JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
23 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 3 (2020)"
:
23 Documents
clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KAKAO INDONESIA TAHUN 2007-2017
Putri, Regina Kartika;
Prihtanti, Tinjung Mary
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.061 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.08
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi volume ekspor kakao Indonesia pada tahun 2007-2017. Variabel yang terdapat dalam pernelitian ini ada dua yaitu variabel bebas yang terdiri dari jumlah produksi kakao, harga domestik kakao, harga internasional, nilai tukar rupiah, dan produk domestik bruto sedangkan variabel terikat adalah volume ekspor kakao. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder atau time serries yang di ambil dari beberapa sumber yaitu Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Direktorat jendral perkebunan dan International Cacao Organitation (ICCO). Jumlah data yang digunakan sebanyak 44 data yaitu berdasarkan waktu triwulan dalam kurun waktu 2007 hingga 2017. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier berganda. Hasil uji regresi linier berganda menyatakan bahwa harga domestik kakao berpengarruh nyata dan signifikan terhadap volume eskpor kakao Indonesia. Sedangkan jumlah produksi kakao, harga internasional, nilai tukar rupiah, dan produk domestik bruto tidak berpengaruh terhadap volume ekspor kakao Indonesia.Kata kunci: Kakao, Produksi, Ekspor, Indonesia
Distribusi Pendapatan Penduduk Miskin di Kabupaten Musi Rawas
Desfaryani, Rini;
Humaidi, Edy;
Fitri, Annisa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.18
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan penduduk miskin di Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis koefisien gini ratio dan kurva lorenz. Hasil dari penelitian ini yakni: ketimpangan pendapatan penduduk miskin berada pada kategori rendah dilihat dari nilai koefisien gini 0,24 atau merata dimana 24 persen dari total sampel atau sekitar 30 orang saja yang pendapatannya timpang selebihnya 76 persen atau sekitar 96 orang lainnya merata.
MODEL INDSUTRI EKONOMI DAN KELEMBAGAAN PADA USAHA AYAM LOKAL TERINTEGRASI DI PETERNAK
Rusdiana, Supardi;
Soeharsono, Soeharsono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.575 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.09
Penelitian dilakukan di Desa Parakansalak Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat tahun 2018. Sebelum penelitian dimulai koordinasi dengan peternak inti pengelola usaha untuk memproduksi bibit ayam lokal unggul. Kemudian dilanjutkan untuk pengembangan kelembagaan, sebagai penyedia bibit ayam lokal unggul untuk fasilitasi peternak inti sebagai mitra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model indsutri ekonomi dan kelembagaan pada usaha ayam lokal terintegrasi di peternak. Hasil penelitian pada bulan pertama produksi telur ayam KUB lebih rendah dibandingkan ayam SenSi sebesar 9,85% vs 13,12%. Pada bulan ke 2 sebesar 25,52% vs 27,98%, dan bulan ke 3 dan seterusnya produksi telur ayam KUB meningkat lebih tinggi dibanding ayam SenSi sebesar 34.65% vs 31.50%. Rata-rata produksi telur ayam KUB 4 bulan sebesar 32,84% lebih tinggi, dibanding ayam SenSi sebesar 27,27%. Poduksi ayam KUB secara kuadratik y= -0.1931x2+6.2801x-5.3958; R²=0.84401. Produksi ayam Sensi secara kuadratik Y= -0.1794x2+4.7075x+3.5922; R²=0.71539. Keuntungan peternak inti sebesar Rp.80.439.725 atau sebesaar Rp.6.703.310,-/bulan, tingkat keuntungan atas biaya produksi sebesar 26.74%/periode atau sebesar 2.23%/bulan dan tingkat efisiensi R/C 1.38. Dukungan kelembagaan pada modal industri peternakan ayam lokal unggul Balitbangtan melalui inti-plasma, untuk produksi telur tetas, DOC, pullet dan bibit. Usaha ayam lokal unggul Balitbangtan secara berkelanjutan dapat peningkatan kesehajteraan peternak.
Persepsi Petani terhadap Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian Hand Tractor di Kelompok Tani Serbaguna Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek
Oelfatun Sa'diyyah;
Dwi Dwi Purnomo;
Joko Gagung
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.04
Alat dan mesin pertanian memiliki peran yang penting dalam proses budidaya tanaman yang membantu petani mulai dari proses pengolahan lahan hingga pengolahan hasil pertanian dan membantu mengatasi jumlah tenaga kerja pertanian yang berkurang. Dalam memahami sebuah inovasi baru petani biasanya akan mengalami proses persepsi sebelum mengadopsi inovasi baru tersebut. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap penggunaan hand tractor dalam proses pengolahan lahan sawah. Data yang diambil dari data primer yang meliputi karakteristik petani dan persepsi petani terhadap penggunaan hand tractor dalam proses pengolahan lahan sawah. Persepsi petani terhadap penggunaan hand tractor dalam proses pengolahan lahan sawah diukur menggunakan skala liker dengan skor 1 (sangat tidak setuju) sampai skor 5 (sangat setuju). Dan dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif yang menunjukkan persepsi petani terhadap penggunaan hand tractor baik. Efektivitas penggunaan hand tractor di kelompoktani Serbaguna menunjukkan bahwa penggunaan hand tractor pada luas lahan 0,25 ha memerlukan waktu pengolahan 2 jam dengan biaya Rp. 175.000. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah kelompoktani Serbaguna di Desa Prigi kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Penyuluhan yang disampaikan adalah mengenai perbandingan biaya penggunaan pengolahan lahan menggunakan hand tractor, cangkul, dan hewan ternak, media yang digunakan adalah slide power point dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil evaluasi yang terhadap penyuluhan yang dilaksanakan menunjukkan tingkat pengetahuan petani setelah dilakukannya penyuluhan sebesar 98%.
ADOPSI INOVASI PADI ORGANIK BERBASIS KEMITRAAN DI DESA BANYUPUTIH KIDUL KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG
Nugroho, Oppie Eka Dian;
Budianto, Budianto;
Gunawan, Gunawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.41 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.14
Karakteristik petani menjadi faktor keberhasilan proses adopsi inovasi padi organik berbasis kemitran pada kelompoktani di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto. Namun tidak semua petani memiliki karakteristik yang sama sehingga perlunya pembinaan dan pendampingan kelompoktani dalam meningkatkan adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui tingkat adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan, (2) mengetahui hubungan karakteristik petani dalam adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 99 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan lebih dominan pada tingkat adopsi inovsi tahapan penerapan yaitu sebanyak 47 responden dari total 99 responden. (2) Faktor yang berhubungan dengan adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan adalah faktor eksternal dari karakteristik petani yaitu penyuluhan pertanian (intensitas penyuluhan, komunikasi penyuluhan dan studi lapang). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan semakin tinggi intensitas kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan maka tingkat adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan akan semakin meningkat secara signifikan.
Hubungan Tingkat Motivasi dengan Pendapatan Usahatani Petani Sawi (Brassica Juncea) Menggunakan Benih Nonsertifikat di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember
Ahmad Syarifudin Afif;
Ati Kusmiati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.383 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.21
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis tingkat motivasi petani berusahatani sawi di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember (2) menganalisis pendapatan petani sawi di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember (3) menganalisis hubungan antara motivasi petani dengan pendapatan usahatani sawi di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis data yaitu menggunakan tabulasi skor, analisis pendapatan, dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata skor tingkat motivasi petani dalam melakukan usahtani sawi menggunakan benih nonsertifikat adalah sebesar 52,59. Skor ini tergolong dalam kategori tinggi. Jumlah petani yang memiliki skor tinggi tersebut adalah sebesar 67,27%. Rata-rata skor dari indikator Expectancy ialah sebesar 23,05 yang tergolong dalam kategori tinggi, rata-rata indikator Valence sebesar 16,65 tergolong dalam kategori tinggi, dan yang terakhir yaitu rata-rata skor indikator Instrumentality sebesar 12,89 tergolong dalam kategori tinggi. (2) Pendapatan finansial usahatani sawi petani di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember adalah menguntungkan, dengan rata-rata Rp 7676,41/m2. (3) Terdapat hubungan positif yang erat antara tingkat motivasi dan pendapatan petani. Hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,659.
Analisis Persediaan Optimal Usaha Penggilingan Beras di Kabupaten Konawe
Thalib, Suharjo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.391 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.19
Kabupaten Konawe merupakan pusat produksi padi maka usaha-usaha yang bergerak pada penggilingan padi berkembang cukup banyak. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah usaha penggilingan padi yang kapasitasnya cukup besar di Kabupaten Konawe mencapai 209 unit. Meningkatnya jumlah usaha penggilingan di Kabupaten Konawe karena didukung luas lahan tanaman padi sawah 57.519 Ha dengan produksi 53.976 ton (Distan Kabupaten Konawe, 2018).  Selain potensi tersebut juga didukung oleh produksi padi dari kabupaten lain yaitu Kabupaten Kolaka Timur. Kabupaten Kolaka. Dan Kabupaten Konsel. Keadaan ini berpeluang terjadinya kompetisi dalam memperoleh gabah sebagai bahan baku cukup ketat sehingga diperlukan suatu analisis yang mendalam dalam menentukan persediaan optimal dari perusahaan penggilingan gabah tersebut. Tujuan riset adalah untuk mengkaji proses pengadaan bahan baku gabah dan menganalisis seberapa besar persediaan optimal agar perusahaan penggilingan gabah memperoleh profit yang maksimal. Variabel riset meliputi  data kapasitas mesin, jumlah rata-rata gabah yang digiling perhari, pemakaian bahan bakar, dan biaya lainnya. Data dinalisis dengan economy order quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukkan proses pengadaan bahan baku dilakukan pada 29 kecamatan tersebar pada 4 kabupaten dalam wilayah Proponsi Sulawesi Tenggara sebanyak 11.948 ton. Persediaan optimal agar perusahaan memperoleh keuntungan maksimal adalah 8.398 ton per tahun, sedangkan persediaan aktual sebesar 7.170 ton pertahun.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Pemuda Karang Taruna Berbasis Agrowisata di Desa Tawangargo
Pratiwi, Ratih Nur;
Gunawan, Gunawan;
Fangohoi, Latarus
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.10
Agrowisata menjadi salah satu sektor yang dapat menopang perekonomi masyarakat petani. Ekonomi kreatif sekor pariwisata merupakan dua hal yang saling berhubungan dan dapat saling bersinergi jika dikelola dengan baik. Di Desa Tawangargo merupakan salah satu Desa yang dijadikan sebagai contoh bagi desa lain yang berada di Kecamatan Karangploso. Kegiatan ekonomi kreatif berbasis agrowisata di Desa tersebut belum optimal, dimana berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan solusi untuk dapat mengembangkan ekonomi kreatif berbasis agrowisata. Dalam hal ini pemerintah Desa Tawangargo berusaha untuk menumbuhkan jiwa – jiwa pemuda untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam sektor agrowisata. Lokasi penelitian ini dilakukan di Karang Taruna “Arta†Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu seluruh populasi karang taruna di Desa Tawangargo atau sejumlah 30 orang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengisian kuesioner / angket. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara karakteristik pemuda karang taruna dengan ekonomi kreatif yang paling berhubungan dan memiliki hasil signifikansi uji rank separmen tinggi adalah dukungan penyuluhan yaitu sebesar 0,783**. Dukungan penyuluhan untuk pemuda karang taruna ini penting guna mendukung dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis agrowisata. Karena secara tidak langsung adanya dukungan penyuluhan dalam bentuk penyediaan informasi merupakan dukungan agar pemuda karang taruna ikut serta dalam ekonomi kreatif berbasis agrowisata.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TAHU SOLO DI DESA PUNGE BLANG CUT KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH
Purba, Muhammad Hasbi Wardhana;
Hakim, Lukman;
Wardhana, Muhammad Yuzan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.851 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.01
Tahu merupakan makanan yang memiliki mutu protein yang setara dengan daging hewan. Tahu mengandung 65% protein yang dapat dimanfaatkan tubuh. Tidak hanya karena kandungan gizi yang dimiliki tahu, tetapi tahu memiliki harga yang relatif lebih murah sehingga semua kalangan masyarakat dapat membeli tahu. Selain itu peran industri kecil tahu di Kota Banda Aceh cukup besar terhadap penyediaan kesempatan kerja sangat membuktikan bahwa industri kecil tahu merupakan sektor usaha yang harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal dan internal yang berpengaruh serta menentukan strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan Industri Kecil Tahu Solo.Penelitian ini dilakukan di Industri Kecil Tahu Solo. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan memberikan kuesioner kemudian dianalisis dengan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Berdasarkan hasil penelitian, faktor kekuatan terbesar adalah kualitas tahu yang baik sedangkan faktor kelemahan terbesar adalah kurangnya promosi. Faktor peluang terbesar adalah kualitas bahan baku sedangkan faktor ancaman terbesar adalah persaingan usaha sejenis. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa berada pada kuadran I (strategi agresif). Strategi yang dapat diterapkan adalah mempertahankan kualitas tahu yang baik agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, menggunakan kedelai impor agar mendapatkan bahan baku yang berkualitas, mengoptimalkan keterampilan dan kedisplinan pekerja terhadap industri, mempertahankan harga produk, memperkuat permodalan dengan mitra keuangan UMKM, membuat manajemen pembukuan dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan dalam perhitungan keuangan dan meningkatkan kegiatan promosi dengan menggunakan berbagai macam media agar dapat bersaing dengan industri lain.Tahu merupakan makanan yang memiliki mutu protein yang setara dengan daging hewan. Tahu mengandung 65% protein yang dapat dimanfaatkan tubuh. Tidak hanya karena kandungan gizi yang dimiliki tahu, tetapi tahu memiliki harga yang relatif lebih murah sehingga semua kalangan masyarakat dapat membeli tahu. Selain itu peran industri kecil tahu di Kota Banda Aceh cukup besar terhadap penyediaan kesempatan kerja sangat membuktikan bahwa industri kecil tahu merupakan sektor usaha yang harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal dan internal yang berpengaruh serta menentukan strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan Industri Kecil Tahu Solo.Penelitian ini dilakukan di Industri Kecil Tahu Solo. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan memberikan kuesioner kemudian dianalisis dengan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Berdasarkan hasil penelitian, faktor kekuatan terbesar adalah kualitas tahu yang baik sedangkan faktor kelemahan terbesar adalah kurangnya promosi. Faktor peluang terbesar adalah kualitas bahan baku sedangkan faktor ancaman terbesar adalah persaingan usaha sejenis. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa berada pada kuadran I (strategi agresif). Strategi yang dapat diterapkan adalah mempertahankan kualitas tahu yang baik agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, menggunakan kedelai impor agar mendapatkan bahan baku yang berkualitas, mengoptimalkan keterampilan dan kedisplinan pekerja terhadap industri, mempertahankan harga produk, memperkuat permodalan dengan mitra keuangan UMKM, membuat manajemen pembukuan dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan dalam perhitungan keuangan dan meningkatkan kegiatan promosi dengan menggunakan berbagai macam media agar dapat bersaing dengan industri lain.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Penggarap Kubis dalam Melakukan Bagi Hasil di Kecamatan Naman Teran
Edwina Sari Br Ginting;
Harianto Harianto;
Wiwiek Rindayati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.133 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.15
Sistem bagi hasil merupakan bentuk usaha yang paling sederhana dan merupakan hasil warisan dari sistem foedaal. Sistem bagi hasil ini telah menjadi budaya yang sangat sulit untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat pedesaan (Scheltema 1985). Bagi hasil pada usahatani kubis di Kabupaten Karo tidak terlepas dari adanya simbiosis mutualisme antara pemilik lahan dan petani penggarap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sistem bagi hasil yang digunakan oleh petani. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani penggarap kubis dengan menggunakan analsis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bagi hasil yang diterapkan petani penggarap kubis di Kecamatan Naman Teran yaitu sistem bagi hasil pola bagu dua. Keputusan petani penggarap dalam melakukan bagi hasil secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah tanggungan petani, luas lahan dan pendapatan usahatani kubis.