cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Pemanfaatan Limbah Styrofoam dan Serat Sabut Kelapa sebagai Bahan Tambah Genteng Beton Fauziah Dwi Astuti; Edy Hermanto; Kamaluddin Lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v1i1.365

Abstract

Semakin pesatnya pembangunan yang dilakukan maka sangat dibutuhkan bahan penutup atap yang baik dan memenuhi persyaratan kuat, ringan, dan kedap air. Perbandingan antara semen portland, kapur mill, dan pasir pada komposisi campuran genteng beton yaitu 1 PC : 3 PS. Sedangkan persentase penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam 0%; 10%; 15%; 40% dari berat volume pasir. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan persyaratan SNI 0096-2007. Hasil pengujian ketahanan terhadap rembesan (impermeabilitas) genteng beton dengan penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam 0%; 10% ; 15%; 40%; semuanya tidak terjadi rembesan, hasil pengujian penyerapan air (porositas) rata-rata genteng beton pada penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam 0% = 4,40%; 10% = 4,28%; 15% = 6,89%; 40% = 7,32%; Hasil pengujian beban lentur rata-rata pada persentas penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam 0% = 150,3 kg; 10% = 177,8 kg; 15% = 191,7 kg; 40% = 223.5 kg. Dari hasil pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat yang ditambahkan dalam genteng beton maka semakin besar beban lentur yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genteng beton dengan penambahan serat sabut kelapa sudah memenuhi SNI 0096-2007 dari segi ketahanan terhadap rembesan (impermeabilitas), sebagian porositas, sifat tampak, dan ukuran.
Pengaruh Penggunaan Plastik Low Linear Density Poly Ethylene Sebagai Pengganti Sebagian Aspal Pengikat Terhadap Campuran Aspal Beton (AC-WC) Dendy Rahmat Putra Bali
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 4, No 1 (2020): JCEBT Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v4i1.3565

Abstract

Tahun 1999 Departemen Permukiman dan Pengembangan Wilayah mengeluarkan spesifikasi tentang Pedoman Perencanaan Campuran beraspal Panas Dengan Pendekatan Kepadatan Mutlak. Salah satu spesifikasi yang dikeluarkan adalah Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis aus ke-2 dalam lapisan jenis beton aspal merupakan lapisan yang paling atas dalam perkerasan lentur. Pada umumnya, aspal digunakan sebagai bahan pengikat, pada campuran AC-WC inimenggunakan LLDPE 5% dan 7% sebagai bahan pengganti sebagian aspal, guna peningkatan nilai stabilitasnya, sekaligus salah satu langkah kongkrit sebagai penanganan pengurangan sampah yang sulit terurai dengan peningkatan nilai fungsinya. Tahapan campuran aspal dengan LLDPE sebagai bahan pengganti sebagian aspal meliputi pengujian Aspal, Agregat halus, Agregat, Kasar dan pengujian Filler guna mengetahui karakterisitiknya terhadap Marshall Test. Prosentase tertinggi pada awal perendaman dimiliki Oleh campuran dengan kadar sampel murni, kemudian diikuti penambahan 5% dan7% penambahan LLDPE sebagai pengganti sebagian aspal. Hasil pengujian berat jenis pada agregat batu split adalah 2,576gr/cc. Kadar aspal rencana yang akan digunakan untuk sampel murni adalah 6,25% terhadap total campuran,di ikuti 6,25 dengan campuran LLDPE 5% dan 6,25 kadar aspal dengan campuran 7% LLDPE. Hasil Flow 5% adalah 3,70 dan 7% LLDPE 3,70%. Stability 5% dan7% LLDPE 925 Kg/cm2 dan 735 Kg/cm2 dan Marshall Quotient 5% dan7%  low linear density poly ehylene 255,00 kg dan 200,00 kg.
Analisa Karakteristik Campuran Aspal Beton Dengan Filler Yang Berbeda Terhadap Nilai Marshall Muhammad Rasyad Tahir Dalimunthe; Melloukey Ardan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 3, No 1 (2019): JCEBT Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v3i1.2458

Abstract

Kondisi lapis permukaan suatu ruas jalan dengan menggunakan perkerasan lentur.memiliki masalah dalam kerusakanya, yang penyebab utamanya berhubungan dengan kualitas bahan pendukungnya antara lain aspal dan agregat. Kerusakan akan cepat terjadi jika perkerasan tersebut mengalami pembebanan secara berlebihan dan pengaruh lingkungan, salah satunya temperatur yang relatif tinggi. Salah satu cara dalam mengatasi kerusakan jalan yang terjadi lebih awal adalah dengan memperbaiki kinerja campuran yaitu memodifikasi dengan cara menggunakan bahan tambah. Dengan nilai penetrasi yang rendah dan temperatur di indonesia yang cukup tinggi. Absuton cocok digunakan sebagai bahan tambah. Penelitian sebelumnya menunjukkan dengan penambahan absuton butir dalam campuran mempunyai kecendrungan memperbaiki kinerja lapis perkerasan jalan terhadap pembebanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola hubungan variasi campuran dengan filler batu kapur dengan filler semen portland untuk mengetahui kadar aspal optimum terhadap nilai karakteristik marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan aspal beton campuran filler yang berbeda dengan masing masing 5%,5,5%,6,%,6,5 dan 7%. Benda uji masing masing 20 buah. Pengujian menggunakan marshall test dengan hasil campuran filler semen lah yang lebih baik untuk aspal ketimbang filler batu kapur.
Evaluasi Perencanaan Bangunan Siphon Pada Bendung Sei Padang Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utara Ido Rizky; Edy Hermanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 2 (2018): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v2i2.1973

Abstract

Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir kadang-kadang harus berpotongan atau bersilangan dengan berbagai rintangan antara lain jalan, saluran/alur alamiah, sungai bahkan jurang. Untuk itu diperlukan bangunan persilangan agar dapat menyeberangkan debit yang dialirkan oleh saluran dari sisi hulu ke sisi hilirnya. Bangunan siphon ini merupakan salah satu bangunan persilangan yang dibangun untuk mengalirkan debit yang dibawa oleh saluran yang jalurnya terpotong oleh sungai. Dari hasil perhitungan dimensi bangunan siphon dengan debit 6,258 m³/dt, diperoleh dimensi bangunan siphon dimana lebar (B)= 1,2 m dan tinggi bangunan siphon = 1,7 m, serta kehilangan tinggi energi terjadi karena adanya peralihan bentuk saluran, gesekan air dengan saluran, belokan dan saringan sebesar 0,124 m. Ini menunjukkan bahwa siphon masih mampu dalam membawa air. Untuk mengurangi kehilangan energi, maka lokasi siphon diusahakan pada bentang sungai terpendek serta memperkecil jumlah belokan pada konstruksi siphon. Tulangan yang digunakan pada bangunan siphon diperoleh menggunakan D13-100 untuk tulangan pokok dan D10-150 untuk tulangan bagi
Analisa Struktur Box Girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu Muhammad Ridwan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v1i2.1660

Abstract

Pembangunan jalan layang kereta api sepanjang ± 8 km yang merupakan bagian dari rencana membangun jalur Stasiun Medan-Stasiun Bandara Kualanamu dengan total panjang 27 km merupakan bagian dari rencana pembangunan “Indonesia-sentris” yang tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Penggunaan beton prategang sangat mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya Jalan Layang Kereta Api Kualanamu di kota Medan yang menggunakan box girder dengan tinggi penampang 2400 mm sebagai komponen strukturalnya. Studi kasus beton prategang box girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu dengan bentang 40 meter dibagi dalam 15 (lima belas) segmen yang selanjutnya akan dihubungkan antar segmennya dengan proses stressing (pemberian gaya prategang). Studi ini menjelaskan keefektifan penampang girdernya yang memiliki tendon–tendon internal yang diisi kabel baja strand diameter 12,7 mm berjumlah 60 buah. Selanjutnya, menganalisa persentase kehilangan gaya prategang yang terjadi pada tendonnya akibat perpendekan elastis, gesekan pada tendon, rangkak, susut pada beton dan sebagainya. Semua data yang diperoleh di lapangan, berasal di PT. Wijaya Karya Beton Tbk dan analisa beban dengan metode SNI T-12 2004. Sebagai tambahan diperkenalkan langkah–langkah proses produksi beton prategang box girder, mulai dari penulangan sampai pengecoran di pabrik beton pracetak. Kehilangan gaya prategang yang terjadi sebesar 
Pengaruh Pemeraman Terhadap Nilai Kuat Kuat Tekan Tanah Lempung Sungai Serdang Batang Kuis Deli Serdang Dengan Penambahan Abu Cangkang Sawit Surta Ria Nurliana Panjaitan; Mahyuzar Masri
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 4, No 1 (2020): JCEBT Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v4i1.3570

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah berbutir halus yang mempunyai daya dukung tanah yang rendah dan sensitif terhadap perubahan kadar air sehingga tanah bersifat labil. Maka untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan suatu perbaikan atau stabilisasi tanah lempung sebagai tanah dasar. Salah satu cara stabilisasi yaitu dengan menambahkan abu cangkang sawit pada tanah lempung. Tanah lempung yang diteliti berasal dari daerah Sungai Serdang Batang Kuis, Deli Serdang. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian pendahuluan untuk mendapatkan sifat fisis dan mekanis dari tanah asli dan pengujian lanjutan dengan penambahan abu cangkang sawit. Persentase kadar abu cangkang sawit yang digunakan adalah 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15%. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap kuat tekan (Unconfined Compression Test) dengan menggunakan kadar air optimum yang diperoleh dari uji pemadatan. Penambahan abu cangkang sawit 12% menghasilkan kuat tekan yang efektif pada pemeraman 7 sampai dengan 14 hari, dan dilihat dari sifat mekanis tanah tergolong sangat kaku, maka dengan penambahan abu cangkang sawit dapat memperbaiki sifat fisik dan  mekanis tanah. 
Analisa Tingkat Keselamatan Lalu Lintas Pada Persimpangan Dengan Metode Traffic Conflict Technique (TCT) Imam Suhadi; Nuril Mahda Rangkuti
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 3, No 2 (2019): JCEBT September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v3i2.2701

Abstract

Teransportasi is the most important means in a country, the development or absence of a country can be measured from the progress teransportasi existing in a conutry, the problems that many occur in Indonesia is a high traffic accident level, especially at the intersections of every road in Indonesia.Accidents are accidental or unexpected events that result in death, injury, or damage to objects. The outline of the accident is caused by four factors, namely human, vehicle, road and environment.TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (TCT) is a method of observation conducted by collecting accidents that almost happened and see the pettern of the occurrence of accidents. Traffic Conflict Technique (TCT) developed by Departeman of traffic planning and engineering di Lund University di Swedia. Time to Accident (TA) is the time left since evasive action is done until the time of the collision if the road users do not change the speed of the vehicle and does not change the direction of the speed of the vehicle. The TA value is calculated based on the estimated distance (D) and vehicle speed (V) obtained from the survey results.After doing research with TCT method, it is found that the location of the research has the potential to couse an accident.In other words, this method can be used to improve the safety and comfort of road users, can provide a picture of the point of conflict at the intersection of a potential cause of accidents.
Analisa Perhitungan Bangunan Dengan Metode Etabs Versi 9.7.2 Rudi Alfianto; Dedi Rahmat
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 2, No 1 (2018): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v2i1.1966

Abstract

Perancangan struktur merupakan unsur yang penting pada pembangunan suatu gedung agar dapat menghasilkan gedung yang kuat, aman, nyaman namun tetap ekonomis.Kemajuan teknologi dibidang ilmu struktur dan konstruksi  membuat berbagai bentuk desain bangunan semaki beragam.Beragamnya desain yang ada juga semakin membuat perhitungan dari desain tersebut semakin rumit dan semakin lama untuk di kerjakan.Metodologi penelitian ini dimulai dari studi literatur dan mencari data struktur, perhitungan dan pembebanan sesuai SNI 1726-2002.Setelah dianalisa hasil dari etabs diatas dan di bandingkan dengan konsultan perencana untuk ukuran penampang kolom,sloff,balok,dan pelat lantai tetap sama
Analisa Nilai Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Arang Kayu Rini Rini; Melloukay Ardan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v1i2.1681

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa nilai kohesi dan sudut geser tanah lempung yang dicampur dengan arang kayu.. Uji kuat geser tanah yang dilakukan adalah kuat geser langsung (direct shear test) dengan persentase penambahan arang kayu sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10%. Dari hasil pengujian batas konsistensi tanah yang dicampur dengan arang dapat menurunkan nilai batas cair tanah dan menaikkan batas plastis tanah sehingga indeks plastis tanah menjadi menurun. Hal ini menunjukkan adanya perbaikkan sifat tanah. Sedangkan hasil dari pengujian kuat geser tanah dengan penambahan campuran arang pada tanah lempung nilai kohesi tanah mengalami kenaikkan dan pada sudut geser tanah mengalami penurunan. Hal ini dapat meningkatkan kuat geser tanah lempung. Dengan menambahkan arang sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung yang ditinjau dari kuat geser tanah maka arang dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk mengurangi terjadinya keruntuhan pada tanah lempung.
Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Perhotelan/Apartemen/Kondominium di Jalan Ring Road Medan Jesron Purba; Nuril Mahda Rangkuti; Melloukey Ardan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v1i1.366

Abstract

Setiap bangunan sipil seperti gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara, dan/tanggul dan sebagainya harus mempunyai pondasi yang dapat mendukungnya.Dalam pembangunan yang tanah dasar di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang diterimanya atau apabila tanah pendukung yang mempunyai daya dukung yang cukup letaknya sangat dalam, maka biasanya memakai pondasi tiang. Pada umumnya pondasi tiang ditempatkan tegak lurus (vertikal) di dalam tanah, tetapi apabila diperlukan dapat dibuat miring agar dapat menahan gaya – gaya horizontal. Untuk mengetahui daya dukung tiang tersebut memenuhi Anda bisa memakai perhitungan daya dukung tiang statis.Daya dukung tiang metode statis yang berasal dari data SPT umumnya dipakai Luciano Dacourt dan Meyerhoff. Namun ini dapat kita bandingkan dengan hasil pengujian PDA test setelah tiang sudah dipancang minimal 14 hari. Apabila nilai daya dukung tiang berdasarkan data SPT lebih kecil dari hasil dari PDA test maka daya dukung tiang dalam pembangunan itu aman.

Page 8 of 22 | Total Record : 218