cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25990179     EISSN : 25990160     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Pengembangan Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Air Putih Bengkalis dengan Pendekatan Arsitektur Tepian Air (Waterfront Architecture) Amirul Muslimin Mukhtar
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.3983

Abstract

AbstrakDalam pengembangan sebuah kawasan segala aspek perencanaan dan proses analisis haruslah diperhatikan secara matang, apakah pengembangan itu bisa menjadi solusi terhadap permasaalahan yang ada atau bahkan dapat menjadi masalah baru pada kawasan tersebut. Dalam hal ini Pengembangan Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Air Putih Bengkalis merupakan salah satu upaya memberikan solusi terhadap permasaalahan yang ada yang selama ini menjadi kekurangan pelabuhan penyeberangan tersebut. Belum adanya terminal penumpang untuk menunggu kapal, kurang optimalnya fasilitas didalam pelabuhan, sirkulasi pelabuhan yang kurang tertata, belum maksimalnya pemanfaatan kawasan tepian air (Waterfront) sebagai potensi kawasan dan kurangnya ruang terbuka hijau didalam kawasan pelabuhan. Permasaalahan yang ada tersebut kemudian dilakukan pengembangan dengan melakukan penataan kawasan, menambahkan fungsi wisata dan sarana rekreasi serta menambahkan fasilitas penunjang. Pengembangan Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Air Putih Bengkalis menggunakan Arsitektur Tepian Air sebagai tema perancangan. Pengembangan kawasan tepian air pelabuhan dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi fisik dan visual pada area tepian air menjadi kawasan wisata dan rekreasi. Sehingga pelabuhan penyeberangan ini dapat menjadi icon atau landmark perkembangan dan kemajuan sektor pariwisata dan perekonomian di kabupaten Bengkalis.Kata Kunci: Pengembangan, Waterfront Architecture, Terminal Penumpang, Sarana Rekreasi, icon
ANALISIS KELAYAKAN FUNGSI WISATA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN BUMI PERKEMAHAN SIBOLANGIT yunita syafitri rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4975

Abstract

Kawasan Perkemahan Sibolangit merupakan suatu Kawasan Ruang Terbuka sebagai daerah resapan pada Kawasan Kecamatan Sibolangit. Pada saat ini, perkemahan Sibolangit selain dijadikan daerah bagi perkemahan juga dibuka untuk pengunjung dan wisatawan umum. Kawasan perkemahan Sibolangit mempunyai topografi yang berbukit-bukit, terdapat sungai dan pohon-pohon. Pada saat ini, sudah mulai bermunculan beberapa bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan lahan. Padahal sebuah Kawasan wisata diperlukan suatu strategi dalam pengembangannya.  Usaha pariwisata yang baik adalah usaha pariwisata yang memperhatikan kekhasan, keunikan, keanekaragaman serta kebutuhan manusia untuk berwisata.  Dari latar belakang yang ada, maka diperlukannya suatu analisis kelayakan sebagai suatu strategi dalam pengembangan Kawasan perkemahan Sibolangit sebagai suatu Kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode SWOT untuk mengetahui kendala, ancaman eksternal, prospek yang menghasilkan strategi untuk dijadikan konsep pengembangan yang baik. Luaran dari penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam strategi konsep pengembangan Kawasan Perkemahan Sibolangit dan juga diharapkan dapat berguna bagi penelitian lainnya.
STADION KLUB SEPAK BOLA TIGA NAGA DI KOTA PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Weldri Berto Ocmafiyon; Wahyut Hidayat; Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4956

Abstract

KS Tiga Naga merupakan salah satu klub sepak bola profesional yang berdiri pada tahun 2015 di Kota Pekanbaru. Pada tahun 2019 KS Tiga Naga menempati posisi runner-up Grup Barat Liga 3 dan berhak mendapatkan tiket promosi ke Liga 2 2020. Untuk berlaga di kompetisi profesional Liga 2 setiap klub sepak bola diharuskan memiliki stadion yang sesuai regulasi dari PT. Liga Indonesia Baru selaku penyelenggara. Home base  KS Tiga Naga yang saat ini hanya memiliki kapasitas penonton 1000 orang dengan fasilitas stadion yang belum memenuhi regulasi untuk melaksanakan kompetisi Liga 2. Oleh karena itu, diperlukan stadion sebagai home base KS Tiga Naga di Kota Pekanbaru untuk mewadahi klub daerah sendiri dan mengakomodasi supporter KS Tiga Naga untuk mendukung klub kesayangan mereka. Untuk mendukung stadion yang dirancang nantinya menggunakan pendekatan arsitektur futuristik. Arsitektur futuristik merupakan gaya arsitektur seolah-olah menggambarkan masa depan yang tentunya mengikuti perkembangan arsitektur teknologi tinggi dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Analisis Noema dan Noesis Pasar Kaget di Tiban Kampung Batam, Indonesia Stivani Ayuning Suwarlan; Carissa Dinar Aguspriyanti; Indah Yunita; Devin Tan; Billy Shevriyanto
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.5185

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu ruang publik yang menjadi identitas sebuah kota dimana memiliki beragam nilai sosial dan budaya sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan citra kota (image of the city). Salah satu bentuk pasar tradisional yang banyak dijumpai di Kota Batam, Indonesia adalah pasar kaget yang bersifat seketika dimana menjadi peluang usaha bagi para pedagang kecil dan memberikan kemudahan bagi warga sekitar untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari. Pada umumnya, pasar kaget muncul pada lahan yang memiliki karakter sebagai pusat keramaian di suatu permukiman dan ruas jalan yang dilalui banyak pengendara. Pasar Kaget Tiban Kampung, merupakan salah satu pasar kaget di Kota Batam yang memiliki lokasi cukup unik yakni di lahan parkir yang berada tepat di sebelah TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi dan memperkuat identitas Pasar Kaget Tiban Kampung melalui usulan konsep desain penataan ulang. Konsep tersebut disusun berdasarkan hasil analisis SWOT dan noema noesis pasar tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain observasi dan wawancara semi-terstruktur.Kata Kunci: Pasar Kaget, Noema, Noesis, Identitas AbstractThe traditional market is one of the public spaces that become identity of a city which has various social and cultural values so that its existence needs special attention to improve the image of the city. One form of traditional markets that are often found in Batam City, Indonesia is street market called Pasar Kaget which is a business opportunity for small traders and makes it easy for local residents to get their daily needs. In general, Pasar Kaget appears on land that has the character of being the center of a crowd in a settlement and roads. Tiban Kampung Market is one of the Pasar Kaget in Batam City which has a quite unique location in the parking lot right next to the Temporary Disposal Site. This qualitative descriptive study aims to maximize the potential and strengthen the identity of the Tiban Kampung street market by proposing the rearrangement design concept. The concept is compiled based on the results of SWOT and noema-noesis analysis of the street market. Data collection techniques include observation and semi-structured interviews.Keywords: Street Market, Noema, Noesis, Identity
PERANCANGAN MANGROVE REHABILITATION CENTER DI BENGKALIS DENGAN PENDEKATAN SIMBIOSIS KISHO KUROKAWA Ade Prayetno; Gun Faisal; Mira Dharma S
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4889

Abstract

ABSTRAK. Kabupaten Bengkalis  diperkirakan memiliki 40.916 Ha hutan magrove dan setiap tahun selalu mengalami penurunan dan kerusakan. Akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat khususnya didaerah pesisir dan eksploitasi hutan Mangrove secara berlebihan serta keadaan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang tersebar dipesisir pantai mengandalkan sumber daya alam kelautan dan pesisir pantai sebagai mata pencaharian masyarakat setempat. Masyarakat melakukan intrusi terhadap ekosistem hutan magrove dengan mengalih fungsikan lahan (magrove) menjadi tambak, pemukiman nelayan, industri dan penebangan untuk berbagai keperluan seperti bahan industri panglung kayu arang, dan sebagai cerocok bangunan. Akibatnya wilayah kabupaten Bengkalis mengalami kerusakan yang cukup parah tepatnya daerah yang berahadapan langsung dengan Selat Malaka yang memiliki gelombang laut yang cukup kuat. Untuk itu agar menyadarkan masyarakat akan pentingnya Mangrove diperlukan Pusat Rehabilitasi konservasi Mangrove yang mana Pusat Rehabilitasi ini berfungsi sebagai pusat pengembangan, penelitian, serta edukasi masyarakat didalamnya terdapat pusat riset, development, laboratorium indoor dan outdoor serta cultivation area. Mangrove  Rehabilitation Center ini menggunakan pendekatan simbiosis Kisho Kurokawa yang pada dasarnya memiliki prinsip simbiosis antara alam dan manusia yang dapat memperbaiki pola pikir dan interaksi dalam rancangan yang mengacu pada fungsi pengembangan, penelitian, edukasi, serta rekreasi.
The Architectural Characteristics Linkage of Rumah Gadang in the West Coast and South Solok with the Rumah Gadang in the Luhak Nan Tigo and its Rantau Muhammar Khamdevi
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.5324

Abstract

The Pesisir Barat, Solok, and Solok Selatan areas are the rantau (vassal) of the Pagaruyung Kingdom after the withdrawal of the Malayupura Kingdom and the Malacca Sultanate, namely the Inderapura Kingdom in the 15th century and the Sungai Pagu Kingdom in the 16th century. At a glance, the Rumah Gadang in the Pesisir Barat area are similar to the Rumah Gedang in Batanghari Hulu and the Rumah Godang in Batang Kuantan. Meanwhile, the Rumah Gadang in Solok and Solok Selatan seem to have all the Rumah Gadang collections in the Luhak Nan Tigo area (Tanah Datar, Agam, and Limapuluh Koto). Therefore, this study tries to explore the relationship between the characteristics of traditional houses in these areas. This research method is qualitative, by conducting literature reviews, field studies, and analyzing the architecture and comparing it with traditional houses in these areas to get a more comprehensive conclusion. The results of this study indicate that there is a general relationship between the characteristics of the Rumah Gadang in the West Coast, Solok, and South Solok with the Rumah Gadang in the Luhak Nan Tigo area.
Penerapan Arsitektur Regionalisme pada Perancangan Pusat Seni dan Budaya Melayu Indragiri di Kota Rengat Salsabila Rivani; Muhammad Rijal; Muhd Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4901

Abstract

Kota Rengat merupakan ibukota Kabupaten Indragiri Hulu. Kota ini terkenal akan sejarahnya sehingga dijuluki “Rengat Kota Bersejarah”. Salah satu alasan Kota Rengat dijuluki demikian adalah karena kota ini memiliki banyak sejarah terutama di bidang seni dan budaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya Kerajaan Melayu yang bernama Kerajaan Indragiri yang berada di tepi Sungai Indragiri. Akan tetapi, walaupun dijuluki sebagai kota bersejarah, pengembangan dalam bidang seni dan budaya di Kabupaten Indragiri Hulu belumlah terkoordinasi dengan baik. Untuk menampung segala bentuk seni dan budaya Melayu Indragiri, diperlukanlah wadah yang memadai.Perancangan Pusat Seni dan Budaya Melayu Indragiri ini berfungsi sebagai wadah untuk menampung segala seni dan budaya dari Melayu Indragiri itu sendiri, seperti seni tari, seni sastra, seni teater, dan sebagainya. Perancangan Pusat Seni dan Budaya Melayu Indragiri ini menerapkan prinsip-prinsip dari Arsitektur Regionalisme. Arsitektur Regionalisme merupakan gaya arsitektur yang mengambil karakteristik dari kebudayaan setempat. Arsitektur regionalisme sendiri merupakan penggabungan dari arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Sehingga dalam perancangan ini akan mengambil karakteristik dari kebudayaan Melayu Indragiri sebagai acuan desain sekaligus menerapkan prinsip-prinsip arsitektur modern. Penggunaan arsitektur regionalisme sebagai prinsip dasar perancangan, diharapkan dapat menjadikan pusat seni dan budaya Melayu Indragiri menjadi salah satu ikon wisata budaya di Kabupaten Indragiri Hulu.Kata Kunci: Pusat Seni dan Budaya, Melayu Indragiri, Arsitektur Regionalisme
Vegetarian Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Pekanbaru Mutiara Noviza; Mira Dharma; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.5170

Abstract

Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau yang mempunyai beragam aktivitas yang padat, perlu adanya asupan yang sehat dan seimbang. Tempat kuliner vegetarian di Pekanbaru masih jarang terlihat untuk saat ini. Vegetarian merupakan sebutan bagi orang yang mengkonsumsi makanan unsur nabati dan menghilangkan unsur hewani, pola makanan ini dianggap lebih menyehatkan. Maka diperlukannya wadah yang menghadirkan menu makanan sehat yang berbahan dasar tumbuhan untuk masyarakat di zaman modern ini. Vegetarian Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Pekanbaru merupakan wadah untuk memfasilitasi kuliner yang sehat dan bernutrisi dengan pola makanan yang seimbang. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan masyarakat agar lebih peduli dengan kesehatan tubuh, sehingga mempunyai pengaruh yang baik dalam gaya hidup sehari-hari. Arsitektur organik merupakan sebuah filosofi arsitektur yang menjunjung harmoni antara lingkungan hidup manusia dan dunia alam melalui pendekatan desain. Suasana alami dengan unsur alam dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi penggunannya.Konsep yang digunakan pada perancangan ini adalah “together with nature” yang terinspirasi dari bagaimana fungsi dapat selaras bersama alam, dengan memanfaatkan alam sebagai bagian penting dalam perancangan.
Pusat Pertunjukkan Kesenian Jawa di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Jawa Wahyu Suciono; Muhammad Rijal; Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4907

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan tekonologi dan kemajuan zaman menjadikan berbagai budaya dan kesenian bangsa asing masuk secara terus menerus menggerus budaya dan seni tradisional bangsa Indonesia. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat terhadap warisan budaya dan seni dari nenek moyangnya sendiri, terutama generasi muda yang lebih senang dengan budaya dan seni modern yang menjamur saat ini sehingga lupa dengan identitas mereka sebagai orang jawa. Budaya asing membuat masyarakat mudah menerima kebudayaan tersebut tanpa dicerna terlebih dahulu. Tanpa disadari, kebudayaan dan kesenian daerah kini sudah mulai terlupakan, ditinggalkan dan ditelan oleh kebudayaan asing. Oleh karena itu, keberadaan Pusat Pertunjukkan Kesenian Jawa berfungsi untuk memperkenalkan keaneragaman kesenian Jawa dengan memberikan pertunjukkan seni, pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Jawa kepada masyarakat Jawa Riau, juga sebagai sarana pelestarian kesenian daerah dan sarana rekreasi. Dalam perancangan Pusat Pertunjukkan Kesenian Jawa tidak hanya mengutamakan dalam hal penampilan sebuah arsitektur, kemegahan bangunannya saja, melainkan kandungan nilai-nilai dari arsitektur tersebut dalam menanggapi sebuah permasalahan dan memikirkan kesesuaian dengan lingkungan sekitar. Bangunan–bangunan tersebut mengikuti perkembangan arsitektur-arsitektur luar yang semakin canggih, namun melupakan arsitektur daerahnya. Melalui penerapan Tema Arsitektur Jawa diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Jawa yang sudah mulai punah.Kata Kunci: Pusat Pertunjukkan, Kesenian Jawa, Arsitektur Jawa
Perancangan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba dengan Penerapan Prinsip Healing Environment di Pekanbaru william hutagalung; Pedia Aldy; Muhdi Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4883

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan. Narkoba adalah zat/obat yang memberikan efek halusinasi serta menyebabkan kecanduan berat. Dampak buruk dari penyalahgunaanya dapat merusak kesehatan fisik maupun mental. Program rehabilitasi merupakan solusi terbaik untuk upaya penyembuhan bagi para pecandu narkoba, sehingga dibutuhkan sebuah wadah yang dapat menaungi semua kegiatannya. Kota Pekanbaru saat ini masih sangat kekurangan fasilitas rehabilitasi narkoba, baik dari jumlah maupun yang telah memenuhi standar kesehatan. Permasalahan ini diharapkan dapat diselesaikan dengan perancangan bangunan rehabilitasi narkoba di Pekanbaru dengan penerapan prinsip healing environment. Pengolahan elemen-elemen arsitektural pada rehabilitasi narkoba diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasien. Healing environment diterapkan pada perancangan karena terdapat prinsip penting terhadap proses kesembuhan pesien pecandu narkoba, yaitu prinsip psikologi, prinsip panca indra manusia dan prinsip lingkungan.

Page 7 of 30 | Total Record : 293