cover
Contact Name
Fitra Lestari, M.Eng, Ph.D
Contact Email
fitra.lestari@uin-suska.ac.id
Phone
+628116901601
Journal Mail Official
jti.fst@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR. Subrantas KM 15 Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri : Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
ISSN : 2460898X     EISSN : 27146235     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jti
(ISSN : 2460-898X) JTI merupakan jurnal akademik yang dipublikasikan 2 kali setahun, meliputi bulan Juni dan Desember. Tujuan jurnal ini menyediakan tulisan yang memiliki yang fokus pada bidang Teknik Industri. lebih lanjut jurnal ini dipulikasikan oleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan syarif Kasim Riau. Tulisan yang diterima merupakan hasil originalitas dan memberikan kontribusi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 373 Documents
Perancangan Rrelokasi Tata Letak Gudang Dengan Metode Systematic Layout Planning Pada PT. MKM Ahmad Fajri
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i1.10533

Abstract

Studi kasus ini dilakukan pada perusahaan yang fokus pada layanan penyedia jaringan berbasis serat optik dengan menggunakan infrastruktur teknologi terkini yaitu Fiber To The Home (FTTH). Meningkatnya permintaan produk layanan pada studi kasus ini diberbagai wilayah di Indonesia berimbas pada operasional gudang yang secara kapasitas otomatis meningkat. Namun, produk harus tetap dapat disimpan agar terjaga kualitasnya sebelum didistribusikan. Untuk mengatasi  ini, diperlukan metode penataan gudang yang baik agar efisiensi Ongkos Material Handling juga dapat tercapai dan mengurangi resiko accident yang berimbas pada kerusakan material. Metode Systematic Layout Planning (SLP) digunaan untuk merancang keterkaitan hubungan aktivitas antar perangkat. metode ini digunakan sebagai perencanaan layout sistematis dengan berdasarkan pada kegiatan operasional yang sedang dilakukan ataupun sebagai peramalan dimasa yang akan datang. hasil pengolahan data menggunakan metode SLP diperoleh bahwa perancangan tata letak usulan lebih baik dengan biaya operasional Rp. 347.795.285 dibandingkan layout awal sebesar Rp. 577.022.833 dengan selisih mencapai RP. 229.227.549 dan efisiensi sebesar 40%. Kata Kunci : Systematic Layout Planning (SLP), Ongkos Material Handling (OMH), Perancangan Tata Letak, Indonesia.
Kombinasi Penentuan Safety Stock Dan Reorder Point Berdasarkan Analisis ABC sebagai Alat Pengendalian Persediaan Cutting Tools (Studi Kasus: PT. XYZ) Milena Novita Piranti; Amanda Sofiana
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i1.12243

Abstract

             Penelitian ini mengevaluasi kebijakan inventory khususnya pada persediaan cutting tools di departemen engineering PT. XYZ. Kebijakan yang diterapkan saat ini dianggap belum optimal yang ditandai dengan sering terjadinya kekurangan persediaan cutting tools ketika dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan cutting tools ke dalam 3 kelas berdasarkan analisis ABC, serta menentukan besarnya safety stock dan reorder point dari cutting tools yang termasuk ke dalam kelas A (prioritas). Dari hasil analisis ABC cutting tools yang termasuk ke dalam kelas A adalah sebanyak 10 item yang merepresentasikan 68.60% dari total pemakaian biaya, kelas B sebanyak 11 item yang merepresentasikan 21.40% dari total pemakaian biaya dan kelas C yang merepresentasikan 10% dari total pemakaian biaya. Dengan penentuan safety stock terbanyak dimiliki oleh cutting tools jenis LOMU 100408 ER yaitu sebanyak 375 pcs dan reorder point paling besar dimiliki oleh cutting tools jenis 490R-140408M-PM 1020 yaitu sebesar 516 pcs.Kata Kunci:  Analisis ABC, Cutting Tools, Persediaan, Reorder Point, dan Safety Stock.This study evaluates inventory policies, specifically cutting tools inventory, in the Engineering departement of PT. XYZ. The current policy is considered not optimal, which is marked by frequent shortages of cutting tools when its needed. The purpose of this study is to classify cutting tools into 3 classes based on ABC analysis, and determine the amount of safety stock and reorder points of cutting tools included in class A (priority). From the results of ABC analysis cutting tools included in class A are 10 items representing 68.60% of the total cost usage, class B as many as 11 items representing 21.40% of the total cost use and class C representing 10% of the total cost usage. With the highest point of safety stock is owned by cutting tools type LOMU 100408 ER that is 375 pcs and the biggest reorder point is owned by cutting tools type 490R-140408M-PM 1020 which is 516 pcs.Keywords:  ABC Analysis, Cutting Tools, Inventory, Safety Stock, and Reorder Point.
The Implementation of Linear Programming in Optimizing Concrete Slab Mobilization Operations PT.XYZ Muhammad Rilly Aka Yogi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.13804

Abstract

Dumai-Malacca international Ro-Ro port connection is a strategic plan of Indonesian government to increase the national logistics distribution mode, especially in Southeast Asia regional trading activities. PT. Pelindo I, as an SOE port operator, is the candidate who will get a delegation for the implementation of this strategic program for providing port facilities to meet the needs of international crossings. This study aims to assess and optimize the internal financial aspects of PT Pelindo I as the result of the project implementation. As the company with a capital intensive character, corporate action must be able to provide good returns and benefit with clearly mitigated risks. Results show port should provide at least on moderate threshold level of occupancy. The less occupied operation will lead to financial problem along the service life. Thus, the least reliable scenario used is scenario 2 with realistic occupation level of 61%, IDR-USD currency rate of IDR.14600, and inflation rate of 3.97%, along with the recommendation for implementing subscription register method between ports and customer. The ROA and ROE result 0,83% and 0,89% respectively, and will remain positive along with revenue generation. These are considered to be effective in producing good financial performance and guarantee long-term business sustainability, while it can also optimize the absorption of service use by commodity based industries that the product will be distributed in the Southeast Asia region.
Perancangan Model Klaster Industri Hilir Kelapa di Kabupaten Padang Pariaman Meilizar Meilizar; Ridha Luthvina; Nurike Oktavia
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.14484

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pada klaster industri hilir kelapa di Kabupaten Padang Pariaman dengan pendekatan sistem sehingga terbentuknya strukturisasi elemen sistem pengembangan klaster industri. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap kesatu melakukan analisis potensi komoditas kelapa di Kabupaten Padang Pariaman dengan metode location quotient (LQ), Tahap kedua melakukan identifikasi melalui studi literatur dan wawancara dengan pakar berdasarkan indikator pada model diamond porter untuk mengetahui apakah komoditi kelapa punya potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah klaster industri. Tahap ketiga menentukan jenis industri yang dapat dikembangkan dalam klaster industri hilir kelapa dengan menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE). Tahap keempat mengidentifikasi stakeholder yang terlibat dan bagaimana perannya di dalam klaster industri hilir kelapa dengan metoda deskriptif kualitatif.  Tahap kelima mendesain peta kluster industri hilir kelapa berdasarkan model diamond porter dengan menggunakan setiap elemen yang telah didefinisikan sebelumnya. hasil penelitian didapat nilai LQ sebesar 12,5 yang menyatakan bahwa klaster industri hilir kelapa berpotensi dikembangkan di Kabupaten Padang Pariaman. Berdasarkan perhitungan MPE terdapat 8 produk prioritas yaitu: virgin coconut oil, coco fiber, arang briket, coco peat, coco vinegar, desiccated coconut, kerajinan lidi dan daun kelapa, sari kelapa nata de coco. Kata Kunci:  Kelapa, Klaster Industri, Location Quotient, Diamond Porter, MPE ABSTRACT This study aims to design a model for the downstream coconut industry cluster in Padang Pariaman Regency with a systems approach so that the structural elements of the industrial cluster development system are formed. The research was conducted in several stages. The first stage is to analyze the potential of coconut commodities in Padang Pariaman Regency using the location quotient (LQ) method. The second stage is to identify through literature studies and interviews with experts based on indicators on the diamond porter model to determine whether coconut commodities have the potential to be developed into an industrial cluster. The third stage is to determine the type of industry that can be developed in the downstream coconut industry cluster using the exponential comparison method (MPE). The fourth stage identifies the stakeholders involved and their roles in the downstream coconut industry cluster using a qualitative descriptive method. The fifth stage is to design a coconut downstream industry cluster map based on the diamond porter model using each of the previously defined elements. The results of the study obtained an LQ value of 12.5 which states that the downstream coconut industry cluster has the potential to be developed in Padang Pariaman Regency. Based on the MPE calculation, there are 8 priority products, namely: virgin coconut oil, coco fiber, charcoal briquettes, coco peat, coco vinegar, desiccated coconut, craft sticks and coconut leaves, coconut juice nata de coco. Keywords: Coconut, Industrial Cluster, Location Quotient, Diamond Porter, MPE
Factors affecting Total Quality Management Implementation on Service Industry: A Systematic Literature Review Chandra Hosen; Ardhianiswari Diah Ekawati; Anita Maharani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.14408

Abstract

Companies in the service industry are trying to make changes to meet the needs of the company and the needs of customers. Over the last few years, Total Quality Management has been developed and is one way to provide various changes in improving the quality of relationships with consumers. The purpose of this research is to find out what factors influence the implementation of Total Quality Management in the service industry using a systematic literature review (SLR). Search databases and article sources using the Harzing's Publish or Perish application. Database sources vary from Science Direct, Emerald, Springer, SSRN Papers, Growing Science, Cogentoa, Research Gate and Academia. Meanwhile, the keyword to search the database is Total Quality Management and Service Industry. After the SLR process was carried out to the previous studies that fulfill criteria of the keywords, there were 5 factors that were mentioned the most in almost all studies: top management commitment, continuous improvement, focus on customers, training and education as well as employee management and involvement.
Perilaku Evakuasi Bencana dengan Pendekatan Simulasi: Studi Literatur Mohamad Jihan Shofa; Sahrupi Sahrupi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.14157

Abstract

ABSTRAK                                                                        Salah satu isu penting dalam kesiapsiagaan bencana adalah pada perencanaan evakuasi yang tepat. Evakuasi menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Adapun pendekatan yang sering dilakukan untuk menjelaskan perilaku evakuasi adalah dengan menggunakan pendekatan simulasi. Namun dari studi literatur ditemukan masih minim pembahasan mengenai simulasi pada perilaku evakuasi bencana secara vertical maupun horizontal dan moda transportasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan literatur evakuasi bencana dengan pendekatan simulasi dan berbagai moda transportasi yang menjadi pilihan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah studi literatur secara sistematis pada naskah jurnal terindeks googlescholar, Scopus, Web of Science yang dipublikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2021, dengan kata kunci behavioural, evacuation, simulation dan modelling. Hasil dari penelitian ini adalah berbagai pendekatan simulasi dipilih dalam mengevaluasi perilaku evakuasi karena dinilai sebagai metode pendekatan yang sesuai. Sedangkan moda transportasi yang sesuai dapat berdampak pada efektivitas evakuasi.  Adapun metode evakuasi dapat berupa evakuasi horizontal maupun vertikal.  Kata Kunci:  Bencana, Perilaku evakuasi, Simulasi, Studi Literatur  ABSTRACT                                                                        Readiness in catastrophe is the one of critical issues in evacuation planning. The evacuation becomes success factor in reducing the number of victims. The simulation is frequently applied to interpret behavioural evacuation and to evaluate the evacuation effectiveness.  Nevertheless, only few literatures discuss about how simulation approach in behavioural vertical or horizontal evacuation, and transportation mode. The objective of this paper is to review literature that discuss about simulation approach in behavioural evacuation and also choosing the transportation modes. Systematic literature review is applied method and it is done for manuscripts published in 2015-2021 indexed by Google scholar, Scopus, and Web of Science. The key words are behavioural, evacuation, simulation and modelling. The result is simulation approach is appropriate method for analysing behavioural evacuation in various natural disasters. Furthermore, the choosing of transportation modes might effect on evacuation effectiveness. And also there are two evacuation methods; horizontal and vertical evacuation. Keyword:  Behavioural evacuation, Catastrophe, Simulation, Literature Review
Identifikasi Postur Kerja Bagian Pengelasan Dengan Pendekatan Ergonomi Iva Mindhayani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.14014

Abstract

ABSTRAK                                                                        Setiap pekerjaan memiliki risiko tersendiri, termasuk pekerja pengelasan. Saat melakukan pekerjaannya para pekerja dihadapkan pada kondisi kerja yang tidak nyaman seperti jongkok dalam jangka waktu lama, punggung membungkuk, dan sebagainya yang dapat berisiko menyebabkan gangguan sistem otot rangka. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi risiko postur pekerja pengelasan. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi postur kerja menggunakan pendekatan ergonomi dengan menggunakan dua metode yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil identifikasi Nordic Body Map menunjukkan bahwa pekerja mengalami keluhan setelah bekerja. Sebanyak 60% merasa agak sakit pada bahu kanan, punggung, pantat, siku kiri, lengan bawah kiri, tangan kanan, paha kanan, pergelangan kaki kiri dan kaki kanan. Sebanyak 80% merasa agak sakit pada bagian leher bawah, siku kanan, lutut kanan, betis kiri dan betis kanan. Keluhan terbanyak yaitu pada lengan bawah kanan sebesar 100%. Sedangkan nilai skor REBA tertinggi adalah 11 yang memiliki risiko sangat tinggi yang berarti lakukan perubahan sekarang/secepatnya. Tingginya skor REBA disebabkan pekerja bekerja pada posisi yang canggung dan tidak ergonomis. Untuk selanjutnya pemilik usaha bisa mengupayakan memberikan pelatihan tentang risiko bahaya yang bisa terjadi jika bekerja dengan posisi yang tidak baik dan tidak ergonomis sehingga Sehingga keluhan-keluhan yang ada bisa diminimalisir. Kata Kunci: Pengelasan, postur kerja, gangguan otot rangka, NBM, REBA  ABSTRACT                                                                         Workers when doing welding work are faced with uncomfortable working conditions such as squatting for long periods of time, back bending, and so on which can be at risk of causing skeletal muscle system disorders. Therefore, it is necessary to identify the risk of worker posture in welding work. The method used in identifying work postures uses an ergonomic approach using two methods, namely the Nordic Body Map (NBM) and the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. The results of the NBM show that workers experience complaints after work. As many as 60% felt mild pain in the right shoulder, back, buttocks, left elbow, left forearm, right hand, right thigh, left ankle and right leg. Then, 80% felt a little pain in the lower neck, right elbow, right knee, left calf and right calf. The most complaints were on the right forearm by 100%. While the highest REBA score is 11 which has a very high risk which means make changes now/as soon as possible. The high REBA score is caused by workers working in awkward and non-ergonomic positions. In the future, business owners can seek to provide training about the risks of danger that can occur if working in a position that is not good and not ergonomic so that complaints can be minimized.   Keyword:  Welding ,working posture, musculoskeletal disorders, NBM, REBA
Pengukuran Total Productive Maintenance Pada Stasiun Kerja dengan Memperhatikan Faktor Risiko Yudha Adi Kusuma; Aan Zainal Muttaqin
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.11853

Abstract

PG ABC dan PG XYZ adalah salah sau unit usaha dari PTPN XI yang berada pada wilayah barat. Selama ini selama proses produksi sering mengalami proses down time sehingga mengganggu proses produksi. Tingginya down time mempengaruhi turunya kapasitas gula yang dihasilkan. Penelitian dilakukan untuk mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan manajemen risiko selama proses produksi berlangsung di semua stasiun kerja. Hasil pengukuran OEE terdapat 4 stasiun kerja menghasilkan nilai overall plant efficiency < 85 %. Hasil analisis risiko atas rekomendasi PG ABC dan PG XYZ dipilih 4 risk agent dan 4 preventive action yang berdampak pada risiko operasional.
Metode Taguchi Untuk Optimasi Proses Engraving CNC Router G-Weike WK1212 untuk Kayu Mahoni Dewa Kusuma Wijaya; Nur Alfathan Banoel; Tita Talitha
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.14198

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya dengan objek permesinan CNC Router G-Weike WK1212 namun ditujukan untuk optimalisasi seting proses engraving. Permasalahan penelitian ini terletak pada seting operasional mesin yang masih berdasarkan perkiraan atau asumsi. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mengetahui seting optimal dari mesin CNC Router tersebut untuk proses engraving terhadap material kayu mahoni. Parameter uji penelitian ini adalah waktu proses, suhu mata pahat, dimensi panjang, lebar dan depth hasil proses. Mata pahat yang digunakan berjenis conical dengan diameter 3mm. Hasil penelitian ini didapatkan nilai level seting optimal terletak pada spindle speed 8 step, motion speed 7 step dan depth per cut 0.5mm. Kata Kunci:  CNC Router, Conical 3mm, Engraving, Optimasi, Taguchi ABSTRACT This research uses the G-Weike WK1212 CNC Router machining object to optimize the engraving process settings. The problem of this research lies in the operational settings of the machine which are still based on estimates or assumptions. This study uses the Taguchi method to determine the optimal setting of the CNC Router machine for the engraving process of mahogany wood material. The test parameters of this research are processing time, tool temperature, length, width and depth dimensions of the process. The chisel used is a conical type with a diameter of 3mm. The results of this study obtained that the optimal level setting value lies in the spindle speed of 8 steps, motion speed of 7 steps and depth per cut of 0.5mm. Keyword:  CNC Router, Conical 3mm, Engraving, Optimization, Taguchi
Pengembangan Desain Kursi Busway Menggunakan Pendekatan Kansei Engineering Febriza Imansuri; Fredy Sumasto; Muhammad Zen
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v7i2.12614

Abstract

Perusahaan penyedia jasa layanan transportasi diminta untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memuaskan para konsumen. Kenyamanan fasilitas merupakan salah satu faktor penting untuk memenangkan persaingan dengan penyedia jasa layanan transportasi lainnya. Salah satu perhatian utama dari konsumen adalah fasilitas kursi penumpang karena penumpang menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi penumpang. Pada penelitian ini, kursi penumpang busway dijadikan objek penelitian dengan tujuan mendapatkan alternatif desain dengan cara mengidentifikasi voice of customers dengan model kansei engineering. Pengumpulan data primer dilakukan di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan instrumen penelitian. Data yang diperoleh dari instrumen penelitian diolah secara analisis statistik. Hasil analisis dinilai secara desain dan teknikal dengan pendekatan KE sehingga diperoleh identifikasi desain kursi penumpang busway yang ergonomis dan sesuai kognitif konsumen. Pengembanagn desain dilakukan berdasarkan 5 (lima) faktor product properties yaitu daya tahan, fitur kenyamanan, ukuran, aspek fungsional dan estetika desain.Kata Kunci:  Ergonomic Assesment, Kursi Busway, Kansei Engineering