cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
KAJIAN PENAMBAHAN BILGE KEEL TERHADAP GERAK OLENG KAPAL KONTAINER TIPE SMALL FEEDER Ahmad Syafiul M
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.785 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.709

Abstract

Tol laut merupakan salah satu dari kebijakan Pemerintah Indonesia yang berorientasi pada kemandirian dan kedaulatan di sektor maritim sehingga dibutuhkan armada kapal yang memadai. Satu armada kapal yang dibutuhkan adalah Kapal Kontainer. Kapal Kontainer dalam studi ini merupakan tipe pengumpan dengan katagori kapasitas kelas small feeder dengan panjang (Lpp) = 74 m, Lebar (B)= 17 m, dan Sarat (T) = 3 m. Jalur pelayaran yang direncanakan akan melewati wilayah perairan dengan gelombang tinggi pada 6 Skala Beaufort, sehingga apabila gelombang datang dari arah samping (beamsea) maka dikhawatirkan kapal akan mengalami oleng cukup besar yang dapat berdampak pada keselamatan kapal. Perencanaan penambahan penggunaan bilge keel (lunas bilga) pada Kapal Kontainer diharapkan bisa menjadi roll damping system yang cukup efektif untuk mengurangi sudut oleng (roll) kapal. Dengan menggunakan simulasi numerik menggunakan metode panel yang divalidasi dengan hasil pengujian, maka diperoleh hasil pengurangan gerak oleng (roll) pada Kapal Kontainer sebesar 20% untuk kondisi 6 Skala Beaufort.
PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS BOLAK BALIK MINYAK GORENG BERBAGAI MERK DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BENTUK ELEKTRODA Marlon Tua Pangihutan Sibarani
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.593 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.775

Abstract

Perkembangan saat ini menuntut suatu produk yang aman dan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai isolasi cair transformator. Keadaan ini berpeluang menggunakan bahan energi terbarukan dari minyak nabati seperti minyak goreng untuk mendinginkan transformator. Pengujian pada minyak goreng berbagai merk ini merupakan pengujian tegangan tembus bolak-balik dengan variasi bentuk elektroda yang bertujuan untuk mengetahui besar tegangan tembusnya (Vbd). Pengujian ini menggunakan elektroda berbentuk jarum dan bola dengan jarak sela elektroda (s) dan arus sekunder transformator (Is) yang berbeda. Tegangan tembus bolak-balik sebenarnya untuk minyak goreng bermerk Sania dengan menggunakan elektroda jarum dengan Is sebesar 1,6 mA pada jarak sela 5 mm, 10 mm, 15 mm adalah 22,9 kv, 23,3 kv, 23,7 kv dan dengan menggunakan elektroda bola pada Is dan s yang sama diperoleh tegangan tembus sebenarnya sebesar 21,9 kv, 22,3 kv, 22,7 kv. Tegangan tembus bolak-balik yang sebenarnya untuk minyak goreng SunCo dengan menggunakan elektroda jarum dengan Is sebesar 1,6 mA pada jarak sela 5 mm, 10 mm, 15 mm adalah 22,3 kv, 22,9 kv, 23,5 kv dan dengan menggunakan elektroda bola pada Is dan s yang sama diperoleh sebesar 21,5 kv, 21,9 kv, 22,5 kv.
PENAMBAHAN SERAT YANG OPTIMAL TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA BETON NORMAL budiman budiman
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.9 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.477

Abstract

Intisari-SNI03-2847-2002, Beton merupakan campuranantarasemenportlandatau semenhidraulikyang lain, agregathalus,agregatkasar,dan air,denganatautanpabahantambahanyang membentukmasapadat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan serat serabut kelapa (SSK) terhadap karakteristik beton dan menentukan nilai kuat tekan karakteristik beton. Variasi penambahan serat serabut kelapa (SSK) sebesar 0%; 0,3%; 0,6%; 0,9%; dan 1,2% terhadap berat semen. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium berbasis sampel dan analisis karakteristik uji tekan beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan serat serabut kelapa (SSK) pada campuran beton mempengaruhi nilai kuat tekan karakteristik beton. Dimana nilai kuat tekan karakteristik beton meningkat pada penambahan SSK 0,3% dan SSK 0,6%, menurun setelah penambahan SSK 0,9% dan SSK 1,2%. Nilaif’c karakteristik beton pada penambahan SSK 0,3% dan SSK 0,6%sebesar 84,12 Kg/cm2 dan 69,84 Kg/cm2 terjadi peningkatan sebesar 20,41% dan 3,45%. Peningkatan nilai kuat tekan beton yang terjadi tidak signifikan jika dibanding beton tanpa SSK (beton normal) dengan nilai f’ck sebesar 66,34 Kg/cm2. Penurunan nilai f’ckterjadi pada proporsi penambahan SSK 0,9% dan SSK 1,2% dengan nilai f’ck diperoleh masing-masing sebesar, 63,5 Kg/cm2 dan 44,47 Kg/cm2 pada umur 28 hari.Kata Kunci - Beton Normal, SSK, Kuat  Tekan Karakteristik (f’ck)
Pengaruh Gerakan Transducer Terhadap Kualitas Sinyal Akustik Bawah Air Dengan Pendekatan Simulasi Andhi Indira Kusuma I Putu; Maria Margareta Zau Beu
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.588 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.476

Abstract

Pada proses transmisi sinyal akustik bawah air di perairan dangkal yang bergelombang akan mengakibatkan pergerakan transducer yang secara tidak langsung akan meningkatkan gangguan pada proses transmisi sinyal. Makalah ini menganalisa pengaruh pergerakan transducer terhadap kualitas sinyal komunikasi akustik bawah air dengan pendekatan simulasi serta menerapkan metode passive time reversal mirror (PTRM) sebagai metode pemrosesan sinyal untuk meminimalisir pengaruh multipath effect dan meningkatkan kualitas sinyal. Pemodelan metode image digunakan untuk memodelkan kanal beserta interaksi sinyal yang terjadi saat proses transimisi. Dimana, tanki uji tarik kapal digunakan sebagai kanal atau media transmisi sinyal komunikasi akustik. Tiga jarak komunikasi antara sumber dan penerima sinyal disimulasikan kedalam pemodelan dengan mentransimisikan sinyal akustik Binary Phase Shift Keying (BPSK) sebesar 10 kHz dan membawa 100 bits simbol transmisi dengan waktu transmisi selama 0.02 s. Kemudian tiga variasi nilai sigma (s) 2.5 cm, 5 cm dan 10 cm diberikan sebagai representasi gerakan osilasi dari transducer dengan sebaran Gaussian. Dari hasil pemodelan didapatkan bahwa semakin jauh jarak komunikasi maka nilai bit error akan meningkat. Kemudian semakin besar pergerakan transducer atau nilai sigma  (s)  maka semakin acak waktu kedatangan pada setiap elemen ray di masing-masing respon impulse dari kanal sehingga nilai bit error akan meningkat pula. Dengan menerapkan serta mengaplikasikan metode passive time reversal maka bit error dapat diminimalisir sehingga dapat meningkatkan kualitas sinyal akustik yang diterima.. Dalam hal ini metode passive time reversal efektif untuk mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh pergerakan transducer.
PENGARUH PENDINGINAN MEDIA AIR DAN OLI PADA HEATTREATMENT SAMBUNGAN LAS METODE SMAW TERHADAP KEKUATAN LOGAM YANG DIHASILKAN Asep AR Ruchiyat
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.823 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.732

Abstract

Abstract Welding is a method of metal extension that utilize the Penetration of heat produced. Heat and the freeze of a metal extension is a natural phenomenon, where that process works based on the difference of temperature. The cooling temperature that work so fast creating diverse structure as the result that the mechanical ability of a metal changes.                This research purpose is to find out to what extent heat treatment with water and oil cooling media gives effect to the result of SMAW weld, considering processes changes in metal are very sensitive towards mechanical ability.                 Hardness testing in raw material that has been done gives result of 46.9 with an average hardness in the normal welding process of 48 HRB or increased by 2.34%. This value indicates that the welding process will have an impact on the increase in hardness of the weld metal. Then the weld metal heat treatment process at 850oCwith normal cooling of free air decreases the weld metal hardness by 43.5 HRB or 7.24% under raw material. While the quenching process carried out with water and oil cooler has an impact on increasing the hardness above heat treatment, normal cooling is 4.36% and 3.19% lower to the raw material. From this description it can be concluded that quench accelerates the rate of cooling and increase hardness by 4.36%. Key words: welding SMAW, heattreatment, cooling water and oil, hardness metal   
PURWARUPA SISTEM PENDETEKSI JARAK ANTAR QUADROTOR DENGAN SENSOR GPS Esa Apriaskar
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.956 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.768

Abstract

Technology of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) which is quite rapidly developing in recent years, is quadrotor. The increasing number of quadrotor utilization in various aspects of life is one of the factors driving the development of research on quadrotor technology. The ability of a quadrotor to determine its distance from other quadrotor is one of the important factors that can support the success of formation swarm of quadrotor. This research aimed to create a prototype of distance detection system capable of supporting the mission of the formation swarm of quadrotor. Two pairs of latitude and longitude angles data from GPS sensor which represented coordinate position of 2 quadrotors were calculated using haversine formula to get the distance between 2 quadrotors. Data resulted from the system are compared with actual distance to test the success of the system in calculating the distance between two quadrotor distance.
Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Singkong Dengan Prinsip Mesin Bubut Hesty Fanila; Marhadi Sastra
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.679 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.767

Abstract

Singkong merupakan salah satu potensi lokal Indonesia melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Singkong dapat diolah menjadi berbagai bahan pangan, salah satu panganan yang praktis dari hasil olahan singkong adalah keripik. Kendala yang sering dirasakan produsen keripik adalah proses pengupasan yang biasanya dilakukan secara manual yang membutuhkan waktu yang lama.  Untuk mendukung proses produksi keripik, dibutuhkan tenaga kerja yang banyak. Metode pengupasan manual dilakukan dengan cara menyayat kulit singkong secara memanjang kemudian mencongkel kulit secara memutar. Pada kondisi ini, pekerja pada kondisi yang tidak aman karena memungkinkan tersayatnya tangan pekerja oleh pisau. Berdasarkan kondisi dan situasi tersebut mendorong penciptaan teknologi pengupasan singkong yang efisien dan aman berupa alat pengupas singkong berpenggerak motor listrik dengan menggunakan prinsip dasar mesin bubut.
STUDI NILAI TAHANAN KAPAL FEEDER 500 DWT DENGAN MENGGUNAKAN METODE NUMERIK DAN PENGUJIAN Andik Machfudin; ahmad syafiul mujahid
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.888 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.727

Abstract

Faktor penting yang menjadi dasar dalam mendesain suatu kapal adalah mendapatkan suatu rancangan kapal yang hemat energi dengan nilai tahanan kapal yang lebih rendah dan sistem propulsi yang lebih baik. Hal ini untuk memastikan bahwa kapal memiliki kecepatan yang diinginkan dengan daya yang optimal. Dalam rangka untuk mendukung program nasional tol laut Pemerintah Republik Indonesia maka Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sebagai instansi negara mendesain kapal feeder yang akan digunakan sebagai standarisasi kapal feeder nasional. Pada tulisan ini dilakukan studi dengan menggunakan metode numerik dan metode pengujian mengenai besarnya nilai tahanan dan daya efektif serta besarnya daya mesin yang dibutuhkan pada saat kecepatan dinas kapal yakni 10 knot. Metode numerik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teori panel dengan formulasi perhitungan nilai hambatan menggunakan metode holtrop; dan metode pengujian yang digunakan di Kolam Uji Tarik Balai Teknologi Hidrodinamika berdasarkan standar dan ketentuan yang mengacu pada ITTC (International Towing Tank Conference). Tahanan kapal yang diperoleh melalui metode pengujian terdapat selisih hasil sebesar 18.2 % dari hasil perhitungan dengan metode numerik dan daya efektif kapal lebih besar 5.96 % dari hasil perhitungan dengan numerik. Dengan demikian dapat diketahui bahwa untuk mencapai kecepatan 10 knot maka daya mesin kapal yang dibutuhkan sebesar 656.95 hp untuk hasil perhitungan dengan menggunakan metode numerik, sedangkan dengan metode pengujian diperoleh nilai sebesar 698.67 hp.
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME TERHADAP KEMAMPUKERASAN BAJA MENGGUNAKAN ALAT UJI JOMINY Yusuf -; Yudi Chandra
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.919 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.769

Abstract

Kemampukerasan adalah kemampuan suatu material untuk dapat dikeraskan sampai kedalaman tertentu dengan cara perlakuan panas dengan properti mekanik, hingga terbentuk martensit pada proses pendinginan untuk mencapai kekerasan tertentu. Salah satu metode pengujian hardenability yaitu jominy test (Van Vlack, 1991). Uji jominy merupakan sebuah metode untuk mengetahui kemampuan pengerasan logam (baja). Pengujian jominy tes dilakukan berdasarkan standard ASTM A255. Pengujian dilakukan mengunakan baja ST 42 dengan panjang 100 mm dan diameter 25.4 mm dengan spesimen uji sebanyak 3 buah. Hasil pengujian spesimen 1 dengan holding time 30 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 43,7 HRB, untuk spesimen 2 dengan Holding Time 60 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 43,7 HRB, sedangkan pada spesimen 3 dengan holding Time 90 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 47 HRB. Semakin lama dilakukan holding Time pada spesimen maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan lebih tinggi.
PENENTUAN POLA CAMPURAN PERTAMAX DAN PERTALITE MENGGUNAKAN DERET SENSOR GAS SEMIKONDUKTOR DENGAN ALGORITMA PRICIPAL COMPONENT ANALYSIS henry lumban toruan; Marlon Tua Pangihutan Sibarani
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.797 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.771

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem penentuan pola campuran pertamax dan pertalite menggunakan deret sensor gas semikonduktor dengan algoritma Pricipal Component Analysis yang dapat mengetahui tingkat kemurnian pertamax terhadap campuran pertalite sehingga dapat dipastikan pertamax tersebut bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi agar dapat bekerja optimal. Manfaat dari Penelitian Produk Terapan ini adalah suatu teknologi tepat guna dibidang instrumentasi elektronika menggunakan metode Pricipal Component Analysis (PCA) untuk menentukan pola campuran pertamax dan pertalite. Realisasi alat penentuan pola campuran pertamax dan pertalite menggunakan deret sensor gas semikonduktor dengan algoritma Principal Component Analysis ini dapat bekerja dengan baik. Dari grafik scatter kita dapat melihat bahwa ke empat kelompok campuran pertamax-pertalite ini telah terpisah sesuai kelompoknya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa metode PCA ini dapat digunakan untuk pengelompokan sampel tersebut. Tingkat keberhasilan pengelompokan campuran pertamax dan pertalite untuk 100, 75, 50 dan 50 % dengan masing-masing sampel sebanyak 10 buah sehingga jumlah sampel keseluruhan adalah 40 buah mencapai 100%. Penelitian ini sangat menunjang sistem identifikasi kemurnian bahan bakar.

Page 10 of 34 | Total Record : 332