cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Educatio
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : 19083224     EISSN : 25279998     DOI : -
Core Subject : Education,
Educatio, ISSN: 1908-3224 (printed) and 2527-9998 (online), is an open access peer reviewed research journal that is published by the Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hamzanwadi. Educatio is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews on education science. Educatio welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about education science from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
PENGEMBANGAN PRANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENDORONG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS nila hidayati; Zodatul Wardi
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i2.162

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengembangkan  perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah yang valid, praktis, dan efektif, untuk mendorong kemampuan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis.Pengembangan model pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel Semmel yang telah dimodifikasi. Pengembangan model tersebut dimulai dari tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Tahap penyebaran (dissemination) belum dilakukan dalam penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari: (1) lembar validasi perangkat, (2) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (3) lembar observasi aktivitas siswa, (4) angket kepraktisan menurut guru, (5) angket kepraktisan menurut   siswa, (6) tes kemampuan berpikir kritis, dan (7) tes kemampuan komunikasi matematis. Data kevalidan dan kepraktisan dianalisis dengan mengkonversi skor menjadi data kualitatif skala lima  sedangkan  data  keefektifan  dianalisis  dengan  prersentase  ketuntasan belajar dan uji one sample tes.Melalui  proses  pengembangan,  telah  dihasilkan:  (1)  perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah dan (2) instrumen penelitian. Berdasarkan analisis uji coba lapangan,  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kriteria kevalidan terlihat dari hasil analisis kevalidan perangkat pembelajaran matematika yang memenuhi kriteria valid, kriteria kepraktisan perangkat pembelajaran matematika dilihat dari skor angket kepraktisan menurut guru  yang memenuhi kriteria mudah digunakan dan skor angket kepraktisan siswa yang positif. Kriteria keefektifan perangkat pembelajaran matematika berdasarkan pada: (1) persentase ketercapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal dengan tingkat penguasaan minimal tinggi dan sangat tinggi adalah 80% dari 20 siswa yang mengikuti tes; (2) keterlaksanaan pembelajaran sudah memenuhi kriteria baik; dan (3) aktivitas siswa sudah memenuhi kriteria baik. Selain itu, hasil analisis komparasi antara kelas   eksperimen   dengan   kelas   kontrol   adalah:   (1)   terdapat   perbedaan keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah dengan penggunaan perangkat pembelajaran matematika yang sudah tersedia di sekolah ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa, dan (2) penggunaan perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah lebih efektif dibanding penggunaan perangkat pembelajaran matematika yang sudah tersedia di sekolah ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa. Kata kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Komunikasi Matematis, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
THE INCLUSION OF AFFECTIVE VALUE INTO ENGLISH TEXTS IN TEACHING READING (An Experimental Study at Tenth Grades of SMA NW Pancor In The School Year 2010) Muhammad Husnu
Educatio Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v5i1.114

Abstract

This research is aimed at finding out whether: The purpose of this research is to find out to what extent that the English texts that included in affective value effective in teaching reading at tenth grades of SMA NW Pancor in the school year 2012-2013The method which was applied in this research was experimental study. It was conducted at the tenth grades of SMA NW Pancor.  The population of the research is tenth grades of SMA NW Pancor in the academic year of 2010. The samples were two classes. In taking the sample, a cluster random sampling technique was used. Each class was divided into two groups.  Then, the techniques which were used to collect the data were a multiple choice test for getting the data of the students’ reading skill. The instruments were tried out to get valid and reliable items. T-test was used to analyze whether the alternative hypothesis is accepted or not.The statistical analysis had described that mean of the experimental group on pre-test is 12.87 and mean score on post-test is 16.06. Meanwhile, mean score of the control group on pre-test is 13.09 and mean score on post-test is 14. By using t-test at the level of significance (a) 0.05, the researcher got t-test t-table, that is 6.18 2.00, it means that there was a significant difference between the students’ reading comprehension before and after students were taught by using the English texts that included in affective value. Besides in the hypothesis testing, the result showed that the students’ achievement on posttest at experimental group was categorized into high rank. Meanwhile, the control group on posttest was categorized into average. It can be concluded that the English texts that included in affective value as a media was effective in teaching reading. Based on the findings, it can be concluded that in general the English texts that included in affective value is more effective than the conventional texts to teach reading.In accordance with the above result, the English teacher is expected to be able to select the appropriate teaching media to teach reading for their students. Key Words: affective value, English text, and Teaching Reading
PENGARUH PBM DALAM SETTING PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN GI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Fahrurrozi Fahrurrozi
Educatio Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v8i2.9

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest nonequivalent group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Masbagik, Lombok Timur, NTB. Sampel penelitian adalah kelas X3 X4 dan X5. Instrumen penelitian ini adalah angket kecerdasan emosional dan tes prestasi belajar. Data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% untuk pengujian kesamaan rata-rata kelompok dan ditindak lanjuti dengan analisis univariat pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) PBM dalam setting pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dan kecerdasan emosional siswa, (2) PBM dalam setting pembelajaran kooperatif tipe GI berpengaruh terhadap prestasi belajar dan kecerdasan emosional siswa, dan (3) PBM dalam setting pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif dibandingkan dengan PBM dalam setting pembelajaran kooperatif tipe GI ditinjau dari prestasi belajar dan kecerdasan emosional siswa.
Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Dalam Peningkatan Kreativitas Belajar IPS Pada Siswa Sekolah Dasar Muhammad Deni Siregar; Dukha Yunitasari
Educatio Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v12i1.841

Abstract

This research aims to improve students' learning creativity because inquiry learning is very appropriate in helping motivate students in learning. The methods used in data collection are observation and questionnaire about student's creativity, both before and after being given treatment between experiment and control class. Data analysis is done through data description and hypothesis test of research through test. The results showed that: 1. Thitung Ttabel shows a very positive relationship between the application of inquiry strategy to increase student creativity in MI NW Kelayu Jorong; 2. Students are very active in learning, they are not shy to ask questions and respond to fellow friends about IPS learning process; 3. The learning inquiry is fun and helps students during learning process; and 4. Teachers at MI NW Kelayu Jorong strongly respond to the application of inquiry in all areas of the study being taught.
Pengembangan Model Pembelajaran Mahasiswa Aktif dengan Pendekatan Kontekstual Pada Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS Burhanuddin Burhanuddin
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran mahasiswa aktif dengan pendekatan kontekstual pada mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS SD Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Hamzanwadi Selong. Produk yang dikembangkan berupa Buku model pembelajaran mahasiswa aktif dengan pendekatan kontekstual dan perangkat pembelajaran yaitu: Bahan Ajar Mahasiswa, Satuan Acara Perkuliahan, dan Tes hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa semester IV PGSD dengan sampel sebanyak dua kelas. Hasil penelitian yang hasil penelitian diperoleh Data kevalidan produk awal diperoleh nilai rata-rata 4,00 dinyatakan “Valid”. Kepraktisan model pembelajaran diperoleh melalui dua unsur yaitu: a) kriteria kepraktisan menurut penilaian ahli/praktisi dan diperoleh nilai rata-rata 3,91 dinyatakan pada kriteria “Tinggi”, dan b) kriteria kepraktisan secara operasional di lapangan dengan observasi, diperoleh nilai rata-rata 3,11 dinyatakan pada kriteria “Cukup”. Data keefektifan model pembelajaran menurut ahli rata-rata 3,88 dinyatakan pada kriteria “Tinggi”. Respon mahasiswa terhadap model pembelajaran sekitar 85% mahasiswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan model yang dikembangkan. Hasil belajar yang diperoleh mahasiswa yaitu 84% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar dari 60. Kata kunci: Model pembelajaran, mahasiswa aktif, dan pendekatan kontekstual.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR HIDROLOGI MAHASISWA STKIP HAMZANWADI SELONG Tuti Mutia
Educatio Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i1.101

Abstract

Salah satu keunggulan dari model Problem Based Learning (PBL) adalah kemampuannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Nur (2011) menyatakan bahwa model PBL dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk belajar berpikir tentang masalah kehidupan riil. Model ini juga ”menyediakan kondisi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis maupun analisis, serta memecahkan masalah kompleks dalam kehidupan nyata” (Coreobima, 2010). Pemberdayaan kemampuan berpikir ini tentunya akan berpengaruh pada hasil belajar terutama pada matakuliah yang memberikan fasilititas dalam memberdayakan kemampuan tersebut di antaranya yaitu matakuliah yang menyediakan kondisi riil dalam mengaplikasikan teori yang di dapat.Hal lain yang diduga mempengaruhi hasil belajar mahasiswa adalah karakteristik mahasiswa. Salah satu karakteristik mahasiswa yang dimaksudkan adalah gaya belajar. Hal ini berkaitan dengan cara memahami materi pelajaran, menyerap, memperoses, dan menyimpan informasi, serta mengeluarkan informasi. Dalam satu kelas terdiri dari beberapa karakteristik dan gaya belajar mahasiwa yang berbeda-beda dalam memperoses informasi yang didapatkan. Dalam memperoses informasi terdapat berbagai cara yang ditampilkan mahasiswa, sebagian lebih mudah memproses melalui informasi visual, sebagian lagi dengan mudah memproses bila ada suara (auditori), dan lainnya akan memahami dengan mudah jika melakukannya dengan praktek secara langsung (kinestetik) (DePorter, 2002). Sebagai acuan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lynn dan O’Brien dalam Rose dan Nichole (2002) menunjukkan kecenderungan belajar pada 5000 mahasiwa sebagai berikut: visual 29%, auditori 34%, dan 37% kinestetik. Gaya belajar berpengaruh terhadap efektifitas belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh  model pembelajaran PBL, gaya belajar dan  interaksi model pembelajaran PBL dengan gaya belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini dirancang menggunakan model eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan desain faktorial 2 x 3. Variabel penelitian terdiri dari: (1) variabel terikat adalah hasil belajar siswa; (2) variabel bebas adalah model pembelajarn PBL; dan (3) variabel moderator adalah gaya belajar. Analisis data menggunakan Anova Dua Jalur dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows.Hasil analisis menggunakan Anova Dua Jalur menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap hasil belajar; (2) gaya belajar berpengaruh terhadap hasil belajar; dan (3) tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran PBL dengan gaya belajar terhadap hasil belajar. Kata kunci: Model PBL, Hasil Belajar, Gaya Belajar
MAKNA PENDIDIKAN NAHDLATUL WATHAN: TELAAH INTERPRETATIF VISI KEBANGSAAN DAN RELIGIUS: REFLEKSI PEMIKIRAN DAN PERJUANGAN KYAI HAMZANWADI 1904-1997 Khirjan Nahdi
Educatio Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v4i2.41

Abstract

This study aims at finding out the meaning of education and education science in Nahdlatul Wathan Institution in the book “Sejarah Visi Kebangsaan dan Religius: Refeleksi Pemikiran dan Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997). This study is categorized into Historic Research (the history of education) through critical hermeneutics of some (non) written historic sources. Based on the critical analysis results can be understood that early, Nahdhatul Wathan as educational institution is a tool of social reconstruction through religious education because of the social and political conditions in that time. And the further development, Nahdlatul Wathan Education is not only as a tool but also a final object because of education is considered as a need to accumulate the social development. Nowadays, Nahddatul Wathan Education is understood as a tool and final object. In the science of education, the meaning of Nahdlatul Wathan education as a tool and a final object is supported by some components of education science standard, such as foundation and principles, function, content, objective, method, formal and material objects.          Keywords: Meaning of Education
Pembelajaran Mengungkapkan Kembali Isi Biografi B.J.Habibie dan Pengaruhnya Pada Pembentukan Karakter Siswa Sukiman Sukiman
Educatio Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v14i2.1576

Abstract

This study aims to describe learning to re-express the biographical contents of characters. The study design uses descriptive qualitative. The data in this study are in the form of learning to reveal the biographical contents of the characters by students and student participation as well as the ability of students to express the biographical contents of the characters. Biographical texts used in learning, namely: 1) biographical texts that have character, 2) biographical texts that have religious value, 3) biographical texts that have services / works, and 4) biographical texts whose field of expertise is able to provide motivation for students. From some of these criteria, then in this study the biographical text used, namely: B.J. biography text Habibie, Ardian Syaf, and George Saa.  Then, based on the results of the data analysis, several character values from the three figures were obtained, such as: firm, determined, hard working, independent, disciplined, fond of reading, responsibility, creative, curiosity, appreciating achievement.
ANALISIS GENDER NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SADAWI RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Titin Ermawati
Educatio Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v7i1.129

Abstract

This study deals with the kinds of gender injustice issues that have been done to the woman figure in novel “Perempuan Di Titik Nol (Women At Point Zero) by Nawal El-Sadawi and its relevance to literature learning in senior high schools. Besides, the purpose of the study is to identify the image of woman figures in the novel. To achieve of the objectives above, the study used qualitative design. To analyze the data obtained, the researcher used Content Analysis. Based on the analysis, the researcher found that gender injustice happened to the leading woman figure in the novel from before, during, and after their marriage. The kinds of gender injustice are in the forms of woman marginalization, woman subordination, woman stereotype, violence againts woman and woman’s neurotic. The result of this study is useful for literature learning theoretically and practically. Theoretically, the result of this study enriches the literature’s theories and practically (especially to literature learning) it can contribute concepts for literature learning development oriented to student’s awareness of their attitudes in facing gender injustice issues in this life. Key words: gender injustice, woman image, literature learning.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CONSEPTUAL UNDERSTANDING PROSEDURES (CUPS) PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 01 KELAYU UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Muhammad Sururuddin
Educatio Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i1.93

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan  model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs), untuk mengetahui hasil dari pengembangan model Pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) dan untuk mengetahui pengaruh dari pengembangan pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) pada mata pelajaran IPA sekolah dasar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus skala lima untuk validasi buku model, buku guru, buku siswa dan LKS, thitung untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi tim ahli dan uji coba lapangan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase ketuntasan mencapai 92,31%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dihasilkan buku guru dengan rata-rata 4 dengan kriteria baik, buku model dengan rata-rata 4,06 dengan kriteria baik dan buku siswa dengan rata-rata 3,83  dengan kriteria baik, inovatif, dan efektif. Pengaruh model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) terhadap hasil belajar IPA siswa dianalisis menggunakan rumus thitung. Diperoleh hasil thitung 12,840, kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 12,840 berbanding 1,708. Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel, diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci: Pengembangan, Model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs).

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 20 No 1 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 19 No 2 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 19 No 1 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 18 No 1 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 17 No 2 (2022): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 17, No 1 (2022): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 16, No 2 (2021): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 16, No 1 (2021): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2020) Vol 15, No 2 (2020): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 1 (2020) Vol 15, No 1 (2020): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 14, No 2 (2019) Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019) Vol 13, No 2 (2018) Vol 13, No 2 (2018) Vol 13, No 1 (2018) Vol 13, No 1 (2018) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 11, No 2 (2016) Vol 11, No 2 (2016) Vol 11, No 1 (2016) Vol 11, No 1 (2016) Vol 10, No 2 (2015) Vol 10, No 2 (2015) Vol 10, No 1 (2015) Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 2 (2014) Vol 9, No 2 (2014) Vol 9, No 1 (2014) Vol 9, No 1 (2014) Vol 8, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2013) Vol 8, No 1 (2013) Vol 8, No 1 (2013) Vol 7, No 2 (2012) Vol 7, No 2 (2012) Vol 7, No 1 (2012) Vol 7, No 1 (2012) Vol 6, No 2 (2011) Vol 6, No 2 (2011) Vol 6, No 1 (2011) Vol 6, No 1 (2011) Vol 5, No 2 (2010) Vol 5, No 2 (2010) Vol 5, No 1 (2010) Vol 5, No 1 (2010) Vol 4, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2009) Vol 4, No 1 (2009) Vol 4, No 1 (2009) More Issue