cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
Dampak Kebijakan Tarif Terhadap Perdagangan MInyak Sawit Dunia Yosephine Vincensia Sinaga; Bonar M Sinaga; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.18

Abstract

Perubahan kebijakan tarif dapat mempengaruhi kinerja ekspor dan impor minyak sawit di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan tarif terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia. Analisis menggunakan model ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan yang terdiri dari 17 persamaan struktural dan 8 persamaan identitas. Estimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data time series tahun 1991-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan negara India, Uni Eropa, dan China membatasi volume impor dengan menaikkan tarif impor, sedangkan Malaysia menurunkan tarif ekspor untuk  meningkatkan  volume ekspor dan Indonesia mengantisipasi dengan menurunkan tarif ekspor minyak sawit yang akan berdampak terhadap peningkatan devisa ekspor  dan penurunan penerimaan pemerintah dari tarif ekspor minyak sawit Indonesia
EFISIENSI TEKNIS, PERUBAHAN TEKNOLOGI, DAN PRODUKTIVITAS FAKTOR TOTAL PABRIK KELAPA SAWIT DI INDONESIA Jelita, Nur; Harianto, Harianto; Rifin, Amzul
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.19

Abstract

Meningkatnya permintaan CPO sebagai bahan baku telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir terbesar di dunia untuk memenuhi kebutuhan domestik dan asing, yang telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir. Efisiensi teknis menjadi salah satu tantangan utama bagi produsen untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan demikian produktivitas faktor total juga menjadi aspek penting untuk mengukur pertumbuhan output selama periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, perubahan teknologi, dan produktivitas faktor total pabrik kelapa sawit di Indonesia menggunakan data survei industri manufaktur 2011 hingga 2015 dari Badan Pusat Statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebaran pabrik kelapa sawit terbesar berlokasi di Sumatra, persentase efisiensinya lebih banyak berlokasi di Kalimantan. Sementara itu, sektor swasta asing menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada pabrik-pabrik milik swasta nasional dan milik negara. Perubahan teknologi menunjukkan peningkatan selama 2011-2015 meskipun tidak memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan TFP, perubahan ini menyebabkan pabrik kelapa sawit beralih menggunakan teknologi terbarukan. Sementara itu, pabrik kelapa sawit masih perlu meningkatkan pertumbuhan TFP yang masih negatif.
Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Nanas Madu di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang amelia putri meitasari; Suprapti Supardi; Umi Barokah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.023 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.20

Abstract

Nanas madu merupakan salah satu tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasa buah yang lebih manis dibandingan dengan nanas pada umumnya. Produksi nanas madu mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh berbagai macam faktor yang tentunya mempengaruhi pendapatan petani nanas madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya usahatani nanas madu, mengetahui besarnya pendapatan usahatani nanas madu, mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani nanas madu. Hasil analisis usahatani menunjukka bahwa besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang sebesar Rp19.823.157/Ha/MT dan besarnya rata-rata pendapatan yang diterima petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang sebesar Rp79.425.738,01/Ha/MT. Rata-rata masa tanam nanas madu 10 sampai 12 bulan dengan rata-rata luas lahan 0,94 Ha. Faktor-faktor sosial ekonomi luas lahan dan pengalaman usahatani berpengaruh  nyata terhadap pendapatan petani dalam usahatani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, sedangkan  biaya tenaga kerja, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, biaya pupuk secara individu tidak memberikan pengaruh terhadap pendapatan petani nanas madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Bunga Krisan (Chrysanthemum Morifolium R.) di Taman Bunga Celosia, Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Muhammad Arfani Fadlil; Wulan Sumekar; Dyah Mardiningsih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.4

Abstract

Penelitian strategi pengembangan agrowisata berbasis bunga krisan telah dilakukan pada bulan Desember 2018 - Januari 2019 di Taman Bunga Celosia, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan adanya bunga krisan yang potensial dikembangkan sebagai basis agrowisata. Penelitian bertujuan untuk menganalisis, mengetahui dan menentukan strategi pengembangan agrowisata dengan berbasis bunga krisan yang dilihat dari sisi internal dan eksternal. Strategi pengembangan dianalisis menggunakan analisis SWOT, dilanjutkan dengan menentukan alternatif strategi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Taman Bunga Celosia berada di posisi kolom I (pertumbuhan) untuk Matriks IE dan Kuadran I (agressive) untuk diagram SWOT. Hasil alternatif strategi yang didapatkan melalui beragam strategi pada matriks SWOT (strategi SO,ST, WO dan WT) menunjukkan bahwa pihak Taman Bunga Celosia dapat menggunakan strategi pengembangan yang bersifat proaktif. Strategi pengembangan yang dipilih yaitu penambahan luas area taman bunga celosia untuk mengadakan pengembangan dan menambah blok bunga krisan, menyelesaikan perihal berbagai perizinan usaha untuk memudahkan akses pengembangan lebih luas lagi, membangun green house yang canggih juga menarik untuk membuat budidaya bunga krisan lebih optimal  dan membentuk tatanan landasan organisasi (SOP, visi, misi, rencana pengembangan tertulis dan tetap) untuk menjaga kesinambungan usaha.
Analisis Transmisi Harga Cabai Merah Besar di Provinsi Jawa Barat Vera Erviana; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.8

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan sentra terbesar dalam produksi cabai merah besar di Indonesia. Cabai merah besar merupakan salah satu komoditas yang sering mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi harga membuka peluang bagi pedagang untuk memainkan harga di tingkat produsen dengan alasan terjadinya perubahan harga di tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi harga cabai merah besar di tingkat produsen sampai konsumen melalui tingkat pedagang grosir menggunakan pendekatan Asymmetric Error Correction Model (AECM), dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga di tingkat produsen menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa transmisi harga asimetri pada tingkat konsumen oleh pedagang grosir tidak terbukti pada jangka pendek, maupun jangka panjang. Hal ini menunjukan bahwa pasar cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat efisien dari segi efisiensi harga. Pada analisa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga produsen menunjukan bahwa pembentukan harga dipengaruhi oleh harga produsen periode sebelumnya dan jumlah pasokan cabai merah besar.
Respon Petani terhadap Penerapan Minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Sri Kuning Retno Dewandini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui penerapan minapadi yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, 2) Mengetahui tingkat respon petani terhadap penerapan minapadi Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap penerapan minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, 4) Mengetahui keberlanjutan penerapan minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) antara kualitatif dan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 petani yang tergabung dalam kelompok minamurakabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Penerapan minapadi yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahapan persiapan, pelatihan dan pelaksanaan; 2) Tingkat respon petani yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam penerapan budidaya minapadi berada dalam kategori baik , artinya bahwa petani memiliki tanggapan yang baik dan mau menerima inovasi minapadi untuk dikembangkan di wilayahnya; 3) Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap respon petani terhadap penerapan minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman adalah umur, motivasi, peran pendamping, dan strategi komunikasi; 4) Keberlanjutan penerapan minapadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman dapat dilihat dari: Segi ekologi, yaitu petani merasakan memperoleh manfaat secara ekologis dengan penerapan minapadi. Segi ekonomi, yaitu petani merasakan keuntungan secara ekonomi dengan penerapan minapadi. Segi sosial, yaitu petani merasakan lebih eratnya hubungan sosial atau interaksi antar warga dengan penerapan minapadi.
Pola Permintaan Pangan Hewani di Indonesia Ledi Ermansyah; Arief Daryanto; Yusman Syaukat
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.16

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan tingkat dan nilai konsumsi pangan hewani yang diproyeksikan akan terus meningkat. Namun, saat ini Indonesia memiliki beberapa permasalahan dalam konsumsi pangan hewani, seperti rendahnya rata-rata tingkat konsumsi dan pangsa pengeluaran, penurunan tingkat konsumsi dan pangsa pengeluaran, serta relatif tingginya harga beberapa komoditas pangan hewani. Selain itu, sering terjadi ketidakakuratan dalam proyeksi penawaran dan permintaan pangan hewani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis pola permintaan pangan hewani di Indonesia dan (2) memproyeksikan permintaan pangan hewani di Indonesia. Data yang digunakan bersumber dari Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2014 sampai 2018, dengan model permintaan yang digunakan adalah log-linear (double log) dan metode estimasi Seemingly Unrelated Regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pola permintaan pangan hewani di Indonesia baik ditinjau dari tingkat konsumsi, harga-harga, total pengeluaran, dan pangsa pengeluaran pangan hewani di Indonesia. Permintaan pangan hewani di Indonesia dipengaruhi oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), preferensi, dan tren waktu serta dipengaruhi dan responsif terhadap perubahan harga-harga pangan hewani dan pendapatan. Dalam enam tahun ke depan yaitu 2019 sampai 2024, diproyeksikan akan terjadi peningkatan permintaan pangan hewani di Indonesia yang diakibatkan pertumbuhan harga-harga pangan hewani, pendapatan, IPM, preferensi, dan tren waktu.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Cabai Rawit (Capsicum Frutescens) di Kabupaten Boyolali Sri Juningsih; Bambang Mulyatno Setiawan; Djoko Sumarjono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian cabai rawit di Kabupaten Boyolali secara serempak dan secara parsial. Penelitian ini dilakukan bulan September – Oktober 2018 di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan 110 responden dengan metode accidental sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup, sikap, kualitas, harga dan lokasi secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Gaya hidup secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.
Manajemen Risiko Produksi Sistem Hidroponik Studi Kasus Fruitable Farm Kabupaten Bogor Nikita Novalin Simaremare; Pandi Pardian; Lucyana Lucyana Trimo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.1

Abstract

Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan media bukan tanah dan sesuai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional di Indonesia sebagai solusi terhadap peningkatan konversi lahan. Fruitable Farm merupakan salah satu bisnis startup pertanian sistem hidroponik yang berkembang melalui Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016. Namun, Fruitable Farm menghadapi berbagai risiko dalam kegiatan produksinya yang mempengaruhi optimalisasi hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi setiap tahapan kegiatan produksi, mengidentifikasi risiko risiko pada setiap tahapan produksi, dan mengetahui langkah dan hasil dari manajemen risiko yang dilakukan pada kegiatan produksi sayuran hidroponik di Fruitable Farm. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Alat analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko ialah metode House of Risk (HOR) tahap 1 dan House of Risk (HOR) tahap 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 5 tahap kegiatan produksi sayuran hidroponik Fruitable Farm, diidentifikasi sebanyak 38 sumber risiko dan 39 kejadian risiko dari semua tahap kegiatan produksi, dihitung sebanyak 3 risiko prioritas yang harus ditanggulangi terlebih dahulu, dan dipilih 2 aksi mitigasi yang paling tepat untuk menanggulangi risiko risiko prioritas.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN DURIAN LOKAL DI KOTA SEMARANG Mulyasari, Vita Kusuma; Prasetyo, E.; Sumarjono, D.
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen buah durian lokal dan menganalisis preferensi konsumen buah durian lokal di kota Semarang. Penelitian dilakukan di kota Semarang pada tanggal 1 November 2018 ? 3 Januari 2019. Penelitian menggunakan metode survei dengan jumlah sampel ditentukan secara quota sebanyak 100 responden konsumen durian lokal di Semarang yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel accidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis chi square dan analisis konjoin. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan jumlah pengeluaran untuk pembelian durian dalam 1 tahun dan hubungan antara pekerjaan dengan jumlah pembelian durian dalam 1 tahun. Hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai durian lokal yang memiliki ciri berukuran besar, beraroma agak menyengat dan memiliki rasa manis. Atibut yang paling penting pada buah durian bagi konsumen dilihat dari nilai importance values adalah ukuran (41,063 %) dan rasa (40,169 %). Atribut yang tidak begitu penting yaitu aroma sebesar 18,768 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen buah durian lokal dan menganalisis preferensi konsumen buah durian lokal di kota Semarang. Penelitian dilakukan di kota Semarang pada tanggal 1 November 2018 ? 3 Januari 2019. Penelitian menggunakan metode survei dengan jumlah sampel ditentukan secara quota sebanyak 100 responden konsumen durian lokal di Semarang yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel accidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis chi square dan analisis konjoin. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan jumlah pengeluaran untuk pembelian durian dalam 1 tahun dan hubungan antara pekerjaan dengan jumlah pembeliandurian dalam 1 tahun. Hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai durian lokal yang memiliki ciri berukuran besar, beraroma agak menyengat dan memiliki rasa manis. Atibut yang paling penting pada buah durian bagi konsumen dilihat dari nilai importance values adalah ukuran (41,063 %) dan rasa (40,169 %). Atribut yang tidak begitu penting yaitu aroma sebesar 18,768 %. 

Page 2 of 2 | Total Record : 20