cover
Contact Name
Fitra Lestari, M.Eng, Ph.D
Contact Email
fitra.lestari@uin-suska.ac.id
Phone
+628116901601
Journal Mail Official
jti.fst@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR. Subrantas KM 15 Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri : Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
ISSN : 2460898X     EISSN : 27146235     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jti
(ISSN : 2460-898X) JTI merupakan jurnal akademik yang dipublikasikan 2 kali setahun, meliputi bulan Juni dan Desember. Tujuan jurnal ini menyediakan tulisan yang memiliki yang fokus pada bidang Teknik Industri. lebih lanjut jurnal ini dipulikasikan oleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan syarif Kasim Riau. Tulisan yang diterima merupakan hasil originalitas dan memberikan kontribusi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 373 Documents
Perancangan Stasiun Kerja Proses Canting Berdasarkan Pendekatan Ergonomi Sugoro Bhakti Sutono
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.16833

Abstract

Batik Tulis Tengah Sawah merupakan salah satu UKM yang terdapat di Pacitan dan bergerak dalam bidang kerajinan batik tulis. Dalam proses produksi, pembatik melakukan proses canting dengan posisi duduk pada kursi pendek (dingklik) terbuat dari kayu tanpa sandaran punggung. Kompor yang digunakan untuk melelehkan malam berukuran kecil dan tidak terdapat meja untuk meletakkan kompor serta digunakan oleh 2 pembatik sehingga mengharuskan pembatik duduk serong menghadap gawangan dan menyebabkan pembatik duduk dengan keadaan sedikit membungkuk. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan mengenai fasilitas kerja dan stasiun kerja proses canting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi postur kerja pembatik dan melakukan perancangan usulan stasiun kerja proses canting bagi pembatik. Penelitian ini dilakukan dengan lima tahap, yaitu penilaian level risiko postur kerja, perancangan usulan kursi pembatik, perancangan usulan meja kompor, perancangan usulan gawangan dan perancangan usulan stasiun kerja proses canting. Hasil dari penelitian ini adalah kursi pembatik dengan fitur sandaran punggung, busa duduk, sandaran tangan dan wadah tempat minum. Meja kompor digunakan untuk menambah ketinggian kompor dan gawangan untuk menyesuaikan dengan ketinggian pembatik ketika duduk di kursi pembatik. Serta perancangan stasiun kerja untuk menciptakan stasiun kerja lebih tertata dan memberikan kenyamanan pembatik selama proses canting sehingga dapat meminimasi postur tubuh membungkuk.
Analisis Pengendalian Mutu pada Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa Sawit Menggunakan Metode SQC Rizky Syaputra; Sofiyanurriyanti Sofiyanurriyanti Sofiyanurriyanti
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.15488

Abstract

PT. Socfindo Indonesia Seunagan Plantation is a company that produces palm oil and palm kernel (PKO). This observation aims to determine the parameters of free fatty acids in PT. Socfindo Indonesia Seunagan Plantation. Is it within the quality control limits based on the Xbar and Rbar control charts, as well as investigations into the causes of improving the quality of palm oil with Free Fatty Acid (FFA) parameters. Based on the results of the Crude Palm Oil (CPO) quality control chart, the number of samples for free fatty acid levels, according to the control chart Xbar = 2.1375 and Rbar = 1.2308, there are some data that are out of the control limit UCL = 2.7323, CL = 2.1375 LCL = 1.5427 after modification of Xbar and Rbar control chart. Based on the results of observations, interviews and fieldwork, there are five factors that affect the quality of Crude Palm Oil (CPO). The factors themselves are raw materials, work environment, people, machines and work methods and techniques.This case study was conducted on a company that produces palm oil and palm kernel (PKO). This observation aims to determine the parameters of free fatty acids in this company. Observe whether it is within the quality control limits based on Xbar and Rbar control charts. Then, investigate the cause of the increase in the quality of palm oil with the Free Fatty Acid (FFA) parameter. Based on the results of the Crude Palm Oil (CPO) quality control chart, the number of samples for free fatty acid levels, according to the control chart Xbar = 2.1375 and Rbar = 1.2308, there are some data that are out of the control limit UCL = 2.7323, CL = 2.1375 LCL = 1.5427 after modification of Xbar and Rbar control chart. The results of observations show that in interviews and in the field there are five factors that affect the quality of Crude Palm Oil (CPO). The factors themselves are raw materials, work environment, people, machines and work methods and techniques.
Strategi Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaaan ‘SAGARA MERENTE’ Dengan Menggunakan Value Engineering (VE) dan AHP-BCOR Amrussalam Amrussalam; Fitri Ariyanti; Rahmawati Rahmawati
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.16933

Abstract

Agrobisnis Pedesaan ‘SAGARA MERENTE’ adalah agribisnis yang menerapkan sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan unit-unit usaha di sektor pertanian, perikanan dan peternakan dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pengelolaan terhadap pengembangan Agrobisnis Pedesaan ‘SAGARA MERENTE’ saat ini masih belum memberikan nilai tambah secara optimal dan proporsional, sehingga tidak signifikan pengaruhnya terhadap peningkatan usaha tersebut dan menambah kesejahteraan untuk pengelolah dan bagi masyarakat setempat. Hal ini diperlukan analisa penyebab belum optimalnya usaha tersebut dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) yang mengidentifikasi akar penyebab sebenarnya dari kegagalan usaha Agrobisnis Pedesaan ‘SAGARA MERENTE’. Penelitian dilakukan untuk memperoleh strategi dalam pengambilan keputusan yang terbaik dari alternatif pilihan pengembangan usaha dalam meningkatkan nilai tambah yang optimal dengan menggunakan Value Engineering (VE) dan Analytical Hierarchy Process (AHP)-Benefit, Cost, Opportunity, dan Risk (BCOR). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa strategi yang digunakan oleh Agrobisnis Pedesaan ‘SAGARA MERENTE’ yaitu strategi dinamik/agresif dengan pilihan terbaik untuk pengambilan keputusan yang optimal dalam pengembangan usahanya, dimana yang pertama: ternak ayam pejantan, pilihan terbaik kedua: budidaya (Lele/Nila), terbaik ketiga: Ternak (Sapi/Kambing), terbaik keempat:  budidaya madu trigona, dan terbaik kelima: Pertanian organik. Kata Kunci:  Pengembangan usaha, Value Enggineering (VE), Fault Tree Analysis (FTA), Analytical Hierarchy Process (AHP)-Benefit, Cost, Opportunity, dan Risk (BCOR)
Penerapan Metode Weighted Product (WP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) pada Pembuatan Wastafel Injak Portabel Florida S Tambunan; Angelina F Simarmata; Desy CN Silalahi; Friska R Turnip; Benedikta Anna Haulian Siboro
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i1.15094

Abstract

Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu kewajiban dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Banyak produk sudah ditawarkan agar pengguna dapat mencuci tangan dengan aman dan nyaman, salah satunya produk wastafel. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah menentukan vendor yang menjadi alternatif terbaik dari 5 vendor yang ditawarkan  untuk pembuatan Wastafel Injak Portabel di Kabupaten Dairi dengan menggunakan metode Weighted Product (WP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).  Adapun kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih vendor pembuatan produk tersebut adalah jarak dari vendor ke rumah (C1), jarak dari vendor ke toko peralatan (C2), waktu pengerjaan (C3), biaya (C4) dan jumlah tenaga kerja (C5) dengan bobot masing-masing adalah C1 dan C2 = 0.2667 ; C3 = 0.2 ; C4 dan C5 = 0.1333. Hasil perhitungan dengan metode WP dan Topsis  maka vendor ke 5 merupakan alternatif yang memiliki nilai preferensi tertinggi dibandingkan 4 vendor yang lain yaitu 0.2302 untuk metode WP dan 0.5004 dengan menggunakan metode Topsis.
Usulan Penentuan Waktu Baku Metode Jam Henti Pada Proses Pengemasan Produk Kangkung Akar 250gr Rahmat Gunawan; Wahyudin Wahyudin
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19631

Abstract

Penentuan waktu baku dalam sebuah proses pekerjaan dibutuhkan sebagai acuan dalam penentuan waktu kerja yang baik bagi perusahaan dan pekerja. Penelitian ini dilakukan di salah satu startup dalam bidang Agri-Tech yang mempunyai gudang  fulfillment center untuk proses pengemasan produk sayuran seperti Kangkung Akar 250gr. Penelitian ini bertujuan guna menentukan nilai waktu baku dari proses pengemasan produk Kangkung Akar 250gr yang memiliki tingkat pengerjaan dengan fokus dan ketelitian cukup tinggi serta belum adanya pengukuran waktu standar untuk pekerjaan tersebut. Metode jam henti merupakan metode yang digunakan dalam pengukuran waktu baku pada penelitian ini yang dilakukan terhadap tiap-tiap proses operasi. Pengukuran waktu baku menggunakan alat bantu stopwatch, pengukuran dilakukan selama 3 hari dengan 20 kali pengamatan yang terbagi kedalam 5 subgroup. Hasil pengukuran waktu baku didapatkan bahwa untuk dapat menyelesaikan pekerjaan pengemasan Kangkung Akar 250gr oleh pekerja dapat dilakukan selama 495,49 detik atau 8,25 menit untuk satu produk. Hasil dari penelitian waktu baku ini diharapkan dapat digunakan sebagai usulan dan referensi bagi perusahaan untuk penentuan waktu standar dalam menuntaskan pekerjaan yang diperlukan pekerja pada bagian pengemasan Kangkung Akar 250gr.
Penerapan Lean Manufacturing di Sebuah Perusahaan Keramik Ryan Restu Reza; Amelia Santoso
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19954

Abstract

Agar dapat bersaing di pasar global, perusahaan manufaktur harus secara terus menerus mengeliminasi waste yang terjadi dalam proses produksinya. Lean manufacturing merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi waste di perusahaan. Dalam paper ini, pendekatan lean manufacturing digunakan untuk mengurangi waste di lantai produksi perusahaan manufaktur keramik. Adanya waste di lantai produksi menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Pendekatan value stream mapping (VSM) digunakan untuk menemukan permasalahan pada aliran produk dan informasi, sedangkan process activity mapping (PAM) digunakan untuk mengklasifikasikan aktivitas secara detail disetiap proses. Dari penerapan VSM dan PAM semua aktivitas di lantai produksi diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Kategori pertama value-added activity dengan total waktu 186,1 menit, necessary non-value-added activities adalah 2.723,64 menit, dan non-value-added activity adalah 1.410,26 menit. Dari ketiga kategori kegiatan tersebut didapatkan rasio value-added activity sebesar 4,31%. Dengan menggunakan analisis Pareto diketahui, persentase non-value-added activity yang paling signifikan terjadi di proses drying, printing, dan firing. Metode Ishikawa digunakan untuk menemukan akar penyebab waktu non-value-added activity antara lain keterlambatan penggantian komponen, Kurangnya pelatihan operator, tidak adanya pemeriksaan berkala kurangnya kesadaran operator. Metode 5W1H menemukan usulan perbaikan yang sesuai dengan menambahkan tugas kepada operator proses glazing. Beban kerja operator dihitung ulang menggunakan metode full-time equivalent (FTE) untuk menentukan jumlah operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu value-added activity meningkat 3,57% menjadi 192,27 menit, dan necessary non-value-added activitiy menurun 1,32% menjadi 2.759,70 menit. Namun, waktu non-value-added activity mengalami penurunan sebesar 3,03% menjadi 1.367,56 menit dengan rasio value-added activity sebesar 4,46%.
ANALYSIS OF PERFORMANCE EFFECTIVENESS OF MANUAL CUTTING MACHINE AND AUTOMATICALLY USING OEE METHOD (OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS ) AT PT. XYZ Nur Hidayatul Ummah; Said Salim Dahda
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19765

Abstract

Competition in the manufacturing industry is currently getting tougher due to rapid developments from time to time. The use of tools or machines as a supporting factor for the operation is something that cannot be separated in the industrial world. Therefore, engine performance is a factor that must be considered. Over time, machine performance will decline due to age, maintenance and minimal experience of human resources. In improving performance (effectiveness) to obtain productivity, researchers can calculate the level of performance effectiveness of manual and automatic (CNC) cutting machines. By measuring using the OEE (Overall Equipment Effectiveness) method. The steps in measuring the OEE method are carried out by taking into account Availability (A), Performance Efficiency (P) and Product Quality (R). Based on the advantages of OEE, further analysis of the calculation of Six big losses is carried out. Where the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value of the Cutting Automatice (CNC) machine is 73.24% while the manual cutting machine is 55.32%. Both machines have not met the ideal OEE performance value of 85%. While the results of the calculation of Six big losses obtained a large value and affect the effectiveness of the two machines to be minimized is the Breakdown loss factor, Setup and Adjustment Loss and Defect Loss Process. So that continuous and periodic improvements are needed to maintain the effectiveness of both machines and increase productivity. Keywords : Machine performance, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, productivity and automatic (CNC) and manual cutting machines.
Optimasi Produksi dan Analisis Ekonomi Pada Produksi Nutrisi Kambing Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) di Desa Pedawang Risal Ngizudin; Harmoko Harmoko
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19862

Abstract

Nutrisi kambing merupakan suplement tambahan yang diberikan oleh peternak untuk menambah daya tahan tubuh kambing. Proses pembuatan nutrisi kambing dilakukan secara konvensional yang membutuhkan waktu 2 hari dengan pemanasan dibawah sinar matahari. Selain dipakai untuk keperluan sendiri, nutrisi kambing juga dijual secara online. Pada saat penanganan paket terdapat risiko produk nutrisi dapat terjatuh maupun pecah sehingga menimbulkan kecacatan pada produk yang akhirnya akan mengurangi kepuasan konsumen. Proses produksi yang tepat sangat diperlukan agar produk yang dihasilkan mempunyai kualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi proses produksi nutrisi kambing dan melakukan analisis ekonomi. Response Surface Methodology merupakan salah satu metode statistika yang bertujuan untuk mengoptimalkan respon. Dengan rancangan RSM yaitu perlakuan suhu 900C, 1200C serta waktu pengeringan 30 menit, 50 menit didapatkan nilai optimal untuk perlakuan  suhu pengeringan yaitu 126,1230C dan waktu pengeringan 40 menit setelah dilakukan uji drop test dengan ketinggian 1,5 meter. Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah usaha. Dari hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai ROI sebelum pajak adalah 83,13%, nilai POT sebelum pajak adalah 0,22 tahun, BEP 15,01% dan SDP 12,84%. 
Analisis Feasibilitas Penerapan Crowdshipping: Studi Kasus Kota Surabaya Christopher Setiawan; Amelia Santoso
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19743

Abstract

Urbanisasi sudah menjadi budaya di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Urbanisasi berdampak pada beberapa aktivitas perkotaan, salah satunya aktivitas logistik. Urbanisasi tanpa adanya upaya efisiensi pada aktivitas logistik akan berdampak pada peningkatan kepadatan lalu lintas dan berujung pada kemacetan. Salah satu solusi untuk kasus ini adalah crowdshipping. Crowdshipping melibatkan orangorang yang sedang melakukan perjalanan untuk merangkap sebagai kurir pengiriman barang. Sudah banyak penelitian terkait crowdshipping, namun di indoensia masih belum ada yang meneliti terkait konsep ini. Penelitian ditujukan untuk menganalisis feasibilitas penerapan crowdshipping di Indonesia, kususnya Surabaya. Terdapat dua sudut pandang feasibilitas dalam penelitian ini yaitu, biaya serta suplai dan demand. Kuesioner digunakan sebagai media untuk mengumpulkan data yang mendukung analissii tersebut. Uji-t berpasangan digunakan untuk menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan terkait feasibilitas penerapan crowdshipping. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari segi biaya maupun suplai dan demand, crowdshipping mungkin untuk dilakukan di Kota Surabaya.
Implementasi Metode Failure Mode Effect and Analisys (FMEA) Pada Siklus Air PLTU Indrik Affua Bayu Nirwana; Akhmad Wasiur Rizqi; Moh. Jufryanto
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19369

Abstract

Di Pembangkit Listrik Tenaga Uap, secara sistematis listrik di hasilkan dengan mengubah air feed menjadi uap bertekanan tinggi sehingga dapat menggerakkan turbine yang terhubung dengan generator, dan listrik dapat dihasilkan. Pada kondisi ini, air feed merupakan komponen penting dalam siklus produksi listrik, kualitasnya harus dijaga, guna menjaga peralatan produksi agar tetap beroperasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas air feed, menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect and Analisys) untuk mengidentifikasi faktor penyebab kualitas air feed keluar dari parameter. Dari penelitian yang di lakukan, hasil analisa uji mutu air feed mengalami out of parameter konsentrasi Phospate (PO4) dan Hidrazyne (N2H4). Dari data analisa mutu air periode Januari - Maret 2022 menampilkan hasil out of parameter dari Phospate (PO4) sebesar 23,5 % dan Hidrazyne (N2H4) sebesar 47,7 % dari total analisa mutu air yang di lakukan. Diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya out of parameter diantaranya adalah manusia, metode, mesin, dan lingkungan perusahaan. Dengan metode FMEA di dapatkan faktor penyebab kegagalan yang di nilai kritis pada out of parameter Phospate adalah perbedaan pembacaan sensor, dengan skor RPN sebesar 336, sementara untuk Hidrazyne di sebabkan oleh terganggunya fungsi auto injection, dengan skor RPN sebesar 648.