Articles
222 Documents
Upaya Pencegahan Scabies Pada Santri
Ahmad zailani;
Yeni Mulyani;
Akhmad Rizani
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (654.377 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v7i1.102
Abstrak: Scabies adalah penyakit kulit akibat investasi dan sensitisasi oleh tungau Sarcoptes scabei. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini antara lain sosial ekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, hubungan seksual dan sifatnya promiskuitas (ganti-ganti pasangan), kesalahan diagnosis dan perkembangan demografi serta ekologi, resiko penularan scabies di Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura masih tinggi. Masalah tersebut jika tidak diatasi maka penularan scabies akan lebih mudah terjadi, dan jumlah penderita scabies akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan kejadian scabies oleh santri. Metode yang diguakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santri tingkat aliyah di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera, sampel berjumlah 76 responden yang diambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Hasil penelitian sebagian besar responden melakukan upaya pencegahan kejadian scabies yang kurang baik, sebagian besar responden tidak mengalami scabies. Upaya pencegahan scabies yang baik cendrung tidak mengalami scabies. Pondok Pesantren agar meningkatkan upaya kesehatan dengan memberikan edukasi berupa pemahaman dan upaya pencegahannya.
Pengetahuan Remaja tentang Penyalahgunaan Narkoba
Dwi Wahyu Utomo Hadi;
Muhammad Rasyid;
Syamsul Firdaus
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 1 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.622 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v7i1.103
Abstrak: Narkoba belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia. Narkoba saat ini banyak kita jumpai di kalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul, tablet dan tepung seperti ekstasi dan pil koplo. Dari hasil rekapitulasi data narkoba BNN Provinsi Kalimantan Selatan dan Jajaran Polda Kalimantan Selatan tahun 2015 jumlah tersangka penyalahgunaan Narkoba ada 1.849 tersangka, dimana terdapat 33 tersangka dengan presentase 1,79% dari kalangan mahasiswa dan pelajar pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan mengambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja yang tingal di Kelurahan Sungai Tiung yang berjumlah 94 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa sebagian besar pengetahuan Remaja di Kelurahan Sungai Tiung terhadap penyalahgunaan narkoba adalah Cukup baik yaitu dari 94 orang responden sebanyak 34 orang (36,2%) 31 responden memiliki pengetahuan kurang (33,0%) dan 29 orang responden yang memiliki pengetahuan baik (30,9%). Para remaja hendaknya dapat terus menambah pengetahuan mengenai narkoba yakni dengan cara mencari tahu informasi melalui media massa seperti majalah, buku, website dan rajin mengikuti seminar tentang narkoba untuk lebih menambah wawasan.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN KLIEN TENTANG PELAYANAN PERAWATAN LUKA GANGREN DI POLI KAKI DIABETIK RSUD MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2016
Fadila Aulya Putri;
Syaifulloh Kholik;
Bahrul Ilmi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.225 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.104
Ketidakpuasan klien saat studi pendahulan di Poliklinik Kaki Diabetik RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin meliputi waktu antri sebelum mendapatkan pelayanan yang masih cukup lama dan masih kurang terampilnya petugas dalam membersihkan luka klien hingga klien merasa nyeri. Tingkat kepuasan pasien sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan perawat kepada pasien di Poliklinik Kaki Diabetes. Tujuan mendeskripsikan tingkat kepuasan klien dengan perawatan luka gangren yang diberikan oleh perawat di Poliklinik Kaki Diabetik RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi klien yang mendapatkan pelayanan perawatan luka di Poliklinik Kaki Diabetik. Metode sampling menggunakan Accidental Sampling dengan waktu pengumpulan data 1 minggu dengan jumlah sampel 35 responden. Hasil penelitian menunjukan tingkat kepuasan seluruh klien menyatakan Puas (74%) dan Sangat Puas (26%). Berdasarkan dimensi Responsiveness (89%), Reliability (95%), Assurance (92%), Emphaty (94%), dan Tangible (100%). Sebagian besar responden menyatakan puas akan pelayanan yang diberikan secara umum. Dimensi yang paling banyak membuat klien tidak puas yaitu “Tangible”, sedangkan dimensi yang paling banyak membuat klien tidak puas yaitu “Responsiveness”. Saran diharapkan agar seluruh petugas di Poliklinik Kaki Diabetik agar mempertahankan pelayanan yang ada pada dimensi Tangible, dan meningkatkan pelayanan pada dimensi Responsiveness, meliputi memperbaiki waktu antri klien sebelum mendapatkan pelayanan, dan meingkatkan keterampilan petugas merawat luka klien.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DAN NON KOMPLIKASI DI RUANG POLI KLINIK RSUD BANJARBARU
Hairul rizal;
Akhmad Rizani;
Marwansyah marwansyah
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.97 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.106
Kecemasan adalah suatu keadaan aprehensip atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa suatu yang buruk akan segera terjadi. Hipertensi adalah desakan darah terhadap dinding-dinding arteri ketika darah tersebut dipompa dari jantung ke jaringan, pada pasien hipertensi telah merasakan beberapa perubahan fisik seperti jantung berdebar-debar, kekakuan dan sesak nafas tentu akan merasa cemas dengan perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien hipertensi dengan komplikasi dan non komplikasi di ruang poli klinik RSUD Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional, sampel di ambil dengan teknik accidental sampling dengan jumlah 30 responden selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukan banyak pasien hipertensi yang mengalami kecemasan. Dari 30 responden, 12 (40%) responden dengan komplikasi selurunya mengalami kecemasan berat. 18 (60%) responden dengan non komplikasi, 10 (33,3%) responden mengalami kecemasan berat, 2 (6,7%) responden mengalami kecemasan sedang, 2 (6,7%) responden mengalami kecemasan ringan dan 4 (13,3%) responden tidak mengalami kecemasan. Diperlukan pelayanan kesehatan untuk menekan kejadian hipertensi melalui usaha pencegahan faktor-faktor yang dapat menyebabkan hipertensi.
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH DI DESA TAKISUNG KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT
Isti Komariyah;
Bahrul Ilmi;
Akhmad Rizani
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (783.713 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.108
Peningkatan kadar asam urat darah adalah kadar asam urat darah di atas 7 mg/dl pada laki-laki dan diatas 6 mg/dl pada perempuan. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Annona muricata L) salah satu terapi non farmakologi bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah yang senyawanya menghambat dan juga berfungsi sebagai diuretik yang mampu mengurangi kandungan asam urat di dalam darah. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah. Penelitian menggunakan metode Quasy-Eksperiment dengan rancangan One Group Pra-Post Test Design. Populasi penelitian adalah masyarakat yang mempunyai kadar asam urat dalam darahnya diatas normal. Sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 10 responden. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan pemeriksaan tes kadar asam urat dengan menggunakan Easy Touch GCU. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah pada penderita asam urat di Desa Takisung. Diharapkan kepada penderita asam urat dapat menggunakan obat herbal sebagai salah satu pengobatan alternatif seperti rebusan daun sirsak yang membantu menurunkan kadar asam urat.
GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG BANJARBARU
Khairus Sadiq;
Endang SPN;
Suroto Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (681.163 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.109
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia disebabkan oleh karena lingkungan yang tidak sehat ditularkan oleh vektor yaitu nyamuk yang mengandung virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik keluarga penderita demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga penderita DBD wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru tahun 2015, sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa tipe keluarga nuclear family menjadi responden terbanyak yaitu 30 responden (45%), tingkat pendapatan di atas UMP menjadi responden terbanyak yaitu 36 responden (55%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat menjadi responden terbanyak yaitu 35 responden (53%). Hasil distribusi frekuensi menunjukkan tipe keluarga extended family cenderung positif menderita DBD dengan persentase 27 responden (93%), tingkat pendapatan di bawah UMP cenderung positif menderita DBD dengan persentase 21 responden (70%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat cenderung positif menderita DBD dengan persentase 26 responden (74%). Peran tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan kasus DBD seperti pengawasan dan pemantauan terhadap sanitasi rumah dan edukasi tentang menjaga kebersihan rumah yang melibatkan anggota keluarga.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI PADA KLIEN ISOLASI SOSIAL DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 TAHUN 2016
Lia Listiqamah;
Syarniah Syarniah;
Yeni Mulyani
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.751 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.110
Kesehatan jiwa akan mempengaruhi produktivitas dan kualitas kesehatan perorangan maupun masyarakat. Salah satu masalah kesehatan jiwa yang berdampak serius adalah isolasi sosial. Adanya dukungan dari masyarakat disekitar klien isolasi sosial sangat diperlukan untuk kesembuhan klien isolasi sosial. dengan adanya dukungan diharapkan klien isolasi sosial mampu meningkatkan kemampuan sosialisasi dengan orang lain. Sekitar 72% klien gangguan jiwa yang mengalami isolasi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi pada klien isolasi sosial di Puskesmas Martapura 2 tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah klien isolasi sosial. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 48 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Data yang digunakan berasal dari kuesioner penelitian. Analisis data dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kemampuan sosialisasi pada klien isolasi sosial di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2 tahun 2016, ρ = 0,031 ; α = 0,05 Puskesmas diharapkan dapat memberikan pelayanan yang intensif secara optimal khususnya kepada klien isolasi sosial berupa penyuluhan kepada masyarakat dan cara perawatan isolasi sosial kepada klien isolasi sosial agar klien isolasi sosial mampu bersosialisasi dengan baik kepada masyarakat
GAMBARAN FAKTOR PENCAPAIAN IMUNISASI DPT/HB1 PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU DESA PALAM KOTA BANJARBARU
Muhammad Arif Rakhman;
Syamsul Firdaus;
Evy Marlinda
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.66 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.111
Imunisasi merupakan salah satu upaya memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. Salah satu dari imunisasi tersebut adalah imunisasi DPT/HB yang bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif yang bersamaan terhadap penyakit difteri, pertuitis, dan tetanus. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan faktor pencapaian imunisasi DPT/HB1 pada bayi di wilayah kerja puskesmas pembantu Desa Palam Kota Banjarbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 2 - 12 bulan yang berada diwilayah kerja puskesmas pembantu Desa Palam Kota Banjarbaru yang berjumlah 49 orang menggunakan teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian terlihat bahwa tingkat pendidikan yang tinggi, jangkauan pelayanan yang dekat dan peran kader kesehatan yang optimal cenderung membuat ibu memberikan imunisasi DPT/HB1 pada bayinya. Ibu yang memiliki bayi diharapkan dapat meluangkan waktu dan biaya untuk melakukan imunisasi rutin pada bayinya khususnya DPT/HB1 sehingga dapat terhindar dari penyakit-penyakit tertentu.
GAMBARAN PERILAKU SANTRI ERHADAP PENCEGAHAN DIARE DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH
M.Hilman Fadil;
Agus Rachmadi;
Evi Risa Mariana
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.64 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v6i1.112
Diare adalah perubahan frekuensi dan konsistensi tinja. WHO pada tahun 1984 mendefinisikan sebagai berak cair tiga kali atau lebih dalam sehari semalam (24 jam). (Widoyono, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku santri terhadap pencegahan diare di Pondok Pesantren Darul Hijrah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua santri kelas II di pondok pesantren Darul Hijrah cindai alus martapura berjumlah 320 orang, sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa santri pondok pesantren Darul Hijrah pernah mengalami kejadian diare dengan presentase (59%), responden yang personal hygiene buruk memiliki presentase terbanyak yaitu 49 responden (64%), responden yang sanitasi dasar sedang memiliki presentase terbanyak yaitu 50 responden (66%), perilaku pencegahan pada santri pondok pesantren Darul Hijrah sebagian besar masih buruk (58%). Peran tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan kasus Diare seperti pengawasan dan pemantauan terhadap perilaku pencegahan seperti personal hygiene dan sanitasi dasar.
Hubungan Paritas Ibu Postpartum Dengan Peran Ayah Asi (Breastfeeding Father)
Ning Arti Wulandari;
Anita Rahmawati;
Nuraini Wahida
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 7 No 2 (2019): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.266 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v7i2.114
Paritas merupakan keadaan melahirkan anak baik hidup ataupun mati, tetapi bukan aborsi, tanpa melihat jumlah anaknya. primipara mengalami kecemasan dalam proses menyusui. Pada ibu primipara mempunyai pengalaman yang kurang dalam merawat bayi, sehingga merasa sangat cemas jika ada kondisi bayi yang menunjukan ketidak nyamanan misalnya menanggis. Peran ayah dalam proses menyusui atau peran ayah ASI (breastfeeding father) merupakan faktor penting dalam mendukung kesuksesan menyusui/pemberian ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah Hubungan paritas ibu postpartum dengan Peran Ayah ASI (Breastfeeding Father). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 yang diambil secara purposive sampling dari 35 orang ibu postpartum di Desa Poleman Kecamatan Dampit dengan kriterian inklusi bersuami dan tinggal serumah dengan suami, dapat membaca dan menulis dan ibu yang telah menjalani masa postpartum lebih dari 10 hari sampai hari ke 40. Instrumen pengumpulan data nya adalah kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% responden merupakan ibu multipara dan 68% merasakan peran ayah ASI yang kurang. Dari analisis spearman’s p=0,001 atau < 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan peran ayah ASI pada ibu postpartum. Berdasarkan hasil penelitian ini makan disarankan pemberi layanan kesehatan untuk memberikan edukasi dan konseling tentang peran ayah ASI pada ibu dan suami di awal kehamilannya