cover
Contact Name
Fitra Lestari, M.Eng, Ph.D
Contact Email
fitra.lestari@uin-suska.ac.id
Phone
+628116901601
Journal Mail Official
jti.fst@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR. Subrantas KM 15 Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri : Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
ISSN : 2460898X     EISSN : 27146235     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/jti
(ISSN : 2460-898X) JTI merupakan jurnal akademik yang dipublikasikan 2 kali setahun, meliputi bulan Juni dan Desember. Tujuan jurnal ini menyediakan tulisan yang memiliki yang fokus pada bidang Teknik Industri. lebih lanjut jurnal ini dipulikasikan oleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan syarif Kasim Riau. Tulisan yang diterima merupakan hasil originalitas dan memberikan kontribusi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 358 Documents
Usulan Peningkatan Kualitas Kain Batik Semi Tulis menggunakan Metode Six Sigma Atika sutaryono
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.653 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i1.6765

Abstract

Perancangan Alat Pemotong Nenas yang Ergonomis untuk Meningkatkan Produktivitas Nofirza ST., M.Sc
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 1, No 1 (2015): JUNI 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v1i1.9162

Abstract

Sentra industri keripik Nenas yang berada di Desa Kualu Nenas saat ini masih menggunakan alat manual yaitu pisau dan papan alas pemotong dalam proses produksi. Dengan demikian posisi pekerja pada proses pemotongan nenas yang dilakukan pada saat sekarang ini belum ergonomis bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan merancang alat pemotong nenas yang ergonomis dengan data antropometri seluruh pekerja untuk meningkatkan produktivitas berdasarkan konsep ENASE. Berdasarkan perhitungan persentil data antropometri pekerja pemotong nenas di Desa Kualu Nenas didapatkan tinggi alat 72 cm, lebar gagang 11.63 cm, diameter gagang 5.6 cm. Hasil rancangan produk pada penelitian ini kemudian diujikan terhadap 18 pekerja dan hasilnya diketahui bahwa produksi menggunakan alat hasil rancangan dapat mempersingkat waktu produksi 28.11 detik (64.08%), dan menurunkan kerusakan hasil potongan sebesar 37.36%. Kata kunci: Antropometri, ENASE, Ergonomis, Produktivitas
Penerapan Metode American Productivity Center (APC) dalam Meningktakan Produktivitas dan Profitabilitas (Studi Kasus UD Putra Indah) neng sri novi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 1, No 1 (2015): JUNI 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v1i1.9172

Abstract

UD. Putra Indah merupakan usaha dagang yang bergerak dalam bidang penjualan perabot salah satunya adalah produk sofa dan kamar set. Pentingnya pengetahuan mengenai produktivitas merupakan sarana untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Oleh karena itu produktivitas penting untuk diketahui bagi semua pihak yang menghasilkan output dengan menggunakan input sebagai pendukung. Dengan produktivitas yang baik, pemborosan terhadap sumber daya perusahaan dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat indeks produktivitas dan indeks profitabilitas yang akan dicapai UD.Putra Indah berdasarkan pada pemanfaatan sumber daya yang berhubungan dengan tenaga kerja, bahan baku, energi, dan modal, dengan menggunakan metode The American Productivity Center (APC). Tujuan selanjutnya adalah melakukan perbaikan produktivitas dengan menggunakan diagram sebab akibat  (fishbone). Pengukuran produktivitas yang dihasilkan dalam penelitian adalah tingkat produktivitas dan profitabilitas mengalami naik turun yang tidak konstan ini terlihat pada tingat produktivitas ditahun 2009 yaitu -0,542% dan tahun 2010 menurun sebesar –3,542%, sedangkan untuk tingkat profitabilitas ditahun 2009 sebesar -0,512% dan tahun 2010 sebesar -3,578%, dimana disebabkan oleh penggunaan sumber daya yang kurang optimal sehingga masih banyak terjadi pemborosan pemakaian input pada perusahaan. Diagram sebab akibat (FishBone) masih banyak yang dapat menurunkan produktivitas. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus lebih memfokuskan perhatian pada penggunaan input material dan input modal serta input energi yang lebih efektif dan efisien sebagai upaya perencanaan peningkatan produktivitas untuk periode mendatang.  Kata kunci : Produktivitas, Profitabilitas,  metode APC,  Diagram Sebab akibat (Fishbone)
Penerapan Re Order Point (ROP) dan Safety Stock pada Pengadaan Chemical Demulsifier dan Chemical Reverse Demulsifier Muhammad Ihsan Hamdy; Ahmad Masari
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.815 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i2.8998

Abstract

Pengadaan material chemical belum menggunakan metode yang baku, pengadaan masih dilakukan menggunakan perhitungan berdasarkan perkiraan dan kurangnya pengontrolan terhadap persediaan material chemical didalam gudang. Sebuah perusahaan juga memerlukan pengendalian persediaan material. Masalah pemesanan material merupakan hal yang penting dalam suatu perusahaan, sehingga malasah ini terus dipelajari dan dikembangkan. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu Re Order Point (ROP) dan Safety Stock. Metode ini digunakan untuk menentukan titik pesan kembali untuk material demi kelancaran proses produksi perusahaan. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui titik ROP dan Safety Stock material chemical. Hasil Penelitian ini yaitu ROP chemical demulsifier 460 liter dan ROP chemical revers demulsifier 920 liter. Safety Stock cehmical demulsifier 161 liter dan chemical revers demulsifier 437 liter.
Identifikasi Waste Proyek Konstruksi Jalan dengan Menggunakan Metode Lean Project Management Harpito Jasri; Anwardi Anwardi; Muhammad Ihsan Hamdy
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.735 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i2.8999

Abstract

Keterlambatan suatu proyek konstrukdi dapat terjadi akibat tidak produktifnya setiap elemen-elemen yang terlibat didalam proyek tersebut. Keterlambatan dapat perdampak pada terjadinya pemborosan (waste). Waste mengakibatkan terjadinya kerugian biaya pada suatu proyek konstruksi. Perbaikan dengan metode Lean Project Management dilakukan dalam penelitian ini. Waste yang terjadi di identifikasi dengan metode WAM (Waste Assessment Model). Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan waste yang muncul yaitu waste defect sebesar 20,68%, waste inventory sebesar 18,48%, waste motion 14,56%, waste overproduction sebesar 13,37, waste waiting 12,83%, waste transportation 10,48% dan design and service 2,93%. Kerugian biaya akibat waste tersebut adalah sebesar Rp. 87.362.572. Faktor yang menyebabkan terjadinya waste tersebut adalah lingkungan yaitu cuaca yang tidak dapat diprediksi, terjadi kerusakan pada mesin, keterlambatan ketersediaan material, penyimpanan material yang tidak pada tempatnya, serta pekerja yang tidak ahli.
Pengendalian Kualitas Crude Palm Oil (CPO) di PT. Sebanga Multi Sawit Muhammad Nur; Yolanda Eka Putri Dasneri; Ahmad Masari
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.692 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i2.8985

Abstract

PT. Sebanga Multi Sawit merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, yang menghasilkan minyak mentah kelapa sawit atau disebut crude palm oil (CPO). Selain minyak, PT. Sebangan Multi Sawit juga memiliki perkebunan sawit yang merupakan pemasok utama buah sawit untuk pengolahan minyak kelapa sawit di perusahaan ini. Selain kelapa sawit yang diperoleh dari kebun milik perusahaan, PT. Sebanga Multi Sawit juga menerima buah dari perkebunan miliki masyarakat di sekitar perusahaan. Kantor PT. Sebanga Multi Sawit beralamat di Jl. Hang Tuah Duri-Riau , dan pabrik yang berada di Jl. Desa Harapan Baru Km. 10 Sebanga-Duri. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 2004, dan mulai beroperasi pada tahun 2005. Hasil crude palm oil dari PT. Sebanga Multi Sawit dipasarkan ke Medan. PT. Sebanga Multi Sawit dikatakan pabrik dengan skala kecil karena memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ton/hari. Pengendalian kualitas CPO pada PT. Sebanga Multi Sawit dilakukan karena banyaknya data kualitas CPO yang berada diluar batas standar. Pengendalian kualitas dilakukan dengan menggunakan metode statistical quality controlyaitu pengendalian kualitas dengan menggunakan pendekatan statistik menggunakan 3 alat pengendalian kualitas yaitu histogram, peta kendali dan diagram sebab akibat. Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 14 data yang berada diluar batas kontrol kadar free fatid acyd dan 8 data untuk kadar air. Pada diagram sebab akibat didapatkan bahwa penyebab utama terjadinya penyimpangan kualitas adalah kurangnya ketelitian pekerja dalam melakukan sortir buah sawit, kurangnya pengetahuan pekerja terkait metode yang dilakukan untuk proses produksi. Oleh karena itu untuk memperbaiki kualitas CPO maka diperlukan pelatihan terhadap pekerja. Kata Kunci:  Crude Palm Oil, Histogram, Pengendalian kualitas, Peta Kendali
Evaluasi Perencanaan dan Pengendalian Proyek Pembangunan Air Bersih dengan Menggunakan Metode Lean Project Management Harpito Jasri
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.039 KB) | DOI: 10.24014/jti.v4i2.6147

Abstract

Keterlambatan suatu proyek dapat terjadi akibat ketidakproduktifan  setiap elemen – elemen yang terlibat didalamnya sehingga pada akhirnya akan terjadi pemborosan (waste). Untuk  mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perbaikan perencanaan dengan menggunakan metode Lean Project Management yang didalamnya dapat diidentifikasi waste, resiko, serta penjadwalan proyek dengan metode Critial Chain Project Management. Berdasarkan hasil identifikasi dalam pembangunan penyediaan air bersih di Kota Pekanbaru didapatkan waste yang berpotensi muncul adalah waiting, defects dan uneeded processing. Faktor kemungkinan resiko yang muncul pada saat pelaksanaan proyek adalah faktor cuaca buruk, adanya kerusakan pada alat kerja (komponen genset), keterlambatan datangnya raw material pipa, K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Pencurian, kelalaian dan ketidakjujuran serta Kerusakan alat, properti ataupun fisik bangunan. Sedangkan penjadwalan dengan metode CCPM didapatkan penghematan waktu pengerjaan proyek sebesar 4 hari sehingga biaya yang dikeluarkan pihak pelaksana juga berkurang.
Penerapan Metode Delphi dan Servqual untuk Perbaikan Mutu Pelayanan di Plasa Telkom Sitiung Andre Okta Viendra
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.026 KB) | DOI: 10.24014/jti.v4i2.6573

Abstract

ABSTRAK Plasa Telkom Sitiung merupakan salah satu perusahaan yang melayani masyarakat khususnya di bidang telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan antara tingkat persepsi dengan tingkat harapan yang diberikan, penyebab ketidakpuasan pelanggan, serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini diketahui hasil penyebaran kuesioner pendahuluan dengan persentase terbanyak yaitu 48% merasa tidak puas dan 33% merasa cukup puas sedangkan 19% merasa puas terhadap pelayanan. Untuk mencapai tujuan digunakan integrasi metode Delphi, Service Quality (Servqual). Berdasarkan hasil pengumpulan, pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui ada 18 atribut kualitas jasa (5 atribut dimensi Tangible, 4 atribut dimensi Reliability, 3 atribut dimensi Responsiviness, 3 atribut dimensi Assurance, 3 atribut dimensi Emphaty) yang diinginkan oleh pelanggan untuk ditingkatkan. Berdasarkan analisis GAP, semua skor GAP bernilai negatif sehingga tiap dimensi kualitas jasa masih perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Dimensi kualiatas jasa yang mendapat prioritas untuk perbaiki atau ditingkatkan adalah dimensi Tangible (selisih nilai GAP -0,48) dan dimensi Rsponsiviness (selisih nilai GAP -0,47).Kata kunci : Perbaikan Mutu Pelayanan, Metode Delphi, Service Quality (Servqual) 
Merancang Ulang Manual Material Handling Troli Kursi Ergonomis Untuk Mengurangi Tingkat Keluhan Rasa Sakit dan Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Banquet (Studi Kasus : Hotel Aryaduta Pekanbaru) Anwardi Anwardi; Chandra Mulyadi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v5i1.6137

Abstract

Keselamatan dan kenyamanan dalam berkerja merupakan hal yang paling terpenting bagi karyawan departement banquet terlebih sebuah hotel berbintang yaitu Aryaduta Pekanbaru. Karyawan banquet selama ini bekerja sering mengalami rasa nyeri dan sakit pada anggota bagian tubuh diantaranya bagian bahu dan tangan yang disebakan ketika karyawan membawa tumpukan kursi yang berjumlah 10 kursi yang memiliki berat sekitar 40 kg untuk perlengkapan acara dengan menggunkan troli kursi yang tidak ergonomi dari stotre barang ke grandball room yang memiliki jarak sekitar 60 meter. Penerapan perancangan ulang troli kursi yang ergonomi untuk mengurangi tingkat keluhan rasa sakit dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan banquet di Hotel Aryaduta dengan menggunakan data antropometri dan untuk mengukur kelehan dengan menggunakan metode %CVL, lebih ergonomis dari kondisi awal dimana persentase keluhan tidak nyaman karyawan sebelum perancangan sebesar 69,04% sedangkan setelah perancangan sebesar 8,33%. Setelah perancangan terjadi penurunan denyut nadi karyawan pada %CVL sebesar 3,08% dan waktu baku yang didapat setelah perancangan sebesar 2,92 menit yang dimana sebelum perancangan sebesar 3,51 menit. Peningkatan Produktivitas kerja karyawan setelah perancangan dalam memabawa tumpukan kursi sebesar 20,58% yang dimana rata-rata setiap karyawan banquet dapat membawa tumpukam kursi sebanyak 21 tumpuk/ jam yang dimana sebelumnya dengan menggunakan troli kursi lama membawa tumpukkan kursi sebanyak 17 tumpuk/jam.
Analisis Mutu Layanan Instalasi Rawat Inap Menggunakan Metode Servqual – Fuzzy Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Layanan Jasa Kesehatan di RS PBA Bandar Lampung EMY KHIKMAWATI
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.544 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i1.7364

Abstract

             Setiap pasien mengharap mendapatkan service yang inginkan. Hal ini, bila tidak direspon cepat baik oleh penyedia pelayanan,  berakibat turunnya minat konsumen datang menggunakan jasa  pelayanan  rumah sakit. Permasalahan tersebut menjadi latar penelitian, dengan tujuan mengetahui tingkat kualitas layanan pada Instalasi Rawat Inap berdasarkan besarnya gap yang terjadi antara persepsi dan harapan dengan mengacu pada lima dimensi kualitas layanan (servqual) yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy. Penelitian menggunakan survey dan kuesioner kemudian diolah menggunakan uji validitas dan reliabilitas.  Metode pendekatan menggunakan Service Quality yang diintegrasikan dengan metode fuzzy, sehingga diperoleh hasil yang mampu mengakomodasikan ketidakpastian dan ketidaktepatan penilaian seseorang yang bersifat kualitatif. Responden 51 orang, semuanya merupakan pasien rawat inap kelas III yang menerima perawatan lebih dari 24 jam dengan maksud untuk mengetahui tingkat layanan yang diberikan pihak Rumah Sakit. Hasil menunjukkan  kinerja layanan yang diberikan rumah sakit kepada pasien,  terdapat beberapa atribut kinerja masih harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitas layanan.

Page 8 of 36 | Total Record : 358