cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 24425109     EISSN : 25992104     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
This journal is published to develop the ability of lecturers in writing in accordance with the field of cultivation, including public relations and journalism, in addition to the journal LONTAR discuss social phenomena concerned with the science of communication.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
Komodifikasi Agama pada Produk Fashion (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Desain Kaus ‘Keepers of the Deen’) Yoga Walanda Caesareka Yoga; Catur Nugroho, S.Sos, M. Ikom.
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2526

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, untuk menggambarkan wacana dan ideologi serta praktik-praktik agama yang bersentuhan dengan budaya populer. Objek terfokus pada desain produk-produk kaus Keepers of the Deen, yang mana sangat bermuatan pesan-pesan dakwah, sekaligus mengadopsi gaya-gaya dan bentuk budaya populer. Pada dasarnya, aktivitas kapitalisme pada budaya - budaya populer, merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindarkan; kedua unsur tersebut saling menyatu, mendukung, tumpang-tindih, dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tak heran juga jika bentuk kapitalisme tersebut semakin berkembang dalam menyambut kemajuan teknologi dan komunikasi, salah satunya yakni komodifikasi, yang kemudian terus merespon dan direspon oleh berbagai gaya hidup masyarakat kontemporer. Kondisi dilematis muncul ketika semua hal tersebut beriringan dengan aktivitas spiritual atau dalam praktik-praktik beragama, salah satunya adalah dakwah, terutama dengan menggunakan sebuah medium atau gaya yang lebih populer, seperti menggunakan kebutuhan sandang atau fashion. Termasuk Keepers of the Deen, pada akhirnya merupakan sebuah bukti bahwa karakteristik dakwah adalah fleksibel dan cair, serta dapat mengikuti kondisi sebuah zaman. Akan tetapi, kondisi tersebut perlu dicermati ulang secara kritis, terlebih jika sudah terjerat dalam “logika kapitalisme” yang merupakan keniscayaan dalam budaya populer serta praktik komodifikasi yang lebih mutakhir.
Analisis Makna Mitos Generasi Micin Dalam Iklan Sasa Alicia Kusumadani; Yanti Tayo; Weni A. Arindawati
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2591

Abstract

Sasa’s ad Welcome Back Micin Swag Generation version is a flavor product ad that presents an ad concept that is different than the usual. Commonly, flavor ads are identical to cooking activities, however, this time, Sasa brings a new concept by presenting the youth as the ads models. The story in this ad is packed by presenting youth style with their daily activities. The ad seems to offend the stigma that is frequently associated with the youth. One of the examples is the term that heard a lot about “Micin Generation”. Through this ad, the advertisers try to bust the society’s perception regarding micin (MSG) consumption that is considered dangerous and linked with the negative behaviors of micin generation. Based on the statement above, the researcher was interested in researching this ad with the title “The meaning of Myth of Micin (MSG) Generation in Sasa Ad Serving Welcome Back Micin Swag Generation version”. This research is a qualitative descriptive by using Semiotic Methods by Roland Barthes. This research aims to understand the meaning of denotation, connotation, and myth regarding Micin Generation showed in the Welcome Back Micin Swag Generation ad. The result gained in this research is, Sasa Company through this ad producing a new myth with today’s youth branding which presenting visuals that the youth has done positive activities based on wants, interests, and talents in their life without restricted by the limits of gender as well as strict rules, and being brave to show their existence. Keyword: The Meaning Of Myth, Youth, Micin Generation, Semiotics, Roland Barthes
Manajemen Kampanye Humanesia Dompet Dhuafa dalam Mempersuasi Generasi Milenial winda dwi astuti zebua
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kampanye Humanesia yang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa (DD) dalam mempersuasi generasi milenial. Manajemen kampanye memiliki lima unsur penting yaitu, (1) perencanaan, berisi analisis situasi; (2) pengembangan; (3) implementasi, proses eksekusi program kampaye yang sudah direncanakan; (4) pemantauan, dan terakhir (5) evaluasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah wawancara mendalam, kajian literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model manajemen kampanye Humanesia yang dilakukan oleh DD sebagai berikut, (1) Dalam perencanaan kampanye Humanesia memiliki dua tujuan yaitu, pertama memberikan wadah kepada generasi milenial yang peduli isu kemanusiaan. Serta tujuan jangka panjang yaitu DD berharap bahwa relawan milenial menjadi donatur di masa mendatang; (2)Pengembangan, DD merancang dan menyampai pesan dengan value yang mempersuasi yaitu “ayo bergerak” bukanlah “ayo berdonasi”; (3) Implementasi, terdapat dua program utama dalam kampanye ini yaitu Tantangan Kebaikan dan Jakhumfest; (4) Pemantauan, pertama dilakukan pemantauan dengan mengamati partisipasi masyarakat serta konsistensi dalam program tersebut. Kemudian pemantauan Jakhumfest dilakukan dengan mengamati value talent yang bekerjasama, serta melihat respon publik terhadap setiap acara. (5) terakhir evaluasi, kampanye Humanesia dinilai cukup berhasil dalam mempersuasi generasi milenial untuk sadar dan berkontribusi langsung pada isu kemanusiaan dan lingkungan.
PENGARUH SLOGAN “COBAIN KUY!” PADA IKLAN NEO COFFEE VERSI LUCAS WONG TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS KHALAYAK Yesi Andriani; K.Y. S Putri
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2675

Abstract

Iklan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi sebuah perusahaan dalam mengenalkan produknya kepada khalayak karena di dalam iklan biasanya terdapat informasi yang berharga mengenai produk dan semua jenis atributnya. Suatu iklan biasanya mempunyai sebuah slogan yang menjadi ciri khas iklan tersebut dan berfungsi sebagai sebagai “pengait” untuk membantu pelanggan dalam memahami makna suatu merek. Salah satu iklan yang memiliki slogan yang menarik dan bahkan sempat trending di media sosial adalah iklan Neo Coffee versi Lucas Wong dengan slogannya “Cobain Kuy!”. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada Pengaruh Slogan “Cobain Kuy!” Iklan Neo Coffee Versi Lucas Wong Terhadap Pembentukan Brand Awareness Khalayak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh slogan “cobain kuy!” iklan Neo Coffee versi Lucas Wong terhadap pembentukan brand awareness khalayak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Dengan populasi orang-orang yang menonton dan melihat iklan Neo Coffee versi Lucas Wong dan sampelnya sebanyak 100 responden. Hasil pada penelitain ini menunjukkan bahwa slogan “Cobain Kuy!” iklan Neo Coffee versi Lucas Wong secara signifikan mempengaruhi brand awareness khalayak sebesar 11,0% dengan uji regresi linear sederhana menunjukkan arah positif dengan persamaan Y = 17,471 + 0,354X.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PONDOK PESANTREN NUR EL FALAH Uus Muhammad Husaini
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2697

Abstract

ABSTRACT Islamic boarding schools are often seen as educational institutions that are still lagging behind in the utilization of communication technology. The connectivity that exists between stakeholders is manual and face-to-face. There have not been any Islamic boarding schools in Serang Regency that utilize communication technology through a fairly comprehensive management information system. This study aims to determine the Utilization of Communication Technology through Management Information Systems at Nur El Falah Islamic Boarding School, Kubang, Petir, Serang Regency, Banten. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data was collected through observations and interviews with the management of the pesantren, religious teachers, foster caregivers, parents / guardians of the students. Data analysis using descriptive analysis. The results showed that the Nur El Falah Islamic Boarding School has utilized communication technology to build connectivity among stakeholders. Through the santri information system, stakeholders can control and supervise easily in accordance with their main duties and functions. Adaptation constraints that occur are overcome by socializing and strengthening supporting facilities. But even so, the head of the Nur El Falah Islamic Boarding School has a strong commitment to optimizing the use of communication technology through the information system of the students. Keyword: Utilization, communication technology, management information system, islamic boarding school ABSTRAK Pondok Pesantren sering dianggap sebagai lembaga pendidikan yang masih tertinggal dalam bidang pemanfaatan teknologi komunikasi. Konektivitas yang terjalin antara pemangku kepentingan masih bersifat manual dan tatap muka. Belum ditemukan pondok pesantren di Kabupaten Serang yang memanfaatkan teknologi komunikasi melalui sistem informasi manajemen yang cukup lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Melalui Sistem Informasi Manajemen di Pesantren Nur El Falah, Kubang, Petir, Kabupaten Serang, Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara terhadap pengelola pondok pesantren pesantren, ustaz, wali asuh, orang tua/wali santri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nur El Falah telah memanfaatkan teknologi komunikasi untuk membangun konektivitas diantara para pemangku kepentingan. Melalui sistem informasi santri, para pemangku kepentingan dapat melakukan kontrol dan pengawasan dengan mudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kendala adaptasi yang terjadi diatasi dengan melakukan sosialisasi dan penguatan sarana penunjang. Namun meskipun demikian, Pimpinan Pondok Pesantren Nur El Falah memiliki komitmen yang kuat agar pemanfaatan teknologi komunikasi melalui sistem informasi santri dapat berjalan optimal. Kata Kunci: Pemanfaatan, teknologi komunikasi, sistem informasi manajemen, pondok pesantren
Konstruksi Makna Ambyar Sebagai Identitas Komunitas Sobat Ambyar Yuni Arinta Putri; Rizaldi Parani
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v8i2.2735

Abstract

Didi Kempot merupakan penyanyi Indonesia yang dikenal pada tahun 1990an hingga tahun 2000an yang mana beliau dikenal di masyarakat dengan lagu bahasa Jawanya. Tahun 2019 menjadi tahun kebangkitan popularitas Didi Kempot yang sempat redup. Istilah ambyar juga ikut terkenal dikalangan penggemar Didi Kempot bahkan para penggemarnya membentuk komunitas dengan nama Sobat Ambyar. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui bagaimana konstruksi makna ambyar sebagai identitas dari komunitas Sobat Ambyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan data primer, yaitu wawancara dan observasi partisipan, serta data sekunder berupa studi kepustakaan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 5 informan yang merupakan bagian dari manajemen Didi Kempot dan anggota dari Komunitas Sobat Ambyar Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambyar adalah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan patah hati yang dikaitkan dengan lirik lagu Didi Kempot yang sebagian besar tentang patah hati. Tetapi, ambyar juga dapat merepresentasikan perasaan bahagia. Kata kunci: Konstruksi Makna, Identitas, Komunitas, Sobat Ambyar
Strategi Event Public Relations Pada Expo ASESI Dalam Membangun Reputasi Sekolah Sunnah : Studi Kasus Expo ASESI RAFIKA HANI POETRA
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i1.2533

Abstract

Setiap perusahaan atau institusi memahami pentingnya reputasi. Reputasi dibangun melalui strategi-strategi yang disusun secara sistematis oleh sebuah institusi. Efektivitas dalam menyusun komunikasi yang strategis tentu akan berdampak besar bagi reputasi perusahaan. ASESI sebagai wadah komunikasi sekolah sunnah Indonesia, melakukan strategi komunikasi untuk membangun reputasi sekolah sunnah. Strategi komunikasi yang dilakukan ASESI yaitu dengan mengadakan Expo pendidikan yaitu Expo ASESI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka.ASESI melakukan proses manajemen strategis dalam menyusun dan melaksanakan Expo ASESI. Empat tahapan tersebut terdiri dari mendefinisikan masalah (problem), perencanaan dan pemograman, mengambil tindakan dan berkomunikasi, dan mengevaluasi program. Tahap definisi masalah dilakukan dengan melakukan analisis terhadap fakta dan permasalahan yang terjadi pada sekolah-sekolah sunnah. Tahap perencanaan dan pemograman dilakukan dengan menyusun perencanaan strategis kegiatan Asesi yang dilakukan terstruktur untuk pelaksanaan teknis dan non teknis. Tahap tindakan dan komunikasi dilakukan dengan melakukan publikasi dan promosi Expo kepada khalayak target sasaran serta melakukan koordinasi dengan event organizer. Tahap evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan Expo dengan mengevaluasi proses perencanaan dan pelaksanaan serta melakukan monitoring kepada sekolah-sekolah sunnah yang menjadi peserta Expo.
Peran Komunitas Ketimbang Ngemis Pekanbaru Dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat Melalui Media Instagram Genny Gustina Sari; Ismandianto; Rasyida Darman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i1.2820

Abstract

Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau tidak terlepas dari masalah kemiskinan perkotaan yang menunjukkan peningkatan jumlah pengemis setiap tahunnya semakin signifikan. Kegiatan-kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian masyarakat oleh Komunitas @Ketimbang.Ngemis.Pekanbaru bertujuan memberikan inspirasi bagi masyarakat dikota Pekanbaru untuk bekerja daripada mengemis. Kegiatan ini dilakukan antara lain untuk mempromosikan “sosok mulia” @Ketimbang.Ngemis.Pekanbaru sebagai sosok inspiratif yang ditampilkan melalui kanal instagram mereka. Menggunakan metode penelitian kualitatif dan didukung dengan Teori Determinisme teknologi. Subjek dalam penelitian terdiri dari empat orang yang dipilih melalui teknik purposive. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara medalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instagram @ketimbang.ngemis.pekanbaru mampu menarik minat masyarakat kota Pekanbaru untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan komunitas tersebut khususnya sebagai donator. Namun di sisi lain, isi pesan dan aktivitas di kanal instagram @ketimbang.ngemis.pekanbaru belum menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pengurangan jumlah pengemis di Kota Pekanbaru justru isi pesan tersebut meningkatkan kreativitas pengemis yang mencoba menarik simpati masyarakat dengan meniru “sosok mulia” yang dipublikasikan komunitas ketimbang ngemis Pekanbaru
Pemberdayaan Laz Harfa Menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kabupaten Pandeglang Media Sucahya; Indrianti Azhar Firdausi; Winata Faturahman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i1.2882

Abstract

Perilaku buang air besar sembangan (BABS) di Kabupaten Pandeglang Banten masih tinggi, dimana dari 1,23 juta penduduk, 451 ribu orang melakukannya. Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat BABS membuat pencapaian indikator kesehatan menjadi kurang optimal. Pendekatan pemerintah dalam membangun sarana dan infrastruktur sanitasi sehat, termasuk pembuatan jamban keluarga, berbasis ketersediaan dana APBD (Anggaran Pembangunan Belanja Daerah). Karena anggaran terbatas, banyak warga miskin tidak mendapat subsidi dalam pembuatan sanitasi lingkungan. Lembaga Amal Zakar Harapan Duafa (Laz Harfa) membuat model pemberdayaan dengan koonsep komunikasi risiko kesehatan dan program kesehatan berbasis advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan. Model ini mendorong masyarakat miskin mampu membiayai pembuatan sanitasi lingkungan dengan dana mandiri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, karena akan mendalami suatu peristiwa pada kelompok tertentu dalam menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Pandeglang. Untuk menentukan informan, peneliti menggunakan konsep sampling purposeful dengan informan Direktur Laz Harfa Indah Prihanande. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi untuk menggali data-data masa lalu secara objektif dan sistematis. Dokumentasi bersumber berbagai berita media lokal seperti Kabarbanten.com dan situs resmi Lazharfa.org. Temuan penelitian, Laz Harfa menerapkan STBM melalui dua hal yaitu memperkenalkan komunikasi risiko kesehatan dan menjalankan program kesehatan berbasis advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan berhasil dilakukan di Kabupaten Pandeglang. Pesan komunikasi yang disampaikan melalui program kesehatan dapat mendorong masyarakat miskin menjadi mandiri, termasuk dalam membiayai program-program kesehatan dan program pemberdayaan. Sehingga biaya untuk kebutuhan pembuatan jamban sehat dan permodalan keuangan mikro, dilakukan dengan mandiri, tanpa mendapat subsidi dari Laz Harfa atau pemerintah.
Hubungan Parasosial dan Perilaku Loyalitas Fans dalam Fandom KPop di Indonesia Pulung Setiosuci Perbawani; Almara Jati Nuralin
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i1.3056

Abstract

This paper investigates fandom as a phenomenon of communication science through an interdisciplinary perspective, especially in relation to the psychology discipline of communication and consumer behavior. The researcher seeks to investigate the correlation between parasocial relationships (Parasocial relationships/PSR) and fan loyalty behavior, specifically the consumption behavior of the brands and products associated with their idols. The research will be carried out using survey methods, with PSI Process Scale to measure parasocial relationship variables, and commitment models to measure fan loyalty behavior. From the questionnaires distributed online, 271 valid questionnaires were obtained which were analyzed using mean analysis, correlation test, and cross tabulation analysis. The results showed that there was a significant relationship between parasocial relationships and fan loyalty. The results also show that the closest relationship is shown by the behavioral dimension with the interaction dimension, while the relationship with the lowest score is shown by the relationship between the perceptual-cognitive dimension and desire to acquire.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2024): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2023): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2022): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2022): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2021): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2020): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2018): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2017): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL LONTAR Vol. 5 No. 1 (2017): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 5 No. 1 (2017): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2016): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 4 No. 3 (2016): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2016): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 4 No. 2 (2016): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2015): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 3 (2015): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2015): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 2 (2015): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2014): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 3 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 3 (2014): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 2 (2013): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue