cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25990179     EISSN : 25990160     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
TRADISIONALITAS DAN MODERNITAS DIKOTOMI PERKEMBANGAN WILAYAH PESISIR KABUPATEN GUNUNGKIDUL Nurzaman, Arie
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.116 KB) | DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3168

Abstract

Pola aktivitas dan penggunaan ruang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk ekonomi, sosial, budaya, atau sejarah. Daerah pedesaan yang umumnya didominasi oleh daerah tertinggal menjadi korban eksploitasi manusia dalam hal pemanfaatan ruang, termasuk wilayah pesisir. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pengembangan wilayah pesisir dan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut membutuhkan pendekatan yang tepat. Dikotomi ruang perlu dipahami sebagai aspek pengembangan wilayah pesisir itu sendiri. Makalah ini bertujuan untuk menilai pola pemanfaatan ruang, dikotomi antara aspek tradisional dan modern dalam pemanfaatan ruang, serta kemungkinan strategi dan kebijakan pengembangan pemerintah wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul. Metode ini merupakan kombinasi dari metode kuantitatif yang dilaksanakan dengan meninjau peta dan analisis data sekunder untuk melihat tren perkembangan dalam periode tertentu, sedangkan metode kualitatif dilakukan untuk memperkuat hipotesis dan untuk memahami analisis lebih lanjut dari pendekatan kuantitatif.Dikotomi ruang dijabarkan dalam konteks spasial dan pemanfaatan. Konteks spasial dibagi menjadi wilayah inti (ibukota kecamatan) dan pinggiran (wilayah pesisir), sedangkan dalam konteks pemanfaatan ruang, dibedakan menjadi penggunaan tradisional dan modern. Analisis dikotomi melalui penggambaran kuadran memberikan gambaran tentang potensi pembangunan daerah, ruang lingkup pembangunan tidak hanya sebagian tetapi juga secara spasial. Pengembangan Jaringan Jalan Nasional Jawa Selatan (JJLS) dan pengembangan sektor pariwisata adalah dua faktor utama dalam pembangunan daerah, sehingga kebijakan publik sebagai implementasi dari intervensi pemerintah setidaknya harus mempertimbangkan sektor spesifik yang akan ditangani, prioritas pembangunan seperti skala dan pendekatan, dan tingkat perkembangan.Kata kunci: dikotomi; tradisional; modern; Gunungkidul; wilayah pesisir
Kajian Penataan Kota Tanjung Morawa Sufrial Hendri; Dasrizal Dasrizal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.4371

Abstract

Perkembangan Kota Tanjung Morawa yang berada di Kabupaten Deli Serdang berkembang cepat dengan adanya Bandara Internasional Kuala Namu dan pembangunan kawasan Industri yang berkembang pesat. Apabila tidak dikendalikan, perkembangan kawasan ini dapat mengarah kepada hilangnya karakter kawasan Kota Tanjung Morawa, mengingat kawasan ini merupakan kawasan bernilai ekonomi tinggi yang dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota. Maka dibutuhkan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang serta pedoman arahan pengembangan kawasan untuk menciptakan lingkungan yang tertata, berkelanjutan, berkualitas serta menambah vitalitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di Kawasan Kabupaten Deli Serdang, khususnya masyarakat Kecamatan Tanjung Morawa. Untuk itu perlu dilakukan Kajian Penataan Kawasan Kota Tanjung Morawa sebagai upaya untuk menghindari terjadinya bentuk pembangunan yang tidak dikehend/aki dan menciptakan lingkungan perkotaan terpadu yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan serta kemampuan daya dukung kota serta dapat meningkatkan kualitas fisik dan wajah kota.Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan arah penataan kawasan dari segi arsitektur, lanskap, perancangan kota di Kawasan Tanjung Morawa, sebagai pedoman pengembangan dan penataan Kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Sebagai panduan bagi seluruh para pelaku pembangunan, baik dalam proses perancangan, pemanfaatan ruang, pembangunan fisik maupun dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Kota Tanjung Morawa.
PERANCANGAN KAWASAN MIX-USED DENGAN PENDEKATAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI PEKANBARU Ratna Dilla Sukma
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.3624

Abstract

Pekanbaru is a city with the most populous population in Riau Province by touching 1,064,566 people in 2016 (BPS, 2017). In addition, based on data from BPS Kota Pekanbaru (2015), Pekanbaru City is the largest density’s city of motor vehicles in Riau Province with a total of 10,594.1 vehicles, this is one of the factors causing sprawl in Pekanbaru City. In addition, factors of population growth, urban sprawl, and consumptive community behavior have an impact on increasing mobility in travel rates, travel distances and vehicle travel times. The design of Transit Oriented Development (TOD) refers to the development of the integrity of transit with Mix-usedarea, and adjusting existing land use to reduce some of the problems that exist in urban areas. The concept strategy used to prioritize factors of connectivity, density, and mix in Pekanbaru BRPS Terminal area which is a transition point for public transportation mode of Pekanbaru, to management the land use, and the integration of supporting all activities in the area.
PERANCANGAN INDOOR SNOW PARK DI PEKANBARU DENGAN PENERAPAN PRINSIP DESAIN JEAN NOUVEL Gitiya Gittasya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4807

Abstract

Indoor Snow Park adalah wahana rekreasi bertema salju di Pekanbaru, selain berfungsi sebagai rekreasi bangunan juga dapat berfungsi sebagai sarana olahraga es. Pekanbaru di pilih sebagai lokasi desain karena kurangnya sarana rekreasi dan sebagai bentuk mensimulasi alam musim dingin di kota yang beriklim tropis. Indoor Snow Park menerapkan prinsip desain Jean Nouvel karena prinsip desain Jean Nouvel selaras dengan fungsi bangunan dimana pada setiap bangunan yang ia rancang Jean selalu memberikan suasana yang kontras pada bangunanya, sama halnya dengan rekreasi salju di tengah iklim tropis. Konsep yang diterapkan pada Indoor Snow Park ini adalah Snowflakes. Konsep ini terinspirasi dari fenomena turunnya salju di negara subtropis, yang sejalan dengan fungsi rancangan yaitu wadah rekreasi musim dingin. Analogi dari Kristal es ini lah yang kemudian diterapkan pada bentuk, fasad, interior dan lansekap Indoor Snow Park.
Penerapan Arsitektur Fraktal pada Perancangan Galeri Tenun Songket Riau di Pekanbaru Dilla Purnama Sari
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.4010

Abstract

AbstrakRiau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam berlimpah dengan kebudayaan Melayu yang masih terjaga hingga sekarang, salah satunya yaitu Tenun Songket Melayu Riau. Pelestarian songket dapat dilakukan dengan menyediakan wadah produksi dan pembelajaran. Masyarakat dapat mengetahui seluk beluk atau sejarah tenun songket Riau, dan mengenal motif- motif songket Riau. Serta mengadakan pelatihan tenun songket Riau, namun saat ini belum adanya wadah yang dapat menampung kegiatan produksi dan pelestarian songket secara keseluruhan, akses yang berbeda-beda untuk setiap daerah sehingga sulit dijangkau. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah perancangan Galeri Tenun Songket dengan pemilihan lokasi yang strategis yaitu di Pekanbaru. Sebagai ibukota provinsi, lokasi tersebut lebih mudah diakses oleh wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Selain itu, galeri menjadi sarana yang memadai untuk kegiatan promosi, pemasaran, dan pengembangan tenun songket serta dapat menampilkan beragam koleksi tenun songket Riau dengan pendekatan arsitektur fraktal. Fraktal  diterapkan nenek moyang bangsa Indonesia melalui budaya tekstil. Motif pada tekstil seperti batik ataupun songket yang memiliki unsur berpola. Arsitektur fraktal adalah penerapan geometri fraktal yang merupakan ilmu matematika dan membahas bentuk-bentuk yang memiliki sifat menyerupai diri sendiri (self-similarity).
KAJIAN KONSEP IMAGEABILITY DAN PERMEABILITY DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PUSAT KOTA KOWLOON HONGKONG Putra Fajar; Ari Widyati Purwantiasning
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4462

Abstract

Kawasan Kowloon Hongkong merupakan kawasan perkotaan di Hongkong yang terdiri dari Semenanjung Kowloon and New Kowloon, Kawasan ini merupakan pusat kota dari negara hongkong yang mempunyai mobilitas tinggi. Kawasan kowloon memiliki beragam fasilitas seperti perkantoran, komersial, bisnis, fasilitas umum, residensial, konservasi, dan rerkreasi. Arsitektur kawasan sebagian besar memiliki gaya internasional atau modern yang menjadikan infrastruktur nya memiliki kualitas baik dan menjadi daya tarik bagi pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep imagability dan permeability dalam pengembangan kawasan pusat kota Kowloon dengan menggunakan teori kevin lynch. Imageability merupakan penggambaran kualitas fisik yang dimiliki suatu objek atau kawasan. Permeability merupakan kualitas aksesibilitas dan aktivitas pergerakan manusia pada suatu kawasan. Kawasan Kowloon memiliki imageability dan permeability yang baik yang menjadikan kawasan ini legibility.
LEGO CENTER DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KUBISME Jacob Adha Putra; Mira Dharma Susilawaty; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4575

Abstract

Banyaknya masyarakat yang berminat terhadap mainan LEGO membuat mainan LEGO menjadi terkenal. mulai banyaknya event-event yang diselenggarakan di mall atau convention center terhadap mainan LEGO, memunculkan ide untuk merancang LEGO Center. ide ini muncul karena tidak adanya tempat yang mengkhususkan untuk kegiatan menggunakan mainan LEGO tersebut. tujuan perancangan bangunan LEGO Center ini adalah sebagai tempat pameran, dan sebagai tempat rekreasi yang bersifat edukasi dengan menggunakan LEGO. Menggunakan tema arsitektur kubisme, yang dimana pemikirian ini timbul dari sudut pandang LEGO yang memiliki tiga dimensi panjang, lebar dan tinggi. Konsep pada rancangan LEGO Center di Kota Pekanbaru ini menggunakan konsep “Tumpukan LEGO Bricks” yang dihasilkan dari keterkaitan objek rancangan dan tema Arsitektur Kubisme terhadap objek rancangan yang memiliki penyederhanaan bentuk-bentuk kotak atau kubus sesuai dengan sifat Kubisme.
PENERAPAN FOLDING ARCHITECTURE PADA PERANCANGAN MONUMEN PDRI DI KOTO TINGGI uci Yusri Novita
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.3638

Abstract

Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) adalah salah satu peristiwa sejarah yang terjadi pada saat perang kemerdekaan. PDRI menjadi tonggak sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Keberadaan PDRI sebagai pemerintahan darurat di Sumatera Barat di bawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara menjadi lambang persatuan dan efektif dalam meningkatkan perlawanan Indonesia untuk  merebut kembali kekuasaan dan kemerdekaan. Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, pemerintah membangun tugu peringatan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto tinggi Sumatera Barat, namun saat ini kondisi monumen tersebut tidak terawat dan fasilitas yang tidak lengkap juga dicampur dengan kegiatan sosial. Solusi dari masalah ini adalah desain dari monumen PDRI di tempat baru dengan berbagai fasilitas dan menerapkan folding architecture  dalam metode pencarian bentuk dengan penerapan konsep intertwinning. Folding architecture adalah salah satu metode untuk menemukan bentuk yang berfokus pada proses menemukan bentuk sebelum proses desain lainnya yang memfokuskan pada bentuk eksplorasi komunikatif yang dapat mengkomunikasikan fungsi dari objek PDRI Monument  dan dapat dipahami secara visual dan intuitif.
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN UMUM DI SAWAHLUNTO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL rahmat wendri; Mira Dharma S; Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4877

Abstract

Sawahlunto merupakan salah satu kota di provinsi Sumatera Barat yang terkenal dengan bangunan- bangunan Belandanya dan juga salah satu aset di Indonesia yang telah di tetapkan menjadi kota pusaka dan  warisan dunia oleh Unesco pada  tahun 2019. Akan tetapi kota Sawahlunto tidak memiliki   perpustakaan umum  yang layak, dikarenakan perpustakaan umum sebelumnya tidak mepunyai fasilitas-fasilitas yang memadai dan tidak dapat menampung kegiatan-kegiatan masyarakat dalam mencari informasi. Tujuan dari perancangan perpustakaan umum ini agar mampu memberikan fasilitas  dan  pelayanan  kepada  masyarakat  dan  memudahkan masyarakat  dalam mencari informasi yang mereka inginkan, serta dengan penerapan arsitektur kontekstual dapat menjaga dan memperkuat karakter kota pusaka Sawahlunto dan juga bangunan-bangunan yang ada di lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan berupa pengamatan, wawancara dan data literatur. Pada perancangan ini menerapkan konsep Alam Takambang jadi Guru yang didapatkan dari keterkaitan fungsi serta tema pada rancangan yang diterapkan pada gubahasan massa dan fasad bangunan.
Coworking Space di Pekanbaru dengan Penerapan Superimpose Architecture Bernard Tschumi Jenita Septia Ningrum
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.3994

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan informasi dan internet, bekerja dapat dilakukan dimana saja selain di kantor tanpa perlu melakukan tatap muka secara langsung. Coworking Space di Indonesia saat ini mulai hadir dan berkembang, dikenal sebagai pilihan tempat bekerja bersama bagi para pekerja yang memulai usaha mandiri (start up). Bersamaan dengan banyak muncunlnya potensi-potensi di bidang industri kreatif yang perlu diolah dan dikembangkan, pertumbuhan dan perkembangan aktifitas start-up di Kota Pekanbaru sudah sangat baik. Untuk mewadahi aktifitas para start-up di Kota Pekanbaru diperlukan perumusan perancangan coworking space yang merupakan suatu konsep kantor bersama bagi para startup untuk memulai bisnisnya.Metode Superimpose Architecture merupakan tema yang digunakan dalam perancangan coworking space di Pekanbaru, yang mana dalam penerapannya menyatukan dan menunpuk sistem points, lines, dan surface yang masing-masing berdiri sendiri. Perancangan Arsitektur yang akan dirancang sepenuhnya merupakan konseptual, konseptual disini menjadikan arsitektur lebih terbuka dan bebas untuk di interpretasikan fungsinya oleh pengguna maupun pengunjung.Kata Kunci : Coworking Space, Superimpose Architecture AbstractAlong with the development of information and Internet, work can be done anywhere other than in the office without the need to do face-to-head directly. Coworking Space in Indonesia is now starting to be present and growing, known as a working choice together for workers who start their own business (start up). Along with many of the emergence of potential in the field of creative industries that need to be processed and developed, the growth and development of start-up activities in Pekanbaru city has been very good. To provide start-up activities in Pekanbaru City is required formulation of coworking space which is a concept of joint office for startup to start its business.The Superimpose Architecture method is a theme used in the planning of coworking space in Pekanbaru, in which the application brings together and shows the respective points, lines, and surface systems. The Architectural design that will be fully designed is conceptual, conceptual here makes the architecture more open and free to interpret the functions by both users and visitors.Keywords: Difficult Air IX Koto Above, General Hospital, Green Architecture

Page 5 of 30 | Total Record : 293