cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR UJUNG MURUNG BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN (SPEECH ACTS IN THE SALE AND PURCHASE TRANSACTIONS AT UJUNG MURUNG MARKET BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN) Isnaniah Isnaniah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.137 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3729

Abstract

Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Ujung Murung Banjarmasin KalimantanSelatan. Tindak tutur adalah tindakan-tindakan yang ditampilkan lewat tuturan, sedangkan jualbeli adalah proses pemindahan hak milik/barang kepada pihak lain dengan menggunakan uangsebagai alat tukarnya. Penelitian yang terkait dengan tindak tutur bertujuan untuk mendeskripsikanjenis tindak tutur ilokusi dan fungsi tindak tutur dalam transaksi jual beli di Pasar Ujung MurungBanjarmasin Kal-Sel. Berdasarkan hasil penelitian terungkap mengenai tindak tutur yang terjadidalam transaksi jual beli ialah penggunaan tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif,dan deklaratif. 1) TTA cenderung digunakan untuk menyatakan, mengeluh, memberitahukan,menyarankan dan membanggakan; 2) TTDr cenderung digunakan untuk memesan, meminta, danmemerintah; 3) TTK cenderung digunakan untuk menjanjikan, menawarkan, dan mendoakan; 4)TTE cenderung digunakan untuk mengucapkan terima kasih, rasa senang, memuji, rasa tidak suka,dan rasa suka; dan 5) TTDk cenderung digunakan untuk melarang, memutuskan, memberi nama,dan kesepakatan, sedangkan dari segi fungsi tindak tutur ditemukan enam fungsi tindak tutur, yaitu:tukar menukar informasi faktual, tukar menukar informasi faktual, mengungkapkan sikap emosi,mengungkapkan sikap moral, meyakinkan/ mempengaruhi, dan sosialisasi. 1) FTMIF cenderungdigunakan untuk bertanya, memastikan/ meminta kejelasan, tawar menawar, dan melaporkan; 2)FMII cenderung digunakan untuk menyatakan persetujuan, tidak setuju, tahu dan tidak tahu, dantidak ingat; 3) FMSE cenderung digunakan untuk sikap kurang berminat, tidak berminat, dan rasasimpati (kepedulian dan rasa kasian); 4) FMSM cenderung digunakan untuk mengucapkan katamaaf, memberi maaf, dan tidak setuju; 5) FMM cenderung digunakan untuk menyarankan, danmemberi peringatan; dan 6) FS cenderung digunakan untuk memperkenalkan, menarik perhatian,dan menyapa. Dilihat dari segi gender penutur dan petutur dalam transaksi jual beli di Pasar UjungMurung Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa: 1) Penutur dan petutur antara laki-laki maupunperempuan cenderung menggunakaan kata sapaan yang dilihat dari usia tua dan mudanya, yaitukakak, adik, mbak, paman, dan bibi; 2) Penutur dan petutur perempuan yang sebaya atau masihberusia muda cenderung menggunakan kata sapaan, “Yang atau Say” (sayang); 3) Penutur danpetutur laki-laki yang sebaya atau masih berusia muda cenderung menggunakan kata sapaan denganmenyebutkan nama belakang, 4) Penutur dan petutur antara laki-laki maupun perempuan yangberusia tua cenderung menggunakan kata sapaan dengan melihat latar belakang sosial ekonomipenutur menggunakan kata sapaan Bu Haji/Pak Haji, sedangkan dari tingkat keakraban baik padasaat bertutur kepada langganan maupun yang bukan langganan, tidak terdapat bentuk bahasa yangmembedakan antara keduanya. Penjual dan pembeli cenderung menggunakan bahasa yang samadengan menggunakan kata sapaan yang sama seolah-olah antara penjual dan pembeli memilikihubungan yang dekat, baik kepada langganan maupun bukan.Kata-kata kunci: tindak tutur, jual beli
JENIS DAN FUNGSI TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DI TKIT UKHUWAH BANJARMASIN (THE TYPE AND FUNCTION OF SPEECH ACTS TEACHERS AND STUDENTS IN TEACHING AND LEARNING IN TKIT UKHUWAH BANJARMASIN) Lita Luthfiyanti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4756.688 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3745

Abstract

Jenis dan Fungsi Tindak Tutur Guru dan Siswa dalam Proses Belajar-Mengajar di TKIT Ukhuwah Banjarmasin. Tindak tutur mempunyai fungsi, maksud, dan tujuan tertentu serta dapat menimbulkan pengaruh atau akibat pada mitra tutur. Bahasa yang digunakan guru dan siswa di taman kanak-kanak berbeda dengan yang digunakan di jenjang pendidikan lebih tinggi, seperti di SD, SMP, dan SMA.129Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di TKIT Ukhuwah Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian tindak tutur guru dan siswa di TKIT Ukhuwah ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan observasi serta teknik rekam dan teknik catat. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan ada lima jenis tindak tutur yang digunakan guru dan siswa TKIT Ukhuwah Banjarmasin, yakni: (1) tindak tutur asertif berupa pemberian pernyataan, pelaporan, dan penyebutan; (2) tindak tutur komisif berupa berjanji, ancaman, dan ikrar; (3) tindak tutur direktif berupa permintaan, pertanyaan, persyaratan, larangan, persilaan, dan nasihat; (4) tindak tutur ekspresif berupa memuji, menolak, berterima kasih, dan mengungkapkan rasa senang; dan (5) tindak tutur deklaratif berupa tindakan membenar-kan sesuatu dan memutuskan. Kemudian ditemukan pula enam fungsi tindak tutur, yakni (1) untuk tukar menukar informasi; (2) untuk mengungkapkan informasi intelektual; (3) untuk mengungkapkan sikap emosi; (4) untuk mengungkapkan sikap moral; (5) untuk meyakinkan dan mempengaruhi; dan (6) untuk sosialisasi.Kata-kata kunci: tindak tutur, tindak tutur guru, tindak tutur siswa
MITOS DALAM LEGENDA KERAJAAN PULAU HALIMUN DI KABUPATEN KOTABARU (MYTHS IN LEGEND OF HALIMUN ISLAND KINGDOM IN KOTABARU REGENCY) Normasunah Normasunah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.271 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3762

Abstract

Mitos dalam Legenda Kerajaan Pulau Halimun di Kabupaten Kotabaru. Legenda Kerajaan PulauHalimun adalah salah satu cerita rakyat di Kabupaten Kotabaru. Hasil dari penelitian ini adalah padabentuk dan fungsi mitos di Legenda Kerajaan Halimun Pulau di Kabupaten Kotabaru. Bentuk mitosdalam penelitian ini terlihat pada inkarnasi Sambu Ranjana kini lebih dikenal sebagai gunung Saranjanadan Sambu Batung yang berubah menjadi gunung Sebatung. Fungsi mitos dalam penelitian ini adalah(1) fungsi politik mitos (2) Fungsi mite (percaya mitos sifat pemikiran berdasarkan persepsi mistis, tanpapercaya bahwa objek nyata). Fungsi sebuah mitos dalam studi informasi yang harus diketahui olehmasyarakat Kotabaru. Gunung saranjana adalah salah satu kota magis yang dikenal oleh mitosnya.Kata-kata kunci: mitos, legenda, pulau halimun
KEMAMPUAN MEMILIH KATA SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN (THE ABILITY OF ELEVENTH GRADE STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN IN SELECTING WORDS) Zulkifli Zulkifli
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.853 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4420

Abstract

Kemampuan Memilih Kata Siswa Kelas Xi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin.Laporan penelitian yang berjudul Kemampuan Memilih Kata Siswa Kelas XI Madrasah AliyahMuhammadiyah Banjarmasin merupakan hasil penelitian yang peneliti lakukan berdasarkan sumberdata berupa karangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan kemampuansiswa kelas XI Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin dalam memilih kata dari segi ketepatanmakna, kebenaran bentuk, kelaziman penggunaannya, dan kevariasian penggunaan kata di dalamkarangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik tes mengarang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memilih kata masih belum memadai.Para siswa belum memahami sepenuhnya makna kata, perubahan bentuk kata, dan memvariasikanpenggunaan kata di dalam karangannya. Para siswa disarankan untuk terus meningkatkan penguasaandan perbendaharaan kosa katanya, Guru diharapkan lebih banyak memberikan latihan mengarangkepada para siswanya dan mendorong para siswa untuk lebih rajin membaca. Dengan banyaknyapengalaman baca, para siswa dapat bertambah perbendaharaan kosa katanya.Kata-kata kunci: kemampuan, memilih kata, siswa
KESANTUNAN BERBAHASA BANJAR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR KELUA KABUPATEN TABALONG (POLITENESS OF SPEAKING BANJARESE ON TRADING TRANSACTION AT KELUA MARKET OF TABALONG DISTRICT) Arta Normiani Sabhan
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.951 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4487

Abstract

AbstractPoliteness of Speaking Banjarese on Trading Transaction at Kelua Market of TabalongDistrict. Politeness of speaking is our ethics in have socialization in society with goodword election and use and also pay attention to whereabout, when, to whom, with aneye to what we converse decently. Research focused Brown politeness theory andLevinson. Pursuant to the theory a acting to say can represent threat to face. Facerelate at emotional and social meaning of it self which each and everyone own andexpect others to know it. This research aim to obtain get deskription objectively about(1) existing the negative and positive politeness, (2) strategy of negative and positivepoliteness, (3) function of negative and positive politeness in transaction of sales inmarket Kelua. Type of this Research is descriptive research qualitative. Source of datais tuturan of containing buyer and seller of suavity in sales transaction. Data obtainedby through recording. Analyse data conducted by after data gathered continually ineach research step. Result of research in sales transaction indicate that to exist positivesuavity seen from acting to say direct, word use change personal ‘ I am’ as subjek, andthe next name to what the partner say and also the same view between both orienting atapproach. Exist negative suavity seen from name use of behind and the opdon gift topartner say and also tuturan orienting at evasion weared in negotiation at work.Politeness strategy used by is positive suavity strategy, and off-record negativity.Politeness function there is six, that is function ask, expressing and governing conductedby penutur, function reply conducted by partner say, inclusive of function reply at oneblow refuse and accept. Pursuant to result of this research, is suggested that to beconducted by a research which is more amount of about politeness of along withdeveloping of method and base of other theory.Keywords: politeness, language banjar, sales transactionAbstrakKesantunan Berbahasa Banjar dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Kelua KabupatenTabalong. Kesantunan berbahasa adalah etika dalam bersosialisasi di masyarakatdengan pemilihan kata yang baik dan penggunaan dan juga memperhatikan ke mana,kapan, kepada siapa, dengan apa yang kita berbicara santun. Penelitian menggunakanteori kesantunan Brown dan Levinson. Berdasarkan teori yang bertindak untukmengatakan dapat mewakili ancaman terhadap wajah. Wajah mengacu pada maknaemosional dan sosial itu sendiri yang setiap orang memiliki dan mengharapkan oranglain mengetahuinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektiftentang (1) keberadaan kesantunan negatif dan positif (2) strategi kesantunan negatif94dan positif (3) fungsi kesantunan negatif dan positif dalam transaksi jual beli di pasarKelua. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalahtuturan dari pembeli dan penjual dalam transaksi penjualan yang mengandungkesantunan. Data diperoleh melalui rekaman. Analisis data dilakukan setelah datadikumpulkan terus-menerus dalam setiap langkah penelitian. Hasil penelitian dalamtransaksi penjualan menunjukkan bahwa untuk eksis kesopanan positif dilihat daribertindak untuk mengatakan langsung, kata perubahan penggunaan pribadi ‘saya’sebagai subjek, dan nama di samping apa yang pasangan mengatakan dan jugapandangan yang sama antara berorientasi baik pada pendekatan. Keberadaankesantunan negatif terlihat dari penggunaan nama di belakang dan karunia opdonuntuk bermitra katakan dan juga tuturan berorientasi pada penghindaran dipakaidalam negosiasi di tempat kerja. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategikesopanan positif, dan off-record negatif. Fungsi kesantunan ada enam, yaitu fungsibertanya, mengekspresikan dan mengatur dilakukan oleh penutur, fungsi yangdilakukan oleh mitra mengatakan, termasuk jawaban fungsi sekaligus menolak danmenerima. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dapat dilakukan penelitianyang lebih banyak lagi tentang kesantunan dari seiring dengan pengembangan metodedan basis teori lainnya.Kata-kata kunci: kesantunan, bahasa banjar, transaksi jual beli
PERANAN MENULIS JURNAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI (ROLE OF JOURNAL WRITING TO ENHANCE NARRATIVE WRITING ABILITY) Hatmiati Hatmiati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.88 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4561

Abstract

AbstractRole of Journal Writing to Enhance Narrative Writing Ability. Narrative writing is partof the destination language skills that must be learned by junior high school studentsin accordance Education Unit Level Curriculum (SBC). Reality encountered in theclassroom, students have not been able to pour it turns out thoughts, ideas , and ideasin writing a good narrative. Conditions such as that experienced by the students ofSMP Negeri 7 Amuntai class I. Therefore, action research designed using the applicationof journal writing to improve students’ ability in writing narrative. Journals in thisstudy focused on the process of writing that includes (1) the action stage 1 modelingand explanation of the journals, (2) the action stage 2 writing journals, (3) phase 3actions, carried out an assessment of the student produced journal. Based on the researchthat has been conducted for 3 cycles, obtained by the finding that learning to writenarrative with journal writing application successfully executed properly and inaccordance with the intended learning objectives .Keywords: improved writing skills, journal writing, narrative writingAbstrakPeranan Menulis Jurnal untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Narasi. Menulisnarasi merupakan bagian dari tujuan keterampilan berbahasa yang harus dipelajarioleh siswa SMP sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kenyataan yangditemui di kelas, ternyata siswa belum mampu menuangkan pikiran, ide, dan gagasannyadalam bentuk tulisan narasi yang baik. Kondisi seperti itulah yang dialami oleh siswaSMP Negeri 7 Amuntai kelas I. Oleh karena itu, dirancang penelitian tindakan kelasdengan menggunakan penerapan penulisan jurnal untuk meningkatkan kemampuansiswa dalam menulis narasi. Jurnal dalam penelitian ini diarahkan pada proses menulisyang meliputi (1) tahap tindakan 1 pemodelan dan penjelasan tentang jurnal, (2) tahaptindakan 2 menulis jurnal, (3) tahap tindakan 3, dilakukan penilaian terhadap jurnalyang dihasilkan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 3siklus, diperoleh temuan bahwa pembelajaran menulis narasi dengan penerapanpenulisan jurnal berhasil dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuanpembelajaran yang diharapkan.Kata-kata kunci: peningkatan kemampuan menulis, menulis jurnal, menulis narasi
KAJIAN BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI DINDANG (FORM, MEANING, AND FUNCTION ANALYSIS OF DINDANG) Marfuah Marfuah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.269 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3705

Abstract

Kajian Bentuk, Makna, dan Fungsi Dindang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secararinci dan mempelajari teks Dindang Banjar Hulu maka kita dapat mengetahui bentuk dalamkehidupan Banjar Hulu masyarakat, artinya yang digunakan oleh mereka dan fungsi DindangTeks untuk Banjar Hulu Society. Penelitian ini memiliki beberapa kesimpulan. Pertama, bentukDindang yang telah diinventarisasi dalam penelitian ini adalah dua, mereka yang Dindang BanjarHulu dalam bentuk pantun (DBHBP) dan Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisi bebas(DBHBPB). Dindang Banjar Hulu dalam bentuk pantun (DBHBP) memiliki dua variasi, merekayang Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisi cepat (8 teks Dindang) dan Dindang Banjar Huludalam bentuk puisi umum (18 teks Dindang). Ada 8 teks Dindang Banjar Hulu dalam bentuk puisibebas (DBHBPB). Kedua, penelitian ini telah diinventarisasi 11 makna Dindang Banjar Hulu,mereka, M1 berarti harapan dan doa (4), M2 berarti pujian untuk gambar (5), M3 berarti eufemisme(7), M4 berarti hati untuk orang lain (2), M5 berarti menghormati orang lain (2), M6 berarti kerjasama tim (2), M7 berarti penting untuk sikap yang tepat berarti (6), M8 berarti menghargai prestasiorang lain(3), M9 berarti sensitif/alert (3), M10 berarti tanggung jawab(1), M11 berarti-perasaanhati ekspresi (2). Ketiga, Dindang Banjar Hulu memiliki 5 fungsi, yaitu (a) fungsi rekreatif (34 teksDindang), (b) fungsi bergairah (4 teks Dindang), (c) fungsi ekspresi nilai (17 teks Dindang), (d)fungsi kritik sosial (4 teks Dindang), (e) fungsi hubungan sosial (3 teks Dindang). Beberapa DindangBanjar Hulu memiliki lebih dari satu fungsi.Kata-kata kunci: dindang, bentuk, makna, fungsi
KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT BANJAR DI KECAMATAN BANJAR SELATAN (SPEECH POLITENESS IN BANJARESE FAMILY IN SOUTH BANJAR DISTRICT) Siti Norhidayah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.558 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3710

Abstract

Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Banjar, di Kecamatan BanjarSelatan. Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh temuan apakah ada perbedaan kesantunanberbahasa antara penutur yang pernah memperoleh pendidikan formal dan penutur yang tidak pernahmenerima pendidikan formal dalam masyarakat Banjar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adaempat, yaitu bagaimana wujud kesantunan dan fungsi kesantunan dalam keluarga di masyarakatBanjar yang berpendidikan formal dan tidak berpendidikan formal. Wujud kesantunan penutur dibagimenjadi enam, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksimkesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dalam data penelitian ditemukanbahwa masyarakat Banjar yang berpendidikan formal menaati enam maksim ini dalam percakapanyang mereka lakukan, sedangkan masyarakat Banjar yang tidak berpendidikan formal cenderungmengabaikannya, bahkan melanggarnya dengan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkastis.Fungsi kesantunan ada lima jenis, yaitu fungsi menyatakan, fungsi menanyakan, fungsi memerintah,fungsi meminta maaf, dan fungsi mengkritik. Bagi Masyarakat Banjar yang berpendidikan formal limafungsi ini digunakan dengan memperhatikan prinsip kesantunan, sedangkan masyarakat Banjar yangtidak berpendidikan formal penggunaannya tidak memperhatikan prinsip kesantunan.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, masyarakat Banjar, berpendidikan formal dan nonformal
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN STRUKTUR TEKS DALAM TUTURAN RAPAT DPRD PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERIODE 2009-2014 (ILLOCUTIONARY ACTS AND TEXT STRUCTURE IN DPRD SOUTH KALIMANTAN PROVINCIAL MEETING IN 2009-2014 PERIOD) Haswinda Harpriyanti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4725.38 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3740

Abstract

Tindak Tutur Ilokusi dan Struktur Teks dalam Tuturan Rapat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2009-2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) wujud tindak tutur ilokusi dari berbagai jenis tindak tutur dalam rapat anggota DPRD71provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014, dan (2) struktur teks pada rapat anggota DPRD provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pada teori yang dikembangkan oleh Searle, yaitu tindak tutur ilokusi yang dibagi menjadi lima jenis, tindak tutur representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Pendekatan selanjutnya yang digunakan adalah pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk, yaitu analisis struktur teks. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dalam rapat anggota DPRD provinsi Kalimantan Selatan periode 2009-2014 ditemukan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi. Jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan terdiri atas lima jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur representatif meliputi menyatakan, mengakui, melaporkan, dan menyebutkan. Tindak tutur direktif meliputi mengajak, meminta, menyuruh, memohon, dan memaksa. Tindak tutur komisif meliputi menawarkan, menyatakan kesanggupan, dan berjanji. Tindak tutur ekspresif meliputi mengucapkan terima kasih, mengkritik. Struktur teks terdiri dari tiga bagian utama, yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Pada struktur makro, secara umum penulis mengangkat topik. Pada superstruktur, penulis menggunakan pola organisasi. Pada struktur mikro, penulis menggunakan strategi penulisan pada tingkat proposisi-proposisi yang lebih kecil, yaitu semantik. Pada elemen semantik, penulis menggunakan strategi penulisan menonjolkan makna kebaikan kelompoknya dan mengaburkan keburukannya. Pada elemen leksikon, penulis memilih kosakata yang positif dalam menggambarkan tindakan atau konsep yang ditawarkan dan memilih kosakata yang negatif dalam menggambarkan keburukan tindakan atau konsep kelompok luar. Pada elemen gaya dan retorika, berbagai gaya bahasa digunakan beberapa gaya yang digunakan, yaitu aliterasi dan anafora.Kata-kata kunci: tindak tutur, ilokusi, struktur, jenis, fungsi
MITE PUTERI MAYANG DI KABUPATEN BARITO TIMUR (THE MYTH OF PUTERI MAYANG IN BARITO TIMUR REGENCY) Nirena Ade Christy
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.263 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3757

Abstract

Mite Puteri Mayang di Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanstruktur intrinsik dan ekstrinsik kajian mite Puteri Mayang di kabupaten Barito Timur atas teoristrukturalisme genetik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian iniadalah penelitian sosiologi sastra. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Data penelitianini adalah rekaman dan dokumen mengenai mite Puteri Mayang. Sumber data penelitian ini adalahwawancara dan rekaman dari informan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis isi. Hasil penelitian ini, yakni struktur intrinsik berupa: tema mengenai pertikaian; alurberupa pemaparan situasi awal, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian;tokoh dan penokohan terdiri dari Uria Mapas, Uria Rinyan, Puteri Mayang Sari, Raja Mata Habang,252Nyai Kemala, Patih-Patih dari kerajaan Banjar dan masyarakat Ma’anyan, masyarakat Banjar danMa’anyan; latar meliputi tempat dan waktu; Amanat yang disampaikan, yakni jadilah seseorangyang bertanggung jawab dan memiliki sikap saling menghargai; dan struktur ekstrinsik berupa: faktakemanusiaan, yakni kehidupan sosial masyarakat Ma’anyan sangat bergantung pada Sumber DayaAlam dan kehidupan tokoh Uria Mapas dan Uria Rinyan sebagai titisan Alah Mula Munta; subjekkolektif dibangun oleh subjek individual tokoh-tokoh sehingga menghasilkan subjek kolektif masyarakatMa’anyan; pandangan dunia diperoleh dari hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusiadengan sesamanya; struktur karya sastra meliputi religiusitas, sosial, politik, dan ekonomi; dan dialektikameliputi kuasa Puteri Mayang mengabulkan sebuah nazar.Kata-kata kunci: mite, teori strukturalisme genetik

Page 8 of 30 | Total Record : 295


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue