cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PERANCANGAN MESIN PEMECAH BATU DOLOMIT KAPASITAS 500 KG/JAM Fider Lumban Batu; Udur 1 Januari Hutabarat; Marlon Tua Pangihutan Sibarani
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.737 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.785

Abstract

Dolomit dapat diolah menjadi pupuk yang disebut dengan pupuk dolomit yang merupakan pupuk yang berasal dari endapan mineral sekunder yang banyak mengandung unsur Ca dan Mg dengan  rumus  kimia  CaMg(CO3)2. Pupuk  dolomit  di  samping menambah  Ca dan  Mg dalam tanah juga memperbaiki keasaman tanah serta meningkatkan ketersediaan unsur yang lain. Dengan berbagai pemanfaatan batu dolomit penulis melakukan perancangan mesin pengolahan pemanfaatan batu dolomit secara maksimal mampu menghasilkan kapasitas 500 Kg/Jam. Dengan diterapkannya teknologi tepat guna, pekerjaan dengan manual pekerjaan beralih menggunakan mesin yang sederhana. Dalam hal ini perancangan mesin dimulai dengan melakukan studi literatur dan melakukan survey mesin-mesin yang sejenis dengan pemecah batu dolomit kemudian melakukan perhitungan bagian-bagian utama mesin yaitu: daya penggerak 1,5 Hp, 1450 rpm, poros 25 mm, pasak, bantalan No.6005, puli dan belt, lalu melakukan desain gambar dan melakukan perakitan, uji kinerja mesin serta melakukan perawatan, pemeliharaan terutama untuk bagian-bagian yang berputar seperti poros dan bantalan.
ESTIMASI PASOKAN BATUBARA UNTUK PLTU RENCANA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Sartika Sartika
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.072 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.781

Abstract

Abstrat - Coal is a cheap of fossil energy and encouraged in the framework of national energy diversification. Based on the Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2016, Indonesia's coal reserves amounted to 32 billion tons which are spread on the islands of Sumatra and Borneo. Most of the domestic coal demands are currently used as fuel for PLTU to produce electricity. Based on the RUPTL PLN, to increase the reliability of the electricity system in West Borneo, the construction of non-fuel power plants such as the Parit Baru Power Plant (FTP1 and FTP2) and the Pantai Kura-Kura PLTU (FTP1). However, in West Borneo coal has not been exploited and coal reserves have also not been identified. To ensure the continuity of electricity supply in West Borneo Province, its need to estimated coal supply for the planned PLTU in West Borneo Province. which require data such as the coal specification data that will be used in the PLTU plan. After the data is collected, then the coal demands are calculated for each planne PLTU.
RANCANG BANGUN PHOTOVOLTAIC SOLAR TRACKER DENGAN REFLEKTOR CERMIN DATAR BERBASIS MIKROKONTROLER Eka Prasetyono; Novie Ayub Windarko; Luluk Badriyah
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.7 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.762

Abstract

Energi listrik yang mampu dibangkitkan oleh photovoltaic (PV) sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti intensitas iradiasi matahari, suhu lingkungan dan orientasi sudut kemiringan dari pemasangan PV.  Intensitas iradiasi matahari di permukaan bumi selalu berubah-ubah nilainya seiring dengan pergerakan matahari di langit mulai matahari terbit sampai terbenam. Pada makalah ini akan dibahas PV solar tracker dengan reflektor cermin datar untuk mendapatkan intensitas iradiasi matahari yang maksimal sepanjang hari. Penggunaan reflektor dalam makalah ini bertujuan untuk meningkatkan diffuse irradiance dan memperpendek jarak tempuh pergerakan solar tracker sehingga lebih hemat energi. Solar tracker didesain bergerak otomatis mengikuti posisi matahari dengan memperbarui sudut solar tracker sesuai sun hour angle (sudut jam matahari) secara periodik 1 jam sekali. Penentuan sudut solar tracker dikontrol oleh mikrokontroler ATMega16. Hasil percobaan lapangan diperoleh daya yang mampu dihasilkan PV menggunakan solar tracker dengan reflektor cermin datar setiap jamnya mengalami kenaikan daya rata-rata sebesar 76.05% dibandingkan dengan PV terpasang statis. Secara komulatif dalam satu hari energi didapatkan posentase kenaikan energi dapat mencapai 75.20% dibandingkan dengan PV yang dipasang secara statis. Sedangkan konsumsi energi untuk menggerakkan solar tracker memerlukan energy kurang dari 0.15% dari total energi yang mampu dihasilkan oleh PV.
PENGARUH MODIFIKASI BURITAN SPEED BOAT TERUBUK EXPRESS 6 TERHADAP KECEPATAN KAPAL Edy Haryanto
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.233 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.792

Abstract

Speedboat Terubuk Express is a fast ship that is used as a means of sea transportation to carry passengers with a capacity of 60 people. Because it continues to experience losses, currently the Terubuk Express speedboat is modified by adding capacity and replacing the main drive engine which previously used an outboard engine with 4 x 200 horse power replaced with an internal engine that uses diesel fuel with power 1140 kilowatt. This study aims to determine the effect of stern shape changes and interaction total resistance before and after being modified on the hull to the speed of the ship.In this study several stages were carried out, namely a field survey to obtain the effect of size addition, making a model using Maxsurf 13.0 software, input data and running simulations using Hullspeed 13.01 then analyzing the results which included obstacles and speed.Based on the results of the analysis and calculations showed that the change in stern shape on the express speed boat speed caused L / B to increase by 1.2%, an increase in the comparison of the L / B value could affect the ability of the boat's motion and stability. The total resistance of the ship increased by 1.05% which at a speed of 35 knots before the change in total resistance was 33.5 kN while after the change in the total resistance became 35, 1 kN. Changes to the installed power engine can give a maximum speed of 49 knots with a total barrier of 47.5 kN. Increased speed greatly affects the engine seat and the strength of construction and the location of the longitudinal of bouyancy.
KINERJA INJEKSI SURFAKTAN SULFONAT ALKIL ESTER (SAE) PADA SALINITAS OPTIMUM MENGGUNAKAN BATUAN BEREA Rika Rahmani
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.571 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.750

Abstract

Surfaktan sulfonat alkil ester (SAE) merupakan surfaktan baru yang dikembangkan untuk meningkatkan perolehan minyak. Surfaktan ini bersifat amphoterik berdasarkan muatan dari bagian kepalanya. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan uji kompatibilitas surfaktan sulfonat alkil ester (SAE) pada kedua karakteristik minyak ringan dan berat untuk menurunkan tegangan antar muka dalam berbagai salinitas brine dan variasi ion monovalen dan divalen. Dari penelitian tersebut diperoleh salinitas optimum dengan konsentrasi surfaktan sulfonat alkil ester 0,4% pada minyak ringan. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang dilakukan untuk mengetahui kinerja dari surfaktan sulfonat alkil ester pada konsentrasi 0,4% terhadap batuan core Berea dengan berbagai bentuk skenario coreflooding menggunakan salinitas optimum 75.000 ppm yang telah diperoleh. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh sekuen injeksi dalam hal salinitas optimum surfaktan lebih tinggi dari salinitas air formasi, dengan membandingkan metode gradien salinitas negatif (Nelson) dan gradien salinitas optimum(Sheng). Hasil recovery factor terbaik yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode gradien salinitas optimum, yaitu 12,12% setelah injeksi surfaktan SAE 0,4% pada salinitas optimum 75.000 ppm. Kata Kunci: surfaktan, sulfonal alkil ester, salinitas optimum, coreflooding, faktor perolehan minyak (RF)
AUDIT ENERGI PADA GEDUNG B POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS stephan asril
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.332 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.344

Abstract

AbstractState Polytechnic of Bengkalis, as a vocational education institution, is continuously developing and increasing both in quantity and quality. The increasing in number of students and facilities, in the other side, has caused the increasing in energy consumption. Electricity problem then occurred because the increasing in energy consumption caused the increasing in electricity bills. The purposes of this research are to calculate the electricity consumption intensity at the class rooms and the laboratories in order to know the electricity usage efficiency in State Polytechnic of Bengkalis; to know the electricity consumption profile in State Polytechnic of Bengkalis; to prevent the energy wasting without decreasing the comfort of the users and fulfill the required standard; to increase the electricity usage efficiency in campus without decreasing the productivity and comfort in teaching-learning and the administration process; also to give input towards State Polytechnic of Bengkalis related to energy saving possibility that can be applied by State Polytechnic of Bengkalis. The energy audit coverage was started from a simple data survey up to calculating the existing data specifically, and then, combined with the specific test towards the facilities (buildings), which was designed to result new data. The time needed to conduct an energy audit depended on the size and type of the facilities available in each building and also the purpose of the audit itself. Key words : energy audit, pre-survey, electricity efficiency
Kajian Eksperimental Pengaruh Tekanan Injektor Pada Penggunaan Bahan Bakar Solar Dari Daur Ulang Minyak(Diesel – Like Fuel) Pelumas Bekas Terhadap Unjuk Kerja Four Stroke Small Marine Diesel Engine Pada Beban 2000 Watt edi haryono
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.914 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.806

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak bumi pada saat ini semakin tinggi termasuk solar. Namun dengan semakin tingginya angka permintaan terhadap bahan bakar solar, persedian solar semakin sedikit dari kurun waktu ke waktu. Karena bahan bakar solar berasal dari minya bumi. Dimana minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu sekarang ini sudah banyak penelitian untuk mengembangkan bahan bakar alternatif untuk menggantikan solar dari minyak bumi. Pada penelitian ini peneliti tertarik pada oli bekas yang tersedia baik oli bekas dari kendaraan ringan maupun berat seperti minyak pelumas bekas dari alat – alat berat dan marine engine di kapal. Oleh sebab itu perlu dicari cara untuk memanfaatkan minyak pelumas bekas sebagai bahan bakar pada motor diesel dengan proses yang mudah dan murah. Penelitian ini dilakukakan untuk mendapatkan tekanan optimal pada injektor pada saat menggunakan solar dari daur ulang minyak pelumas bekas(Diesel – Like Fuel) sebagai bahan bakar dan dapat mengetahui unjuk kerja dari motor diesel saat menggunakan bahan bakar solar dari daur ulang minyak pelumas bekas tersebut. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksperimen pada variasi tekanan injektor 130, 140, 150, 160 Bar. Lalu akan dilakukan pengamatan terhadap unjuk kerja dari motor diesel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Parameter unjuk kerja yang akan diamati adalah daya mesin dan BSFC. Dari hasil analisa terhadap daya motor diesel PE(Watt) pada penggunaan bahan bakar pertamina dex lebih tinggi daya yang dihasilkan dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar Diesel – Like Fuel/DLF sebesar rata – rata 8,29 %, 11,23 %, 13,37 %, 15,78 % pada semua kondisi tekanan injektor. Dari Hasil analisa terhadap BSFC pada tekanan injektor 130 Bar, 140 Bar, 150 Bar, BSFC pertamina dex lebih rendah dari Diesel – Like Fuel/DLF sebesar rata – rata 5,91 %, 3,86 %, 6,37 %. Kecuali pada injektor 160 Bar, BSFC pertamina dex lebih tinggi dari Diesel – Like Fuel/DLF sebesar 6,34 %. Dapat ditarik kesimpulan berdasarkan BSFC dan daya motor(PE) agar bahan bakar Diesel – Like Fuel/DLF penggunaannya lebih ekonomis dioperasikan pada kondisi tekanan injektor 160 Bar.
OPTIMALISASI PENCAHAYAAN RUANGAN GEDUNG PERKANTORAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DI PT PERTAMINA (PERSERO) RU II PRODUCTION SEI PAKNING elvira elvira zondra
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.044 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.756

Abstract

Sistem pencahayaan ruangan gedung perkantoran PT Pertamina (Persero) RU II Production Sei Pakning pada kondisi eksisting masih belum optimal, karena tingkat pencahayaan ruangan masih dibawah batas nilai rekomendasi yang akan berdampak buruk pada kinerja, kesehatan dan keselamatan pekerja. Pengukuran dan perhitungan kondisi eksisting pada Ruang Kerja (Ruang Purchasing, Ruang Contract Office, dan Ruang Inventory Control) untuk tingkat pencahayaan sebesar 260 lux (lumen/m2 dengan tingkat optimalisasi pencahayaan 26,99%. Sedangkan pengukuran dan perhitungan kondisi eksisting pada Ruang Rapat dan Ruang Arsip/Gudang untuk tingkat pencahayaan sebesar 210 lux (lumen/m2) dengan tingkat optimalisasi pencahayaan 25,96%.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat optimalisasi sistem pencahayaan ruangan kondisi eksisting dan melakukan upaya perbaikan untuk menuju sistem pencahayaan ruangan kondisi ideal. Upaya untuk menuju kondisi ideal tersebut adalah dengan melakukan pengukuran, perhitungan dan analisa terhadap tingkat pencahayaan, daya lampu total, biaya investasi dan biaya pemakaian listrik.Hasil dari penelitian ini adalah mengoptimalkan sistem pencahayaan ruangan, yaitu menuju sistem pencahayaan ruangan kondisi ideal. Kondisi ideal pada Ruang Kerja untuk tingkat pencahayaan sebesar 350 lux (lumen/m2) dengan tingkat optimalisasi pencahayaan 66,46%. Sedangkan kondisi ideal pada Ruang Rapat dan Ruang Arsip/Gudang  sebesar 300 lux (lumen/m2) dengan tingkat optimalisasi pencahayaan 65,67%.
DESAIN OVEN PENGERING IKAN LOMEK KAPASITAS 75 KG DENGAN BAHAN BAKAR LIMBAH Pardi MT
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.641 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.786

Abstract

Salah satu hasil tangkapan ikan masyarakat nelayan kabupaten Bengkalis adalah ikan lomek. Ikan ini biasanya banyak didapat pada musim penghujan, sedangkan jenis ikan ini tidak tahan lama dalam kondisi basah. Oleh karena itu jenis ikan ini harus segera dikeringkan setelah didapatkan oleh nelayan. Sebagian besar oven yang dijual dipasaran menggunakan energy listrik sehingga biaya operasional cukup tinggi. Oven pengering ikan berbahan limbah ini merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya operasional pengeringan ikan. Oven didesain dengan kapasitas 75 kg dengan dimensi panjang 2 m, lebar 1,2 m dan tinggi 1,2 m. material yang digunakan sebagai penguat besi galvanis dan dinding menggunakan aluminium. Prinsip kerja oven ini tungku pembakaran memanaskan udara yang berada diatas tungku, kemudian udara yang telah dipanaskan tersebut dialirkan ke dalam oven menggunakan bantuan blower. Dalam pengujian ini bahan bakar yang digunakan adalah kayu kering, sabut kepala dan serbuk kayu. Berdasarkan hasil pengujian dari ketiga jenis bahan bakar tersebut waktu pengeringan ikan berbeda-beda. Jenis bahan bakar yang paling cepat mengeringkan adalah kayu kering dengan waktu ± 9 jam dan temperatur 50ºC - 60ºC. sedangkan sabut kelapa dan serbuk kayu relative lebih lama dan temperatur pada oven pengering ikan ini tidak stabil.
DESAIN KAPAL PENANGKAP IKAN MULTIPURPOSE 70 GT Suardi Suardi Suardi
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.328 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.660

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan terbesar di Indonesia, terutama untuk perikanan tambak maupun perikanan air tawar dan air laut. Namun, hingga tahun 2014 potensi hasil laut di perairan ini baru dimanfaatkan sekitar 30% dari total produksi 341 ribu ton yang ada. Hal ini karena kapal-kapal yang beroperasi masih belum memadai. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan kapal penangkap ikan beserta alat tangkapnya. Keunggulan kapal ini dengan kapal jenis lain adalah kapal penangkap ikan multipurpose yang dapat digunakan sepanjang tahun, berbahan fiber reinforced plastic (FRP) juga direncanakan memiliki 3 (tiga) alat tangkap, yaitu jaring insang (gill net), pukat tarik (seine net) dan pancing (pole and lines). Perencanaan ukuran kapal, data utama kapal, alat tangkap dan perhitungan-perhitungan pendekatan disesuaikan dengan metode desain kapal. Dengan metode iterasi (trial and error) dalam menentukan ukuran utama kapal berdasarkan besar gross tonnage (GT) yaitu 70 GT adalah Lpp = 20.4 m, B = 5 m, H = 2.5 m, T = 1.7 m, Cb = 0.551 dan Vs = 10 knot. Dari ukuran utama yang telah didapat kemudian dirancang gambar rencana garis (linesplan) dan rencana umum (general arrangement) kapal.

Page 11 of 34 | Total Record : 332