cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
SAMPAH DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEWI LESTARI: TINJAUAN EKOLOGI SASTRA Ahsani Taqwiem Dewi Alfianti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.758 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8392

Abstract

Abstract Garbage in the Aroma Karsa Novel by Dewi Lestari: Literature Ecology Review. Literary texts are not autonomous. The world in a literary work is related to the world outside the literary text. Literary ecology tries to look at a literary work from an environmental standpoint. Aroma Karsa is a novel written by Dewi Lestari. It contained the adventures of Jati Wesi as the central figure who tried to solve various kinds of conflicts about her identity, which related to genetic or environmental problems from beginning to the end. This research is qualitative research using an ecocritical approach. This study reveals how environmental problems, especially waste, are depicted in the novel. The results revealed that waste causes many problems such as high waste production that exceeds the capacity of the final landfill, derelict children, the smell of uncontrolled garbage, the circulation of hard drinks and illegal drugs, to unfair competition between lenders that led to murder. These issues are packaged with well written so they can be the foundation of forming a meaningful and robust novel. It is making Aroma Karsa an ecological novel which is an alternative reading to remind people that waste is a severe problem. Key words: novels, ecocriticism, environment, garbage Abstrak Sampah dalam Novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari: Tinjauan Ekologi Sastra. Teks sastra bukanlah sesuatu yang otonom. Dunia di dalam sebuah karya sastra berkaitan dengan dunia di luar teks sastra. Ekologi sastra berusaha melihat sebuah karya sastra dari sudut pandang yang memihak pada lingkungan. Aroma Karsa adalah novel yang ditulis Dewi Lestari. Isinya menceritakan petualangan Jati Wesi sebagai tokoh utama yang berusaha memecahkan berbagai macam konflik mengenai jati dirinya yang sering terkait dengan masalah alam atau lingkungan sejak awal hingga akhir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana masalah lingkungan khususnya sampah digambarkan di dalam novel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampah menyebabkan banyak masalah seperti isu tingginya produksi sampah yang melebihi kapasitas tempat pembuangan sampah akhir, anak-anak terlantar di lingkungan tempat pembuangan sampah, bau sampah yang tidak terkontrol, peredaran minumas keras dan obat-obatan terlarang, hingga persaingan tidak sehat antartengkulak yang berujung pembunuhan. Seluruh isu tersebut dikemas dengan apik hingga mampu menjadi fondasi pembentuk novel yang kuat dan penuh makna. Menjadikan Aroma Karsa sebagai novel ekologis yang menjadi alternatif bacaan untuk mengingatkan masyarakat bahwa sampah adalah masalah serius. Kata-kata kunci: novel, ekokritik, lingkungan, sampah
RELASI SEMANTIK BAHASA BANJAR DIALEK HULU M. Ridha Anwari Muhammad Yunus
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.836 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8398

Abstract

Abstract Semantic Relations of the Hulu Banjar Dialect Language. Semantic relations are semantic relations that exist between one language unit with another language unit. The formulation of the problem in this research is how is the semantic relation of the words synonym, antonym, hominim, hyponym, and polysemy of the Banjar dialect language upstream? This study aims to describe the semantic relations of words in BBDH so that they can be known by their speakers. The research method used in this research is descriptive method. The results of this study are the forms of semantic relations found in the communication patterns of the Banjar upstream dialect community in the form of Synonyms, Antonyms, Homonyms, Polisemi, and Hyponyms. Key words: semantic relations, banjar language, hulu dialect Abstrak Relasi Semantik Bahasa Banjar Dialek Hulu. Relasi semantik adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah relasi semantik kata sinonim, antonim, hominim, hiponim, dan polisemi bahasa Banjar dialek hulu? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam BBDH agar dapat diketahui oleh penuturnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode deskriptif. Hasil penelitian ini ialah bentuk-bentuk relasi semantik yang ditemukan dalam pola komunikasi masyarakat Banjar dialek hulu berupa Sinonim, Antonim, Homonim, Polisemi, dan Hiponim. Kata-kata kunci: relasi semantik, bahasa banjar, dialek hulu
ASPEK PENYIMPANGAN PRAGMATIK DALAM ACARA HUMOR MAHALABIU DI DUTA TV Eka Suryatin
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.458 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8393

Abstract

Abstract Pragmatic Aspects of Forming Humor in Mahalabiu on Duta TV. This Pragmatic Aspects of Forming Humor in Mahalabiu on Duta TV research reveals the pragmatic aspects that form the deviation of the principle of cooperation in forming the humor show Mahalabiu on TV Ambassador. Suggestions in this study are qualitative. The research data consisted of expensive humor in the Mahalabiu show on TV Ambassador episodes 1--18, from July 2015 to December 2017. The data source was in the form of video recordings obtained from the youtube.com site Mahalabiu program aired by Duta TV station. Data collection methods with conversation and listening techniques. Step analysis by transcribing, analyzing, classifying, and categorizing data. The results showed that the pragmatic aspect in the formation of Mahalabiu's humor was the deviation of the principle of Grice's cooperation which contained deviations of maxims, deviations of quality maxims, deviations of ways of maxim, and deviations of relevance maxims. Adjustment of relevance maxim is the most widely used in the formation of humor. Key words: deviation of the principle of cooperation, humor, mahalabiu Abstrak Aspek Penyimpangan Pragmatik dalam Acara Humor Mahalabiu di Duta TV. Penelitian Aspek Pragmatik dalam Acara Humor Mahalabiu di Duta TV ini bertujuan mengungkapkan keterlibatan aspek-aspek pragmatik berupa penyimpangan prinsip kerja sama pembentuk humor acara Mahalabiu di Duta TV. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian berupa tuturan humor mahalabiu dalam acara Mahalabiu di Duta TV episode 1--18, dari bulan Juli tahun 2015 hingga bulan Desember 2017. Sumber data berupa rekaman video yang diperoleh dari situs youtube.com acara Mahalabiu yang ditayangkan oleh stasiun Duta TV. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan teknik simak. Langkah analisis dengan mentranskripsi, menganalisis, mengklasifikasi, dan mengategori data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pragmatik dalam pembentukan humor acara Mahalabiu yaitu adanya penyimpangan prinsip kerja sama Grice yang meliputi penyimpangan maksim kuantitas, penyimpangan maksim kualitas, penyimpangan maksim cara, dan penyimpangan maksim relevansi. Penyimpangan maksim relevansi yang paling banyak digunakan dalam pembentukan humor. Kata-kata kunci: penyimpangan prinsip kerja sama, humor, mahalabiu
POLA INTERAKSI GURU DAN SISWA KELAS X SMAN 1 JORONG Dwi Rahmanto
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.767 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8399

Abstract

Abstract The Interaction Pattern of Teachers and Students of Class X of SMAN 1 Jorong. This study aims to describe (1) the pattern of intervention, (2) the pattern of adjacent pairs, and (3) the pattern of preference in the interaction discourse of teachers and students of class X at Jorong 1 Public High School during the teaching and learning process. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. Sources of data collected in the form of oral speeches that occur during teaching-learning interactions. Data collection uses documentation techniques. Data analysis techniques use qualitative analysis techniques. From the results of data analysis and research conclusions, the findings are as follows: Interruptive patterns in teacher discourse and class x students at Jorong 1 State Senior High School during the teaching and learning process. The teacher's interruption pattern to students is due to weak student volume and to stop doubts or reinforce the answers to the teacher's questions. The pattern of contiguous pairs occurs normally or naturally according to the stimulus-response process and meets the structure of adjacent pairs which creates habits and regularity. This pattern of well-implemented preferences can be seen from the structure of the preferred action expected to be in the next action and not to be expected to be expected in the next action. Key words: teacher and student interaction, interrupt pattern, contiguous pair pattern, preference pattern … Pola Interaksi Guru dan Siswa Kelas X SMAN 1 Jorong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1), pola interupsi (2),pola pasangan berdekatan, dan (3), pola preferensi dalam wacana interaksi guru dan siswa dalam kelas X di SMA Negeri 1 Jorong pada waktu proses belajar-mengajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang dikumpulkan berupa tuturan-tuturan lisan yang terjadi saat interaksi belajar-mengajar. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Dari hasil analisis data dan kesimpulan penelitian, diperoleh temuan antara lain sebagai berikut: Pola interupsi dalam wacana guru dan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Jorong pada waktu proses belajar-mengajar. Pola interupsi guru kepada siswa dikarenakan volume suara siswa lemah dan untuk menghentikan keraguan atau mempertegas jawaban atas pertanyaan guru. Pola pasangan berdekatan terjadi dengan normal atau alamiah sesuai dengan proses stimulus-respon dan memenuhi struktur pasangan berdekatan yang menimbulkan kebiasaan dan keteraturan.Pola preferensi terlaksana dengan baik ini bisa dilihat dari adanya struktur tindakan yang disukai diharapkan ada pada tindakan berikutnya dan tidak disukai diharapkan tidak ada pada tindakan berikutnya. Kata-kata kunci: interaksi guru dan siswa, pola interupsi, pola pasangan berdekatan, pola preferensi
CITRAAN DALAM PERIBAHASA BANJAR Siti Akbari
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.389 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8394

Abstract

Abstract Imagery in the Banjarese Proverb. This is a descriptive qualitative research. This research was aimed at looking at Banjarese Proverb objectively. Therefore, this research focused on the proverbs that were obtained and then reviewed using semiotic analysis. The data used as the object this research were those in the form of Banjarese proverbs, which were derived from several informants and from reading material.The results showed that of the 147 proverbs collected, and there were sixty-two proverbs were found showed visual images. Twenty-three proverbs that show hearing images. Eight proverbs that show palpable imagery. Six proverbs that show olfactory images. Forty-eight proverbs that show the image of taste.The results showed that the choice of words became unique in the Banjar proverbs. The overall image strengthens the local area drawn from the Banjar proverb. This is evident from the choice of words in the Banjar proverb. Key words: image, proverbs, Banjar Abstrak Citraan dalam Peribahasa Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini melihat peribahasa secara objektif. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada peribahasa yang diperoleh untuk kemudian ditelaah dengan menggunakan analisis semiotik. Adapun data dan sumber data yang dijadikan sebagai objek penelitian ini adalah data berupa peribahasa Banjar yang bersumber dari beberapa informan dan dari bahan bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 147 peribahasa yang dikumpulkan, ditemukan enam puluh dua peribahasa yang menunjukkan citraan penglihatan. Dua puluh tiga peribahasa yang menunjukkan citraan pendengaran. Delapan peribahasa yang menunjukkan citraan perabaan. Enam peribahasa yang menunjukkan citraan penciuman. Empat puluh delapan peribahasa yang menunjukkan citraan pencecapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kata menjadi kekhasan dalam peribahasa Banjar. Citraan secara keseluruhan menguatkan lokal kedaerahan yang tergambar dari peribahasa Banjar. Hal itu terbukti dari pilihan kata yang ada di dalam peribahasa Banjar. Kata-kata kunci: citraan, peribahasa, Banjar
KEARIFAN LOKAL DALAM LEGENDA KEAGAMAAN MASYARAKAT BANJAR Sri Wahyu Nengsih
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.629 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8395

Abstract

Local Wisdom In The Banjar Community Religious Legends. The purpose of this study is to reveal the local wisdom of the Banjar people in the religious legend of the Banjar community. This research was conducted using a semiotic approach with a descriptive type of research. This research data in the form of words, sentences, and expressions in the religious legend of the Banjar community. The data source of this research is the book "Datu-Datu Famous South Kalimantan" by Tim Sahabat. the results of this study indicate that local wisdom in the religious legend of the Banjar community is related to human relations with God, namely the declaration of a stable war against the Dutch, the construction of mosques and surau, resistance to the enemies of Allah Almighty; related to human relations with himself, namely studying in boarding schools to improve ability, policy as a Sultan, the passion for studying. related to human relations with the community, namely community loyalty, togetherness in the struggle, defeating the Netherlands, the upheaval of the situation in the Banjar kingdom; related to human relations as a family member with another family, namely the deciding lineage, the child's obedience to his mother; related to human relations with the environment or nature, namely the battle on Martapura, the destruction of nature as a Dutch war strategy. the Dutch tactics took control of the Coal mine. Key words: local wisdom, banjar, religious legend, semiotics Abstrak Kearifan Lokal dalam Legenda Keagamaan Masyarakat Banjar. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengungkapkan kearifan lokal masyarakat Banjar dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan semiotik dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, dan ungkapan dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar. Sumber data penelitian ini ialah buku “Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan” karya Tim Sahabat. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam legenda keagamaan masyarakat Banjar terkait hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu pernyataan perang sabil terhadap Belanda, Pembangunan masjid dan surau, perlawanan terhadap musuh Allah Swt.; terkait hubungan manusia dengan dirinya sendiri, yaitu belajar di pesantren untuk meningkatkan kemampuan, kebijakan sebagai Sultan, semangat untuk menuntut ilmu. terkait hubungan manusia dengan masyarakat, yaitu loyalitas masyarakat, kebersamaan dalam perjuangan, mengalahkan Belanda, pergolakan situasi di kerajaan Banjar; terkait hubungan manusia sebagai anggota keluarga dengan keluarga yang lain, yaitu garis keturunan yang menentukan, kepatuhan anak kepada ibunya; terkait hubungan manusia dengan lingkungan atau alam, yaitu pertempuran di bumi Martapura, pengrusakan alam sebagai strategi perang Belanda. siasat Belanda menguasai tambang Batu Bara. Kata-kata kunci: kearifan lokal, banjar, legenda keagamaan, semiotik
UNSUR EKOLOGI DALAM PERIBAHASA BANJAR ( ECOLOGY ELEMENTS IN BANJARESE PROVERBS) Norvia Norvia
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i1.10562

Abstract

Abstract Ecology Elements in the Banjarese Proverbs. This research is motivated by the researcher's interest in preserving the Banjarese proverbs which is now starting to fade in its meaning due to ignorance of the ecological forms of flora, fauna, and culture which are used as a kias word in Banjarese proverbs. This study aims to describe (1) the ecological form of flora in the Banjarese proverbs (2) the ecological form of fauna in the Banjarese proverbs (3) The form of cultural ecology in the Banjarese proverbs. Sources of data are obtained from books and informants. The book used as a data source is a collection of Banjarese proverbs by Aliansyah Jumbawuya. The results of this study found that of the three classifications there were even more specific classifications, namely, (1) the Banjarese proverbs ecological flora consisting of vegetables, fruits, and wild plants, (2) Banjarese proverbs ecology fauna consisting of fauna habitat in land and water, and (3) the Banjarese proverbs of cultural ecology consists of three categories, namely home architecture, tools and living equipment, and systems of thought. Key words: ecology, oral tradition, Banjarese proverb Abstrak Unsur Ekologi Sastra dalam Paribasa Banjar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti untuk melestarikan peribahasa Banjar yang sekarang mulai kabur dalam pemaknaannya akibat ketidaktahuan akan wujud ekologi flora, fauna, dan budaya yang dijadikan kata kias dalam peribahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Wujud ekologi flora dalam peribahasa Banjar (2) Wujud ekologi fauna dalam peribahasa Banjar (3) Wujud ekologi budaya dalam peribahasa Banjar. Sumber data didapat dari buku dan informan. Adapun buku yang dijadikan sumber data adalah kumpulan peribahasa Banjar karya Aliansyah Jumbawuya. Hasil penelitian ini menemukan dari tiga klasifikasi tersebut di dapat penggolongan yang lebih spesifik lagi yakni, (1) peribahasa Banjar ekologi flora terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman liar, (2) peribahasa Banjar ekologi fauna terdiri dari fauna habitat di darat dan di air, dan (3) peribahasa Banjar ekologi budaya terdiri dari tiga kategori yakni arsitektur rumah, peralatan dan perlengkapan hidup, dan sistem berpikir. Kata-kata kunci: unsur ekologi, tradisi lisan, paribasa Banjar
KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERTEMA SUNGAI DENGANMETODE KARYA WISATA SISWA KELAS XMADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN(ABILITY TO WRITE POETRY THEME RIVER USING WORKS METHOD THE CLASS X STUDENT MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANJARMASIN) Zulkifli Rusma Noortyani Gusti Putri Pathiya Arsyana
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v10i2.9378

Abstract

AbstractAbility to Write Poetry Theme River using Works Method the Class X StudentMadrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. The objectives to be obtainedfrom the results of this study are to describe the ability to write a river-themedpoem with the method of class X students of the Islamic MuhammadiyahMuhammadiyah Banjarmasin. To achieve these objectives, researchers usequalitative methods with data collection techniques with observation techniquesto provide an overview of how to teach teachers and student activities during thelearning process. This technique is also equipped with a field note format to obtaindata by observing the data object directly. Data analysis techniques usinginteractive model analysis were carried out starting from the stages of datacollection, data reduction, data presentation, data inference, and data verification(Miles and Huberman, 1984). This method is very appropriate to be used in thisstudy because it examines the subject and is carried out on learning. The resultsof the assessment are a collaboration of teachers and researchers using anassessment rubric based on elements and writing conventions with a value of 95.8.The Indonesian KKM score at the MA Muhammadiyah Banjarmasin is 70.Students who can write poetry are 92% or as many as 23 students who score aboveor equal to the KKM of Indonesian Language Subjects or above 70. That means23 students have a category able and there are 2 students or as much as 8% ofstudents who have a category of poor with a final grade below 70. elements orcontent of river-themed poetry contains the environment where students writepoetry found in environmental poetry teaches to love the environment more, alsocontains innuendos to those who often ignore it.Keywords: writing ability, travel tour method AbstrakKemampuan Menulis Puisi bertema Sungai dengan Metode Karya WisataSiswa Kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin. Tujuan yangakan diperoleh dari hasil penelitian ini adalahmendeskripsikan kemampuanmenulis puisi bertema sungai dengan metode karya wisata siswa kelas XMadrasah Aliyah Muhammadiyah Banjarmasin.Untuk mencapai tujuan ini,peneliti menggunakan metode kualitatif denganteknik pengumpulan data denganteknik observasi untuk memberikan gambaran umum tentang cara mengajar gurudan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Teknik ini juga dilengkapidengan format catatan lapangan untuk mendapatkan data dengan mengamatiobjek data secara langsung.Teknik analisis data menggunakan analisis modelinteraktif dilakukan mulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata, inferensi data, dan verifikasi data (Miles dan Huberman, 1984).Metode inisangat tepat untuk digunakan dalam penelitian ini karena meneliti subjek dandilakukan pada pembelajaran. Hasil penilaian merupakan kolaborasi dari gurudan peneliti dengan menggunakan rubrik penilaian berdasarkan elemen dankonvensi penulisan dengan nilai 95,8. Nilai KKM Bahasa Indonesia di MAMuhammadiyah Banjarmasin adalah 70. Siswa yang mampu menulis puisiterdapat 92% atau sebanyak 23 siswa yang memperoleh nilai di atas atau samadengan KKM Mata Pelajaran Bahasa Indonesia atau di atas nilai 70. Itu artinyaada 23 siswa memiliki kategori mampu dan ada 2 siswa atau sebanyak 8% siswayang memiliki kategori tidak mampu dengan nilai akhir di bawah 70. Elemen ataukonten puisi bertema sungai berisi keadaan lingkungan tempat siswa menulispuisi yangditemukan dalam puisi lingkungan mengajarkan untuk lebih mencintailingkungan, juga berisi sindiran-sindiran kepada pihak-pihak yang seringmengabaikannya.Kata-kata kunci:kemampuan menulis, metode karya wisata
MAKNA DAN FUNGSI PAMALI MASYARAKAT SUKUPASER KECAMATAN LONG IKIS KABUPATEN PASER (THE MEANING AND FUNCTION OF PRACTICAL COMMUNITY INTEREST PASER DISTRICT LONG ACTS PASER) Siti Aisyah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v10i2.9372

Abstract

AbstractThe Meaning and Function of Practical Community Interest Paser DistrictLong Acts Paser. This study uses a descriptive method, a qualitative form with anethnographic approach to communication. The purpose of ethnographiccommunication in this research is to study or study language in relation to thecustoms or habits of a society. The data source is pamali text which researchersgathered from six informants. While research data are words, phrases or sentencesin pamali that show meaning and function. The techniques used are participantobservation, in-depth interviews, and records. Data analysis is done bytranscribing data, selecting data, identifying data, classifying data, andconcluding data to determine the meaning and function of the guardian. Based onthe results of the analysis it can be concluded that pamali in the Paser communityhas the deepest (implied) meaning. The meaning contained in the Pamali societyis teaching the values of education and norms that exist in the community by wayof rebuking, advising and reminding to behave in accordance with the norms andforms of moral preservation, attitude and behavior. In this research, the functionof pamali is adjusted to the purpose of someone conveying pamali. The pamalifunction, namely (1) functions to educate in the form of morals, behavior,compassion, respect for fellow creatures created by God, maintain solidarity,strengthen the faith, and avoid feeling lazy, (2) functions as a form of selfprotectionin the form of safety, protecting women pregnant and children.Key words: pamali, Paser tribe, meaning, function, sociolinguistics AbstrakMakna dan Fungsi Pamali Masyarakat SukuPaser Kecamatan Long IkisKabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk kualitatifdengan pendekatan etnografi komunikasi. Tujuan etnografi komunikasi dalampenelitian ini ialah mengkaji atau mempelajari bahasa dalam hubungan denganadat-istiadat atau kebiasaan suatu masyarakat. Sumber data adalah teks pamaliyang peneliti himpun dari enam informan. Sedangkan data penelitian ialah katakata,frasa atau kalimat dalam pamali yang menunjukan makna dan fungsi. Teknikyang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan rekam.Analisis data dilakukan dengan mentraskripsi data, seleksi data, identifikasi data,pengklasifikasi data, dan menyimpulkan data untuk mengetahui makna dan fungsipamali. Berdasarkan hasil analisi dapat disimpulkan bahwa pamali dalammasyarakat Paser memiliki makna terdalam (tersirat). Adapun makna terdapatdalam pamali masyarakat Paser adalah mengajarkan nilai-nilai pendidikan dannorma-norma yang ada di masyarakat dengan cara menegur, menasehati danmengingatkan agar bersikap sesuai dengan norma-norma dan bentuk penjagaanmoral, bersikap dan berprilaku. Dalam penelitian ini fungsi pamali disesuaikandengan tujuan seseorang menyampaikan pamali. Adapun fungsi pamali, yaitu (1)berfungsi mendidik berupa moral, perilaku, rasa kasih sayang, menghargaisesama makhluk ciptaan Tuhan, menjaga solidaritas, penebal keimanan, danmenghindari rasa malas, (2) berfungsi sebagai bentuk perlindungan diri berupamenjaga keselamatan, melindungi perempuan hamil dan anak-anak.Kata-kata kunci:pamali,suku Paser, makna, fungsi, sosiolinguistik
DEIKSIS BAHASA BANJAR DALAM TUTURAN ANAK USIA DINI (BANJARESE LANGUANGE DEIXIS IN EARLY CHILDHOOD SPEECH) Samiyati Samiyati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v11i1.10568

Abstract

Abstract Banjarese Languange Deixis in Early Childhood Speech. This research used a descriptive qualitative approach. Data of research were the speeches made the early childhood at TK Cipta Karya containing Banjarese language deixis. The data resources were the early age children. The researcher used the SLBC technique (see free involment) in this study. The research found five deixis of Banjar language in early childhood, namely deixis of person: aku, ulun, unda, kita, kami, ikam, pian, buhannya, buhan kam, inya, sidin, buhannya, and bagiannya; deixis of place: di sini, di sana, di situ, ka sini, ka sana, and ka situ; deixis of time: samalam, isuk, tahun kena, tadi, and kena; deixis of pointer: ini, nih, ni, itu, tu, and tuh; deixis of discourse, consisting of two types namely anaphoric deixis which refer to something mentioned before and deixis of words which refer to something that has not been mentioned at all before; and the social deixis, namely the different uses of the words ulun, unda, pian, nyawa and of answer, such as iih or heeh and inggih. Keywords: deixis, Banjar language, child Abstrak Deiksis Bahasa Banjar dalam Tuturan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui wujud dan analisis deiksis bahasa Banjar dalam tuturan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan anak usia dini di TK Cipta Karya yang tuturannya mengandung deiksis bahasa Banjar. Sumber data penelitian ini adalah anak-anak usia dini di TK Cipta Karya. Peneliti menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini ditemukannya enam deiksis bahasa Banjar pada anak usia dini, yaitu deiksis persona, yaitu aku, ulun, unda, kita, kami, ikam, pian, buhannya, buhan kam, inya, sidin, buhannya, dan bagiannya; deiksis tempat, yaitu di sini, di sana, di situ, ka sini, ka sana, dan ka situ; deiksis waktu, yaitu samalam, isuk, tahun kena, tadi, dan kena; deiksis penunjuk, yaitu ini, nih, ni, itu, tu, dan tuh; deiksis wacana, yaitu terbagi dua menjadi deiksis anafora nya yang merujuk pada sesuatu yang disebutkan sebelumnya dan deiksis katafora nya yang merujuk pada sesuatu yang belum disebutkan sama sekali sebelumnya; dan deiksis sosial, yaitu perbedaan penggunaan kata ulun, unda, pian, nyawa dan penggunaan kata jawaban, seperti iih atau heeh dan inggih. Kata-kata kunci: deiksis, bahasa Banjar, anak

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue