cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
EKSOFORA DALAM BAHASA BANJAR (EXOPHORA IN BANJARESE LANGUAGE) Hasymi Fakhriana
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.903 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4426

Abstract

Eksofora dalam Bahasa Banjar. Penelitian ini membahas mengenai eksofora dalam bahasa Banjar.Eksofora adalah hal atau fungsi menunjuk kembali kepada sesuatu yang ada di luar bahasa atau padasituasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis eksfora dalam tuturan bahasa Banjar.Metode yang digunakan metode deskripsif dengan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitianyang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan. Data yang digunakan dalampenelitian ini dibagi menjadi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Data primerberupa tuturan lisan yang diperoleh dari informan yang menguasai bahasa Banjar. Data sekunderberupa informasi yang diperoleh dari buku-buku cerita berbahasa Banjar. Data yang diambil dalampenelitian ini berupa sejumlah ujaran yang berupa kata, frasa, dan kalimat yang menyangkut masalaheksofora. Pengumpulan data ini menggunakan metode simak. Istilah menyimak di sini tidak hanyaberkaitan dengan pengunaan bahasa secara lisan, tetapi juga penggunaan bahasa secara tertulis.Metode ini memiliki teknik dasar yang berwujud teknik sadap. Dalam teknik selanjutnya, teknik sadapini diikuti dengan teknik lanjutan yang berupa teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap,catat dan teknik rekam. Teknik libat cakap maksudnya si peneliti melakukan penyadapan itu dengancara berpartisipasi sambil menyimak, berpartisipasi dalam pembicaraan, dan menyimak pembicaraan.Selanjutnya teknik catat adalah teknik lanjutan yang dilakukan ketika menerapkan metode simakdengan teknik lanjutan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah modelinteraktif dilakukan melalui empat tahap kegiatan, yaitu (a) pengumpulan data, (b) reduksi data,(c) penyajian data, dan (d) penyimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 1)Wujud kata atau frasa yang tergolong deiksis persona dalam bahasa Banjar meliputi a) bentuk bebas, b)bentuk terikat, c) bentuk dasar, dan d) bentuk turunan. 2) Wujud kata atau frasa yang tergolong deiksiswaktu dalam bahasa Banjar meliputi a) pronomina penunjuk temporal, b) pronomina penunjukkandeskriptif, dan c) promonima penunjukkan dimensional. 3) Wujud kata dan frasa yang tergolong deiksistempat dalam bahasa Banjar meliputi a) pronomina penunjuk lokotif. 4) Kategori deiksis yang eksoforadalam tuturan bahasa Banjar meliputi a) pronomina persona pertama, b) pronomina persona kedua, c)pronomina persona ketiga, d) pronomina yang direduplikasikan, dan e) sifat khas leksem persona dalambahasa Banjar. 5) Ciri sintaksis yang memperlihatkan gejala eksofora dalam bahasa Banjar meliputia) fungsi sintaksis unsur-unsur kalimat (menduduki fungsi subjek, objek, dan keterangan) b) Peransemantik unsur-unsur kalimat (pelaku, pengalam, peruntung).Kata-kata kunci: eksofora, deiksis, bahasa banjar
KEBERADAAN BAHASA DAN DINAMIKA KEHIDUPAN MASYARAKAT (LANGUAGE EXISTENCE AND SOCIAL LIFE DYNAMIC) Zulkifli Zulkifli
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4493

Abstract

AbstractLanguage Existence and Social Life Dynamic. Language is, as a part of culture, alwaysdeveloping and changing in line with the social life dynamic. The social life, whichdevelops changes, is influencing towards their language. The society with all its activitiesneeds the language as its media. Language is a tool to express various ideas and culturalagents. Referring to that, culture development contributes to the language existence aswell.Keywords: language, dynamic, social lifeAbstrakKeberadaan Bahasa dan Dinamika Kehidupan Masyarakat. Bahasa sebagai bagiandari kebudayaan selalu berkembang dan berubah sesuai dengan dinamika kehidupanmasyarakat. Kehidupan masyarakat yang berkembang dan berubah memberikanpengaruh terhadap bahasa masyarakat tersebut. Masyarakat dengan segalaaktivitasnya membutuhkan bahasa sebagai sarananya. Bahasa merupakan saranauntuk mengekspresikan berbagai gagasan dan sebagai pengungkap budaya. Karenaitu, perkembangan budaya memberikan kontribusi terhadap keberadaan bahasa itusendiri.Kata-kata kunci: bahasa, dinamika, kehidupan masyarakat
TIPE KALIMAT DASAR BAHASA INDONESIA: SUATU KAJIAN TATA BAHASA TRANSFORMASIONAL (TYPES OF INDONESIAN BASIC SENTENCES: A STUDY ON TRANSFORMATIONAL GRAMMAR) Nana Suciati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.021 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3793

Abstract

Tipe Kalimat Dasar Bahasa Indonesia: Suatu Kajian Tata Bahasa Transformasional.Penelitian terhadap tipe kalimat dasar bahasa Indonesia ini bertujuan untuk menetapkan tipe kalimatdasar bahasa Indonesia dan menetapkan kaidah-kaidah kalimat transformasi. Penelitian ini adalahpenelitian deskriptif kualitatif karena tujuan akhirnya berupa deskripsi penetapan sistem kalimatdasar bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode simak dan metode instrospeksi. Kemudiandata yang didapat dianalisis dengan teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung bandingmembedakan. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tipe kalimat dasar bahasa Indonesiadapat disederhanakan menjadi dua tipe, yaitu K → FN + FV dan K → FN + FAdj, sedangkan polaK → FN + FPrep, K → FN + FNum, K → FN + FN bukan kalimat dasar, tetapi kalimat derivatif(transformasional) dari K → FN + FV (+ FNum), K → FN + FV (+ FPrep), K → FN + FV (+ FN).Selain dua tipe tersebut, kalimat lainnya adalah merupakan kalimat transformasi. Kalimattransformasi itu bisa merupakan hasil transformasi aktif dan transformasi pasif.Kata-kata kunci : kalimat dasar, kalimat derivatif
KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA DAYAK NGAJU (THE STUDY OF TYPES, FUNCTIONS, AND MEANINGS OF DAYAK NGAJU MANTRAS) Fransusi Fransusi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.43 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v8i1.4810

Abstract

AbstrakKajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis dan struktur mantra Dayak Ngaju, (2) untukmengidentifikasi dan mendeskrisikan fungsi mantra Dayak Ngaju, dan (3) untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan makna mantra Dayak Ngaju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa teks mantra Ngaju yang diperoleh darihasil wawancara dengan masyarakat Dayak Ngaju di Desa Kayu Bualan kecamatan Kapuas Tengah35kabupaten Kapuas propinsi Kalimantan Tengah. Peneliti sendiri menjadi instrument dalam penelitianini dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dan merekam mantra yang diucapkaninforman. Hasil analisis menemukan bahwa Mantra Dayak Ngaju memiliki berbagai jenis, fungsi,dan makna, yakni (1) berdasarkan jenis dan strukturnya memiliki jenis mantra adat istiadat, mantrapengobatan, mantra pelindung. Mantra-mantra tersebut memiliki struktur yang berbentuk terikat danberbentuk bebas. (2) fungsi mantra Dayak Ngaju adalah untuk memberikan rasa aman dari roh halusatau gaib, untuk memperkuat doa pada ritual manajah antang, untuk untuk mendapatkan hewanburuan, untuk memanggil roh-roh leluhur pada ritual adat Sangiang, untuk mengembalikan roh-rohleluhur pada ritual adat Sangiang, untuk mengobati luka/ menghentikan pendarahan, untuk mengobatiberbagai macam rasa sakit, untuk mengobati penyakit medis ataupun non-medis yang disebabkan olehgangguan makhluk halus, untuk melindungi diri sendiri dari segala bahaya, untuk melindungi rumahdari niat jahat orang lain, untuk pemikat diri agar menjadi perhatian orang lain, untuk memikat lawanjenis. (3) makna mantra Dayak Ngaju berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, berkenaandengan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur, makhluk halus, jin, ataupun orang gaib, berkenaandengan hubungan manusia dengan sesamanya, berkenaan dengan hubungan manusia dengan dirisendiri, dan berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitar.Kata-kata kunci: mantra dayak ngaju, jenis, fungsi, makna
IMPLIKATUR YANG TERUNGKAP DALAM FILM HABIBIE DAN AINUN (IMPLICATURE THAT REVEALED IN THE MOVIE OF HABIBIE AND AINUN) Fihratun Nisa Jumadi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.907 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3697

Abstract

Implikatur yang Terungkap dalam Film Habibie dan Ainun. Penelitian ini bertujuan untukmengungkapkan wujud implikatur dalam film Habibie dan Ainun serta mengungkapkan fungsiimplikatur dalam film Habibie dan Ainun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah film Habibie dan Ainun, tuturan antartokohdalam film, dan dokumen tertulis berupa transkrip tuturan antartokoh dalam film Habibie danAinun. Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dan diikuti denganteknik lanjutan: teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil penelitian ini adalah sebagaiberikut. Pertama, dalam film Habibie dan Ainun ditemukan implikatur konvensional, seperti “Kamubukan Superman!” dan implikatur percakapan, seperti Ainun: “Kamu baru datang?” Anis: “Iya.Aku baru datang. Nih mas Suwis kerja dulu nih!”. Wujud implikatur percakapan pada penelitianini terungkap dari pelanggaran prinsip kerja sama Grice yang meliputi: (a) pelanggaran maksimkuantitas, (b) pelanggaran maksim kualitas, (c) pelanggaran maksim hubungan, dan (d) pelanggaranmaksim cara. Kedua, fungsi implikatur pada film Habibie dan Ainun, yaitu (a) fungsi implikaturdalam tindak tutur direktif meliputi nasihat, perintah, permintaan, dan larangan, (b) fungsiimplikatur dalam tindak tutur ekspresif meliputi mengejek, memuji, penyesalan, merajuk, khawatir,takut, dan sedih, dan (c) fungsi implikatur dalam tindak tutur asertif meliputi memberi alasan,260memberitahu, melaporkan, menegaskan, menyatakan, meyakinkan, menceritakan, bersikeras, danmemperkirakan.Kata-kata kunci: implikatur, fungsi implikatur
TINDAK TUTUR GURU TERHADAP SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN (SPEECH ACTS OF TEACHERS TOWARD STUDENTS IN IMPLEMENTATIONS OF 2013 CURRICULUM AT SMA NEGERI 6 BANJARMASIN) Hidayat Hidayat
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.825 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3716

Abstract

Tindak Tutur Guru terhadap Siswa dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 6Banjarmasin. Penelitian mengkaji tindak tutur yang digunakan guru dalam mengajar di SMA Negeri6 Banjarmasin sebagai implementasi dari kurikulum 2013. Rumusan masalah dalam penelitian ini adatiga, yaitu (1) Bagaimana wujud tindak tutur? (2) Bagaimana fungsi tindak tutur? dan (3) Bagaimanakarakteristik tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswa dalam implementasi kurikulum 2013 diSMA Negeri 6 Banjarmasin. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metodedeskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur guru selama mengajardalam kelas di SMA Negeri 6 Banjarmasin. Wujud tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswadalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin berjumlah lima klasifikasi, yaiturepresentatif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif. Fungsi tindak tutur yang digunakan guruterhadap siswa dalam implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin berjumlah lima,yaitu tukar menukar informasi faktual, informasi intelektual, sikap moral, meyakinkan/memengaruhi,dan sarana sosialisasi. Karakteristik tindak tutur yang digunakan guru terhadap siswa dalam114implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 Banjarmasin terlihat dari tiga ranah kompetensi, yaitusikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata-kata kunci: tindak tutur, wujud, fungsi, karakteristik
STRUKTUR DAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI (THE STRUCTURE AND CHARACTERS FIGURES IN RANAH 3 WARNA NOVEL BY AHMAD FUADI) Khairiah Khairiah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.656 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3730

Abstract

Struktur dan Karakter Tokoh dalam Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan karakter tokoh yang terdapat dalam novel Ranah 3Warna karya Ahmad Fuadi. Setelah dilakukan analisis data, ditemukan bahwa struktur dan karaktertokoh yang tercermin pada tokoh-tokohnya layak diteladani oleh masyarakat, terutama generasi mudauntuk merangsang dan memotivasi pembentukan pribadi yang kuat dan kreatif. Struktur yang dianalisisadalah tema, amanat, penokohan, latar, dan alur. Di samping itu, karakter tokoh yang terkandung, yaitukegigihan, tanggung jawab, mandiri, berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, nasionalis, dan ingintahu. Novel Ranah 3 Warna dapat dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat, bagi masyarakat,khususnya generasi muda.Kata-kata kunci: novel ranah 3 warna, struktur, karakter tokoh
DEIKSIS DALAM BAHASA NGAJU (DEIXIS IN NGAJU LANGUAGE) Suelti Suelti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4776.475 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3746

Abstract

Deiksis dalam Bahasa Ngaju. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, suatu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan membuat gambaran informasi sistematik, faktual, dan akurat atas data yang ditemukan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) wujud deiksis orang dalam bahasa Ngaju: meliputi (a) kata ganti orang dalam tuturan, seperti kata aku (aku/saya), ikau (kamu), ikei (kami), itah (kita), iye (dia), ewen (mereka), dan keton (kalian). (b). kata sapaan dalam tuturan, seperti mina (tante/bibi), indue (ibu), umai (ibu) mama (paman), bue (kakek), tambie (nenek), esu (cucu) dan Bapa (ayah/Bapak). (2) wujud deiksis tempat meliputi (a) kata tunjuk tempat atau arah, seperti hong kanih (di sana), hong hete (di situ), ka kanih (ke sana), ka hete (ke situ) , dan hong hetoh (di sini). (b) kata tunjuk tempat seperti hong penda (di bawah), hong hunjun ( di atas), hong silan (di samping), hong huang (di dalam) , hong luar (di luar), hong ngiwa (di hilir), dan hong parak kayu (di hutan), (3) wujud deiksis waktu dalam tuturan yaitu: meliputi keterangan waktu seperti kata andau tuh (hari ini) , wayah tuh (saat ini), metuh-tuh (sekarang, endau (tadi), kareh (nanti), jewu (besok), male (kemarin) alem endau (tadi malam), minggu kareh (minggu nanti), tiap andau (tiap hari), helo (dulu), bihin (dahulu) ,dan huran (dahulu). (4) wujud deiksis sosial dalam tuturan bahasa Ngaju dalam penelitian ini tidak ditemukan.Kata-kata kunci: deiksis, bahasa ngaju
POLA-POLA STRATEGI PEMERTAHANAN BAHASA BALI DI DESA PELAJAU BARU KECAMATAN KELUMPANG HILIR KABUPATEN KOTABARU (THE PATTERNS OF STRATEGY OF BALINESE MAINTENANCE IN PELAJAU BARU VILLAGE KELUMPANG HILIR SUBDISTRICT KOTABARU REGENCY) Razali Rahman
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.431 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3763

Abstract

Pola-Pola Strategi Pemertahanan Bahasa Bali di Desa Pelajau Baru Kecamatan KelumpangHilir Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pola-pola strategi dalampemertahanan bahasa Bali, wujud faktor-faktor internal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalampemertahanan bahasa Bali, dan wujud faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pola-pola strategidalam pemertahanan bahasa Bali. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitianini adalah terdapat 11 wujud pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali, 5 lima wujud faktorfaktorinternal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali, dan 2 wujudfaktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pola-pola strategi dalam pemertahanan bahasa Bali.Kata-Kata Kunci: pola-pola, strategi, pemertahanan
INTERFERENSI BAHASA KATINGAN LISAN DAN TULISAN DI SMP KATINGAN TENGAH KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH (INTERFERENCE OF SPOKEN AND WRITTEN KATINGAN LANGUAGE IN SMP KATINGAN TENGAH KATINGAN DISTRICT CENTRAL KALIMANTAN) Irni Cahyani Lili Agustina
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.522 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4421

Abstract

Interferensi Bahasa Katingan Lisan dan Tulisan di SMP Katingan Tengah Kabupaten KatinganKalimantan Tengah. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini ialah transfer negatif lebihdikenal dengan istilah interferensi dalam pemerolehan bahasa kedua. Istilah interferensi mengacu padadua fenomena linguistik yang berbeda, yaitu interferensi psikologis dan interferensi sosiolinguistik.Menurut Dulay, et. Al (dalam Rafiek, 2007:139) bahwa interferensi psikologis mengacu kepadapengaruh kebiasaan lama sebagai hasil mempelajari sesuatu terhadap sesuatu yang sedang dipelajari.Sedangkan interferensi sosiolinguistik mengacu pada interaksi bahasa, misalnya pinjaman atau alihsandi. Faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi adalah faktor kontak bahasa dan faktorkemampuan berbahasa. Interferensi disebabkan oleh faktor kontak bahasa pada masyarakat bilingualdan faktor penguasaan bahasa yang belum mantap pada pembelajar bahasa kedua atau pembelajarbahasa asing (Rafiek, 2007:138). Hal ini sesuai dengan pendapat guru bahwa masih terdapat kesalahandalam berbahasa, baik itu kegiatan berbicara dan kegiatan tulis-menulis. Hal itu yang membuatpeneliti tertarik untuk melakukan ini. Berdasarkan masalah di atas dapat diidentifikasi, yaitu pengaruhkebiasaan bahasa pertama, yaitu bahasa Katingan dalam menggunakan bahasa kedua, yaitu bahasaIndonesia, faktor kemampuan berbahasa yang belum mantap pada pembelajaran bahasa kedua danmasih terdapat kesalahan dalam berbahasa, karena pengaruh bahasa pertama, yaitu bahasa Katingan.Hasil penelitian aspek interferensi fonologi bahasa Katingan dalam berbahasa Indonesia dalampenelitian adalah lebih banyak tentang bunyi vokoid dan kontoid. Berdasarkan penelitian yang telahdilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bentuk interferensi fonologi, yaitu 1) interferensi vokoid /e/BK terhadap /e/ BI, 2) interferensi vokoid /o/ BK terhadap /u/, 3) Interferensi vokoid /e/ BK terhadap/e/ BI. Aspek interferensi morfologi bahasa Katingan dalam bahasa Indonesia. Morfologi biasanyamembahas tentang proses afiksasi, reduplikasi dan komposisi meliputi interferensi afiks me- dalambahasa Indonesia, interferensi afiks ba- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks ke- dalam bahasaIndonesia, interferensi afiks ber- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks in- dalam bahasa Indonesia,interferensi afiks me- dalam bahasa Indonesia, interferensi afiks –ng dalam bahasa Indonesia. Jugameliputi aspek interferensi sintaksis seperti interferensi frasa dan interferensi kalimat.Kata-kata kunci: interferensi, bahasa katingan, lisan, tulisan

Page 10 of 30 | Total Record : 295


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue