cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
STRUKTUR WACANA, MAKNA, DAN FUNGSI MAHALABIU (DISCOURSE STRUCTURES, MEANINGS, AND FUNCTIONS OF MAHALABIU) Erlita Desriani Rustam Effendi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4488

Abstract

AbstractDiscourse Structures, Meanings, and Functions of Mahalabiu. Mahalabiu is a discoursethat implies multiple (ambiguous), meaning the spoken utterances, usually the listenerto interpret the meaning or intent behind the words is another. Behavior mahalabiuBanjar is a common language behavior of the use meaningful phrases in order tooutwit new speaker. The purpose of this study was to describe the Discourse Structure,Meaning and Function mahalabiu. This type of research used in this study DiscourseStructure, Meaning and Function mahalabiu is descriptive research that intends toprovide an overview of data characteristics in accordance with nature itself. The methodused is descriptive method with qualitative approach to the data source in this study isa collection mahalabiu from an internet site and a thesis of Noorbaity (2004). Datacollection techniques in this study is to use observation techniques of text, data collectionobtained by collecting, reading and classify mahalabiu the structure, meaning andfunction. From the research, it can be concluded Discourse Structure is divided intotwo parts, namely the introduction and description mahalabiu. Then there are fourtypes in the distribution of meaning, namely (1) homonym, (2) homophones, (3) reductionof the phrase, and (4) comments do not match with the topic. Function mahalabiu fivefunctions, namely (1) functions as a joke / joke material, (2) a function that tests aperson’s intelligence, (3) the function of a satirical one, (4) functions as a tool to tell astate or occupation, and (5 ) function is a tool to educate children.Keywords: discourse structure, meaning, function, mahalabiuAbstrakStruktur Wacana, Makna, dan Fungsi Mahalabiu. Mahalabiu adalah wacana yangmengandung pengertian ganda (mendua), memiliki makna ujaran yang diucapkannya,biasanya si pendengar menafsirkan makna atau maksud lain dibalik ucapan tersebut.Perilaku mahalabiu adalah perilaku berbahasa Banjar yang umum karena adanyapenggunaan ungkapan-ungkapan yang bermakna baru dengan tujuan mengecoh lawanbicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Struktur Wacana, Maknadan Fungsi mahalabiu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian StrukturWacana, Makna, dan Fungsi mahalabiu ialah jenis penelitian deskriptif yang bermaksudmemberikan gambaran ciri-ciri data sesuai dengan sifat alamiah itu sendiri. Metodeyang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif Sumber datadalam penelitian ini adalah kumpulan mahalabiu dari sebuah situs internet dan sebuahtesis dari Noorbaity (2004). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahdengan menggunakan teknik observasi teks, pengumpulan data diperoleh denganmengumpulkan, membaca dan mengklasifikasikan mahalabiu dengan struktur, maknadan fungsinya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan Struktur Wacana dibagi atasdua bagian, yaitu Pengantar dan deskripsi mahalabiu. Kemudian ada empat jenis dalam112pembagian Makna, yakni (1) homonim, (2) homofon, (3) pengurangan frasa, dan (4)komen tidak serasi dengan topik. Fungsi mahalabiu ada lima fungsi, yakni (1) fungsisebagai gurauan/bahan bercanda, (2) fungsi yang menguji kepandaian seseorang,(3) fungsi yang menyindir seseorang, (4) fungsi sebagai alat untuk memberitahu suatukeadaan atau pekerjaan, dan (5) fungsi alat untuk mendidik anak.Kata-kata kunci: struktur wacana, makna, fungsi, mahalabiu
KEBERTERIMAAN SUATU KATA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT (THE ACCEPTABILITY OF THE WORDS USED BY STUDENTS OF FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT MAJORING INDONESIAN LANGUAGE PROGRAM) Rusma Noortyani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.309 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4562

Abstract

AbstractThe Acceptability of the Words Used By students of FKIP Universitas LambungMangkurat majoring Indonesian language program. The acceptability of the words asthe effort of the language maintenance and language development especially relatedto the vocabulary development or language modernization is the main concern of thestudy. This study will reveal on the similarity of the Indonesian vocabulary to the foreignvocabulary. Nowadays most students of FKIP Unlam majoring Indonesian languageprogram tend to use the foreign forms of certain words in communication rather thanusing the Indonesian form of those words. The results of the study shows that there are(1) most students tends to use the foreign form of certain words is 85 % or 47 words, (2)the use of the Indonesian form of certain words only shows 15% or 8 words. Mostreasons shows that the students tend to see and listen those kinds of words form (53,28%),while the students tend to use those kinds of words form (35,61%). This means thatthere are still many of students majoring Indonesian Language program do not knowor have not been accustomed to use the Indonesian form of the foreign vocabularies.Keywords: the acceptability of the wordsAbstrakKeberterimaan Suatu Kata pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa danSastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Keberterimaan suatu kataberkaitan dengan upaya pembinaan dan pengembangan bahasa, khususnya yangmenyangkut pengem-bangan kosakata atau pemodernan bahasa. Penelitian ini akanmengungkapkan bentuk kata yang sepadan dengan kata asing yang sering dijumpaioleh mahasiswa PS PBSI FKIP Unlam. Mahasiswa tersebut masih banyak memilihmenggunakan bentuk asing yang sebenarnya telah memiliki padanan dalam bahasaIndonesia. Alasan yang paling dominan adalah karena sering melihat danmendengarkan bentuk tersebut dan tidak terbiasa menggunakan bentukpengindonesiaannya. Bahkan ada beberapa bentuk pengindonesiaan yang justruterasa asing bagi mereka. Hal ini terlihat dari hasil penelitian, yakni penggunaanbentuk kata asing sebesar 85% atau 47 kata, sedangkan bentuk kata pengindonesiaanhanya 15% atau 8 kata. Adapun alasan yang paling banyak adalah karena seringmelihat dan mendengarkan bentuk tersebut 53,28%. Alasan berikutnya karenakebiasaan menggunakan bentuk tersebut 35,61%. Alasan yang paling sedikit karenamengetahui arti/makna bentuk tersebut 11,11%. Artinya masih banyak yang belum281mengetahui atau belum terbiasa menggunakan bentuk pengindonesiaan dari bentukbentukasing tersebut dengan alasan karena sering melihat atau mendengarkan.Kata-kata kunci: keberterimaan suatu kata
PEMEROLEHAN FONOLOGI ANAK DI TIGA PAUD KECAMATAN BANJARMASIN UTARA (PHONOLOGY ACQUISITION OF CHILDRENS OF THREE PAUD IN NORTH BANJARMASIN SUBDISTRICT) M. Rafiek Rusma Noortyani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.756 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3704

Abstract

Pemerolehan Fonologi Anak di Tiga PAUD Kecamatan Banjarmasin Utara. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemerolehan fonologi anak di PAUD kecamatanBanjarmasin Utara. Penelitian ini menggunakan teori Jakobson tentang teori struktural universal.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatanpemerolehan bahasa. Penelitian ini menggunakan teknik cross sectional. Hasil penelitian ini adalahpasangan minimal konsonan dan vokal anak PAUD di kecamatan Banjarmasin Utara. Selain itu,ditemukan pula distribusi fonem bahasa anak PAUD di kecamatan Banjarmasin Utara, yangmenyangkut vokal, diftong, dan konsonan.Kata-kata kunci: pemerolehan fonologi, pasangan minimal, distribusi fonem
TINDAK TUTUR GURU DAN SISWA KELAS VIII DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 6 BARABAI (SPEECH ACTS OF TEACHERS AND STUDENTS OF VIII CLASS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT SMP NEGERI 6 BARABAI) Majidi Rahmi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.12 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3711

Abstract

Tindak Tutur Guru dan Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 6Barabai. Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi secara objektif tentang (1) wujud tindak tutur,dan (2) fungsi tindak tutur yang dituturkan siswa kelas VIII dalam pembelajaran bahasa Indonesiadi SMP Negeri 6 Barabai. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa data verbal, yaitu tuturan siswadan guru dalam interaksi kelas. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen pengumpuldata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, perekaman,dan pencatatan lapangan. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang wujud tindak asertif, ekspresifdan direktif, dan fungsi tindak tutur siswa kelas VIII dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP63Negeri 6 Barabai. Wujud tindak tutur yang ditemukan adalah (1) tindak asertif, meliputi tindaktutur menegaskan, menunjukkan, memprediksikan, mempertahankan pendapat, memberitahukan,menyatakan, dan mengajukan saran; (2) tindak ekspresif mencakup ekspresi rasa senang dan rasatidak senang atau kecewa, dan (3) tindak direktif, meliputi tindak tutur dengan wujud permintaan,pertanyaan, persyaratan, larangan, persilaan, dan nasihat. Fungsi tindak asertif dan direktif yangditemukan adalah (1) fungsi untuk tukar-menukar informasi faktual, (2) mengungkapkan informasiintelektual, (3) mengungkapkan sikap emosi, (4) mengungkapkan sikap moral, (5) meyakinkan ataumempengaruhi, dan (6) bersosialisasi.Kata-kata kunci: tindak tutur, guru dan siswa, dalam pembelajaran
HUMOR DALAM CERITA SI PALUI (THE HUMOUR IN SI PALUI STORY) Dana Aswadi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4709.649 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3741

Abstract

Humor dalam Cerita Si Palui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis humor dalam cerita Si Palui dan (2) Makna humor dalam cerita Si Palui. Cerita Si Palui merupakan karya sastra yang dikenal oleh orang Banjar. Cerita Si Palui sangat menarik untuk diteliti, terutama yang berkenaan dengan humor. Humor merupakan aspek menyenangkan yang ada dalam diri manusia dan humor juga dinamakan dengan lelucon. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu data-data secara tertulis atau lisan yang yang digambarkan secara cermat. Sumber data penelitian diambil dari cerita si Palui yang terbit di harian Banjarmasin Post selama tiga bulan dari bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Penelitian ini menetapkan keabsahan data dengan teknik pemeriksaan. Kriteria yang digunakan dalam keabsahan data, yaitu derajat kepercayaan dengan teknik pemeriksaan; perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, mendiskusikannya dengan teman sejawat, kecukupan referensial, membaca dan menelaah berkali-kali data-data yang telah dikumpulkan, menginventarisasi serta membaca berbagai pustaka dan dokumen, dan membaca dan menelaah berbagai teori yang membahas tentang sastra dan humor.Hasil penelitian adalah sebagai82berikut. (1) Jenis humor yang terdapat dalam cerita si Palui ada delapan jenis, yaitu (a) humor agama, (b) humor seks, (c) humor permainan kata, (d) humor kiasan, (e) humor ejekan, (f) humor sindiran, dan (g) humor plesetan. (2) Makna humor yang terkandung dalam cerita si Palui ada lima, yaitu (a) ketaatan kepada Tuhan, (b) memberikan pendidikan, (c) memberikan kritik, (d) menarik perhatian, dan (e) memberikan penjelasan/ pemahaman.Kata-kata kunci: humor, cerita si palui
KELISANAN DALAM NOVEL PEREMPUAN HUJAN KARYA HAMAMI ADABY (ORALITY IN PEREMPUAN HUJAN NOVEL BY HAMAMI ADABY) Ahsani Taqwiem
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.323 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3758

Abstract

Kelisanan dalam Novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby. Perkembangan kebudayaantidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari kebudayaan sebelumnya, maka dapat dipahami bahwatradisi tulis tidak serta-merta menghapuskan unsur-unsur tradisi lisan yang mendahuluinya. Sastraadalah salah satu unsur di dalam kebudayaan manusia, oleh karena itu perkembangan sastra selalusejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia.Secara objektif, penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan tentang wujud kelisanan di dalam novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalismedinamik.Di dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer.Data-datayang digunakan diambil langsung dari novel Perempuan Hujan karya Hamami Adaby.Sedangkaninstrumen utama adalah peneliti sendiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data-datayang berhasil dikumpulkan secara umum maka dapat disimpulkan bahwa di dalam novel PerempuanHujan masih terdapat pengaruh kelisanan yang dapat ditelurusi.Dengan analisis yang cermat,ditemukan enam unsur-unsur kelisanan pada novel Perempuan Hujan. Unsur-unsur itu antara lainadalah bersifat homeostatis serta adanya pemikiran yang kontekstual; menggunakan gaya penambahdan kopius; adanya penyajian tokoh datar dan ajaran moral.Kata-kata kunci: novel, karakteristik kelisanan, wujud kelisanan
UNSUR PRALOGIS DALAM SYAIR BURUNG SIMBANGAN (THE PRALOGICAL ELEMENTS IN BURUNG SIMBANGAN POEM) Rustam Effendi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.459 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3774

Abstract

Unsur Pralogis dalam Syair Burung Simbangan. Unsur pralogis adalah unsur yang selalu ada dalamsastra klasik. Unsur pralogis adalah hal-hal yang dianggap logis oleh pemilik cerita namun tidakdianggap logis oleh orang lain yang bukan pemilik cerita. Unsur pralogis berkaitan erat dengan sistemkepercayaan masyarakat. Unsur-unsur pralogis dalam syair burung simbangan terdapat pada diri tokohcerita dan pada latar cerita. Di antara unsur pralogis pada tokoh cerita adalah (i) dapat terbang, (ii)memiliki benda ajaib seperti panah, dan lain-lain (iii) mengubah diri menjadi rama-rama, dan lainlain.Unsur pralogis pada latar adalah tentang kemampuan berinteraksi di bumi, di udara, di dalambumi, dan di dalam air.Kata-kata kunci: unsur pralogis, syair burung simbangan, sistem kepercayaan
KEKERASAN SIMBOLIK DENGAN STRATEGI PENGONOTASIAN DAN PENGIASAN (SYMBOLIC VIOLENCE WITH CONNOTATIONS AND FIGURE OF SPEECH STRATEGIES) Roekhan Roekhan
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.54 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4483

Abstract

AbstractSymbolic Violence with Connotations and Figure of Speech Strategies. Symbolic violenceis the imposition of vague meaning, logic bias, and the bias that it was accepted by thereader as the meaning is clear, the logic is right, and positive values . Connotationstrategy in the form of symbolic violence packaging information with the word, phrase,or statement implies connotations, meaning evaluative or emotive meaning. Connotationstrategy used to (a) raise, (b) degrading, (c) strengthening, and (d) weaken information.The figure of speech strategy is to wrap the information with figurative language. Thefigure of speech strategies used are of two kinds, namely: (a) figure of speech direct(metaphor) and (b) figure of speech indirect.Keywords: symbolic violence,connotation strategy, figure of speech strategy,figuratively direct, indirect allusionAbstrakKekerasan Simbolik dengan Strategi Pengonotasian dan Pengiasan. Kekerasan simbolikadalah pemaksaan makna kabur, logika bias, dan nilai bias agar hal itu diterima olehpembaca sebagai makna yang jelas, logika yang benar, dan nilai yang positif. Strategipengonotasian dalam kekerasan simbolik berupa pengemasan informasi dengan kata,ungkapan, atau pernyataan yang mengandung makna konotasi, makna evaluatif, ataumakna emotif. Strategi pengonotasian digunakan untuk (a) meninggikan, (b)merendahkan, (c) menguatkan, dan (d) melemahkan informasi. Strategi pengiasanadalah membungkus informasi dengan bahasa kias. Strategi pengiasan yang digunakanada dua macam, yaitu (a) pengiasan langsung (pemetaforaan) dan (b) pengiasan tidaklangsung.Kata-kata kunci: kekerasan simbolik, strategi pengonotasian, strategi pengiasan, kiasanlangsung, kiasan tidak langsung
KENDALA PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR (PROBLEMS OF ENGLISH TEACHING IN ELEMENTARY SCHOOL) Rina Listia Sirajuddin kamal
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.497 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4557

Abstract

AbstractProblems of English Teaching in Elementary School. The Indonesian government hasacknowledged the importance of English by putting it into the education system for fivedecades. English has been integrated to secondary school for a long time. The Englishlanguage is exerting even stronger influence in the modern world and has become aninternational language. There are also advantages of introducing a foreign languagefor young learners. The government of Indonesia has therefore set up the policy tointroduce English language in primary schools. This policy is optional. It depends onschool and community demands. The government does not provide teachers andcurriculum. Schools and community are in charge to provide teachers, curriculum andfacilities. Teachers are one of the most important parts in the discourse of educationand the process of teaching and learning in schools. It was this that interested to researchtheir perceptions of English language teaching for primary students.Keywords: english for young learners, teachers’ perception, teaching constrainstAbstrakKendala Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Pemerintah Indonesia telahmengakui pentingnya bahasa Inggris dengan menempatkan ke dalam sistem pendidikanselama lima dekade. Bahasa Inggris telah diintegrasikan ke sekolah menengah untukwaktu yang lama . Bahasa Inggris yang mengerahkan pengaruh yang lebih kuat didunia modern dan telah menjadi bahasa internasional. Ada juga keuntunganmemperkenalkan bahasa asing untuk pelajar muda. Oleh karena itu, pemerintahIndonesia telah menyiapkan kebijakan untuk memperkenalkan bahasa Inggris disekolah dasar. Kebijakan ini bersifat opsional. Hal ini tergantung pada tuntutan sekolahdan masyarakat. Pemerintah tidak menyediakan guru dan kurikulum. Sekolah danmasyarakat bertanggung jawab untuk menyediakan guru, kurikulum, dan fasilitas.Guru adalah salah satu bagian yang paling penting dalam wacana pendidikan danproses belajar-mengajar di sekolah. Inilah yang menarik untuk meneliti persepsi merekatentang pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SD.Kata-kata kunci: bahasa Inggris untuk pelajar muda, persepsi guru, mengajarconstrainst
NILAI MORAL DALAM SYAIR GUNTUR (MORAL VALUES IN SYAIR GUNTUR) Ahmad Baihaki
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3787

Abstract

Nilai Moral dalam Syair Guntur. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektifdari dua nilai moral dalam syair Guntur adalah: (1) kebijakan moral tentang memori, berpikir,kejernihan pikiran, dan kekuatan otak, (2) kesederhanaan moral ketenangan, kesabaran, kemurahanhati , integritas, kepuasan, dan loyalitas. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk pengembanganinstrumen adalah teori sastra lisan Aarne dan Stith Thompson, dan teori tentang nilai-nilai moraloleh Miskawaih. Data dari penelitian ini adalah syair klasik Guntur terdiri dari 101 halaman (603bait puisi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metodedeskriptif, dan teknik analisis isi. Analisis data dilakukan selama pengumpulan data. Hasilmenunjukkan bahwa ada dua nilai moral dalam syair Guntur, yaitu (1) nilai kearifan moral yangtentang memori, berpikir, kejernihan pikiran, kekuatan otak, dan (2) kesederhanaan moral ketenangan,kesabaran, kemurahan hati, integritas, kepuasan, dan loyalitas. Unsur yang paling dominan dalamsyair Guntur adalah nilai moral kebijaksanaan, terutama dalam berpikir dalam syair Guntur.Kata-kata kunci : nilai-nilai moral, syair klasik

Page 11 of 30 | Total Record : 295


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue