cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
MEDIAN
ISSN : 19797540     EISSN : 26144298     DOI : -
Core Subject : Education,
Median (Jurnal Ilmu Eksakta) adalah jurnal yang diterbitkan LPPM Univ. Muhammadiyah Sorong dan Fakultas Pertanian dengan frekuensi terbitan tiga kali dalam satu tahun, yakni februari, Juni dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini antara lain Agroteknologi, Perikanan, dan ilmu eksakta lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Penyulingan Minyak Lawang Tradisional Oleh Masyarakat Di Kampung Pasir Putih Distrik Fkour Kabupaten Sorong Selatan Fajrianto Saeni; Azis Maruapey
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.205 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i1.1668

Abstract

Minyak lawang merupakan hasil ekstrasi kulit pohon Lawang (Cinnamomun sp.) melalui penyulingan. Masyarakat Kampung Pasir Putih Distrik Fkour Kabupaten Sorong Selatan sejak lama telah memanfaatkan kulit pohon lawang untuk diambil minyak atsirinya, namun pengolahan masih secara tradisional dan sederhana. kegiatan ini dijadikan industri rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Tujuan ini adalah  mengetahui teknik penyulingan minyak lawang, jumlah minyak lawang yang dihasilkan, dan sistem dan marjin pemasaran minyak lawang oleh masyarakat di kampung Pasir putih Distrik Fkour. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey dan wawancara FGD. Analisis teknik pengusahaan minyak lawang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang didasarkan atas teknik penyulingan, jumlah dan sistem pemasaran.  Hasil penelitian terlihat bahwa teknik penyulingan minyak lawang oleh masyarakat dilakukan dengan dua cara yakni penyulingan dengan air (water destilation) dan penyulingan air dan uap (water and steam destilation). Jumlah minyak lawang yang dihasilkan sebanyak sebanyak ± 1,4 liter, dari rata-rata kulit kayu yang dikukus sebanyak ± 40 kg cacahan kulit. Biasanya satu pohon lawang dilakukan penyulingan 6 - 9 kali, tergantung diameter batangnya. Sistem pemasaran Minyak lawang dilakukan dengan menjual minyak lawang yang diperolehnya kepada pengusaha, yaitu yang bersifat mutlak dimana masyarakat harus menyerahkan hasil perolehannya kepada pengusaha sebelum proses penyulingan minyak lawang. Sedangkan kemungkinan kedua adalah hubungan tidak mutlak dimana petani penyuling biasanya tidak mempunyai hubungan ikatan kerja, dimana petani penyuling dalam melakukan proses pencarian bahan baku minyak lawang hinga proses penyulingan tidak tergantung dari pengusaha.
Pertumbuhan Eucalyptus urophylla St Blake Di Kabupaten Humbang Hasundutan (Growth of Eucalyptus urophylla St Blake in Humbang Hasundutan District) Benteng Sihombing; Rozalina Rozalina
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.487 KB)

Abstract

The demanded of raw matters wood of pulp/ papers industries in Indonesia every year has been increased. The government was spruced wood production by man made forest society. In Humbang Hasundutan district, the implementation man made forest society was developed by pattern of foster father. The aims of this reasearcing are to know the wood potency of Eucalyptus urophylla St Blake in man made forest society in Humbang Hasundutan district. The result of Eucalyptus urophylla St Blake research in 3 different sites are knowed that there are differencing in growth and if it comparin to the grotwh of Eucalyptus urophylla St Blake on Toba Pulp Lestari Limited Corporate area. Based on data analysis show there is a indicated the growth of Eucalyptus urophylla St. Blake in Toba Pulp Lestari Limited Corporate area best growing than all site in man made forest society area in Humbang Hasundutan district. The wood potency in 3 site man made forest society area in Humbang Hasundutan district has smaller than wood potency of Toba Pulp Lestari Limited Corporate area.
Perilaku Bertelur Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) Di Pantai Jeen Womom Distrik Abun Kabupaten Tambrauw Maya Pattiwael
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.041 KB)

Abstract

Di Papua Barat, lokasi peneluran Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) ini dapat ditemukan di Distrik Abun Kabupaten Tambrauw tepatnya di Pantai Jeen Womom. Pengamatan aktivitas penyu pada saat bertelur harus dilakukan dengan hati-hati, karena jika ada gangguan terhadap aktivitas bertelurnya maka penyu kembali ke laut tanpa bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku bertelur penyu belimbing (Dermochelys coriacea) di pantai Jeen Womom Distrik Abun Kabupaten Tambrauw. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) pertama terlihat pada saat pengamatan dipilih sebagai sampel. Survei pendahuluan dan observasi langsung digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku bertelur Penyu Belimbing disertai dengan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukan ada 6 fase yang dilewati oleh Penyu Belimbing dalam proses bertelur, yaitu fase mendarat (keluar dari laut) dan mencari tempat bertelur, menemukan dan menggali sarang, bertelur, menutup lubang telur atau sarang, membuat kamuflase, dan kembali ke laut. Total waktu bagi Penyu Belimbing untuk melakukan peneluran dari fase pertama sampai akhir adalah 129 menit atau sekitar 2 jam. Diketahui juga bahwa Penyu Belimbing mengeluarkan air mata pada saat bertelur dan tidak makan selama melakukan aktivitas peneluran, yaitu sejak keluar dari laut sampai kembali lagi ke laut.
Nutritional Content Of Fresh Seed, Pith, Pulp And Red Fruit Paste (Pandanus conoidus lamk) Type Of Mbarugum Origin Papua Selvia Tharukliling
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.725 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i2.1864

Abstract

Red fruit is an endemic plant of Papua which is rich in bioactive compounds both antioxidants and antimicrobials, the form or fraction of red fruit that is often used is red fruit oil and red fruit paste. Several other red fruit fractions are wasted and have not been utilized because information about their nutritional composition does not yet exist. This study aims to determine the comparison of the nutritional composition of each red fruit fraction starting from fresh seeds, pith, pulp and paste. This study uses laboratory analysis of the proximate value of each fraction, FFA value and carotene value. The results showed that the nutritional value of each red fruit fraction was different, for the value of protein, fat, carbohydrates and crude fiber the highest nutritional value was found in fresh seeds while the lowest value for all compositions except for water content was in the pith fraction. The FFA and carotene values ​​were highest in fresh seeds, then in the pasta and pulp fractions, while FFA and carotene pith were not detected.
Penilaian Kualitas Kesehatan Pohon Pada Jalur Hijau Kota Sorong Lona Helti Nanlohy; Fajrianto Saeni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.772 KB)

Abstract

Pohon merupakan faktor penting pada penanaman Ruang Terbuka Hijau. Pohon dalam kondisi sehat pasti menghasilkan kualitas pertumbuhan yang baik dengan kemampuann untuk mampu bertahan hidup pada kondisi apapun. Pohon yang mengalami kerusakan dapat dilihat dari keberadaan pohon tersebut yang mengalami gangguan pada pertumbuhannya. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis pohon dan menganalisis kondisi kesehatan pohon pada lokasi green belt kiri kanan jalan di Kota Sorong. Penelitian dilaksanakan pada kawasan green line kiri kanan jalan sepanjang jalan Basuki Rahmat Km. 7 sampai km. 12 Kota Sorong. Penelitian dilaksanakan selama 1 satu bulan yaitu pada bulan April 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Dengan mengamati seluruh pohon dan kondisi kerusakan pohon di kawasan green belt kiri kanan jalan. Pohon yang diamati meliputi seluruh bagian pohon yaitu akar, batang, dahan, ranting dan tajuk. Pengumpulan data meliputi tipe kerusakan yang terjadi, letak lokasi kerusakan, dan kondisi keparahan. Jenis-Jenis penyusun kawasan green line kiri kanan jalan Basuki Rahmat Kota sorong yaitu 6 jenis pohon dengan 218 jumlah individu pohon. Komposisi jenis tersebut yaitu Linggua (Pterocarpus indicus), Mahoni (Swietenia mahagoni), Ketapang (Terminalia catappa), Trembesi (Samanea saman), Matoa (Pometia pinnata), Jati (Tectona grandis) dan beringin (Ficus sp), dimana pohon yang paling banyak ditemukan adalah jenis Trembesi (Samanea saman) dengan jumlah individu sebanyak 99 pohon (45,41%) dan jenis yang paling sedikit ditemukan yaitu  beringin (Ficus sp) dengan jumlah individu sebanyak 1 pohon (0,46%). Kondisi kualitas kesehatan pohon pada kawasan green line kiri kanan Kota Sorong menunjukan kondisi yang Sehat. Hal ini dikarenakan jumlah pohon yang termasuk kriteria kelas sehat mendominasi yaitu sebesar 64% (139 pohon)  pohon dengan kerusakan ringan sebesar 25 % (54 pohon), pohon dengan kelas kerusakan sedang dan kelas kerusakan berat masing-masing 6 % (14 pohon) dan 5 % (11 pohon)
Kelembagaan Lokal Masyarakat Suku Maybrat Kampung Kamisabe Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan Inawati Irnawati; Syarif Ohorella; Nurhidaya Nurhidaya
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.095 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i2.1936

Abstract

Sistem pengusahaan Hutan Alam dalam prakteknya, masyarakat memiliki perangkat hukum yaitu berupa aturan-aturan adat yang sangat baik dalam mengatur status penguasaan/kepemilikkan lahan hutan, sampai dengan mengelola hasil-hasil tanaman ”tertentu” yang diusahakannya. Di Kampung Kamisabe Distrik Muswaren, untuk status kepemilikan sumberdaya lahan di hutan Alam, sejak dulu telah diatur secara adat berdasarkan masing-masing kelompok marga atau yang yakni suatu kesatuan kekerabatan masyarakat yang terdiri dari beberapa rumah tangga dengan memakai nama keluarga berupa marga yang sama di dalam suatu wilayah perkampungan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji bentuk dan peran kelembagaan adat masyarakat dalam mengatur dan mengelola sumberdaya hutan. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberlanjutan sistem Kelembagaan Adat dalam pengelolaan Sumberdaya Hutan. Penelitian ini di rancang dengan menggunakan metode studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data yakni melalui : Wawancara individual (individual interview), pengamatan terlibat (participant observation), dan diskusi kelompok terfokus (focused group discussion). Hasil penelitian menunjukan bahwa Masyarakat Kampung Kamisabe memiliki sistem kekerabatan masyarakat yang terdiri dari kesatuan-kesatuan geneologis yang berperan dalam pengaturan pengelolaan sumberdaya hutan termasuk Tanah dan Air didasarkan pada teritorial geneologis. Pengelolaan hasil-hasil Hutan diatur melalui sistem Kelembagaan Adat yang berlaku di wilayah Kelembagaan Adat yang diselenggarakan oleh Kepala Pemerintah Kelembagaan Adat dan para dewan Kelembagaan Adat kampung melalui musyawarah Kelembagaan Adat di tingkat Kampung.
Aktivitas Antagonistik Endofit Fusarium solani EnI dari Bunga Bawang Dayak terhadap Aspergillus flavus, Kontaminan dari Kacang Kedelai: Antagonistic Activities of Endophytic F. solani EnI from Eleutherine palmifolia Flower againts Aspergillus flavus, Contaminants from Soybean Noorkomala Sari; Akhmad Rizali; Noor Laili Aziza
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.072 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.1986

Abstract

Endophytic fungi are one of the biological control agents whose ability has recently been reported to protect plants from environmental stress, both pests, and diseases. The endophytic fungus Fusarium solani EnI has been isolated from the flowers of the Dayak onion medicinal plant in the wetland environment of South Kalimantan, which can be used as agent biological control to plant pathogen. This study to determine the antagonism ability of the endophytic fungus from Dayak onion flower, F. solani EnI against Aspergillus flavus which contaminates soybeans. Parameters observed in this study, the inhibition of endophytic fungi to F. solani En1 using the dual culture method. The results showed a variation in the percentage of inhibition of the endophytic fungus F. solani EnI against the contaminant fungus A. flavus soybean in vitro on three culture media, which are PDA is 36.67%, soybean media is 31.19%, and corn media is 25%.
Pemanfaatan Data Hujan Global Untuk Mengevaluasi Rencana Pengembangan Komoditas Pertanian Prioritas Di Provinsi Papua Barat Arif Faisol; Bertha Ollin Paga
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.713 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.1988

Abstract

Provinsi Papua Barat merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai Lokasi Kawasan Pertanian Nasional dengan komoditas prioritas padi, cabai, kako, kelapa sawit, bawang merah, pala, dan kelapa.  Iklim merupakan parameter utama dalam pengembangan kawasan pertanian. Zona iklim Schmidt–Ferguson dan Oldeman merupakan zona iklim berbasis data hujan bulanan yang digunakan secara luas untuk perencanaan pertanian di Indonesia. Terbatasnya stasiun iklim di Provinsi Papua Barat dengan durasi pencatatan kurang dari 30 tahun menjadi kendala dalam melakukan analisis iklim. Climate Hazards Group Infrared Precipitation with Stations (CHIRPS) merupakan salah satu dataset hujan global berbasis penginderaan jauh yang memiliki durasi perekaman lebih dari 30 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan data CHIRPS, metode Schmidt – Ferguson, dan metode Oldeman untuk mengevaluasi rencana pengembangan komoditas pertanian prioritas di Provinsi Papua barat. Secara umum penelitian ini terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu; inventarisasi data, klasifikasi data hujan, dan evaluasi kesesuaian iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pertanian prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan kondisi iklim di Provinsi Papua Barat. Hanya komoditas bawang merah yang tidak sesuai dengan kondisi iklim di Provinsi Papua Barat. Oleh sebab itu kebijakan pengembangan komoditas pertanian prioritas di Provinsi Papua Barat dapat dijalankan dalam rangka menjaga ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI BAKTERI DEKOMPOSER LIMBAH KULIT UDANG DAN LIMBAH KELAPA Arief Rahman; Rusmini Rusmini; Daryono Daryono
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.258 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.1996

Abstract

Konsep pertanian berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami atau organik dan mikroorgansime sebagai dekomposer dan penyedia unsur hara bagi tanaman. Limbah-limbah seperti limbah udang dan kelapa merupakan bahan alami yang bisa menjadi aktivator alami pengurai bahan organik atau sebagai bahan pengomposan. Limbah tersebut berpeluang untuk menghasilkan bakteri positif untuk pengurai bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi karakteristik morfologi bakteri pada limbah kulit udang dan limbah kelapa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agronomi Jurusan Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dari bulan Juli sampai dengan September 2022. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode serial dilution kemudian ditumbuhkan di media NA (Nutrient Agar) menggunakan metode spread plate. Identifikasi bakteri dilakukan dengan mengamati morfologi koloni. Isolat yang berhasil diperoleh sebanyak 44 isolat bakteri dengan isolat bakteri terbanyak berada pada perlakuan A2L2 sebanyak 9 isolat bakteri. Berdasarkan karakteristik morfologi bakteri isolat bakteri yang diperoleh termasuk ke dalam kelompok genus Bacillus dan Pseudomonas.
Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Pulau Jeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong Dwi Indah Widya Yanti; Melisa Masengi
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.677 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.2020

Abstract

Mangrove forest ecosystem is one of the natural resources of coastal areas that has very large functions and benefits. Economic valuation aims to provide economic value to the resources used in accordance with the real value from the community's point of view. The research was conducted on Jeflio Island, Mayamuk District. Methods of data collection using questionnaires and interviews. results Based on the research, the value of mangrove wood is Rp. 38,779,706,924; fish value Rp. 85.800.000; shrimp value Rp. 3,600,000; crab value Rp. 2,912,000; option value Rp.19,558,711; existence value Rp. 9,672,377. The total economic value of mangroves on Jeflio Island is Rp. 38,898,340,924. The utilization of the mangrove ecosystem on Jeflio Island is quite large so that the participation of related parties is needed in the management of the mangrove ecosystem.

Page 9 of 13 | Total Record : 129