cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
ANALISIS NILAI THRUST TERHADAP PENERAPAN KORT NOZZLE PADA PROPELLER KAPAL PENCALANG 15 GT MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Abdul Gafur
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3604

Abstract

Kapal Pentjalang 15 GT merupakan Kapal Layar Motor yang menggunakan 2 Propulsor, yaitu layar dan Propeller. Layar berfungsi sebagai penggerak utama dan Propeller sebagai penggerak bantu. Dengan demikian perancangan sistem propulsi mekaniknya tidak dapat memenuhi seluruh hambatan yang terjadi pada kapal pada kecepatan tertentu. Kort Nozzle berfungsi untuk memusatkan aliran yang dihasilkan oleh Propeller sehingga meningkatkan thrust yang dihasilkan oleh Propeller. Penelitian ini menganalisis tiga model tipe dari Kort Nozzle yaitu model Shushkin tipe A, Shushkin tipe B dan Shushkin tipe C yang digunakan pada Propeller B4-55 Series yang berdiameter 630 mm. Perbedaan model Kort Nozzle mengindikasikan nilai thrust dan torque yang berbeda, sehingga penulis mencoba menganalisis masing-masing model agar dapat diketahui yang mana model Kort Nozzle dengan nilai thrust tertinggi dan torque terendah menggunakan bantuan Software Computational Fluid Dynamic. Dalam analisis yang dilakukan menggunakan Software CFD ANSYS Fluent menunjukkan masing-masing model yang dianalisis terdapat perbedaan nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Dari ketiga model Kort Nozzle yang dianalisis, terlihat nilai thrust terbesar terdapat pada Kort Nozzle Shushkin tipe A dengan nilai thrust sebesar 7076.74 N pada RPM 600. Sedangkan untuk nilai torque terendah terdapat pada Kort Nozzle Shushkin tipe B dengan nilai torque sebesar 16.13331 Nm pada RPM 300.
Analisis Pengaruh Kesiapan Pemilik Kapal Dalam Pelaksanaan Retrofitting Sistem Ballast Kapal Tanker Menggunakan Pendekatan Dinamika Sistem Hardiyanto Hardiyanto; Zulyani Zulyani; Jamal Jamal; Muhammad Helmi
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3658

Abstract

IMO mewajibkan semua kapal existing yang beroperasi pada rute internasional untuk memasang Ballast Water Treatment System (BWTS). Pemasangan BWTS dilakukan dengan melakukan retrofitting kapal exiting yang dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan survei International Oil Pollution Prevention (IOPP) dan paling lambat sebelum 8 September 2024. Retrofitting sistem Ballast Water Treatment System (BWTS) pada kapal existing. Retrofitting BWTS merupakan langkah yang memerlukan persiapan cermat oleh pemilik kapal, termasuk persiapan dokumen dan pelaksanaan survei atau 3D scaning. Hasil pengembangan model menggunakan pendekatan dinamika sistem menunjukkan bahwa ketidaktersediaan dokumen yang diperlukan dapat menyebabkan peningkatan biaya sebesar 1,7% dan penambahan durasi sebesar 1,4% dalam proses retrofitting kapal tanker. Hasil simulasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi untuk menghindari kegagalan pemenuhan standar BWTS, mengurangi downtime, dan mengoptimalkan pengeluaran biaya.
Peningkatan Kinerja Heat Pump Tester Melalui Retrofit Refrigerant Tidak Ramah Lingkungan dengan R-134 Alfanda, Benedicta Dian
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3676

Abstract

Heat pump menggunakan fluida kerja refrigerant untuk memindahkan kalor melalui siklus penguapan dan kondensasi dalam sistem refrigerasi yang terkonfirmasi dengan kenaikan maupun penurunan nilai enthalpynya. Mesin uji test heat pump yang dimiliki Laboratorium Mesin Fluida di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada kondisi eksisting menggunakan refrigeran jenis sintetik R12 yang bersifat merusak lingkungan. Untuk memberikan pengalaman belajar dan juga fasilitas standar sesuai kebutuhan dunia industri dan maritim maka penelitian melakukan rekayasa teknik dengan penggantian refrigerant tidak ramah lingkungan tersebut dengan refrigerant ramah lingkungan dan sesuai standard klas kapal dengan juga mempertimbangkan sifat termodinamikanya untuk mendapatkan performasi terbaik dan juga potensi kerusakan penggunaannya dengan analisis nilai ODP (Ozone Depleting Potential) dan GWP (Global Warming Potential). Refrigerant alternatif pengganti refrigerant jenis sintetik yang bisa digunakan  namun sesuai dengan kriteria unjuk kerja  unit utama refrigerasi dan auxiliary unit mesin refrigerasi eksisting adalah yaitu R-134a yang memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan dari sisi kriteria ODP dan GWP serta termasuk dalam klasifikasi refrigerant yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dalam penggunaannya seperti trecantum pada Rules BKI Part I Seagoing Ships Volume VIII Rules for Refrigerating Installations Section 1.1 Approved Refrigerants. Penelitian ini berhasil melakukan proses retrofitting R12 menjadi R134a pada mesin heat pump eksisiting dan dihasilkan analisis perbandingan performansi sistem heat pump di antara 2 jenis refrigerant tersebut pada area kerja yang identik. Penggantian jenis refrigerant dengan R134a menunjukkan kenaikan performansi secara signifikan pada COP power factor sebesar 12% pada area rata-area pengujian. Kenaikan performansi ini dominan dipengaruhi oleh kenaikan kapasitas penyerapan refrigerant di evaporator yang ditunjukkan parameter kenaikan kinerja Q evaporator 28% dibanding refrigerant R12 namun juga diikuti kenaikan kerja kompresor yang dibutuhkan menggerakan sistem mencapai 27% dibanding kerja R12 pada semua area pengujian. Kenaikan COP dipengaruhi efek kenaikan  penyerapan kapasitas panas di evaporator yg mengakibatkan kenaikan nilai enthalpy refrigerant pada saat keluar evaporator  memasuki suction compressor pada fase superheated. Perubahan fase ini  menaikkan kerja kompresor secara bersamaan perubahan nilai enthalpy dan penurunan efisiensi isentropic compressor mencapai 15 % efek akibat kenaikan volume spesifik refrigerant pada fase superheated.
ANALYSIS OF WELDING DEFECTS AND BENDING STRENGTH IN ASTM A36 STEEL MATERIALS E7018 ELECTRODES Yodianto, Fredderik
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3385

Abstract

This study aims to determine the effect of variations in current strength and groove type in SMAW welding on defects in welds and bending strength of ASTM A36 steel butt joint. In this study, the sample used was ASTM A36 steel with welding variations of current strength, namely 90 A, 110 A, and 130 A as well as variations in the form of V and Single V groove with SMAW welding using E7018 electrodes. Specimens were tested for NDT in the form of a visual test, penetrant test, and magnetic test, and DT Testing in the form of a bending test. In the NDT test, defects were found in the 90 A current specimen in the form of spatter defects, arc strike. At a current of 110 A, there are spatter, undercut, and porosity defects. At a current of 130 A, there are spatter, undercut, and overlap defects. The highest bending strength DT test results were in the SV and V groove with a current of 90 A and the lowest value was in the V groove with a current of 110 A of 1069.44 Mpa. After the NDT test, current variations have an influence on the results of the weld, but it cannot be ascertained that the effect on the groove type, while in the DT test, current variations and groove types have an effect on bending strength.
Kajian Hambatan Kapal Fiberglass Type Small Fishing Vessel Berdasarkan Design Kapal Kayu Existing (Studi Kasus Kapal 3GT) Nurhasanah Nurhasanah
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3216

Abstract

Kapal 3 GT saat ini sudah mulai berkembang dari bahan kayu menjadi bahan fiberglass. Pembangunan kapal 3 GT dengan bahan fiberglass saat ini perlu dilakukan kajian agar performa kapal bisa lebih optimal. Kajian yang dilakukan adalah terkait hambatan kapal karena hambatan berkaitan dengan kecepatan kapal. Kajian hambatan kapal dilakukan dengan menggambarkan bentuk body kapal kayu yang ada saat ini (existing). Terdapat empat bentuk body kapal yang digunakan sebagai bahan kajian. Data hasil lapangan digambar ulang untuk mendapatkan nilai hambatan total. kemudian dilakukan evaluasi hambatan total kapal. Kapal-1 dengan ukuran L=10,2m B=2,2m T=0,4m H=1,76m Cb=0,48, Kapal-2 dengan ukuran L=10,23m B=2,0m T=0,44m H=1,33m Cb=0,55, Kapal-3 dengan ukuran L=10,97m B=1,93m T=0,49m H=1,69m Cb=0,42 dan Kapal-4 dengan ukuran L=10,62m B=2,1m T=0,37m H=2,0m Cb=0,43. Hasil dari kajian keempat kapal diperoleh kapal yang memiliki hambatan total paling kecil adalah kapal-1.
Desain Konstruksi dan Stabilitas Ambulance Boat Lambung Catamaran untuk Perairan Kepulauan Madura Heni Siswanti; M. Musta'in; Iezatul A. Kariem
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.4070

Abstract

Wilayah Indonesia yang memiliki pulau-pulau kecil seperti di madura rata-rata memiliki populasi yang cukup padat, tapi belum dilengkapi dengan fasilitas Kesehatan yang memadai. Untuk keperluan membawa pasien ke rumah sakit besar diperlukan sarana transportasi yang memenuhi syarat berupa ambulance boat. Bentuk boat dengan tipe lambung catamaran model twin hull streamline cocok digunakan untuk daerah perairan yang memiliki gelombang cukup tinggi, karena memiliki performa stabilitas yang lebih baik. Pada studi ini dibuat desain ambulance boat untuk wilayah perairan Madura dengan bentuk lambung catamaran. Desain difokuskan pada bentuk konstruksi lambung dan analisis stabilitasnya. Desain konstruksi mengacu kepada aturan dari BKI untuk kapal FRP, sedangkan analisis stabilitas mengacu kepada kriteria IMO untuk special ships.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kaitannya Dengan Perubahan Garis Pantai di Kabupaten Bintan Menggunakan Citra Satelit Landsat Dengan Klasifikasi Support Vector Machine Nur Audina; Septi Ayu Angrayni
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2897

Abstract

Tutupan lahan  dapat didefinisikan sebagai permukaan fisik suatu lahan yang akan dimanfaatkan oleh manusia sesuai kebutuhan. Informasi mengenai tutupan lahan sangat berguna untuk mengidentifikasi fungsi lahan tersebut. Lahan yang sudah berubah fungsinya tentunya akan berpengaruh baik dari segi ekonomi serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan citra satelit Landsat pada tahun 2005-2017 menggunakan citra satelit Landsat 5 dan Landsat 8. Lokasi yang digunakan adalah 3 Desa yang ada di Kabupaten Bintan yaitu : Desa Berakit, Teluk Sesah dan Bintan Buyu. Pada tahap klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine dengan tipe kernel Radial Basis Function (RBF). Kelas penutup lahan pada penelitian ini adalah badan air, perkebunan, pemukiman, lahan terbuka dan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan pemukiman dan perkebunan mengalami pertambahan luasan di Desa Teluk Sesah, Berakit dan Bintan Buyu. Klasikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine dengan kernel Radial Basis Function (RBF) menunjukkan akurasi 70, 42 % dengan koefisien kappa 0,61. Adanya alih fungsi lahan mengakibatkan terjadinya perubahan garis pantai. Abrasi pantai terjadi di Desa Berakit sedangkan akresi terjadi di Desa Teluk Sesah dan Bintan Buyu.  
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN SEMAYANG SEBAGAI PENYANGGA IBU KOTA NEGARA Pawara, Muhammad Uswah
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3741

Abstract

Pelabuhan Semayang adalah sebuah pelabuhan laut yang terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV. Pelabuhan ini berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia II di tepi Selat Makassar. Pelabuhan Semayang memiliki dermaga dengan panjang 4.89,5 meter dan lebar 21 meter. Dari sisi internal, Pelabuhan Semayang Balikpapan memiliki kendala dengan angka kunjungan kapal yang terus meningkat, peningkatan tersebut mengakibatkan kebutuhan akan fasilitas pelabuhan juga meningkat. Dengan terpilihnya wilayah Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN), jumlah penduduk kota tersebut dipastikan nantinya akan meningkat, di sekitar wilayah ibu kota akan tumbuh berbagai macam kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu Strategi pengembangan pelabuhan dengan fungsi Pelabuhan Semayang dengan terpilihnya Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN) perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi pengembangan pelabuhan semayang terhadap nilai indikator kinerja fasilitas pelabuhan semayang sebagai penyangga Ibu Kota Negara.
Estimasi Penurunan Berat Kapal dengan Aplikasi Struktur Sandwich pada Double Hull Tanker 5704 DWT Siswanti, Heni; Nurzanuba, Siti Ahdiatun; Musta'in, M.
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3632

Abstract

Double hulls on tankers are a must to protect the environment from the oil spill effects of ship leakage. However, a double hull structure produces a heavy structure, reducing the payload. For decades, designers have tried reducing the structure's weight by applying lightweight material such as polyurethane-steel sandwich. Strong steel faceplates with a low-density polyurethane core promise significant weight reduction. Nevertheless, structural strength remains a major consideration in the design of sandwich structures. This study evaluates the structural weight reduction of replacing a conventional stiffened plate structure with a sandwich structure on a double hull tanker 5704 DWT. It also analyzes the structural strength using the finite element method. The results show that applying a sandwich structure on a double-hull tanker significantly reduced the structure's weight without decreasing structural strength. It is proven that the application of sandwich structure potentially increases ship payload.
Kinerja Darrieus Tipe-H terhadap Variasi Tinggi Fin Pada NACA 0018 priyo agus setiawan
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3319

Abstract

Potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia sangat besar. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan energi secara merata. Salah satu pemanfaatannya yaitu dengan menggunakan turbin angin Darrieus untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik. Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kinerja turbin. Penelitian ini menggunakan studi numeric dengan memvariasikan tinggi fin untuk mengetahui nilai Cp, Ct dan TSR. Metode Computational Fluid Dynamics digunakan untuk mengetahui nilai Ct, Cp dan TSR yang berupa grafik koefisien torsi (Ct) dan koefisien daya (Cp) terhadap Tip Speed Ratio (TSR) menggunakan turbin angin Darrieus konvensional berdiameter 40 cm dan tinggi rotor sebesar 50 cm. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan tinggi fin sebesar 1,5cm; 2,5cm, dan 3,5cm dengan jumlah fin 3. Hasil kinerja turbin angin Darrieus menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 45,23% pada variasi tinggi fin 2,5cm.