cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SUARA GURU
ISSN : 24776351     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Suara Guru(Print ISSN 2477-6351): Jurnal Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora (SG-JPSSH) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan aplikasi teori, pendekatan, sistem, metode, implementasi, and evaluasi penerapan kurikulum dan pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. JPSSH menerima artikel hasil penelitian dan pemikiran di bidang pendidikan sosial, Sains, dan Humaniora yang terbit 4 kali dalam satu tahun
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Mengoperasionalkan Penjumlahan dan Pengurangan pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Penggunaan Benda-Benda Kongkrit * Suyatini
SUARA GURU Vol 4, No 3 (2018): SG vol. 4 No 3. September 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i3.10296

Abstract

Penelitian ini merupakan tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus dimana untuk setiap siklus diawali dengan perencanaan, penerapan tindakan, observasi dan diakhiri dengan refleksi. penelitian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan bantuan benda-benda kongkrit. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas I SD Negeri 006 Sungai Buluh Kengamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 37 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui tiga tahap analisis yaitu tahap kategorisasi, validasi dan interpretasi data. Dari hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan alat bantu benda-benda kongkrit disekitar sekolah dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas I dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan hasil sampai 20. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi siklus I menunjukkan standar ketuntasan belajara mencapai 97% dan siklus II seluruh siswa mencapai ketuntasan
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO MELALUI PENERAPAN MODEL DEMONSTRASI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Zulnismarty Zulnismarty
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10173

Abstract

Pembelajaran berpidato di kelas IX.D SMP N 33 Pekanbaru belum lagi berhasil hal ini diketahui dari tes kemampuan awal dengan nilai rata-rata 68,63. Rendahnya tingkat kemampuan berpidato tersebut tentunya karena pembelajaran belum di kelola dengan baik serta belum tepatnya pilihan model pembelajaran yang diterapkan. Model demonstrasi diyakini dapat dijadikan salah satu upaya meningkatkan kemampuan berpidato siswa. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang terfokus pada permasalahan di kelas dengan tujuan meningkatkan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya kemampuan berpidato siswa setelah diterapkan model demonstrasi. Instument pengumpul data yang dipilih adalah tes menulis naskah pidato dilanjutkan dengan penampilan berpidato, lembar observasi, rubrik penilaian serta dokumentasi rekaman jalannya proses tindakan. Tahapan penelitian dilaksanakan dengan empat langkah yakni : yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Penelitian berlangsung dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian menujukan bahwa penerapan model demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan berpidato siswa kelas IX.D. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) telah tercapai pada pertemuan ke dua siklus II dengan nilai rata-rata 81,69, jumlah siswa yang tuntas 26 orang atau 78,79%. Aktivitas mengajar guru juga mengalami peningkatan hingga mencapai 84,44 persen pada akhir siklus II. Peningkatan aktivitas belajar siswa di akhir siklus II yakni 91,5%. Keberhasilan peningkatan kemampuan berpidato siswa didukung oleh pilihan model pembelajaran yang tepat, langkah-langkah pembelajaran yang sistematis serta aktivitas belajar mengajar yang terkondisi dengan baik. Model demonstrasi berhasil menjadikan siswa terampil berpidato dari segi kebahasaan maupun nonkebahasaan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI TRANSPORTASI MELALUI MEDIA BERGAMBAR Nasri Nasri
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10191

Abstract

Penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas  dengan  menggunakan media bergambar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 001 Pendalian Kec. Pendalian IV Koto, yang bertujuan   untuk   meningkatkan   kemampuan pengalaman belajar siswa dalam penggunaan tekhnologi trasportasi di kelas IV. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Rendahnya hasil belajar siswa pada materi tekhnologi transportasi, rendahnya kemampuan siwa memahami  materi pelajaran  IPS,  penggunaan  metode  yang belum tepat pada pembelajaran IPS.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 001 Pendalian Kec. Pendalian IV Koto T.A 2016/2017 sebanyak 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa dengan menggunakan  media (gambar) dapat meningkatkan kemampuan pengalaman belajar siswa dalam penggunaan teknologi transportasi kelas IV SD Negeri 001.  Adapun peningkatannya adalah pada saat tes awal nilai rata-rata  48,92 dengan  6 siswa  yang mengalami ketuntasan  (21,5%)  dan 16  siswa  yang  belum  tuntas  (78,5%)  dari  keseluruhan siswa. Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan media benda (gambar) nilai rata-rata meningkat 7,5 dari nilai awal menjadi 56,42 pada siklus I dengan 13 siswa yang  mengalami  ketuntasan  (46,5%)  dan 15  siswa  yang belum  tuntas  (53,5%). Setelah dilakukan  perbaikan  pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat  16,08 dari  siklus  I  menjadi  72,5  pada  siklus  II  dengan  23  siswa    yang  mengalami ketuntasan (82%) dan 5 siswa yang belum tuntas (18%). Berdasarkan hasil di atas, terbukti bahwa penggunaan media bergambar dapat meningkatkan kemampuan pengalaman belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan media bergambar dapat  meningkatkan  kemampuan  pengalaman belajar siswa dikelas IV SD Negeri 001 Pendalian Kec. Pendalian IV Koto
PENERAPAN METODE ROUND TABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Hilmawati Hilmawati
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10196

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan metode round table dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IX.C SMP Negeri 18 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX.C SMP Negeri 18 Pekanbaru yang berjumlah 40 orang siswa yaitu 16 orang siswa putra dan 24 orang siswa putri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Hasil analisis data deskritif tentang hasil belajar siswa sebelum PTK yaitu 72.0. Setelah PTK pada siklus I sebesar 82.5. Pada siklus II sebesar 86.8. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode round table dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IX.C SMP Negeri 18 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017
UPAYA PENINGKATAN HASIL PELAJAR SAINS DAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN PENUGASAN S Syafrimis
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan aktivitas termotivasinya siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar yang disampaikan guru serta pengaruhnya terhadap perolehan nilai dengan menggunakan metode eksperimen dan metode penugasan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I merupakan pembelajaran sebelum dilakukan perbaikan, siklus II merupakan perbaikan pembelajaran pertama. Penelitian di dilaksanakan di kelas IV SDN 001 Teluk Beringin Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh pada pelajaran Sains, siklus I siswa yang mencapai nilai ketuntasan hanya 51,72%, pada siklus II siswa yang mencapai nilai ketuntasan adalah 82,75%. Pada pelajaran IPS, siklus I siswa yang mencapai nilai ketuntasan hanya 62,06%, pada siklus II siswa yang mencapai nilai ketuntasan adalah 86,20%. Artinya hasil belajar siswa pada kedua mata pelajaran tersebut mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus II sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian teknik belajar dengan metode eksperimen dan metode penugasan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains dan IPS. 
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rinda Sitanggang
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar seni budaya pada siswa kelas IX.B SMP Negeri 33 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX.B SMP Negeri 33 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017 pada bulan Februari sampai dengan Maret 2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX.B SMP Negeri 33 Pekanbaru sebanyak 33 siswa yang terdiri dari 16 orang putra dan 17 orang putri dengan kemampuan yang heterogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar seni budaya pada siswa kelas IX.B SMP Negeri 33 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Hasil belajar sebelum PTK adalah 72.4 dengan ketuntasan klasikal adalah 60.6%. Hasil belajar siklus I pertemuan 1 adalah 80.0 dengan ketuntasan klasikal adalah 87.9%. Hasil belajar siklus I pertemuan 2 adalah 82.4 dengan ketuntasan klasikal adalah 90.9%. Hasil belajar siklus II pertemuan 3 adalah 85.2 dengan ketuntasan klasikal adalah 93.9%. Hasil belajar siklus II pertemuan 4 adalah 86.9 dengan ketuntasan klasikal adalah 96.9%
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR W Warnida
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5582

Abstract

Bentuk penelitian yang dilakukan pada penelitin ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanaka di kelas IV SDN 026 Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah pada semester genap. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 026 Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah melalui model pembelajaran generatif. Dari pengamatan yang dilakukan dalam dua siklus perbaikan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran generatif ini berhasil atau menunjukkan hasil yang positif bagi hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari  analisis data tentang ketrcapaian KKM bahwa terjadi peningkatana jumlah siswa yang mencapai KKM pada ulangan harian II dibandingkan ulangan harian I dan dari persentase hasil belajar siswa sudah menunjukkan peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai indikator pada skor dasar adalah 54,54% sedangkan persentase jumlah siswa yang mencapai indikator pada ulangan I adalah 59,09%, hal ini berarti meningkat 4,55%. Pada ulangan harian II persentase jumlah siswa yang mencapai indikator adalah 81,81%, hal ini berarti meningkat bila dibandingkan dengan ulangan harian I sebanyak 22,72%. 
PENERAPAN METODE GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Agusna Mulyanti
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10206

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode guided inquiry. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IX-7 SMP Negeri 12 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018. Sebelum PTK hasil belajar siswa adalah 73.3 dengan kategori kurang dan ketuntasan klasikal sebesar 64.1% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus I pertemuan 1 hasil belajar siswa adalah 78.9 dengan kategori cukup dan ketuntasan klasikal sebesar 87.2% dengan kategori tuntas dan pada pertemuan 2 hasil belajar siswa adalah 81.8 dengan kategori cukup dan ketuntasan klasikal sebesar 92.3% dengan kategori tuntas. Pada siklus II pertemuan 3 hasil belajar siswa adalah 84.1 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikal sebesar 94.9% dengan kategori tuntas dan pada pertemuan 4 hasil belajar siswa adalah 84.9 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikal sebesar 97.4% dengan kategori tuntas
PENGGUNAAN KERANGKA KARANGAN FORMAL PADA PELAJARAN MENULIS DAN PENGGUNAAN METODE DEMONSTRSI UNTUK MENERAPKAN KONSEP PECAHAN R Rugaya
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5587

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika kelas IV SDN 002 Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten kuantan Singingi yang berjumlah 22 siswa. Metode menggunakan kerangka formal adalah metode yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis dan pada perbaikan pembelajaran Matematika meteri konsep pecahan menggunakan metode demonstrasi. Penggunaan metode tersebut untuk masing-masing perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menunjukkan ada peningkatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil perbaikan pada siklus I mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebelum dilakukan perbaikan ketuntasan belajar siswa hanya 45,45%, setelah dilalukan perbaikan naik menjadi 86,36%, nilai rata-rata kelas dari 57,04 menjadi 68,18. Hasil perbaikan pembelajaran siklus II,  sebelumnya pada siklus I ketuntasan belajar siswa 86,36%, setelah itu naik menjadi 100% dari 22 orang siswa kelas IV, nilai rata-rata kelas dari 68,18 menjadi 76,13. Hasil perbaikan pada siklus I mata pelajaran Matematika, sebelum dilakukan perbaikan ketuntasan belajar siswa dari 22 siswa 15 siswa dibawah ketuntasan belajar siswa hanya 31,81%, setelah dilalukan perbaikan naik menjadi 63,63%, nilai rata-rata kelas dari 53,40 menjadi 65,00. Hasil perbaikan pembelajaran siklus II,  sebelumnya pada siklus I ketuntasan belajar siswa 63,63%, setelah itu naik menjadi 90,90% dari 22 orang siswa kelas IV, nilai rata-rata kelas dari 65,00 menjadi 70,68. Dengan demikian dapat diartikan bahwa teknik mengarang dan metode yang diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika sangat efektif untuk meningkatkan minat dan meningkatkan prestasi siswa kelas IV SDN 002 Lubuk Ambacang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA Subiarsih Subiarsih
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10211

Abstract

Penelitian tindakan kelas dilakukan di kelas VII-6SMP Negeri 12 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018 bulan September 2017 sampai dengan Oktober 2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri 12 Pekanbaru sebanyak 36 orang siswa yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 20 orang perempuan dengan kemampuan yang heterogen. Penelitian terdiri dari dua siklus. Analisis data berupa deskriptif. Hasil penelitian tindakan kelas ini adalah sebelum PTK hasil belajar siswa adalah 66.1. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 adalah 71.9 dan pertemuan 2 adalah 74.2. Hasil belajar siswa pada siklus II pertemuan 3 adalah 75.8 dan pertemuan 4 adalah 80.0. dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle dapat meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa kelas VII-6 SMP Negeri 12 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018