cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021)" : 26 Documents clear
Kerentanan Petani Lahan Sempit Pasca Perubahan Agroforestry (Studi Kasus pada Perubahan Usaha Tani Tebu Menjadi Usaha Tani Sengon) Ambayu Sofya Yuana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.02

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perubahan usaha tani tebu menjadi sengon yang berdampak pada kerentanan petani lahan sempit. Dampak dirasakan petani lahan sempit akibat dari perbedaan musim panen jangka pendek menjadi panjang. Tujuan penelitian ini menganalisis perubahan aktivitas bertani pasca perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Selain itu, penulis ingin mengetahui strategi bertahan hidup petani lahan sempit setelah terjadi perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Penelitian ini menggunakanteori bertahan hidup James Scott sebagai pisau analisis mengenai proses bertahan hidup selama menunggu panen sengon yang lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukan perubahan usaha tani tebu menjadi usaha tani sengon berawal dari harga fluktuasi tebu yang membuat petani melirik sengon sebagai usaha tani yang mengguntungkan dibandingkan dengan usaha tani tebu. Perubahan ini berdampak pada petani lahan sempit akibat lahan yang mereka miliki sedit dan mereka harus bisa bertahan hidup dikarenakan perbedaan masa panen sengon lebih panjang dibandingan tebu yang panen setiap tahunya. Petani lahan sempit melakukan tindakan bertahan hidup dengan cara bekerja non pertanian seperti buruh ke kota dan berdangang. Namun jika petani bertahan disektor pertanian maka mereka bisa menjadi buruh tani dan melakukan kegiatan tumpangsari di lahan sempit mereka.
Posisi Pasar Lada Indonesia di Pasar Global Naufal Nur Mahdi; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.26

Abstract

Penurunan ekspor lada Indonesia sebagai akibat adanya permasalahan dari sisi produksi telah menyebabkan berkurangnya pangsa pasarlada Indonesia di pasar dunia dibandingkan negara eksportir utama lada seperti Vietnam, India, China dan Brazil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi permintaan impor lada Indonesia di pasar lada dunia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk time seriesbulanan pada periode 2009-2018 yang bersumber dari UN Comtrade dan ITC. Komoditas lada yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lada dengan kode HS 0904 dalam perdagangan internasional. Data dianalisis dengan model AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan impor lada putih dunia yang bersumber dari Indonesia memiliki elastisitas harga sendiri yang bersifat elastis atau sensitif terhadap perubahan harga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa permintaan impor lada Indonesia memiliki elastistas peengeluaran yang positif menandakan bahwa lada Indonesia termasuk barang normal dan elastisitas silang yang negatif yang berarti bahwa komoditas lada Indonesia merupakan merupakan komoditas komplemen bagi negara eksportir utama lada lainnya yaitu India, China, Brazil dan Vietnam di pasar lada dunia.  
Analisis Usahatani Salak di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember Dita Kumala Sari; Rahayu Agus Sintia; Amanda Rifky Hendarsyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.16

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya buah-buahan yang melimpah, salah satunya buah salak yang berada di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aspek pasar, teknologi dan teknis, dan manajemen, serta mempelajari kelayakan usahatani salak dilihat dari aspek finansial usahatani salak. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, analisis NPV, Net B / C, Gross B / C. IRR, PR, dan PP. Perhitungan kelayakan usahatani diperoleh nilai NPV sebesar 29.052.788 (NPV> 0), nilai Net B / C sebesar 1,86 (Net B / C> 1), nilai Gross B / C sebesar 1,59 (Gross B / C> 1 ), nilai IRR sebesar 43,07% (IRR> faktor diskon), nilai PR sebesar 2,28 (PR> 1), dan nilai PP sebesar 94,555.633. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pasar, teknologi dan teknis, manajemen usahatani salak cukup mendukung kegiatan usahatani. Usahatani salak di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember juga telah layak dari aspek finansial.Kata Kunci: Analisis Kelayakan, Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Manajemen, Usahatani Salak.
Kinerja Pengurus Gapoktan Sida Makmur dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pengurus Gapoktan di Desa Babadan Banjarnegara Afif Hendri Putranto; Dyah Ethika Nuhdijati; Teguh Djuharyanto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan kinerja pengurus gapoktan “Sida Makmur” (2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi kinerja pengurus gapoktan “Sida Makmur”. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan responden secara purposive dengan kriteria responden adalah pengurus gapoktan. Metode pengambilan responden menggunakan sensus sebanyak 14 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan  regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kinerja pengurus gapoktan Sida Makmur dikategorikan baik dilihat dari aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek teknis, (2) Tingkat pendidikan formal, pendidikan non formal, masa kerja dan usia secara simultan mempengaruhi kinerja pengurus gapoktan dengan nilai Fhitung 29 > 4,88 Ftabel. Secara parsial faktor yang mempengaruhi kinerja pengurus gapoktan adalah tingkat pendidikan formal dengan nilai thitung 3,3 (positif) > 2,179 ttabel, pendidikan non formal dengan nilai thitung  3,8 (positif) > 2,179 ttabel dan masa kerja dengan nilai thitung 2,3 (positif) > 2,179 ttabel. Kinerja pengurus gapoktan “Sida Makmur” secara umum dikategorikan baik. Gapoktan melalui kinerja pengurus telah memberikan manfaat pada aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek teknis terhadap kegiatan usahatani kopi di Desa Babadan Banjarnegara. Tingkat pendidikan formal, pendidikan non formal dan masa kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengurus gapoktan “Sida Makmur”. Sumber daya manusia pengurus dapat ditingkatkan dengan memberikan perhatian terutama dalam hal latar belakang pendidikan formal, pendidikan non formal dan masa kerja.
Penawaran Cabai Rawit di Kabupaten Kubu Raya Herfianus Theo; Novira Kusrini; Shenny Oktoriana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.21

Abstract

Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah penghasil komoditas pertanian terpadu salah satunya cabai rawit, akan tetapi harga cabai rawit yang berfluktuasi tidak terlepas dari ketersediaan cabai rawit, yang dimana petani menjadi penentu ketersediaan cabai rawit tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran cabai rawit di tingkat petani dan mengetahui elastisitas penawaran cabai rawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data primer, penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap penawaran cabai rawit yaitu harga cabai rawit yang diterima petani, biaya input usahatani dan teknologi usahatani sedangkan faktor yang tidak berpengaruh terhadap penawaran cabai rawit adalah, harga cabai besar, harga bawang merah dan kebijakan pemerintah. Elastisitas penawaran terhadap harga cabai rawit bersifat inelastis positif.
Analisis Kelayakan Pada Agroindustri Kopi Bubuk Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten jember Wayan Sangagung Guntur Artsamaindra Oka; Bella Lilis Apriyani; K Ajeng Candra K.D
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.12

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu perspektif dimana komoditas kopi merupakan salah satu komoditas yang sangat mengutungkan dan memiliki manfaat yang strategis baik dalam sisi ekonomi maupun pangan di Negara Indonesia. Perkembangan usaha di bidang olahan komoditas kopi sangat menguntungkan karena memiliki prospek dan peluang yang baik di pasar dimana hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh petani kopi di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk menganalisis kelayakan usaha agroindusti dari pengolah kopi bubuk di Desa Nogosari dengan melihat aspek pemasaran, teknologi metode produksi, serta manajemen dan impact dari kegiatan agroindustri tersebut dalam aspek finansial mereka. Penelitian tersebut menggunakan metode purposive sampling untuk pemilihan lokasi dan narasumber dan data akan dianalisis menggunakan metode analisis kelayakan bisnis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam aspek pemasaran agroindustri kopi bubuk pengolah di Desa Nogosari menggunakan dua saluran pemasaran yaitu produsen ke konsumen dan produsen ke pengecer ke konsumen yang ditunjang oleh penggunaan metode STP serta penggunaan tekonologi yang modern, dan dari analisis kelayakan bisnis didapat hasil yaitu NPV 278.603.269,8; Net B/C 2,44 ; Gross B/C 1,32; IRR 59,61; PR 2,44; PP 2 Tahun 5 Bulan 26 Hari yang menunjukan usaha tersebut layak untuk dijalankan. Hasil menunjukan bahwa baik dalam aspek pemasaran, teknologi, teknis dan juga kelayakan finansial agroindustri kopi bubuk di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember layak untuk dijalankan.
Strategi Pengembangan Komoditas Lokal untuk Penerapan One Village One Product (OVOP) di Kabupaten Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Yadi Hartono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.03

Abstract

Pengembangan wilayah dengan pendekatan OVOP dapat memotivasi pembangunan pedesaan melalui gerakan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi keunggulan lokal sebagai penggerak utama, dalam pengembangan ekonomi lokal dengan tujuan mengurangi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan performa desa yang diusulkan sebagai penerapan OVOP di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan di Desa Labangka, Desa Batu Dulang, Desa Pelat, Desa Jotang, Desa Labuhan Jambu, Desa Luar, Desa Juru Mapin, Desa Moyo dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi (field Obsevation), survei (Field Survey), wawancara (Interview Method), dan kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis SWOT. Hasil penelitian desa yang layak sebagai target untuk penerapan OVOP di Kabupaten Sumbawa adalah  Serading (Padi), Labangka (Jagung), Kukin (Sapi), Labuhan Sengoro (Rumput laut), Tepal (Kopi). Strategi pengembangan yaitu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan daya saing produk hasil seleksi menggunakan kearifan lokal dan keterampilan secara terarah dan terintegrasi untuk pasar domestik dan global dengan promosi, adanya komitmen pemerintah lokal untuk pembinaan, dan penguatan kelembagaan.
Strategi Peningkatan Hasil Penjualan Bubuk Kopi Robusta Original pada Rumah Kopi Lerek Gombengsari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi Mohamad Ilham Hilal; Driyanto Wahyu Wicaksono; Halil Halil
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.25

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi hasil penjualan Bubuk Kopi Robusta Original Rumah Kopi Lerek Gombengsari Kabupaten Banyuwangi. Mengetahui strategi prioritas dalam meningkatkan hasil penjualan Bubuk Kopi Robusta Original Rumah Kopi Lerek Gombengsari Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner serta dokumentasi. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Kopi Lerek Gombengsari Kabupaten Banyuwangi. Pemilihan narasumber menggunakan teknik purposive sampling meliputi, Akademisi dari institusi dengan program studi pertanian terdekat, Ketua Asosiani Petani Gombengsari dan Pemilik usaha sebagai Informan Kunci. Teknik analisis data berfokus pada analisis Matriks IFAS dan EFAS, kemudian dilanjutkan dengan Matriks IE, Matriks SWOT dan Matriks QSPM. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penjualan Bubuk Kopi Robusta Rumah Kopi Lerek Gombengsari berdasarkan faktor internal adalah kondisi geografis yang mendukung, persediaan bahan baku kopi robusta yang melimpah, menjadi objek kunjungan wisata, telah terjalinnya kerjasama dengan petani kopi robusta, dukungan pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan adanya peran dari pihak akademisi. Faktor eksternal adalah diversifikasi produk dalam menghadapi pesaing, tren sistem pengolahan basah dan jaringan atau relasi pasar. 2. Berdasarkan hasil analisis pada Matriks QSPM bahwa prioritas strategi dalam meningkatkan hasil penjualan Rumah Kopi Lerek Gombengsari adalah memanfaatkan objek kunjungan wisata untuk menambah jaringan atau relasi pasar.
Persepsi Masyarakat Magersaren terhadap Kelestarian Hutan di UB Forest Mas Ayu Ambayoen; Alia Fibrianingtyas; Sugeng Riyanto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.17

Abstract

Hutan yang lestari adalah sebuah hutan yang mampu menjalankan fungsi-fungsinya, baik sebagai fungsi konservasi, fungsi lindung dan fungsi produksi. Persepsi yang belum setara antara masyarakat sekitar UB Forest dengan tujuan dan fungsi utama hutan akan menghambat terciptanya sinergi dalam pengelolaan kelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pengelolaan Hutan Penelitian dan Pendidikan di UB Forest; (2) Mengidentifikasi persepsi masyarakat sekitar hutan terhadap fungsi dan manfaat hutan di UB Forest; serta (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada key informan dan informan pada masyarakat Magersaren Sumbersari dan Sumberwangi Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Pengelolaan Hutan Penelitian dan Pendidikan di UB Forest diarahkan menjadi hutan lindung dan produksi. Pengelolaan ini didasari sebuah Master Plan UB Forest yang mencakup aspek bio-fisik, sosial-ekonomi-budaya (sosekbud), aspek pendidikan, dan aspek lingkungan. Persepsi masyarakat sekitar hutan terhadap fungsi hutan dan manfaatnya dapat diidentifikasi berdasarkan: persepsi terkait fungsi UB Forest; persepsi terkait komoditas tanaman; serta persepsi terkait sumber air
Efisiensi Usahatani Tebu Rakyat Lahan Sawah Kategori Tanaman PC (Plant Cane) (Studi Kasus: Wilayah Kerja PG Gempolkrep, PTPN X) Danang Permadhi; Trikuntari Dianpratiwi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.08

Abstract

PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) merupakan perusahaan yang bisnis utamanya adalah gula. Perusahaan ini memiliki 9 (sembilan) unit usaha pabrik gula (PG) yang berproduksi di Jawa Timur dengan total kapasitas giling ±40.000 TCD (Ton Cane per Day). Pada tahun 2019, PTPN X menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) tumbuh 4,8 persen menjadi 352.184 ton dibandingkan tahun giling 2018 (335.205 ton). Petani tebu sebagai mitra PG masih dapat meningkatkan produktivitas tanaman tebunya dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang efisien, sehingga pendapatan meningkat. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi tebu; (2) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani tebu; (3) Menganalisis faktor yang memengaruhi inefisiensi produksi tebu (teknis dan alokatif); dan (4) Menganalisis pendapatan usahatani tebu. Metode Analisis yang digunakan yaitu analisis fungsi produksi Cobb Douglas, Data Envelopment Analysis (DEA), analisis regresi linier berganda dan analisis usahatani tebu. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi produksi tebu adalah luas lahan, penggunaan benih dan pupuk dengan niai R2 sebesar 0,63. Ruang lingkup uji tingkat efisiensi adalah pada faktor-faktor yang memengaruhi produksi tebu tersebut. Rata-rata tingkat efisiensi teknis sebesar 0,922 yang bermakna dalam petani melaksanakan usahatani tebu tingkat efisiensi teknis dicapai sebesar 92,2 persen. Sementara itu, rata-rata tingkat efisiensi alokatif sebesar 0,583, berarti petani tebu tidak menggunakan input produksi dengan biaya yang minimal dan secara umum biaya produksi dapat diturunkan sebesar 41,67 persen untuk mencapai output (produksi) yang sama. Faktor penduga yang berpengaruh negatif terhadap inefisiensi teknis adalah pengalaman berusahatani. Faktor yang berpengaruh positif terhadap inefisiensi alokatif adalah faktor usia, status usahatani tebu dan penyuluhan PG, sedangkan faktor yang berpengaruh negatif adalah kemudahan akses kredit. Usahatani tebu rakyat di wilayah kerja PG Gempolkrep dapat mencapai pendapatan sebesar Rp.7.200.829,- per hektar dalam satu musim tanam dan dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan efisiensi usahataninya secara teknis maupun alokatif.

Page 1 of 3 | Total Record : 26