cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 482 Documents
Perancangan Sistem Lokalisasi Sumber Suara Berdasarkan Metode TDOA dan DTOF Resti Fauziah; Carmadi Machbub; Egi Muhammad Idris Hidayat
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v5.i2.2020.295-302

Abstract

Pada penelitian ini dibahas perancangan sistem lokalisasi sumber suara dengan menggunakan metode Time Difference of Arrival (TDOA) dan metode Difference of Time of Flight (DTOF). TDOA merupakan metode penentuan posisi sumber suara berdasarkan pada persamaan hiperbola pada bidang koordinat dan hubungan selisih titik fokus hiperbola dari sinyal-sinyal yang diperoleh pada beberapa sensor berupa mikrofon dengan waktu kedatangan yang menggunakan waktu mutlak tiba di mikrofon tertentu. DTOF merupakan metode penentuan posisi sumber suara yang diturunkan berdasarkan perbedaan waktu propagasi sinyal dari sumber suara ke setiap mikrofon saat mikrofon dipicu. Sebagai pembuktiannya dilakukan dengan dua cara. Pertama, simulasi dengan waktu setiap mikrofon ialah jarak mikrofon terhadap sumber suara dibagi dengan kecepatan suara. Kedua, eksperimen dengan waktu setiap mikrofon ialah hasil rekaman suara yang waktu tundanya diperoleh dengan membandingkan Korelasi Silang dan Korelasi Silang Umum. Berdasarkan simulasi dan eksperimen dapat disimpulkan bahwa metode TDOA menghasilkan akurasi yang lebih baik.
Appendix and Back Cover Vol. 2 No. 1 Adnan Al Tahtawi
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 2, No 1: June 2017
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v2.i1.2017.%p

Abstract

Appendix and Back Cover Vol. 6 No. 2 Editorial Team
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 2: December 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i2.2021.v-x

Abstract

Sistem Komunikasi Data Melalui Jaringan RF untuk Daerah Tidak Terjangkau Jaringan GSM Griffani Megiyanto Rahmatullah; Slameta Slameta; Muhammad Abdurrahim
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 5, No 1: June 2020
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v5.i1.2019.53-62

Abstract

Komunikasi data pada daerah blank spot lebih sulit dilakukan karena jauh dari pemancar dan banyak benda yang menghalangi pada jalur transmisi. Beberapa sistem telah dikembangkan untuk menjadi solusi komunikasi tersebut namun memiliki beberapa kendala seperti halnya pengaruh obstacle yang signifikan, biaya yang besar, tidak mendukung kegiatan bergerak, dan sifat komunikasi data yang hanya satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem komunikasi yang dapat digunakan pada daerah terutup dengan mobilitas yang baik serta dapat melakukan pengiriman informasi berupa teks ataupun gambar. Sistem direalisasikan menggunakan perangkat Raspberry Pi sebagai otak utama untuk pengolahan data dan smartphone Android sebagai perangkat pengguna. Komunikasi yang dilakukan adalah smartphone mengirimkan data ke Raspberry Pi melalui jaringan nirkabel. Kemudian data dikirimkan melalui modul Radio Frequency (RF) ke modul penerima untuk diolah dan terakhir diteruskan pada smartphone penerima. Sistem diuji dengan cara mengukur waktu pengiriman data serta kesesuaian data yang diterima. Hasil pengujian menunjukkan secara fungsional sistem berhasil direalisasikan dengan ukuran maksimum data yang dapat dikirimkan sebesar 1,5 Mb. Komunikasi data secara optimal dapat dilakukan dengan jarak maksimum 250 meter untuk kondisi line of sight.
Rancang Bangun Alat Bantu Uji Kebocoran Produk Gate Valve Tipe DN80-5K Jata Budiman; Otto Purnawarman; Risky Ayu Febriani
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.67-76

Abstract

Gate valve seri 7363-1984 (DN80-5K) merupakan salah satu jenis valve yang digunakan pada komponen kapal untuk mengatur pasokan bahan bakar. Saat ini komponen tersebut masih didatangkan dari luar negeri dan baru beberapa industri kecil di daerah Tegal, Jawa Tengah yang mencoba mengembangkannya dan masih dalam skala kecil. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak tersedianya alat uji produk sesuai standar dalam menentukan kebocoran gate valve. Penelitian ini difokuskan pada rancang bangun alat bantu uji kebocoran yang akan digunakan untuk melakukan uji kebocoran pada gate valve seri 7363-1984 (DN80-5K). Alat bantu uji kebocoran dibuat melalui tahapan perancangan menggunakan metode perancangan VDI 2221 (Verein Deutsche Ingineure) dan dilakukan proses pembuatan menggunakan mesin-mesin perkakas dan las. Pengujian yang dilakukan mengacu pada standar JIS B 2003-2013, yang terdiri dari shell leakage inspection, seat leakage inspection, dan backseat leakage inspection. Pengujian ini dilakukan dengan cara mengalirkan fluida bertekanan sebesar 1,5 kali dari tekanan kerja gate valve selama 60 detik untuk pengujian shell leakage inspection, sedangkan untuk pengujian seat leakage inspection dan backseat leakage inspection dilakukan dengan cara mengalirkan fluida bertekanan sama sebesar 6,2 kg/cm2 selama masing-masing 30 detik dan 60 detik. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat bantu uji kebocoran yang mampu melakukan 3 jenis pengujian sesuai standar yang digunakan.
Sistem Sensor Estimasi Tingkat Kematangan Buah Stroberi Berdasarkan Kecerahan Warna Merah Darmawan Hidayat; Bambang Mukti Wibawa; Setianto Setianto; Nendi Suhendi Syafei; Arif Choerudin Suanda
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 2, No 2: December 2017
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v2.i2.2017.83-90

Abstract

Seleksi tingkat kematangan pada buah stroberi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitasnya. Tingkat kematangan dalam panen merupakan faktor paling penting yang menentukan kualitas buah. Stroberi yang telah matang optimal memiliki banyak kandungan nutrisi. Sensor tingkat kematangan stroberi telah dibuat berdasarkan kecerahan warna merah pada permukaan kulit stroberi. Sistem sensor dirancang dengan menggunakan Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor intensitas cahaya dan Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan stroberi dengan menggunakan tiga derajat warna merah, yaitu light-red, fresh-red dan black-red untuk membedakan tingkat kematangan buah stroberi. Nilai tingkat kematangan untuk light-red 671,2, fresh-red 709,05 dan black-red 777,5. Hasil menunjukkan bahwa sensor dapat mendeteksi tingkat kematangan stroberi dengan presisi 93,3%. Dengan demikian, sensor tingkat kematangan stroberi dapat direalisasikan.
Analisis Pendistribusian Gas LPG 3 Kg dengan Metode Minimum Spanning Tree Dinda Habibah Azzahra; Aulia Fashanah Hadining; Billy Nugraha
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 2: December 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i2.2021.237-246

Abstract

Salah satu hal penting dalam pendistribusian adalah jalur dan jarak yang optimal agar distribusi yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini, metode spanning tree algoritma Kruskal dan algoritma Prim diimplementasikan untuk membantu dalam menentukan jarak optimal pada pendistribusian gas LPG 3 Kg. Penggunaan metode minimum spanning tree membutuhkan data titik awal dan tujuan, serta jarak yang akan ditempuh pada setiap titiknya. Dalam penelitian ini berfokus pada jarak pendistribusian yang ditempuh untuk mendistribusikan gas LPG 3 kg. Objek dalam penelitian kali ini adalah pangkalan gas LPG 3 Kg berlokasi di Kota Cirebon yang memiliki 50 tabung gas untuk didistribusikan setiap harinya. Setelah perhitungan dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan software POM QM, dihasilkan jarak pendistribusian sebesar 18.100 meter. Dengan adanya optimasi ini dihasilkan pengurangan jarak sebesar 10.900 meter. Maka dengan begitu jarak yang ditempuh lebih optimal dan dapat mengurangi total biaya pengeluaran pada bagian transportasi.
Desain Pemanfaatan RFID dan SMS Gateway untuk Monitoring Sistem Keamanan Lingkungan Desa Erick Andika; Lani Nurlani; Rifky Rizki Kusmana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 2: December 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.293-302

Abstract

Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) adalah salah satu upaya pencegahan terhadap ancaman, gangguan keamanan, serta ketertiban guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Untuk menunjang agar kegiatan Siskamling yang sudah dijadwalkan dapat terlaksana dengan baik diperlukan adanya sistem monitoring pelaksanaan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem yang dapat menunjang kegiatan Siskamling di lingkungan desa. Sistem ini dibangun dengan memanfaatkan kartu RFID (Radio Frequency Identification), Arduino, dan SMS Gateway yang mampu menerima, mengirimkan, dan mengolah data kegiatan sehingga menghasilkan data dalam bentuk daftar dan grafik. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap utama, yaitu perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, pengujian, dan implementasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa tag RFID dapat terbaca reader RFID dengan jarak maksimal 5 cm. Modul GSM SIM800L V2 dapat mengirimkan data dalam waktu 4-6 detik untuk bisa diterima di SMS gateway. Pengujian kualitas sinyal lebih dari -100 dBm sesuai dengan kondisi optimal dalam mengirim SMS. Hasil pengujian output hardware sudah sesuai dengan skenario dimana buzzer dan LED hijau akan menyala jika proses tap berhasil. Selain itu, sistem telah dapat menunjukan tingkat keaktifan kegiatan dalam media website.
Adsorbsi Warna Metylen Blue Menggunakan Powder dan Granular Activated Carbon Biji Binjai (Mangifera Caesia) I Wayan Koko Suryawan; Anshah Silmi Afifah; Gita Prajati
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.211-218

Abstract

Zat warna metylen blue adalah zat warna yang mudah didapat dan sering digunakan dalam berbagai bidang. Pewarna metylen blue yang digunakan harus diolah agar tidak terjadi pencemaran air, salah satu cara adalah dengan menggunakan adsorbsi. Proses adsorbsi membutuhkan adsorbet untuk media pengolahan. Binjai (Mangafera Caesia) adalah buah yang sering ditemui di daerah Bali dan Kalimantan Selatan. Biji buah Binjai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan adsorbet dalam proses adsorbsi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui proses adsorbsi oleh Powder Activated Carbon (PAC) dan Granular Activated Carbon (GAC) dari bahan biji Binjai. Proses pembuatan arang dilakukan secara fisika pada suhu 660oC. Setelah terbentuk arang ukuran adsorbet dibagi menjadi dua jenis media berdasarkan ukuran yaitu PAC dan GAC.  Langkah selanjutnya adalah pencucian adsorbet kemudian aktivasi pada suhu 105oC dan aktivasi secara kimiawi dengan KMnO4. Penyisihan zat warna metylen blue untuk inisial konsentrasi 1, 5, 10, 20, dan 30 ppm adalah 57,06%, 90,05%, 91,33%, 94,81%, dan 95,21% (PAC) serta 75,30%, 93,78%, 96,13%, 97,23%, dan 96,86% (GAC). Isoterm yang memiliki nilai R2 paling tinggi adalah Temkin yaitu diatas 0,9. Hasil perhitungan isoterm Temkin menunjukkan nilai koefiesien Temkin (kT) adalah 62,87 L/g (PAC) dan 61,968 L/g (GAC).
Pembangkitan Sinyal Pulse Code Modulation Berbasis OMAP-L318 Enceng Sulaeman; Ashari Ashari; Griffani Megiyanto Rahmatullah; Rifa Hanifatunnisa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v5.i2.2020.215-220

Abstract

Topik mata kuliah yang berkaitan dengan konsep dasar transmisi dan modulasi sinyal pada sistem komunikasi penekanannya terdapat pada PCM (Pulse Code Modulation). Salah satu pemahaman mengenai sistem komunikasi umumnya dengan menggunakan instrumen secara hands on. Namun, kegiatan praktik menjadi kurang maksimal dikarenakan performa yang menurun dari instrumen yang digunakan tidak memadai. Penelitian ini membahas mengenai perancangan dan implementasi simulasi teknik PCM menggunakan prosesor pengolahan sinyal digital OMAP-L138. Untuk mendemonstrasikan alat tersebut, diagram blok PCM dibangun dan disimulasikan dengan bahasa pemrograman C dengan tiga langkah utama proses PCM yaitu sampling, quantizing, dan encoding. Pengujian dilakukan dengan memberikan sinyal input tegangan 5 V dan periode 1 rad/s untuk dimodulasikan sistem PCM yang telah dirancang. Sinyal pencuplik yang digunakan memiliki nilai ratio 50:50 antara positif dan negatif. Hasil proses pencuplikan berhasil dilakukan dengan menghasilkan 16 sinyal yang memiliki nilai dalam 1 periode. Proses berikutnya adalah melakukan kuantisasi dan dapat dilakukan dengan menghasilkan 32 level kuantisasi positif dan 32 level kuantisasi negatif. Berikutnya adalah pengkodean sehingga luaran sinyal menjadi deretan biner dengan panjang 7 bit untuk setiap nilai dan ditambahkan bit penanda positif atau negatif pada bit ke 8. Simpulan yang didapatkan yaitu setiap blok berhasil diimplementasikan secara berurutan dan hasilnya menunjukkan hasil yang sesuai dengan teori dasar PCM.