cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 30 Documents clear
Analisis Margin Pemasaran Ikan Layang di Kabupaten Pati Ita Susilowati; Istiqomah Istiqomah; Sukiman Sukiman; Sodik Dwi Purnomo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya marjin pemasaran ikan layang di tiap-tiap saluran pemasaran dan besarnya efisien pemasaran ikan layang di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis yaitu analisis marjin pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan dan pedagang ikan. Metode penentuan responden menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 orang respoden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran dengan 2 jenis produk ikan layang yang dipasarkan yaitu ikan layang beku dan ikan layang pindang. Saluran pemasaran terpendek dengan marjin pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran 1 yang terdiri dari nelayan, TPI, pedagang besar, dan konsumen luar kota. Saluran pemasaran terpanjang dengan marjin pemasaran terbesar terdapat pada saluran 4 yang terdiri dari nelayan, TPI, industri pengolah, pedagang besar, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. Saluran pemasaran ikan layang untuk produk ikan layang beku, disimpulkan bahwa saluran 1 lebih efisien dibandingkan saluran 2. Sedangkan pemasaran untuk produk ikan pindang layang, saluran pemasaran 3 lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran 4. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pengolahan lebih lanjut terhadap ikan layang untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual ikan layang di luar kota. Kata kunci: Ikan Layang, Margin Pemasaran, Efisiensi Pemasaran  ABSTRACT This study aims to analyze the marketing margin of flying fish in each marketing channel and the efficiency of flying fish marketing in Pati Regency. This study uses two analytical methods, namely marketing margin analysis and marketing efficiency analysis. The population in this study is fishermen and fish seller. The method of determining respondents using the snowball sampling method with the number of respondents as many as 20 respondents. The results showed that there were 4 marketing channels with 2 types of flying fish products being marketed, namely frozen flying fish and pindang flying fish. The short marketing channel with the lowest marketing margin is in marketing channel 1 which consists of fishermen, fish auction, wholesalers, and out-of-town consumers. The longest marketing channel with the largest marketing margin is channel 4 which consists of fishermen, fish auction, processing industry, wholesalers, collectors, retailers and consumers. The marketing channel for flying fish for frozen fly fish products, it is concluded that channel 1 is more efficient than channel 2. Meanwhile, marketing for pindang flying fish products, marketing channel 3 is more efficient than marketing channel 4. This finding implies the need for further processing of flying fish to improve the quality and selling value of flying fish outside the city. Keywords: Flying Fish, Marketing Margin, Marketing Efficiency
Pengaruh Asimetris Nilai Tukar Rupiah terhadap Nilai Ekspor Sektor Pertanian Indonesia Tamalia Nur Fadillah; Dedi Budiman Hakim; Wiwiek Rindayati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.14

Abstract

Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang bebas, kelemahan sistem ini yaitu mudahnya nilai tukar mengalami apresiasi dan depresiasi. Nilai tukar memiliki pengaruh terhadap perekonomian, terutama pada pertumbuhan ekspor. Sektor yang mengalami defisit atau melemah akibat pergerakan nilai tukar rupiah adalah sektor pertanian. Studi empiris menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap ekspor telah umum dilakukan, namun peneliti tidak mempertimbangkan adanya efek asimetris, sedangkan mungkin saja terdapat efek asimetris. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh asimetris nilai tukar rupiah terhadap nilai ekspor sektor pertanian Indonesia dan menganalisis perubahan nilai ekspor sektor pertanian Indonesia lebih respon dipengaruhi ketika rupiah depresiasi atau apresiasi. Jenis data penelitian adalah data sekunder dalam deret waktu bulanan dari Januari 2006 (2006M1) sampai Januari 2020 (2020M1). Model penelitian adalah model Nonlinier Autoregressive Distributed Lag (NARDL). Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh asimetris nilai tukar rupiah terhadap nilai ekspor sektor pertanian Indonesia dan perubahan nilai ekspor pertanian Indonesia lebih responsif dipengaruhi ketika rupiah apresiasi dibanding dengan ketika rupiah depresiasi.
Komparasi Produksi dan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida dan Non Hibrida di Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Rania Febrianti; Ati Kusmiati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.5

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Jember dimana sentra produksinya berada di Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo. Usahatani jagung yang dilakukan petani di Desa Sidodadi terdiri dari dua jenis yakni usahatani jagung hibrida dan non hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani untuk menggunakan benih jagung hibrida, (2) perbedaan produksi dan pendapatan usahatani jagung hibrida dan non hibrida, serta (3) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logistik, analisis uji beda rata-rata (Independent sample t-test) dan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) faktor yang berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan petani untuk menggunakan benih jagung hibrida adalah umur petani, luas lahan, dan pendapatan, (2) terdapat perbedaan yang nyata antara produksi dan pendapatan usahatani jagung hibrida dan non hibrida (3) faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung adalah jenis benih, biaya benih, luas lahan dan harga jual.
Preferensi Konsumsi Daging Sapi oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Pontianak Anselmus Frans Setyadi; Eva Dolorosa; Marisi Aritonang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang berpengaruh terhadap preferensi serta tingkat preferensi konsumsi daging sapi oleh masyarakat Tionghoa di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan metoe survei dengan jumlah sampel ditentukan secara purposive sebanyak 100 responden. Semua responden adalah masyarakat Tionghoa di wilayah Kota Pontianak yang mengkonsumsi daging sapi. Analisis yang digunakan adalah analisis Konjoin. Hasil analisis konjoin menunjukan bahwa masyarakat Tionghoa menyukai daging sapi  dengan ciri daging berwarna merah terang, bertekstur empuk, lemak sedikit dan daging tanpa lemak, ukuran pembelian < 1 Kg dan 1-2 Kg, potongan kelas 1 dan potongan kelas 2, aroma daging segar dan jenis daging yang baru disembelih. Atribut yang paling penting dilihat dari nilai importance values secara berturut-turut adalah aroma (19,93%), warna (18,59%), lemak (17,81%), tekstur (13,18%), jenis daging (13,01%), ukuran pembelian (8.96%) dan potongan (8,51%). Tingkat preferensi konsumsi oleh masyarakat Tionghoa terhadap daging sapi yang paling disukai terdapat pada profil 37 dengan kombinasi warna merah terang, daging empuk, daging tanpa lemak, ukuran pembelian 1-2 Kg, potongan kelas II, aroma daging segar, dan tipe daging yang segar atau baru disembelih.
Pemberdayaan dan Penanganan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat di Wilayah Kota Batu Sugiyanto Sugiyanto; Iwan Nurhadi; Lintar Brillian Pintakami
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.19

Abstract

Indonesia adalah Negara dengan populasi penduduk yang nomor 4 terbanyak di dunia, dan semakin bertambah dari tahun ketahun. Bertambahnya jumlah penduduk tentunya akan diikuti dengan bertambahnya permintaan akan bahan pangan. Fenomena tersebut menyebabkan pemerintah harus berupaya agar kebutuhan akan bahan pangan terus tercukupi yang berasal dari hasil produksi dalam negeri maupun dari luar negeri. Ketahanan pangan berjalan lurus dari status gizi suatu Negara. Status gizi yang baik dapat terwujud jika pola konsumsi pangan pada tingkat rumah tangga dan individu juga baik. Pola konsumsi yang baik adalah pola konsumsi yang diasup secara beragam, berimbang, berigizi dan aman. Konsumsi yang beragam adalah bahan pangan yang dikonsumsi tersebut harus beragam dan tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan saja. Konsumsi yang berimbang adalah sumbangan setiap jenis sumber pangan harus tercukupi tanpa salah satunya mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Bahan pangan yang aman adalah kondisi bahan pangan yang terhindar dari zat-zat berbahaya jika dikonsumsi. Berdasarkan keterangan tersebut diketahui pola konsumsi Masyarakat di Wilayah Kota Batu masih didominasi oleh tingginya konsumsi dari sumber pangan karbohidrat, terutama beras. Oleh sebab itu diperlukan perubahan dalam pola konsumsi pangan dengan meningkatkan pendidikan, pengetahuan gizi, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga status gizinya tercukupi. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis Penanganan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat di Wilayah Kota Batu, penentuan responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data primer melalui kuisioner dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari data BPS dan Instansi terkait.
Pengaruh Marketing Mix 7P terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Produk Olahan Kopi Espresso di Kota Semarang Dhita, Sylvia Gara; Mukson, Mukson; Setiadi, Agus
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.17

Abstract

Bauran pemasaran sebagai salah satu strategi pemasaran digunakan untuk merumuskan rancangan strategi pemasaran yang taktis dan efektif. Penerapan bauran pemasaran atau marketing mix 7P yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence perlu dilakukan untuk memperbaiki dan mempertahankan sasaran pasar serta dapat dijadikan bahan evaluasi dalam bersaing dengan kompetitor untuk meningkatkan penjualan produk dan berorientasi kepada kepuasan dan koyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix 7P terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen, dan menganalisis variabel marketing mix 7P yang berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen produk olahan kopi espresso di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Metode analisis  data menggunakan path analyis atau analisi jalur. dan pengolahan data dilakukan dengan alat bantu SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t tabel = 1,98638 sehingga product, promotion, dan kepuasan konsumen berpengaruh secara siginifikan, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen. Nilai uji f hitung 8,669 > f tabel 2,04 sehingga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Variabel product berpengaruh sangat nyata terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Besar pengaruh product terhadap loyalitas konsumen yaitu 28,3%, lalu pengaruh secara tidak langsung sebesar 2,97% dan pengaruh total yang diberikan adalah sebesar 31,27%. 8. Kepuasan konsumen berpengaruh positif secara langsung terhadap loyalitas konsumen. Besarnya pengaruh kepuasan terhadap loyalitas konsumen yaitu 23,6% dan besarnya pengaruh secara gabungan yaitu 43,2%. 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Mengkonsumsi Beras Organik di Kota Palembang Dadas, Bella Martela; Yamin, M; Lifianthi, Lifianthi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola konsumsi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam mengkonsumsi beras organik di Kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada empat swalayan yang berbeda di Kota Palembang 2 swalayan berada di bagian Ilir Kota Palembang dan 2 swalayan berada di bagian Ulu Kota Palembang dengan Jumlah responden yang dipilih adalah 40 orang. Metode yang dilakukan dengan metode survey dan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.  Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga pola konsumsi beras organik di Kota Palembang yaitu, pola konsumsi rutin, campuran dan tidak rutin dengan hasil pola konsumsi campuran yang terbanyak yaitu yaitu sebanyak 16 orang atau 40 persen dari total responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen beras dalam  mengkonsumsi beras organik (Y) adalah pendapatan (X1) , jumlah tanggungan (X2), lama pendidikan (X3), umur (X4) , dan jenis kelamin (D1) dengan hasil faktor yang berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen beras dalam  memilih beras organik atau anorganik untuk makanan pokok sehari-harinya berdasarkan hasil analisis regresi logistik adalah pendapatan konsumen beras (X1), Lama pendidikan konsumen beras (X3) dan jenis kelamin konsumen beras (D1) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 pada taraf kepercayaan 95%. Kata Kunci : Beras Organik,Pola Konsumsi, Keputusan Konsumen
Pengukuran Peformansi Pemasok pada Rantai Pasok Sayur Organik Menggunakan Pendekatan SOCR (Schedule Order To Customer Request) (Studi Kasus: CV. Kurnia Kitri Ayu Farm Malang) Asror, Zubdatul; Tain, Anas; Amir, Nur Ocvanny
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.22

Abstract

CV. Kurnia Kitri Ayu Farm mengalami permasalahan memenuhi target permintaan konsumen, dihadapkan pada situasi dimana jumlah produk sayur dengan jumlah permintaan sayur yang dijual terkadang tidak seimbang. Tujuan dari penelitian 1) Mengetahui aliran rantai pasok sayur organik di CV. Kurnia Kitri Ayu Farm. 2) Menganalisis tingkat performansi pemasok sayur organik (Kelompok Wanita Tani (KWT) dan CV. Kurnia Kitri Ayu Farm). Prosedur pengambilan sempel dengan metode “snowball sampling”. Analisis tingkat performansi menggunakan pendekatan analisis Delivery performance dengan perhitungan metode Scheduled Order to Costumer Request (SOCR). Hasil penelitian menunjukan (1) Aliran rantai pasok sayur organik terdiri dari aliran barang, aliran uang dan aliran informasi termasuk dalam kondisi yang berkategori baik (2) Performansi KWT berdasarkan nilai rata-rata SOCR sebesar 79,48%, nilai SOCR adalah KWT Anggrek (Desa Pagelaran) (89,53%) dan terendah adalah KWT Melati Wangi (Desa Celumprit) (66,63%), sedangkan nilai SOCR CV. Kurnia Kitri Ayu Farm sebagai pemasok yaitu 96,73% dengan kategori sangat baik. 
Kontribusi Usahatani Bawang Merah terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Kandangrejo Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan Oktafiani, Vika Tri; Ekowati, Titik; Roessali, Wiludjeng
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usahatani bawang merah terhadap pendapatan rumah tangga tani dan menganalisis pengaruh faktor-faktor harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA, harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl, harga pestisida serta upah tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani bawang merah. Penelitian dilasanakan pada bulan Maret dan Juli 2020 di Desa Kandangrejo Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan mengambil sampel 82 petani bawang merah dari 445 jumlah populasi. Metode analisis data menggunakan uji one sample t-test untuk menguji kontribusi usahatani bawang merah dan uji regresi linear berganda yang ditransformasikan ke persamaan fungsi keuntungan Cobb-Douglas Unit Output Price (UOP) untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani bawang merah sebesar Rp 59.646.928,- per 0,52 ha per musim tanam. Kontribusi usahatani bawang merah 60,33% dan termasuk kontribusi tinggi (> 50%). Faktor-faktor harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA, harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl, harga pestisida dan upah tenaga kerja secara serempak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani bawang merah. Secara parsial variabel harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA dan upah tenaga kerja berpengaruh signfikan terhadap pendapatan usahatani bawang merah, sedangkan variabel harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl dan harga pestisida tidak berpengaruh.
Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan Petani Jambu Mete (Studi Kasus di Desa Mauta, Kabupaten Alor) Molebila, Didiana Yanuarita; Latuan, Emirensiana; Lutang, Nopi V. Kala
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.4

Abstract

Petani jambu mete di Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, kabupaten Alor Propinsi Nusa tenggara Timur mengandalkan perkebunan jambu mete sebagai sumber pendapatan rumah tangga dan masih tetap menjalankan model pemasaran tradisional dengan menjual langsung ke pedagang pengumpul. Setiap pedagang pengumpul memiliki kisaran harga penjualan yang berbeda-beda. Meskipun total produksi terus meningkat, tetapi perbedaan harga pemasaran dapat menyebabkan terjadi perbedaan pendapatan. Sehingga, hal ini mengakibatkan kemungkinan terjadi ketimpangan distribusi pendapatan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui besaran pendapatan dan ketimpangan distribusi pendapatan petani jambu mete di Desa Mauta. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan wawancara langsung pada 85 petani responden dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran pendapatan petani jambu mete mencapai Rp. 499.773.000 dan rata-rata pendapatan tiap petani sebesar Rp. 5.879.682. Diperoleh juga hasil bahwa tidak terjadi ketimpangan distribusi pendapatan yang berarti pada pendapatan petani jambu mete di desa Mauta. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien gini sebesar 0,370 dan berdasarkan indikator Koefisien Gini < 0,4 maka termasuk dalam tingkat ketimpangan rendah berdasarkan Bank Dunia bahwa terdapat 40% tanggga tani berpendapatan rendah menerima > 17% (>Rp.84.961.410) dari total pendapatan sebesar Rp. 499.773.000

Page 3 of 3 | Total Record : 30