cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PROSES PEMBUATAN KAPAL FRP BERKAPASITAS 14 M BAGI NELAYAN DI KABUPATEN BENGKALIS Dian Ardiana; Razali Razali; Muharnis Muharnis
INOVTEK POLBENG Vol 4, No 1 (2014): INOVTEK VOL.4 NO 1 - 2014
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.717 KB) | DOI: 10.35314/ip.v4i1.97

Abstract

AbstrakSebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki keindahan alam yang luar biasa, maka kita harus mampu memanfaatkann ya sumberdaya yang ada semaksimal mungkin. Wilayah perairan di Indonesia, khususnya di perairan Pulau Bengkalis,   sangat kaya dengan   potensi lautnya.   Namun, untuk mengembangkan  potensi tersebut dibutuhkan  sarana  dan  fasilitas  yang  memadai  khususnya  bagi para nelayan.  Salah  satu sarana  transportasi  bagi nelayan  di Bengkalis  yang  perlu  dikembangkan  adalah  kapal  fiberglass.  Pengetahuan  tentang  proses  pembuatan kapal nelayan dari fiberglass sangat diperlukan bagi perkembangan dunia perkapalan yang berbasis pada kerakyatan, karena  dinilai  dari  segi  biaya,  perawatan,   kontruksi,   dan  proses  pembuatan   kapal  fiberglass   lebih  unggul dibandingkan  dengan material lain. Dalam proses tersebut sangat perlu diperhatikan  beberapa hal, antaranya lain : Perhitungan Rencana Garis, perhitungan Rencana Umum serta pembacan dan terjemahan gambar, penentuan tahapan pengerjaan. Pada saat ini pembangunan kapal dari bahan fiberglas mulai banyak diminati orang, karena dalam proses pembuatan  kapal  fiberglass  memiliki  beberapa  keungulan  dari pada  kapal  dari bahan  kayu  maupun  logam,  dan fasilitas yang memadai dalam membuat kapal fiberglass. Kata kunci : fiberglass,Frame,laminasi, Finising.
IMPLEMENTASI CURRENT FED PUSH PULL CONVERTER MENGGUNAKAN KONTROL PI PADA APLIKASI RUMAH MANDIRI Syechu Dwitya Nugraha; Ony Asrarul Qudsi; Diah Septi Yanaratri
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.289 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.285

Abstract

Aplikasi dari pemanfaatan energi matahari adalah sebuah mikrogrid skala rumah. Pada mikrogrid khususnya menggunakan panel surya atau photovoltaic (PV) sebagai sumber energi utama. Pada aplikasinya tegangan keluaran dari PV dinaikkan atau diturunkan dengan DC-DC konverter. Akan tetapi permasalahan yang terjadi adalah daya atau tegangan keluaran dari PV mudah berubah terhadap irradiasi matahari sehingga perlu dinaikkan dengan rating kelipatan tegangan yang tinggi mencapai 400 V untuk suplai DC bus bar. Maka dari itu pada penelitian ini akan mengaplikasikan Current Fed Push Pull Converter dengan menggunakan kontrol PI yang dapat menaikkan tegangan masukan yang bernilai 70V - 95 V menjadi 400 V dan distabilkan menggunakan metode PI. Dari hasil implementasi, sistem mampu menaikkan tegangan keluaran 400 V dan menjaga tegangan tersebut tetap stabil walaupun tegangan masukannya berubah-ubah
ALAT PEMARUT BATANG SAGU PORTABLE Akmal Indra; Agus Sutanto
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 2 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 2 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.56 KB) | DOI: 10.35314/ip.v6i2.67

Abstract

Abstrak Salah satu UMKM yang mengolah sagu untuk dijadikan mie sagu adalah “Mie Sagu Barokah” milik Bapak Rahmat yang memiliki kapasitas produksi 50 kg sampai 70 kg per hari. Seperti biasanya, dalam mengolah batang sagu untuk dijadikan pati sagu masih menggunakan cara tradisional dan semi mekanis. Pemarutan batang sagu untuk dijadikan pati sagu dilakukan di rumah yang juga merupakan tempat usaha mie sagu.Dari hasil survey dan wawancara, proses pemarutan batang sagu yang selama ini dilakukan memiliki beberapa kelemahan yaitu 1.Ongkos angkut batang sagu masih mahal, 2.Memerlukan tempat yang luas, 3.Suara mesin pemarut yang sangat menggangu tetangga, 4.Bau dari tumpukan kulit batang sagu.Tujuan penelitian ini adalah membuat alat pemarut batang sagu portable dan melakukan analisa ongkos produksi penggunaan alat pemarut batang sagu portable. Dari hasil penelitian diperoleh waktu rata-rata pemarutan tual batang sagu sebesar 4,14 menit dengan biaya sebesar Rp. 226,79/kg. Kata kunci : batang, sagu, portable,pemarut, alat, produksi
Analisa Performansi Safety Instrument System (SIS) pada HRSG PLTGU di PT. PJB UP Gresik Anindita Adikaputri Vinaya
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.164 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.279

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) merupakan komponen penting dalam pembangkit energi listrik. Jika HRSG gagal maka PLTGU dapat mengalami kondisi trip atau kondisi mesin mati secara tiba-tiba dan dapat berpengaruh pada pasokan listrik di PLTGU. Heat Recovery Steam Generator (HRSG) tersebut bekerja pada temperatur dan tekanan yang tinggi sehingga membutuhkan tingkat safety yang tinggi untuk menjaga dari kondisi bahaya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa performansi Safety Instrumented system (SIS) atau sistem proteksi pada HRSG, karena SIS berperan untuk memonitor dan melakukan aksi jika terjadi kondisi berbahaya.Untuk mempresentasikan SIS HRSG secara kuantitatif digunakan nilai Safety Integrity Level (SIL) atau level tingkat keamanan. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA). Metode ini digunakan untuk menentukan nilai SIL berdasarkan konstruksi FTA yang sudah ditentukan. Pengambilan data yang digunakan adalah diagram P&ID dan data maintenance tiap komponen yang ada pada HRSG. Kebutuhan performansi Safety Instrumented system HRSG berdasarkan metode risk graph dan standard IEC 61508 yaitu kategori SIL 2 sedangkan Safety Instrumented system kuantitatif dengan metode Fault Tree Analysis (FTA), diperoleh nilai SIL yang tidak termasuk dalam kategori standard IEC 61508 dengan nilai PFD 12,6977, dimana nilai PFD menunjukkan probabilitas terjadinya kegagalan. Berdasarkan diagram FTA HRSG sistem pada exhaust damper menunjang paling besar terhadap munculnya kegagalan pada HRSG, dengan nilai PFD sebesar 1,6089. Sedangkan, untuk komponen yang menunjang paling besar yaitu Limit Switch (LS) pada exhaust damper dengan PFD sebesar 0,7008.
ALAT PENCACAH PELEPAH KELAPA SAWIT UNTUK PAKAN TERNAK Beni Syahputra
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 1 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 1 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v6i1.43

Abstract

Abstrak Limbah pelepah sawit biasanya ditumpuk disekitar kebun sawit dan tidak termanfaatkan dengan baik sehingga sebagian masyarakat ada yang membakar limbah tersebut yang berpotensi terjadi kebakaran lahan. Penelitian ini bagaimana memanfaatkan limbah pelepah sawit tersebut sebagai pakan ternak dengan membuat mesin pencacah pelepah sawit menggunakan motor dong feng R 175, 7 HP, 2600 RPM sebagai penggerak utama, mata pisau potong terbuat dari guide bar chain saw dengan jumlah 13 mata pisau. Silinder rumah pencacah menggunakan pipa diameter 11 inchi dengan ketebalan 5 mm. Dari hasil analisa dan hitungan yang dilakukan terhadap mesin pencacah pelepah sawit didapatkan hasil kapasitas potongan pelepah sawit 0,0234 m3/jam dengan spesifik gravity adalah 4500 kg/m3, sehingga didapatkan hasil sebanyak 105,3 kg/jam cacahan. Kata kunci : limbah pelepah sawit, mesin pencacah, pakan ternak
RANCANG BANGUN KOPLING MAGNET PADA POMPA POWER STEERING SUZUKI VITARA Kholis Nur Faizin
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 1 (2017): INOVTEK VOL.7 NO 1 - 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.479 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i1.151

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi dunia otomotif yang cukup cepat. Banyak fitur – fitur baru yang di berikan untuk memudahkan para konsumen dalam mengendarai sebuah kendaraan. Penambahan fitur – fitur keselamatan dan yang lain, jelas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendaranya. Seperti contoh fitur keselamatan yaitu Airbag , fitur pendingin ruangan atau A/C, dan adanya fitur kenyamanan, suspensi, sistem pengereman, power steering,dll. Power steering sekarang menjadi fitur wajib di dalam kendaraan, namun tipe power steering yang digunakan pada kendaraan terbaru berbeda dengan kendaraan yang lama. Belakangan ini kendaraan baru sudah menggeser power steering tipe hidrolik dengan tipe elektrik. Hal ini dilakukan karena power steering tipe ini mempunyai banyak kelebihan jika di banding dengan tipe hidrolik. Seperti dari perawatan yang lebih mudah, kestabilan kendaraan, dan efisiensi bahan bakar.                Power steering tipe hidrolik dimodifikasi agar bisa seperti power steering tipe elektrik dengan mengambil konsep yang sama. Perubahan ini dilakukan dengan jalan menambahkan kopling magnet pada pompa power steering. Hal ini dilakukan agar power steering tipe hidrolik bisa di non fungsikan saat di kecepatan tinggi dan kendaraan menjadi lebih efisien bahan bakar.                Dari hasil pengujian kopling yang di rancang tidak terjadi slip. Untuk efisiensi bahan bakar kendaraan standart dengan ½ liter bahan bakar dapat menempuh jarak 10,4 km dan kendaraan yang sudah di modifikasi dengan bahan bakan ½ liter dapat menempuh jarak 11,4 km, lebih efisien 9,6%. Dan kendaraan lebih stabil dari sebelumnya.Keyword :Sistem power steering, sensor kecepatan, kopling magnet.
Cover dan Daftar ISI VOL.8 NO 2 - 2018 supianto supianto
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.747 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.869

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN ABU SISA PEMBAKARAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dedi Enda Enda
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.057 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.358

Abstract

Ketergantungan penggunaan fly ash terutama fly ash tipe F hasil sisa pembakaran batu bara sebagai bahan tambah pembuatan beton cukup tinggi, akan tetapi tidak semua daerah di Indonesia tersedia bahan ini, seperti di pulau Bengkalis, untuk itu perlu dikembangkan bahan tambah alternatif dengan memperhatikan ketersediaannya di lapangan, yaitu berupa abu sisa pembakaran sampah organik. Penelitian di laboratorium dilakukan dengan variasi subsitusi abu sisa pembakaran sampah organik dengan semen berdasarkan satuan volume. Adapun volume semen yang dikurangi untuk diganti abu sisa pembakaran sampah organik yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dengan kuat beton rencana yang digunakan yaitu 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari penggunaan abu sisa pembakaran sampah organik sebagai subsitusi parsial semen terhadap kuat tekan beton 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa, menyebabkan mutu beton menurun seiring penambahan abu sisa pembakaran sampah organik sehingga abu sisa pembakaran sampah organik tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam beton.Kata Kunci - beton, abu sisa pembakaran sampah organik, kuat tekan beton
Perencanaan Sistem Mekanikal Cold Storage sebagai Penyimpanan Sayur Pascapanen Shanti Kartika Sari; Eka Lutfi Septiani; Risky Wulandari
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.746 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.474

Abstract

Produk-produk hortikultura seperti sayur akan mengalami penurunan mutu setelah dipanen karena hilangnya sumber air dan nutrisi. Kualitas sayur tersebut tidak dapat ditingkatkan, hanya dapat dijaga. Kerusakan sayuran tidak dapat dicegah, namun dapat diperlambat. Salah satu cara untuk menjaga kesegaran dan kualitas dari sayur adalah dengan menyimpan bahan makanan pada temperatur rendah, sehingga dapat menghambat aktivitas mikroorganisme sebagai agen pembusuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan cold storage. Penyimpanan bahan makanan di dalam cold storage memerlukan penanganan yang cermat dan tepat, terutama jika bahan makanan dalam jumlah besar dan memiliki sifat mudah rusak (perishable products) seperti sayur pascapanen. Untuk mempertahankan kesegaran sayur di Kampus C UISI dari proses pascapanen sampai ke tangan konsumen, maka dapat digunakan fasilitas cold storage. Berdasarkan penelitian sebelumnya, cold storage yang direncanakan untuk menyimpan sayur hasil panen telah diketahui kapasitas penyimpanan dan total beban pendinginannya. Dalam penelitian ini, dilakukan perencanaan sistem mekanikal cold storage di Kampus C UISI. Hasil penelitian ini adalah cold storage menggunakan refrigeran R-134a. Berdasarkan analisis siklus refrigerasi kompresi uap, didapatkan nilai perhitungan laju aliran massa refrigeran sebesar 0,3866 kg/s, daya kompresor sebesar 17,7413 Hp, dan COP sebesar 3,13
UPDATE ESTIMASI EMISI GAS BUANG KAPAL DI PERAIRAN BATAM-SINGAPORE MENGGUNAKAN DATA AUTOMATIC IDENTIFICATION SYSTEM (AIS) Hendra Saputra; Nidia Yuniarsih; Naufal Abdurrahman; Mufti Fathonah Muvariz; Sapto Wiratno Satoto; Tri Ramadani Arjo
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.574 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung emisi gas buang yang dihasilkan dari aktifitas pelayaran kapal yang berada di perairan Batam-Singapore menggunakan data AIS (Automatic Identification System). Wilayah  ini merupakan salah satu wilayah perairan dengan aktifitas pelayaran terpadat sepanjang selat Malaka. Hasil analisa menunjukkan jumlah rata-rata kapal per-jam pada 4 September 2018 sebanyak 1191 kapal dengan kepadatan tertinggi terjadi pada pukul 22.00 dengan jumlah 1326 kapal. Hasil perhitungan emisi pada jam tersebut menunjukkan jumlah emisi NOx, CO, CO2, VOC, SOx and PM masing-masing sebesar 48,716.48  kg/hour, 62,297.39 kg/hour, 3,541,656.53 kg/hour, 14,751.79 kg/hour, 1,339.14 kg/hour and 22,319.03 kg/hour. Hasil ini merupakan updating nilai emisi dari penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan data AIS perjam pada tahun 2011 dan 2014. Hasil perbandingan menunjukkan perbedaan cukup signifikan terhadap nilai emisi CO2

Page 9 of 34 | Total Record : 332