cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
MEDIAN
ISSN : 19797540     EISSN : 26144298     DOI : -
Core Subject : Education,
Median (Jurnal Ilmu Eksakta) adalah jurnal yang diterbitkan LPPM Univ. Muhammadiyah Sorong dan Fakultas Pertanian dengan frekuensi terbitan tiga kali dalam satu tahun, yakni februari, Juni dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini antara lain Agroteknologi, Perikanan, dan ilmu eksakta lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Fungsi Distribusi Diameter Puspa (Schima wallicii) Di Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur Benteng H. Sihombing; Anton Silas Sinery
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i2.1371

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi distribusi yang dapat menggambarkan penyebaran diameter vegetasi pada Plot Ukur Temporer (PUT) di Kebun Raya Universitas Mularawman (KRUS) Samarinda. Pengumpulan data berupa data diameter pohon posisi ukur 1.30 m (setinggi dada) melalui Plot Ukur Temporer (PUT) berukuran 100 m X 50 m. Data yang dikumpulkan berupa diameter yang masuk dalam kategori pohon berdiameter sama dengan atau lebih besar dari 5 cm. Diameter setinggi dada pohon sampel hasil pengukuran pada tipe hutan sekunder bekas kebakaran di KRUS, Lempake hanya menyebar mengikuti FD  Gamma. Fungsi distribusi Gamma yang terbentuk adalah:  f (x) =  (0.082.03)/ Г(2.03) * X 1.03 e -0.08x. Indikasi ini memperlihatkan bahwa dalam tegakan hutan yang dirisalah terdapat ketimpangan penyebaran tingkat pertumbuhan pohon di mana pohon berdimensi besar lebih sedikit dari pada pohon pada dimensi yang lebih kecil
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R Di Kelurahan Klawuyuk Sorong Timur Papua Barat Annisa Mega Maharani Wasaraka; Anton S. Sinery; Eng. Hendri
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i2.1372

Abstract

Sorong merupakan Kota yang ada di Provinsi Papua Barat, perlu melakukan pengelolaan sampah secara serius sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, khusunya di Kelurahan Klawuyuk Sorong Timur.Timbulan sampah yang dihasilkan cenderung semakin bertambah karena itu diperlukan pengolahan alternatif, yaitu pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R yang bertujuan untuk mengurangi laju pembuangan sampah dan pengolahan yang harus dikelola di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang secara langsung dapat memperpanjang umur TPA. Dengan menggunakan analisis TOWS (Threats Opportunity Weakness Strenghts) melihat faktor eksternal dan faktor internal dalam Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu diKelurahan Klawuyuk Sorong Timur.Penelitian bertujuan untuk Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Kelurahan Klawuyuk Sorong Timur. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan sampel sampah dari rumah warga Kelurahan Klawuyuk.Tahapan-tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data-data penunjang tentang Kelurahan Klawuyuk, analisis TOWS, harga Satuan Bahan Kota Sorong dan mencari volume serta timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat dibagi sesuai klasifikasi rumah. Kemudian dilakukan analisa data secara keseluruhan dari data yang telah dikumpulkan.Volume timbulan rata-rata sampah di Kelurahan Klawuyuk adalah sebesar 1,95 liter/orang/hari serta berat timbulan rata-rata sampah di Kelurahan Klawuyuk sebesar 0,42 Kg/org/hari dan luas Total Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Klawuyukadalah 415,609 m2, dan direncanakan kendaraan yang masuk di TPST di Kelurahan Klawuyukdalam 4 (empat) rit, dengan rit pertama masuk pada pukul 08.00 WIT, rit kedua pukul 10.00 WIT, rit ketiga pukul 13.00 WIT dan rit keempat pukul 15.00 WIT.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tunas Salak (Salacca zalacca) Mira Herawati Soekamto; Dina Diana Blesia
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i2.1510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan tunas bibit tanaman salak di polybag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap  yang terdiri dari yang terdiri dari empat perlakuan yaitu A0  (Tanah Topsoil (kontrol)), A1 (Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi)), A2 (komposisi  media 2 : 1 : 2  (Tanah +  pasir + Pupuk Kandang sapi)), A3  (Komposisi media 1 : 2 : 1  (Tanah +  Pasir + Pupuk kandag sapi) dengan 3 ulangan. Analisis yang digunakan adalah  analisis varian dan apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Beda Duncan (JBD) Pada taraf kepercayaan 0,01 %.  Hasil dari penelitian ini adalah  Perlakuan komposisi media tanaman pada pertumbuhan bibit  tanaman salak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman pada pengamatan 10 MST, luas daun pada pengamatan 8 dan 10 MST, berat brangkasan tanaman dan berat akar tanaman.  Perlakuan A1  Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi) memberikan nilai tertinggi pada pengamatan 10 MST dengan tinggi tanaman sebesar  26.78 cm, luas daun 41.68 cm2,  berat brangkasan tanaman 4.10 gran dan berat akar 0.75 gram. Sedangkan nilai pengamatan terendah berada pada perlakuan A0 (Tanah Topsoil /kontrol) dengan tinggi tanaman sebesar 25.90 cm, luas daun sebesar 39.49 cm2, berat brangksan tanaman sebesar 2.73 gram dan berat akar sebesar 0.53 gram.
Analisis Potensial Hutan Sagu Alam Dan Pengelolaan Secara Tradisional Oleh Masyarakat Adat Kampung Puragi Distrik Metemani IRNAWATI IRNAWATI; Nurhidaya Nurhidaya; Aprisa Rian Histiarini
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i3.1602

Abstract

Masyarakat adat Kampung Puragi Distrik Metemani merupakan masyarakat lokal yang mengolah pati sagu secara tradisional serta pemanfaatannya masih terbatas sebagai pangan pokok masyarakat tertentu yang memiliki potensi pohon sagu (Metroxylon sp) yang luas. Namun luas arealnya masih belum di ketahui serta belum ada data real tentang potensi dan pemanfaatan secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat adat kapung puragi.Tujuan penelitian ini adalah membahas sejauh mana potensi hutan sagu alam dan pengelolaan sagu secara tradisional oleh masyarakat adat Kampung Puragi Distrik Metemani Kabupaten Sorong Selatan. Metode yang digunakan untuk mengukur potensi adalah metode jalur berpetak seluas 2 Ha serta metode survey dan wawancara secara langsung kepada masyarakat adat dalam  pengolahan sagu secara tradisional dan secara modern di Kampung Puragi Distrik Metemani.Hasil yang di dapat dari kegiatan ini adalah kampung puragi dipengaruhi oleh adat istiadat warganya mulai dari perkawinana, perselisihan serta kepemilikan hak ulat tanah adat. Luas hutan sagu alam kampung Puragi adalah 2.800 Ha serta proses pemanenan dan pengolahan sagu oleh masyarakat adat masih secara tradsional yaitu memotong batang sagu menjadi beberapa bagian (tual) dengan ukuran 1,2 meter, kulit batangnya dilepas, lalu ditotok menjadi halus kemudian diangkut denkat sumber air untuk dicuci/diremas dengan air untuk mendapatkan pati sagu atau tepung sagu yang halus terpisah dari pengendapan air remasan saguKesimpulan dari kegiatan ini adalah berdasarkan hasil survey potensi di duga bahwa hutan sagu alam masih sangat tinggi mencapai 363.520 Pohon serta pengolahan pati sagu secara tradisional masih sangat sederhana menggunakan bahan alam. 
Pemanfaatan Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Wailen Distrik Salawati Tengah Kabupaten Raja Ampat Maya Pattiwael; Lanny Wattimena; Yulistiani Klagilit
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.639 KB) | DOI: 10.33506/md.v13i3.1603

Abstract

Salah satu tumbuhan berkhasiat yang digunakan sebagai obat tradisional adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendens) dari suku Rubiaceae. Kampung Wailen Distrik Salawati Tengah Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat merupakan lokasi ditemukannya tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) yang hidup sebagai epifit pada beberapa pohon seperti kayu putih, cemara gunung, mangrove, ketapang, jambu dan rambutan. Masyarakat telah lama mengenal tumbuhan ini dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit secara turun temurun. Agar dapat diketahui banyak orang maka informasi tentang pemanfaatan tumbuhan sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai obat tradisional perlu disebarluaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis penyakit yang dapat disembuhkan dan cara pemanfaatan tumbuhan sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai obat tradisional. Jumlah responden yang dipilih sebanyak 20 kepala keluarga menggunakan metode purposive sampling dengan teknik wawancara, pengamatan langsung di lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagian tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) yang digunakan sebagai obat tradisional adalah bagian daging dari umbi yakni ujung batangnya yang menggelembung (hypocotyl). Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan antara lain rematik, sakit kepala dan pegal linu, sedangkan cara penggunaannya yaitu secara oral seperti direbus kemudian air rebusannya diminum.
Pengembangan Dan Analisis Black Box Hutan Sagu Alam (Hsa) Di Kabupaten Sorong Selatan (Studi Kasus Di Kampung Puragi Dan Bidare Distrik Matemani) Azis Maruapey
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i3.1625

Abstract

Permasalahan utama pengembangan Hutan Sagu Alam (HSA) di Kampung Puragi dan Bedare Distrik Metemani Kabupaten Sorong Selatan terutama disebabkan: pertama, pengolahan masih bersifat tradisional; kedua, pemasaran pati sagu yang masih terbatas; dan ketiga, mutu pati sagu masih rendah. Tujuan riset ini adalah mengetahui prospek pengembangan hutan sagu alam di Kampung Puragi dan Bedare; mengetahui strategi pengembangan potensi hutan sagu alamnya; dan mengetahui model analisis Black Box untuk pengembangan hutan sagu alamnya. Metode yang digunakan adalah metode survey langsung dan wawancara FGD dengan masyarakat. Hasil penelitian terlihat bahwa prospek pengembangan Sagu di Kampung Puragi dan Bedare meliputi a) sagu sebagai bahan pangan, dengan potensi hutan sagu alam yang besar, diyakini pati sagu akan menjadi  sumber makanan pengganti beras, dan berbagai industri; dan b) sagu sebagai konservasi air dan perlindungan lingkungan iklim makro guna mengurangi emisi gas rumah kaca. Strategi pengembangan hutan sagu alam yakni:1) Pemberdayaan sumber daya manusia lokal dan kelembagaannya; 2) Penataan hutan sagu guna meningkatkan produktivitas per satuan area; 3). Menyediakan infrastruktur pengolahan sagu berbasis masyarakat; 4) Perencanaan air bersih untuk pengolahan sagu; 5) Menumbuhkembangkan pola kemitraan dan home industry;6) Penguatan kelembagaan usaha; dan 7) Dukungan kebijakan pemerintah daerah. Model black box pengembangan Hutan Sagu Alam terintegrasi melalui faktor dukungan input lingkungan dengan parameter rancang bangunnya yakni luas hutan sagu alam beserta potensinya yang besar dan kelembagaan masyarakat pemegang hak ulayat. Model pengembangan ini dipengaruhi oleh faktor input (terkontrol dan tidak terkontrol) dan output (yang diinginkan dan tidak diinginkan).
Phenology of Cinnamomum cullilawan Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.47 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i1.1667

Abstract

Abstract Cinnamomum cullilawan is one type of forest plants that is included in the type of aromatic plants. The purpose of this study was to determine the flowering development process as a basic  information for the development and the breeding of this plant. The method used in this research was a descriptive method. The results of the observations indicated that the process of flowering C. cullilawan can be grouped into three major parts: the stage of initiation, budding and flowering, where each stage requires different formation times. At the initiation stage, since the emergence of generative shoots on the armpit until the formation of panicles takes two months. Furthermore, the stage of the appearance of buds at the ends of panicles and the formation of reproduction of flowers required two months period. After that the flowers will break slightly and then the petals will turn black and fall in the second week, after the flower process has blossomed.
Penyadapan Getah Damar Dan Nilai Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat Kampung Manggroholo Distrik Saifi Kabtupaten Sorong Selatan Irnawati Irnawati; Lona H Nanlohy; Adam Sagisolo
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v14i1.1676

Abstract

Agathis disebut juga damar termasuk dalam famili Araucariaceae  Pohon muda biasanya bertajuk kerucut, hanya saat dewasa tegakannya menjadi lebih membulat atau tidak beraturan. Kawasan hutan kampung Manggroholo Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan merupakan kawasan hutan adat yang cukup banyak ditumbuhi pohon Agarhis (Agthis labilardieri) secara alamiah yang menghasilkan gerah damar dan mempunyai nilai ekonomi yang prospektif. Aktifitas penyadapan dan pengumpulan getah damar dilakukan oleh masyarakat merupakan salah satu kegiatan pokok bagi masyarakat dalam menunjang social ekonomi keluarga.  Aktifitas dan pengumpulan getah damar kopal (masyarakat menyebut kopal) telah lama dilakukan oleh masyarakat di Kampung Manggrohol sebagai mata pencaharian pokok dan tenaga kejanya semua berasar dari anggota keluarga. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas penyadapan Getah Damar dan Nilai Manfaat Ekonominya Bagi Masyarakat Kampung Manggroholo Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survey terhadap Kepala Keluarga dan observasi secara langsung terhadap aktifitas masyarakat terkait penyadapan getah damar yang disertai wawancara. Penentuan sampel 10 % dari jumlah 123 KK jadi responden 12 KK yang berprofesi pencari getah damar. Hasil penelitian bahwa Proses dan cara pengambilan (pemanenan) getah damar sampai saat ini sebagian besar masyarakat masih menggunakan cara tradisional yaitu melukai pohon damar dengan menggunakan parang/kapak, jenis damar yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat kampong adalah damar putih dari pohon Agtahis Labilardieri dan damar merah dari pohon Vatica sp. Nilai ekonomi Petrdapatan masyarakat dari sekali mengambil getah damar berkisar antara Rp. 825.000-1.375.000. Total pendapatan masyarakat responden mencapai Rp. 12.632.000,- per aktivitas menyadap, dimana rata-rata pendapatan responden mencapai Rp. 1.052.000 per aktivitas menyadapan.
UJI ANTAGONIS Trichoderma harzianum TERHADAP Fusarium oxysporum PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) SECARA IN VITRO Zainuddin Ohorella; Mira Herawati Soekamto; Wahyudi Wahyudi; Muji Hariati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v14i1.1677

Abstract

Fusarium oxysporum is a very harmful fungus because it can attack tomato plants from germination to maturity. Control of fusarium wilt disease, generally only limited to sanitation, biological control by using a biological control agent (APH) Trichoderma harzianum is an alternative to reduce the use of chemical pesticides in disease control. The experiment used a completely randomized design (CRD), with in vitro testing of Trichoderma harzianum against Fusarium oxysporum from stem, leaf, flower and fruit organs of tomato plants. Trichoderma harzianum in in vitro conditions was able to suppress the growth of Fusarium oxysporum which infects fruit by 100%, tomato flower organs 92,2%, tomato leaf organs 59,0% and from tomato plant stem organs 50,2%.
EFIKASI EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP HAMA KUTU PUTIH Jacob Julius Lawalata
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.968 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i1.1616

Abstract

Serangga hama yang menjadi masalah pada pertanaman hias adalah serangga golongan kutu-kutuan. Selain secara langsung menyerang tanaman, beberapa jenis kutu tanaman dapat berperan sebagai vektor virus dan dapat juga menimbulkan. Kutu putih (Pseudococcidae) merupakan salah satu famili serangga hama yang mempunyai inang dari segala tanaman. Serangga hama yang menjadi masalah pada pertanaman hias adalah serangga golongan kutu-kutuan. Kutu putih (Pseudococcidae) merupakan salah satu famili serangga hama yang mempunyai inang dari segala tanaman.Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efikasi ekstrak biji pinang dan ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati terhadap hama kutu putih pada tanaman puring. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Sabronsari bulan Januari sampai dengan Februari 2021 dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal. Hasil pengamatan diperoleh bahwa ekstrak biji pinang dan daun kelor berpengaruh terhadap kematian / mortalitas kutu putih pada tanaman puring, ekstrak biji pinang 75% dapat meningkatkan mortalitas kutu putih sebesar 31.63% sedangkan ekstrak daun kelor 25% dapat meningkatkan mortalitas kutu putih sebesar 22,03%.

Page 8 of 13 | Total Record : 129