidak mengandung deksametason.Kata kunci : Jamu Pegel Linu, Warn Public, BPOM, Deksametrason, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI ANTIMIKROBA Warnida, Husnul; Sukawaty, Yullia
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Pengawet adalah zat yang ditambahkan untuk melindungi produk kosmetik dari kontaminasi mikroba. Meningkatnya permintaan konsumen akan produk preservative-free mendorong pengembangan produk kosmetik yang menggunakan pengawet dari bahan. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai pengawet alami adalah daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun salam sebagai pengawet antimikroba dalam sediaan krim sesuai prosedur pengujian pengawet antimikroba menurut Farmakope Indonesia Edisi IV.Daun salam diekstraksi menggunakan pelarut etanol 95%. Ekstrak daun salam diformulasikan dalam sediaan krim dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian dilakukan terhadap efektivitas pengawet antibakteri dengan metode cawan tuang dan perhitungan jumlah bakteri dengan metode lempeng.Persen kematian setelah 14 hari pengamatan terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus berturut-turut pada formula A sebesar 94,00% dan 84,5%, sedangkan formula B sebesar 97,28% dan 92,76%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun salam konsentrasi 5% dan 10% belum efektif sebagai pengawet dalam sediaan krim menurut Farmakope Indonesia Edisi IV. 
KORELASI KEPATUHAN TERAPI BERBASIS INSULIN DENGAN EFEKTIVITAS TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Hartanto, Dedi; Mulyani, Risya
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Diabetes melitus meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi yang dapat menimbulkan masalah yang signifikan terhadap kualitas hidup. Komplikasi dapat dicegah dengan cara mengontrol efektifitas terapi (nilai HbA1c ). Penggunaan insulin dini bermanfaat untuk mengurangi mortalitas,  morbiditas dan toksisitas glukosa. Namun ada penghalang dalam menggunakan insulin diantaranya nyeri pada saat menyuntikan insulin, kenaikan berat badan dan biaya yang mahal. Oleh karena itu, kemungkinan pasien tidak patuh dalam terapi juga besar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dan efektifitas terapi (nilai HbA1c) pada pasien DM dengan terapi insulin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif pada pasien DM tipe 2 di Instalasi Farmasi RSUD Ulin banjarmasin. Analisis univariat bertujuan untuk melihat hasil deskripsi data karakteristik individu, tingkat kepatuhan dan nilai HbA1c sedangkan analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi-square untuk melihat hubungan antara kepatuhan terapi terhadap efektifitas terapi (nilai HbA1c).Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang patuh pada terapi hanya 25% sedangkan yang lain 75% dianggap tidak patuh pada terapi. Selain itu responden yang efektifitas terapinya baik atau nilai HbA1c terkontrol (<6,5%) hanya 3,6% sedangkan yang lain 96,4% efektifitas terapinya belum terkontrol dengan baik. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat kepatuhan terapi dengan nilai HbA 1c (r=0,799; p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan terapi berbasis insulin masih harus ditingkatkan dan meningkatnya kepatuhan terapi dapat meningkatkan kontrol nilai HbA 1c.
FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) dengan BASIS CARBOPOL Supomo, Supomo; Sapri, Sapri; Komalasari, Nur
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

            Pada masa kini perawatan kulit sangat diperlukan untuk melindungi kulit dari efek oksidatif radikal bebas yaitu dengan menggunakan antioksidan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanton yang merupakan antioksidan yang sangat kuat. Antioksidan merupakan zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi sistem biologi tubuh dari efek merugikan yang timbul dari proses ataupun reaksi yang menyebabkan oksidasi yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi tertentu dalam bentuk sediaan gel antioksidan dan mengetahui sifat fisik dan kimianya.            Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diekstrasi menggunakan cara maserasi. Formula dibuat dengan mevariasikan 3 konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis 0,2%, 0,4%, dan 0,6% menggunakan gelling agent karbopol 940 0,5%. Pengujian sediaan gel dilakukan terhadap organoleptis (bau, warna, tekstur), homogenitas, pH, iritasi kulit, dan daya sebar gel antioksidan.            Hasil pengujian sifat fisik, gel ekstrak etanol kulit buah manggis menggunakan basis karbopol 940  pada formula I dengan konsentrasi ekstrak 0,2% berwarna kuning keputihan, formula II dengan konsentrasi 0,4% berwarna kuning coklat muda, formula III dengan konsentrasi 0,6% berwarna kuning coklat tua dan masing-masing formula berbau oleum citri dan bertekstur kental halus, memiliki nilai pH 6 dengan homogenitas yang baik dan tidak mengiritasi. Daya sebar yang dihasilkan pada masing-masing formula gel antioksidan memiliki nilai yang tidak memenuhi persyaratan daya sebar.             Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat diformulasikan sebagai gel antioksidan. Formula gel antioksidan yang terbaik yaitu pada formula I dengan konsentrasi ektrak 0,2% dengan hasil pengujian sifat fisik yang cukup stabil serta memiliki warna yang lebih transparan. Kata Kunci : Buah manggis (Garcinia mangostana L), Antioksidan, Gel

Page 3 of 10 | Total Record : 92