cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
penelitian.poltekkes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peneleitian.poltekkes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN
ISSN : 23016035     EISSN : 25023454     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OLAHRAGA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.958 KB) | DOI: 10.31964/jck.v5i2.73

Abstract

Aktivitas fisik atau olahraga sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi faktor resiko kardiovaskuler. Olahraga juga bisa memperbaiki resistensi insulin, sehingga kemampuan gula untuk memasuki sel tubuh akan membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan olahraga berdasarkan karateristik pasien diabetes mellitus di Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena menggambarkan pemenuhan kebutuhan olahraga berdasarkan karakteristik pada pasien diabetes mellitus. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 orang. Sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden kebutuhan olahraga terpenuhi yaitu 64,8% dan kebutuhan olahraga tidak terpenuhi yaitu 35,2%. Sebagian besar responden dengan pendidikan tinggi pemenuhan kebutuhan olahraga terpenuhi 84,6%.  Sebagian besar responden yang mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes mellitus kebutuhan olahraga terpenuhi 68,8%, sedangkan responden dengan lama waktu menderita diabetes >10 tahun sebagian besar kebutuhan olahraga tidak terpenuhi yaitu 54,1%.Kepada pihak Puskesmas Sungai Besar diharapkan dapat melaksanakan program-program yang dapat meningkatkan motivasi pasien dalam melaksanakan terapi penatalaksanaan diabetes mellitus, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan olahraga pasien
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DAN PEKERJAANDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.77 KB) | DOI: 10.31964/jck.v5i2.74

Abstract

Penyakit diare di Kalimantan Selatan masih termasuk dalam salah satu golongan penyakit terbesar yang angka kejadiannya relatif cukup tinggi. Keadaan ini di dukung oleh faktor lingkungan, terutama kondisi sanitasi dasar yang masih tidak baik, misalnya penggunaan air untuk keperluan sehari-hari yang tidak memenuhi syarat, jamban keluarga yang masih kurang dan keberadaannya kurang memenuhi syarat, serta kondisi sanitasi perumahan yang masih kurang dan tidak hygienis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu berdasarkan karakteristik tentang diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Paminggir. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak usia sekolah, dan sample dalam penelitian ini berjumlah 78 responden. Untuk mengetahu tingkat pengetahuan ibu adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada ibu yang menjadi responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berpendidikan menengah yaitu 43 orang (55.1%) dan bekerja 52 orang (66,7%), lalu banyak reponden berpengetahuan kurang 31 orang  (39.7%), kemudian banyak responden berpengetahuan cukup dengan pendidikan pada tahap menengah yaitu 24 orang (30.7%), dan banyak responden berpengetahuan cukup yang bekerja sebanyak 20 orang (25.6%).Upaya yang dapat dilakukan adalah agar ibu lebih banyak mencari informasi tentang diare melalui berbagai macam media, dan petugas kesehatan seharusnya lebih intensif dalam melakukan penyuluhan kesehatan dengan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya
TINGKAT KECEMASAN IBU PADA TINDAKAN NEBULIZER ANAKNYA BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU DI RUANG ANAK RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.496 KB) | DOI: 10.31964/jck.v5i2.75

Abstract

Respon kecemasan merupakan perasaan yang paling umum yang dialami oleh orang tua ketika ada masalah kesehatan pada anaknya. Orang tua juga akan merasa begitu cemas dan  takut terhadap kondisi anaknya dan jenis prosedur medis yang dilakukan. Salah satu tindakan keperawatan yang menimbulkan trauma bagi anak dan orang tua yaitu tindakan nebulizer. Peneliti melakukan studi pada 10 orang sampel yang hasilnya menunjukkan 7 dari 10 ibu menunjukkan kecemasan pada tindakan nebulizer anaknya seperti, gelisah, ekspresi wajah sedih, murung, sering  bertanya pada petugas kesehatan, bahkan menangis, banyak berzikir dan memberikan peringatan pada petugas kesehatan agar jangan sampai menyakiti anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan Ibu pada tindakan nebulizer anaknya berdasarkan karakteristik ibu di ruang anak RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif.  Sampel penelitian ini adalah ibu yang menemani anaknya pada tindakan nebulizer yang berjumlah 36 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang tergolong usia tua cenderung mengalami kecemasan ringan sebanyak 8 responden 72,7%, tingkat pendidikan ibu dengan kategori pendidikan tinggi cenderung mengalami kecemasan sedang sebanyak 3 responden 60%, dan ibu yang pernah ada riwayat nebulizer dengan kategori sering mengalami kecemasan ringan sebanyak 8 responden 100%. Kepada tenaga keperawatan di ruang anak diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan yang maksimal khususnya meminimalkan kecemasan yang dirasakan ibu dengan menjelaskan prosedur dan kegunaan tindakan nebulizer agar kecemasan ibu dapat diminimalkan.
GAMBARAN PERILAKU CARING DAN FAKTOR PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANJARBARU TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.931 KB) | DOI: 10.31964/jck.v5i2.76

Abstract

Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain. Perilaku caring perawat dapat memberikan dampak bagi pasien maupun perawat. Kesembuhan pasien akan menjadi kepuasan tersendiri bagi perawat yang merawatnya. Namun, dalam melakukan perilaku caring perawat terhadap pasien, bisa saja terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya ialah beban kerja, lingkungan kerja, pengetahuan dan pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku caring dan faktor perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu, sampel pasien untuk pengukuran perilaku caring berjumlah 30 orang dan sampel perawat untuk pengukuran faktor perilaku caring berjumlah 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori baik yaitu 21 responden (70 %). Beban kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori berat yaitu 55 responden (87,3 %). Lingkungan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori kondusif yaitu 54 responden (85,7 %), dan pengetahuan perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru tentang caring terbanyak dengan kategori baik yaitu 57 responden (90,5 %). Diharapkan perawat dapat mempertahankan perilaku caring yang dinilai pasien dengan tetap mempertahankan atau menyempatkan diri tetap kontak langsung kepada pasien dalam setiap melakukan asuhan keperawatan, walaupun dengan beban kerja yang berat.
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI DAN TENAGA PELAKSANA DI RUANG KUMALA RSUD DR. H. MOCH ANSYARI SALEH BANJARMASIN
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.411 KB) | DOI: 10.31964/jck.v5i2.77

Abstract

Dalam dunia keperawatan kebersihan diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus senantiasa terpenuhi. Dari hasil studi pendahuluan pada bulan Desember 2015 melalui wawancara pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch  Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 4 diantaranya  selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada mandi dan 1 hanya di seka oleh keluarganya namun masih terlihat kotor. Pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 5 diantaranya  selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada gosok gigi maupun keramas rambut. Tujuan dari penepitian adalah untuk menggambarkan pemenuhan kebersihan diri dan tenaga pelaksana pada pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien imobilisasi fisik yang dirawat di ruang Kumala berjumlah 35 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil didapatkan sebanyak 17,1% pemenuhan kebersihan dirinya baik, sebanyak  20,0% memliki kebersihan diri cukup, dan sebanyak 62,9% memiliki kebersihan diri kurang. Didapatkan juga pada penelitian ini tenaga pelaksana yang berperan dalan pemenuhan keberisahan diri pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H.Moch Ansyari Saleh Banjarmasin sebanyak 100% dilakukan oleh keluarga. Pemeliharaan kebersihan diri diperlukan untuk kenyaman indivividu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat mampu memnuhi kebutuhan kesehatannya sendiri, pada  orang sakit atau tantangan fisik memerlukan bantuan  perawat untuk melakukan praktik kesehatan yang rutin.
Mengurangi Resiko Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tini Tini; Rizky Setiadi; Nilam Noorma
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.86 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i1.89

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang kejadiannya semakin meningkat dari tahun ketahun. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada organ tubuh, salah satunya resiko kaki diabetik. Setiap tahunnya 4 juta penduduk di dunia mengalami ulkus kaki yang bertendensi terhadap kejadian amputasi. Perawatan kaki yang tidak rutin merupakan faktor resiko terbesar terjadinya ulkus diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perawatan kaki dengan resiko kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lempake Kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional sebanyak 70 responden. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diukur meliputi variabel perawatan kaki dan variabel resiko kaki diabetik. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Nottingham Assesment of Functional Foot Care (NAFF) dan Screening Tools Inlow’s 60 second diabetic foot. Analisis korelasi menggunakan uji statistik sperman rho untuk melihat kemaknaan hubungan dari dua variabel dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian diperoleh kegiatan perawatan kaki berada pada nilai rata-rata 37,74±5,14 dan resiko kaki diabetik 7,07±3,10. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara perawatan kaki dengan resiko kaki diabetik. Mengingat perawatan kaki merupakan salah satu faktor resiko yang dapat dilakukan untuk mencegah kaki diabetik. Sehingga dipandang perlu diaplikasikan dalam perawatan kesehatan masyarakat melalui pengembangan model keperawatan komunitas.
Senam Lansia Merubah Tekanan Darah Lansia Hipertensi Ismansyah Ismansyah; Parellangi Andi; Firdaus Rivan
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.967 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i1.96

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Lansia Terhadap Perubahan Tekanan Darah Lansia Hipertensi di UPTD Panti Sosial Tresna Wredha Nirwana Puri Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain penelitian pre test and post test nonequivalent control group. Pada penelitian ini, responden penelitian dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 13 responden dan diambil secara random. Dimana kelompok intervensi adalah kelompok perlakuan yang diberi intervensi berupa senam lansia terstruktur, sedangkan kelompok kontrol diberi olahraga standar panti. Hasil uji menggunakan independent t test terdapat perbedaan antara nilai tekanan sistolik dan diatolik antara kedua kelompok dimana ada pengaruh bermakna senam lansia terhadap tekanan darah sistolik dan diatolik secara bermakna pada kelompok intervensi. Terdapat pengaruh bermakna antara senam lansia dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia yang mengalami hipertensi di UPTD Panti Sosial Tresna Wredha Nirwana Puri Samarinda.
Dukungan Keluarga Dalam Pembatasan Cairan Meningkatan IDWG Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Khairir Rizani; Evy Marlinda; Muhammad Suryani
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.72 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i1.99

Abstract

Abstrak: Dukungan Keluarga pasien GGK merupakan terapi konseptual dimana akan terjadi hubungan interaksi antara pasein dan keluarga karena pada pasien GGK akan mengalami sejumlah perubahan bagi hidupnnya sehingga menghilangkan semangat hidup pasien. Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan peningkatan volume cairan yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan sebagai dasar untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialisis. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga tentang batasan cairan dengan peningkatan IDWG pada pasien gagal ginjal gronik yang menjalani Hemodialisis di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasi dengan teknik Purposive Sampling pada 47 responden yang menjalani hemodialisis dengan analisis uji Spearman Rank Correlation. Dukungan yang baik dan sebagian besar pasien mengalami peningkatan IDWG normal. Hasil uji Spearman Rank Correlation menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga tentang batasan cairan dengan peningkatan IDWG pada pasien GGK yang menjalani Hemodialisis di RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan hasil p-value 0.770. Kesimpulan : tidak ada hubungan antara dukungan keluarga tentang batasan cairan dengan peningkatan IDWG pada pasien GGK yang menjalani Hemodialisis di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
Penanganan Dismenore Cara Farmakologi dan Nonfarmakologi Anita Misliani; Mahdalena mahdalena; Syamsul Firdaus
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.276 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i1.100

Abstract

Abstrak: Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh remaja putri pada saat menstruasi yaitu nyeri haid atau dismenore, dan memiliki derajat nyeri berbeda-beda pada masing- masing orang mulai dari yang ringan sampai yang berat. Cara mengatasi nyeri dismenore saat menstruasi pada umumnya menggunakan terapi secara farmakologi atau nonfarmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat dismenore dan upaya penanganan dismenore cara farmakologi dan nonfarmakologi pada remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas X yang sedang mengalami atau pernah mengalami dismenore yang berjumlah 48 orang menggunakan teknik total populasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesionerdan hasilnya disajikan dengan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menggambarkan siswi yang mengalami dismenore dengan derajat nyeri ringan sebanyak 35 orang(72,9%), upaya penanganan dilakukan dengan cara farmakologi yaitu 5orang(10,4%) orang siswi dan untuk penanganan non farmakologi yaitu sebanyak 20orang(41,7%) orang siswi. Disarankan tenaga kesehatan mampu berkerjasama dengan dinas pendidikan dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada remaja putri terkait dalam hal kesehatan reproduksi dan penanganannya.
Upaya Keluarga Tentang Pencegahan Risiko Cedera Pada Lansia Deasy Amalia; Mahdalena Mahdalena
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.209 KB) | DOI: 10.31964/jck.v7i1.101

Abstract

Abstrak: Seiring bertambahnya usia, penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh pada lansia bersifat alamiah. Kemudahan beraktivitas membantu lansia melakukan kegiatan tanpa hambatan, menggunakan energi minimal dan menghindari cedera. Penelitian bertujuan untuk mengetahui upaya keluarga dalam pencegahan risiko cedera pada lansia. Penelitian termasuk jenis deskriptif. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki lansia berusia ≥60 tahun dan tinggal serumah yang berjumlah 65 responden menggunakan total populasi. Instrumen yang digunakan lembar observasi (checklist). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar upaya keluarga untuk mencegah risiko cedera pada lansia sudah baik yaitu sebesar 64,4%, sebagian besar dari segi fisik lansia sebesar 53,8% dan dari segi lingkungan sebesar 72,3% sudah baik. Peran perawat diperlukan untuk memberikan penyuluhan kesehatan agar keluarga dapat mengetahui dan mempertahankan upaya dalam mencegah risiko cedera pada lansia.