cover
Contact Name
Muhammad Alif
Contact Email
muhammad_alif@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metacommunication@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brig Jend. Hasan Basri, Pangeran, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123, Indonesia.
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MetaCommunication; Journal Of Communication Studies
ISSN : 23564490     EISSN : 2549693X     DOI : -
Core Subject : Social,
MetaCommunication; Journal Of Communication Studies is a scientific journal, published by Department of Communications, Faculty of Political and Social Sciences, Universitas Lambung Mangkurat. The articles are focused on the results of research and idea in the study of: 1. Communication Science. 2. Mass Media. 3. Communication Technology. 4. Applied Communications
Articles 159 Documents
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI: KOMUNIKASI VERTIKAL PADA CV. KIOS CETAK UTAMA SURABAYA Didik Sugeng Widiarto
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.52 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4685

Abstract

ABSTRACT                 Communication that occurs following the path from top to bottom or from bottom to top as it is called vertical communication. understanding that there is communication that occurs from superiors to subordinates or from subordinates to superiors. The content of communications from superiors to subordinates often in the form of a message containing the duties and responsibilities that must be carried out by subordinates. as well as on the rules that apply in running the organization in an institution, the rules that must be obeyed and executed. Upward communication is a message about the work done by subordinates, both directly and indirectly. as well as about the dissatisfaction due to decisions of the leadership delivery of messages from superiors to subordinates can affect the performance of subordinates if they do not meet the expectations of subordinates. decrease in work motivation of subordinates is very influential on the performance and productivity subordinates. The effect on the disruption of the organization's main goal has been set to profit as much as possible, this is the importance of a communication.Understand the aspects of leadership and human needs is an essential binder for a leader as closely linked with motivation.Keywords:  communication, performance, motivation, media.  ABSTRAK Komunikasi yang terjadi mengikuti alur dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas sebagaimana disebut komunikasi vertikal. pemahaman yang ada yaitu komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan atau dari bawahan kepada atasan. Isi komunikasi dari atasan kepada bawahan sering berupa pesan yang berisi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh bawahan. demikian juga tentang aturan-aturan yang berlaku dalam menjalankan roda organisasi dalam sebuah lembaga, aturan-aturan yang harus dipatuhi dan dijalankan. Komunikasi ke atas merupakan pesan tentang pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan baik secara langsung maupun tidak langsung. demikian juga tentang ketidak puasan akibat keputusan-keputusan pimpinan Penyampaian pesan dari atasan ke bawahan dapat mempengaruhi kinerja dari bawahan bila tidak memenuhi harapan para bawahan. menurunnya motivasi kerja bawahan sangat berpengaruh pada kinerja dan pruduktivitas bawahan. ini berpengaruh pada terganggunya tujuan utama organisasi yang telah ditetapkan untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, disinlah letak pentingnya sebuah komunikasi..Kata Kunci: komunikasi, kinerja, motivasi, media.
ANALISIS FUNGSI DAN PERAN HUMAS DALAM UPAYA IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE (Studi pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin) Sri Astuty; Yuanita Setyastuti; Novaria Maulina; Lalita Hanief.
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.635 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.3002

Abstract

AbstractThis study aims to determine, describe and analyze the role, duties, and functions of the Secretariat of Public Relations Banjarmasin City Government in the implementation of good governance. The method used mainly in this study is a qualitative evaluative, with the technique of data collection through interviews and documentation. The research location is at the Regional Secretariat of Public Relations of Banjarmasin.The results showed that in the implementation of good governance Public Relations Regional Secretariat Banjarmasin still limited to running role as a facilitator of communication and communication technicians, it is due to lack of human resources education background Public Relations, budget constraints given by the leadership. keyword: The Role of Public Relations, good governance, government public relations. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis  peran, tugas, dan fungsi  Public Relations Sekretariat  Pemerintah Kota Banjarmasin dalam implementasi good governance.  Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah kualitatif evaluatif, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. lokasi penelitian ini adalah pada pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.Hasil penelitian menujukkan bahwa dalam implementasi good governance Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin masih terbatas pada  menjalankan peran sebagai fasilitator komunikasi dan teknisi komunikasi, hal ini berkaitan dengan kurangnya sumber daya manusia yang berlatar pendidikan Public Relations, Keterbatasan anggaran peran yang diberikan oleh pimpinan. kata kunci : Peran Humas, good governance, humas pemerintah.
KARAKTERISTIK STRATEGI CROWDSOURCING UNTUK MEMBATASI PENYEBARAN HOAKS DI INDONESIA Studi Kasus: Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Rut Rismanta Silalahi; Puri Bestari; Windhi Tia Saputra
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.77 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i2.4090

Abstract

AbstrakMaraknya berita-berita bohong atau hoaks yang beredar di Indonesia kini sudah masuk tahap meresahkan. Hoaks tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga bisa mengganggu pembangunan nasional. Pemerintah sudah mengambil sikap untuk memerangi hoaks. Masyarakat yang peduli terhadap masalah ini juga mulai bergerak. Salah satunya adalah Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang resmi didirikan pada tanggal 19 November 2016. Sebelum dideklarasikan secara resmi, komunitas ini sudah beraktivitas lewat Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH) di Facebook. Komunitas ini bersifat independen dan seluruh aktivitasnya mengandalkan partisipasi sukarela dari masyarakat. Strategi untuk melibatkan masyarakat dalam gerakan sosial seperti ini dikenal dengan istilah crowdsourcing. Mafindo menerapkan strategi ini untuk mengajak masyarakat bergotong royong melawan hoaks. Jumlah hoaks yang begitu banyak tidak dapat diatasi sendiri-sendiri. Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua pihak untuk membuat bantahan terhadap berbagai hoaks yang beredar. Dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan pengumpulan data sekunder, peneliti menggambarkan karakteristik crowdsourcing yang dilakukan oleh Mafindo untuk membatasi penyebaran hoaks di Indonesia.Kata Kunci: crowdsourcing, gerakan sosial, hoaks, internet, relawan AbstractIndonesia is facing critical problem related to the spread of fake news or hoaxes in the internet. Hoaxes need to be taken seriously because they are not only harmful to our society but also dangerous to our national development. Indonesian government has expressed concern about this problem and started to find solution to fight hoaxes. This problem also has driven concerned activists to establish a community called Indonesian Anti-Slander Community (Mafindo) on November 19th 2016. Before the establishment, the members of this community have been debunking hoaxes actively in a Facebook Group called Anti-slander, Anti-pitting, and Anti-Hoax Forum. Mafindo is an independent community who claims to use crowdsourcing strategy to fight hoaxes. It means that Mafindo organize it’s work by sourcing tasks to it’s members. Participation in Mafindo’s crowdsourcing strategy is completely voluntary. The benefit of this strategy is the collaborative work by large number of individuals to debunk as many hoaxes as possible. By using in-depth interview, observation and secondary data collection, we describe the characteristics of crowdsourcing strategy used by Mafindo to halt the spread of hoaxes in Indonesia. Keywords: crowdsourcing, social movement, hoaxes, internet, volunteer 
COMMUNITY RELATION PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAH RAWA DI KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Saladin Ghalib; Irwansyah Irwansyah; Yuanita Setyastuti; Sri Astuty
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.568 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.2998

Abstract

AbstractThe research objective is to identify and analyze on community relations of palm plantation companies marshland in fostering good relations and handling problems with masyarakatsekitar where previously more rampant land clearing switching function for large-scale oil palm plantations. This raises the pros and cons in the community, especially around oil palm estates. The method used in this research is descriptive method Qualitative and exploratory research.Data collection through depth interviews with semi-structured interviews with key informants and informant support. Mechanical Analysis of data using analysis phases of Miles and Huberman namely data reduction, data presentation, Draw Conclusions and Verifikasi.Validation data using triangulation and triangulation methods. The results of this study indicate that companies of oil palm plantations in the area Barito Kuala particularly in Sub Rantau Badauh and the District Cerbon not implement community relations to the maximum, where the activities of community relations is limited only to charity, CSR partnership programs plasma and plasma-core, as well as sponsorship, while for the new community development include the provision of postal services where health is not enabled, so the action and communication in fostering and addressing the problems with the local community still require a further commitment from the company.Keywords : Community Relation, Community Development, Corporate Social Responsibility, Palm Oil Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa mengenai community relation Perusahaan Perkebunan KelapaSawit tanah rawa dalam membina hubungan baik dan menangani permasalahan dengan masyarakatsekitar dimana  sebelumnya semakin marak pembukaan lahan yang beralih fungsi untuk perkebunan kelapa sawit berskala besar. Hal tersebut menimbulkan pro kontra dalam masyarakat, khususnya masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan  tipe  penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan data melalui depth interview melalui wawancara semi terstruktur dengan informan kunci dan informan pendukung.Teknik Analisa data menggunakan tahapan analisa dari Miles dan Huberman yaitu Reduksi data, penyajian data, Menarik Kesimpulan danVerifikasi .Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit di area Kabupaten Barito Kuala khususnya di Kecamatan Rantau Badauh dan Kecamatan Cerbon belum melaksanakan community relations secara maksimal, dimana kegiatan community relations masih terbatas hanya untuk kegiatan amal, CSR program kemitraan plasma dan inti plasma, serta sponsorship, sementara untuk community development baru berupa penyediaan tempat layanan pos kesehatan yang juga tidak difungsikan, sehingga sisi aksi dan komunikasi dalam membina dan menangani permasalahan dengan masyarakat sekitar masih memerlukan komitmen lebih lanjut dari pihak perusahaan.Kata kunci : Community Relation, Community Development, Corporate Social Responsibility, Palm Oil
ANALISIS CAPAIAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK PADA PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN Hereyanto Hereyanto
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.036 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i2.4085

Abstract

ABSTRACTPublic information disclosure is a difficult thing to separate from democracy that leads to freedom and human rights. Public information disclosure is an important aspect of fulfilling the right to public information. In Indonesia itself the recognition of access to information as one of human rights in the constitution of the 1945 Constitution. To encourage the achievement of public information disclosure and then born Law No.14 of 2008 on Public Information Openness.Analysis of public information disclosure achievement at Banjarmasin City Government shows Institutionally the efforts of City Government have established agency of PPID and PPID of auxiliary in accordance with Mayor Decree Number 40 Year 2015 about Procedure of Public Service in Banjarmasin City Government Environment. Regulations and technical guidance for the implementation of information disclosure at Banjarmasin City Government on Banjarmasin City Local Regulation No. 35 of 2014 on Public Information Openness in Government Implementation in Banjarmasin City and Mayor's Decree Number 40 Year 2015 on Public Service Procedures in Banjarmasin City Government. Substantively, the efforts of Banjarmasin City Government is to provide media delivery through online services available on several sites owned by the Government of Banjarmasin and print and electronic media (local television). Products and types of information provided with lists of information under their control, decision-making; Policy; work plan; legal entity agreement with third party; information and policies submitted by Public Officials in meetings open to the public; work procedures of employees of the Regional Public Bodies and other Public Bodies relating to community services. With online media through website and delivery of information through print and electronic media (local television) and then there is ease in accessing information in the administration of the Government of Banjarmasin.Keywords : Public information, Banjarmasin,  ABSTRAKKeterbukaan informasi publik adalah suatu hal yang sulit terpisahkan dari demokrasi yang menjujung kebebasan dan hak asasi manusia. Keterbukaan informasi publik menjadi aspek penting demokrasi dalam pemenuhan hak individu atas informasi publik. Di Indonesia sendiri pengakuan atas akses memperoleh informasi sebagai salah satu hak asasi manusia tercantum dalam konstitusi UUD 1945. Untuk mendorong guna tercapainya keterbukaan informasi publik kemudian lahir Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publlik.Analisis capaian keterbukaan informasi publik pada Pemerintah Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa secara kelembagaan upaya Pemerintah Kota telah membentuk lembaga PPID dan PPID pembantu sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Nomor 40 Tahun 2015 tentang Tata Cara Layanan Informasi Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Peraturan dan petunjuk teknis untuk pelaksanaan keterbukaan informasi pada Pemerintah Kota Banjarmasin mengacu pada Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 35 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Kota Banjarmasin serta Surat Keputusan Walikota Nomor 40 Tahun 2015 tentang Tata Cara Layanan Informasi Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Secara substantif upaya Pemerintah Kota Banjarmasin adalah dengan menyediakan media penyampai melalui layanan online yang tersedia pada beberapa website yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin serta melalui media cetak dan eletronik (televisi lokal). Produk dan jenis informasi yang diberikan diantaranya daftar informasi publik yang berada di bawah penguasaannya, hasil keputusan; kebijakan; rencana kerja proyek; perjanjian Badan Publik Daerah dan Badan Publik Lainnya dengan pihak ketiga; informasi dan kebijakan yang disampaikan Pejabat Publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum; prosedur kerja pegawai Badan Publik Daerah dan Badan Publik Lainnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Dengan ketersediaan media penyampai secara online melalui website maupun penyampaian informasi melalui media cetak dan eletronik (televisi lokal) serta maka terdapat kemudahan dalam mengakses informasi dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan pada Pemerintah Kota Banjarmasin.Kata Kunci : Informasi Publik, Banjarmasin
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PEDESAAN Anna Gustina Zainal; Sarwititi Sarwoprasodjo
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.047 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4700

Abstract

ABSTRACT                 The purpose of this research is to know the implementation of communication strategy by government of Lampung Tengah Regency to increase knowledge and participation of rural community in socializing Bupati  RONDA program. This study uses a qualitative method. Leadership research results, local leaders have political leadership that concerns all aspects of community life in a region. A good leader is obtained from a long process, not appearing suddenly. Leadership is the ability to influence others to do what the leader voluntarily wants. A local head who has the capacity as a political official and a government leader in his or her region should have leadership in the field of organization and leadership in the social field. The leadership strategy of a local government official applied will have a significant effect on the public service that will be provided to the community. Government is an institution that has the obligation to provide public services for the welfare of its people, besides the state must serve every citizen and residents in fulfilling their basic rights and needs. The role of all stakeholders in the success of the development program is very necessary, especially how the program can be implemented in accordance with community needs. The community can enjoy the results of development in order to achieve development goals, namely the welfare of the community. Development can be achieved well when people can participate directly in all these developments. Participation is where villagers are invited to take part in decision-making in the village because they are the ones who better understand what the village needs for prosperity..Keywords:  communication strategy , Goverment, Participation, community.  ABSTRAK Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui implementasi strategi komunikasi oleh pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat pedesaan dalam menyosialisasikan program Bupati RONDA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian  pemimpin daerah memiliki political leadership yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat dalam suatu wilayah. Pemimpin yang baik diperoleh dari proses yang panjang, tidak muncul secara tiba-tiba. Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh pemimpin secara sukarela. Seorang kepala daerah yang mempunyai kapasitas sebagai pejabat politik dan pemimpin pemerintahan di daerahnya, haruslah mempunyai kepemimpinan di bidang organisasi dan kepemimpinan di bidang sosial. Strategi kepemimpinan seorang pejabat pemerintah daerah yang diterapkan akan berpengaruh signifikan terhadap pelayanan publik yang akan diberikan kepada masyarakat. Pemerintah adalah institusi yang memiliki kewajiban menyediakan layanan publik bagi kesejahtraan rakyatnya, selain itu negara wajib melayani setiap warga dan penduduk dalam memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya. Peranan seluruh stakeholder dalam menyukseskan program pembangunan sangat diperlukan terutama bagaiman program tersebut dapat terlaksana sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan guna mencapai tujuan pembangunan, yaitu mensejahterakan masyarakat. Pembangunan dapat tercapai dengan baik ketika masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam semua pembangunan tersebut. Partisipasi tersebut adalah dimana warga desa diajak untuk ambil bagian dalam pengambilan keputusan di desa karena merekalah yang lebih memahami yang yang dibutuhkan desa demi kesejahteraan.Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemerintah, Partisipasi,  masyarakat.
Strategi Komunikasi Petani Dalam Difusi Inovasi Padi Organik selly Oktarina; Thirtawati .
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.86 KB) | DOI: 10.20527/mc.v1i1.4672

Abstract

Organic farming is an agricultural system that is designed and managed in such a wayso as tocreate sustainable productivity. Agricultural extensionagents is one of there formers who havean important role in the diffusion of innovation activities of organic rice program. The success of education is not only determined by the material presentedal one but delivery technique also plays an important roleinthe success ofagricultural extensionactivities. Therefore, itis necessary that the communication strategy of an innovationcan bediffusedto farmers. With the effective communication strategy will facilitate the extensionin presenting the materialin various ways according to theapproach taken.This research was conducted in the Village Pulokerto Palembang. Points were selected intentionally (purposive) to farmers who perform semi-organic rice cultivation. When the study conducted from May to November 2014. The method includes a case study (case study) of selected farmers, farmers selected from farmers who take the whole organic rice cultivation (census) as respondentsBased on the research results can be summarized as follows: (1). SO strategyisa strategy that uses the power(strenghts) totake advantage of opportunities that exist.; (2).  WO strategy is astrategy adoptedby minimizing weaknesses (weaknesses) to take advantage of opportunitiesthatare owned; (3). ST strategy is a strategy that is performed with the way of using force(strengths) to address threats; (4).  WT strategy is astrategy used by minimizing the weaknesses and avoiding all thethreats(threats) Key words: communication strategies, diffusion of innovation, organic farming
PEMBENTUKAN BRAND PT ANGKASA PURA RETAIL SEBAGAI PERUSAHAAN TRAVEL RETAIL DI INDONESIA Jessica Wandita Putri; Hanny Hafiar; Priyo Subekti
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.243 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4704

Abstract

ABSTRACT                 PT. Angkasa Pura Retail is a subsidiary from Angkasa Pura I(State Owned Enterprise) and a new retail company in Indonesia's Airport who runs in the field of sales (duty free, duty paid, food and beverages) and markets (graphic design, media placement, event activation . But, people still assume that PT. Angkasa Pura Retail is a company that runs in the field of aviation. Therefore, PT. Angkasa Pura Retail do some ways that can establish brand. The aim of this study is to understand the process of developing brand in PT. Angkasa Pura Retail. The method used is descriptive with qualitative data. Data collection and research conducted in observation, structured interview, and library research. The result of this study shows that public relations division of PT. Angkasa Pura Retail in developing brand started from brand identity, brand meaning, brand response and brand relationship. Brand identity, brand response and brand relationship phases are not yet optimized. From this study, feedback suggested is that the company should put the logo of PT. Angkasa Pura Retail on their own products, so their products will have a strong identity.Keywords:  The Establishment of Brand, Brand Resonance Model, Travel Retail  ABSTRAK  PT. Angkasa Pura Retail merupakan anak perusahaan dari Angkasa Pura I (Persero) dan perusahaan retail baru di Bandara Indonesia yang bergerak di bidang usaha penjualan (duty free, duty paid, food and beverage) dan dibidang pemasaran (desain grafis, media placement, event activation). Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa PT. Angkasa Pura Retail adalah perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan. Oleh karena itu, PT. Angkasa Pura Retail melakukan sejumlah cara yang dapat membentuk brand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan brand di PT. Angkasa Pura Retail. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan data kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Divisi Public Relations PT. Angkasa Pura Retail dalam membentuk brand mulai dari tahapan brand identity, brand meaning, brand response, brand relationship. Kesimpulan dari penelitian ini pada tahap brand identity, brand response, dan brand relationship upaya yang di lakukan oleh PT. Angkasa Pura Retail masih belum optimal. Dari hasil penelitian ini, saran yang diberikan adalah PT. Angkasa Pura Retail sebaiknya perusahaan menempatkan logo perusahaan pada produk yang dimilikinya agar identitas akan produk tersebut menjadi kuat.Kata Kunci: Pembentukan Brand, Brand Resonance Model, Travel Retail.
STRATEGI HUMAS PEMERINTAH KOTA DEPOK DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM KOTA LAYAK ANAK [Studi pada RW 06 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok] Mitha Kencana; Fitria Ayuningtyas
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.115 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4706

Abstract

ABSTRACT                 The background of this research is the communications strategy conducted by Depok’s Goverment in socialization of Child-Friendly City Program. The purpose of this research is to find out the communications strategy done by Depok’s Goverment in socialization of Child-Friendly City Program. The theory of this research used public relations, communications strategy, socialization and child-friendly city. The method of this research used descriptive qualitative method. The data collection method used in-depth interviews and observation. The result of this research indicated that the communications strategy of Depok’s Government in socialization of Child-Friendly City is going well and smoothly. Depok’s government can achieve the target based on analysis needed also Depok’s government in socialization of child-friendly city in RW 06 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji has been quite successful. This can be seen to the activity that related with child-friendly city program in any activities can be accepted by public.Keywords:  Public Relations, Strategy, Socialization, Child-Friendly City.  ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Depok dalam rangka mensosialisasikan Program Kota Layak Anak yang dikenal sebagai KLA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut strategi komunikasi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Depok dalam rangka mensosialisasikan Program Kota Layak Anak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Public Relations, Strategi Komunikasi, Sosialiasi dan Kota Layak Anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi komunikasi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Depok dalam rangka mensosialisasikan Program Kota Layak Anak sangat berjalan baik dan lancar. Pemerintah Kota Depok dapat mencapai target berdasarkan analisis kebutuhan dan sosialisai mengenai Kota Layak Anak di RW 06 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji cukup berhasil. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan pada kegiatan yang berkaitan dengan Program Kota Layak Anak dapat diterima dengan baik oleh masyarakat..Kata Kunci: Public Relations, Strategi, Sosialisasi, Kota Layak Anak.
PENERAPAN CHIKI KEIBI SEBAGAI IMPLEMENTASI COMMUNITY POLICING DI JEPANG Intan Fitri Meutia
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.976 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.3001

Abstract

 AbstractThis article will discuss on what kind of chiiki keibi (地域警備) or community policing applied in Japan nowadays. Interviews and observations have been conducted on Naka police station and Tagami Koban, Kanazawa, Ishikawa, Japan. The debate on why many countries, including Indonesia, implemented Japanese community policing becomes an interesting topic to be discussed. By identifying the characteristic of Japanese Community Policing, we will have the basic understandings to investigate the reasons how community policing in Japan can be adopted then implemented in many others countries, especially in Indonesia. Keyword: Implementation, community policing, Japan. AbstrakArtikel ini akan membahas jenis keibi chiiki atau Polisi masyarakat diterapkan di Jepang saat ini.Wawancara dan observasi telah dilakukan pada kantor polisi Naka dan Tagami Koban, Kanazawa, Ishikawa, Jepang. Perdebatan tentang mengapa banyak negara, termasuk Indonesia, melaksanakan komunitas kepolisian Jepang menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Dengan mengidentifikasi karakteristik Komunitas Polisi Jepang. kita akan memiliki pemahaman dasar untuk menyelidiki alasan bagaimana Polmas di Jepang dapat diadopsi kemudian diterapkan di banyak negara lain, khususnya di Indonesia. Kata Kunci: Implementasi, Polmas, Jepang.                                       

Page 2 of 16 | Total Record : 159