cover
Contact Name
Nurhayati
Contact Email
nurhayati.sudirman@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jcie.piaud@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Kindergarten: Journal of Islamic Early Childhood Education
ISSN : 26210339     EISSN : 26210770     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan November, memuat artikel hasil Kajian Teori dan Praktik di bidang Pendidikan Anak Usia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): November" : 9 Documents clear
EVALUASI KECERDASAN LINGUISTIK ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK TUNAS MULYA KOTA JAMBI Zawaqi Afdal Jamil; Ade Bastia Eka Putri
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10877

Abstract

                                            ABSTRACTThis research was conducted based on the result of the observation that children's linguistics which was still low. The aim of this research was to find out the results of evaluating the development of children's linguistic intelligence by using pictorial cards media at Tunas Mulya Kindergarten, Jambi City. Children's linguistic intelligence is that their preference to communicate, tell stories, pay attention to stories, having a lot of vocabulary, easy to remember and mention the names of objects, likes to ask questions about labels, and like linguistic games. To develop linguistic intelligence, it can be done by using pictorial card media. This research was conducted by using evaluation research and classroom action research method. Data collection techniques were observation and interview by using descriptive statistical analysis. The results showed that pictorial card media can improve children’s linguistic intelligence. Therefore, it is suggested to the teacher to use the pictorial card media in teaching. The principal is suggested to encourage and provide material and tools to create learning media.Keywords: evaluation, linguistic intelligence, early childhood.ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas temuan rendahnya pengembangan linguistik anak. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hasil evaluasi pengembangan kecerdasan linguistik anak dengan menggunakan media kartu bergambar di Taman Kanak-Kanak Tunas Mulya Kota Jambi. Kecerdasan linguistik  anak adalah sikap suka anak dalam berkomunikasi ditunjukkan dengan suka bercerita, suka memperhatikan cerita, memiliki banyak kosa kata, mudah mengingat dan menyebutkan nama benda, suka bertanya tentang label-label, dan menyenangi permainan linguistik. Untuk mengembangkan kecerdasan linguitik tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media kartu bergambar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian evaluasi dan penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah kecerdasan linguistik dapat dikembangkan dengan menggunakan media kartu bergambar. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan media kartu bergambar dan kepada kepala sekolah agar mendorong dan menyediakan bahan dan alat untuk mengkreasikan media pembelajaran.Kata kunci: evaluasi, kecerdasan linguistik, anak usia dini.
IMPLEMENTASI PIJAKAN LINGKUNGAN MAIN PADA PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN DI TAMAN KANAK-KANAK MAMBA’UL ULUM BAJUBANG KABUPATEN BATANG HARI JAMBI Yennizar N; Hikmah M.
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.11365

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi pijakan lingkungan main pada pembelajaran sentra persiapan, (2) mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasi pijakan lingkungan main pada pembelajaran sentra persiapan (3) mengetahui upaya dalam mengatasi kendala dalam implementasi pijakan lingkungan main pada pembelajaran sentra persiapan di Taman Kanak-kanak Mamba’ul Ulum Bajubang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah melakukan reduksi data, menyajikan data baru kemudian menarik kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan Implementasi Pijakan lingkungan main pada pembelajaran sentra persiapan merupakan penataan alat dan bahan dilakukan sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Penataan lingkungan main terdiri dari beberapa jenis kegiatan main yang sesuai dengan tahap perkembangan anak yang digunakan saat kegiatan inti yang terdapat pada rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Penataan lingkungan yang baik akan menciptakan pembelajaran yang kondusif dan anak-anak senang dengan kegiatan main tersebut.Kata Kunci: Pijakan Lingkungan Main, Sentra Persiapan ABSTRACT. This study aims to (1) determine the implementation of the environmental foothold in the learning center of preparation, (2) know the obstacles faced in implementing the environmental footing in the learning center of preparation (3) know the efforts to overcome obstacles in implementing the environmental foothold in the learning center of preparation at the Mamba'ul Ulum Bajubang Kindergarten. This study uses a qualitative approach with a descriptive approach. Data obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis used is to reduce data, present new data and then draw conclusions. This research shows that the implementation of the environment in the learning center of preparation is the arrangement of tools and materials in accordance with the lesson plan. The arrangement of the play environment consists of several types of play activities in accordance with the stages of the child's development used during the core activities contained in the daily learning implementation plan. A good environmental arrangement will create conducive learning and children are happy with the play activities.Keywords: Main Environment Footing, Preparation Center
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DALAM PEMBELAJARAN AREA SENI MELALUI KEGIATAN MERONCE Wulan Sofia Fitri; Sariah Sariah; Nurhasanah Bakhtiar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran area seni melalui kegiatan meronce. Kegiatan meronce merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan sosial anak. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah optimalisasi perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun dalam pembelajaran area seni melalui kegiatan meronce. Penelitian ini merupakan penelitian literer dengan mengambil objek penelitian dari buku-buku yang memperkuat teori bahwa model pembelajaran area seni melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan perkembangan sosial sehingga tujuan dari pembelajaran mampu tercapai. Kepustakaan baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu. Untuk memperoleh data dengan topik permasalahan tersebut penulis menggunakan penelitian (library research), yaitu metode untuk memperoleh data dari buku-buku yang relevan dengan masalah-masalah tersebut. Analisis data dilakukan dengan deduktif yaitu, pemikiran yang bertolak pada fakta-fakta yang umum kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat khusus dan induktif, yaitu dengan cara mengambil suatu kesimpulan dari situasi yang konkret menuju pada hal-hal yang abstrak atau dari pengertian yang khusus menuju pengertian yang bersifat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni berhubungan dengan etika, dari kegiatan meronce anak dapat mengembangkan kemampuan sosial, di dalam kegiatan tersebut anak dapat menaati peraturan yang diberikan oleh guru dengan berinteraksi langsung sesama teman sebayanya akan menjalin persahabatan dan komunikasi yang baik antar anak pada saat melakukan kegiatan, hingga terjalin kerjasama yang baik di dalam satu kelompok belajar antar anak dalam menyelesaikan kegiatan di area seni dan anak mampu menghargai hasil karya orang lain.  Kata Kunci: Perkembangan Sosial, Pembelajaran Area Seni, Meronce 
Implementasi Pembelajaran Tari Kreasi Dindin Badindin Untuk Membentuk Kemandirian Anak Kelompok A2 Ellen Tinoko Ranti; Siti Zubaidah
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.11448

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran tari kreasi dindin badindin pada anak kelompok A2 dan juga untuk mengetahui proses pembentukan kemandirian anak melalui kegiatan tari tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan teknik pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan di TK ABA Janturan Yogyakarta diperoleh hasil bahwa perkembangan kemandirian anak yang telah terjadi setelah dilakukannya kegiatan tari kreasi dindin badindin dapat terbentuk sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) kemandirian anak usia 4-5 tahun yang terdiri dari 2 indikator pencapaian kemandirian yang terdapat di TK ABA Janturan Yogyakarta. Dalam penelitian ini contoh dari terbentuknya kemandirian anak yaitu anak mampu melakukan pekerjaannya sendiri, anak-anak memiliki inisiatif terdapat pekerjaan yang akan mereka lakukan, dan anak juga mampu menyelesaikan tanpa dibantu orang lain. Kata Kunci:  Tari Kreasi, Dindin Badindin, Kemandirian.
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DALAM PEMBELAJARAN AREA SENI MELALUI METODE BERMAIN PERAN Hartinah Hartinah; Nurhayati Nurhayati; Nurkamelia Mukhtar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10916

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan di perpustakaan dimana objek penelitian biasanya digali lewat beragam informasi kepustakaan (buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen). Sumber data pada penelitian kepustakaan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumenter. Teknik analisis yang digunakan yaitu deduktif, metode deskriptif dan analisis dokumen. Hasil penelitian yaitu bermain peran dapat meningkatkan aspek perkembangan pada anak, salah satunya yaitu aspek perkembangan sosial emosional anak, dibuktikan dengan anak suka menolong teman dan orang dewasa, anak mau berbagi dengan orang lain, anak terbiasa bersikap ramah, anak terbiasa menghormati yang lebih tua, anak mendengarkan dan memperhatikan saat teman mereka bicara, anak mampu membedakan perbuatan yang benar dan salah, mampu bertanggung jawab, anak mampu bekerjasama, anak mampu mengenal perasaan sendiri serta mengelola secara wajar, dan anak mampu menunjukan sikap empati. 
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TATA ANGKA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH AIRTIRIS KAMPAR Lidya Ervinda; Zulkifli Zulkifli
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10911

Abstract

PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TATA ANGKA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH AIRTIRIS KAMPARLidya Ervinda1, Zulkifli 2,1,2,3 Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruane-mail corresponden: name.name@uin-suska.ac.id ABSTRAKBerdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap perkembangan kecerdasan logika-matematika pada anak didik belum berkembang dengan optimal sehingga perlu dilakukan penerapan permainan tata angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan tata angka terhadap perkemabangan kecerdasan logika-matematika pada anak di TK Aisyiyah Airtiris Kampar. Subjek penelitian ini adalah guru dan anak dengan objek. Adapaun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji Prasyarat dan uji Hipotesis dengan menggunakan program SPSS 17. Hipotesis penelitian adalah kegiatan penggunaan permainan tata angka mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kecerdasan logika-matematika  pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Airtiris Kampar. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisa data pada perbandingan pretest dan posttest  kelas yang diperoleh thitung  =56.268  dan Sig.(2-tailed) =0,000.   Karena  Sig.(2-tailed)= 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah menggunakan permainan tata angka dalam pembelajaran. Jadi artinya Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti dalam penelitian ini terdapat pengaruh permainan tata angka sebelum dan sesudah perlakuan. Pengaruh permainan tata angka terhadap perkembangan kecerdasan logika-matematika pada anak di TK Aisyiyah sebesar 82,394%Kata kunci:     Perkembangan Kecerdasan Logika-Matematika, Permainan Tata Angka
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI TK ANNUR III YOGYAKARTA Mukhamad Hamid Samiaji; Muidatul Faziyah; Istiningsih Istiningsih; Mohamad Agung Rokhimawan
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10150

Abstract

Curriculum is important to note because the curriculum directs all forms and activities of the education process in order to achieve educational objectives. From here, the problem in the research to describe in detail about how implementation planning, the process of implementation of learning with scientific approaches, authentic judgment and how obstacles faced and solutions in implementing the curriculum 2013 PAUD in Annur III TK Yogyakarta.  This type of research is field research with the research object of Annur III TK Yogyakarta. The nature of this research is a descriptive-qualitative that seeks to give an overview of the implementation of existing learning and assessment, to explore the data is done by means of intensive relationship with the data sources of principals, teachers and learning activities. Data in the form of a description of the activity or behavior of subjects and other documents obtained through interviews, observations and documentation. The results showed that: first, planning implementation of curriculum 2013 PAUD in Annur III TK Yogyakarta with the preparation of Semester Program, weekly learning implementation plan, daily Learning Plan, and assessment planning. Secondly, the process of learning with scientific approaches is done during the main step and during the main activities. Thirdly, an authentic assessment process is carried out with daily assessments using data collection techniques, weekly data compilation, monthly data compilation and fourth child Development Report, obstacles faced and solution in implementing PAUD 2013 curriculum in Annur III TK Yogyakarta is a planning format (Prosem, RPPM, RPPH and valuation) that is complicated, scientific approach is only done when learning only, scientific process that is not recorded during play , lack of knowledge in theme sub themes and lack of data processing assessments.
KEGIATAN FINGER PAINTING DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Maya Mulianda Sari; Sariah Sariah; Heldanita Heldanita
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.10983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan finger painting dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini. Kegiatan finger painting merupakn salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak.  Pertayaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah kegiatan finger painting dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengambil objek penelitian dari buku-buku yang memperkuat teori bahwa kegiatan finger painting dapat mengembangkan motorik halus sehingga tujuan dari pembelajran mampu tercapai. Pengkajiannya yang bersumber dari buku-buku, jurnal, skripsi dan internet. Untuk memperoleh data dengan topik permasalahan tersebut penulis menggunakan penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu suatu jenis penelitian yang pengkajiannya secara objektif, dan sumber datanya adalah buku-buku (literatur-literatur) seperti yang lazim digunakan dalam penelitian yang pengumpulan datanya melalui kajian kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komponensial, tema kultural dan content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa alasan dipilihnya kegiatan finger painting sebagai bahan yang efektif dan efisien dalam pengajaran, khususnya untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak adalah sebagai berikut : (1) Finger painting dapat melatih motorik halus pada anak yang melibatkan otot-otot kecil dan kematangan syaraf, (2) Mengenal konsep warna primer (merah, kuning dan biru) dari warna warna yang terang kita dapat mengetahui kondisi emosional anak, kegembiraan dan kondisi-kondisi emosi mereka, (3) Mengenalkan konsep pencampuran warna primer, sehingga menjadi warna yang sekunder dan tersier, (4) Anak akan belajar kosakata baru, (5) Melatih imajinasi dan kreativitas anak, (6) Waktu berkualitas dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung, (7) Melatih kemampuan panca indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, penciuman dan rasa, (8) Mengembangkan koordinasi tangan dan mata, (9) Mengandalkan estetika keindahan warna, (10) Mengekspresikan perasaan anak melalui lukisan. Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Disetiap fase anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Kata Kunci :  Anak Usia Dini, Finger Painting, Motorik Halus
Literatur Review: Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Kemampuan Berbahasa Anak di Taman Kanak-Kanak Nursalim Nursalim
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v3i2.17495

Abstract

Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Ia memiliki kharakteristik yang khas yang tidak sama dengan orang dewasa, yang ritme perkembangan bersifat individual. Oleh sebab itu, proses pengajaran mestilah memperhatikan kharakteristik yang dimiliki setiap anak. Dengan tujuan mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak, apakah bahasanya, emosionalnya atau sosialnya, maupun intektualnya. Hal ini akan dicapai bila sekolah terutama pendidikan taman kanak-kanak yang menyediakan kebutuhan anak dalam bentuk rencana pengajaran yang disusun berdasarkan kebutuhan anak dalam hal ini Kurikulum sekolah terutama untuk meningkatkan kemamupuan kognitif dan kemampuan berbahasanya. Sebab, jenjang pendidikan ini merupakan proses fundamental bagi perkembangan anak selanjutnya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9