cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian
ISSN : 19789726     EISSN : 25410717     DOI : -
Al-Izzah receive article from academics, researchers, and students national and international in the field of Muslim community, education, culture, gender, and any social religious issues. The articles published in the journal Al-Izzah covers scientific research result as a priority research, scientific articles review, and responses or critics to the existing the prior researches. Journal Al Izzah published twice a year by Intitute of Research and Community Development (LP2M) IAIN Kendari and always places Islam and Muslim society in the central focus of academic inquiry. Article submitted in the form of original ideas, based on research result (both library as well as fieldwork), and not yet ever published in journal anywhere. The manuscript submitted to Al-Izzah is independently reviewed by at least two reviewers in the form of "double-blind review". Decision for publication, amendment, or rejection is based upon their reports/recommendation. In certain cases, the editor may submit an article for review to another, third reviewer before making a decision, if necessary.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No. 1, Mei 2015" : 10 Documents clear
GAYA GLOBALISASI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SATU ATAP WANGU ANGU KABUPATEN BUTON Burhan .; Jalil .
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.214 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.326

Abstract

Abstract Changes in the community's life is increasing rapidly along with the development of science and technology. This condition is now more severe, our generation is immersed in the atmosphere of unbridled promiscuity. Congenital impact of globalization has penetrated throughout the whole country. However, globalization can still be countered by the values of local wisdom. These four contradictions as they keep sharpening and expectations of the nation, especially that still adhere the value of local wisdom. This general pattern, is measured by using quantitative methods toward young people in Buton island. The results showed that globalization has force the student of Junior high school of Waangu Aangu Buton. Globalization give the major impact in build good relationship among fellow teenagers as well as the surrounding community. Globalization is still in the stage of a reasonable, yet appears to be misused for deviant behavior, especially teenage promiscuity among them, although symptoms that direction can not be removed easily.Keywords: globalization, promiscuity, teenager, Buton.AbstrakPerubahan kehidupan ditengah masyarakat kini semakin cepat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Kondisi ini kini makin berat, generasi kita tenggelam dalam suasana pergaulan bebas yang tak terkendali. Dampak bawaan globalisasi merambah di seluruh pelosok negeri. Meskipun demikian, globalisasi masih dapat dimentahkan dengan nilai-nilai kearifan lokal. Empat kontradiksi ini seolah masih menjaga asah dan harapan anak bangsa terutama yang masih memegang teguh nilai kearifan lokalnya. Pola umum ini, diukur dengan menggunakan metode kuantitatif pada remaja pedalaman Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah memaksakan pengaruhnya pada remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Waangu Aangu Kabupaten Buton. Globalisasi memberi dampak yang dalam saat membangun relasi silaturahmi baik antar sesama remaja maupun dengan masyarakat sekitarnya. Globalisasi masih dalam tahap yang wajar, belum nampak disalahgunakan untuk perilaku menyimpang, terutama pergaulan bebas remaja di kalangan mereka, meskipun gejala menuju ke arah tersebut tidak dapat dihilangkan dengan mudah.Kata Kunci : globalisasi, pergaulan bebas, remaja, Buton.
ASPEK MORAL DALAM UNGKAPAN BAHASA TOLAKI DI KONAWE SULAWESI TENGGARA Sitti Fauziah M
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v10i1.331

Abstract

AbstractTolaki’s language has many pronouncers in Southeast Sulawesi, which is around 35% - 50%. The words of Tolaki’s language has various meaningscontain of expression or idiomatical. It is the meaning of words, phrases,and sentences. The elders, adat leaders dan society leaders often give theadvices and local words in many opportunities, such as in the adatceremony. Beside it, occasionally we can find language expression using byyoung people, especially in village Rampobinopaka, the regency ofKonawe. This is done as the communication to make the situation morelively, is not monotone, warm, and attractive. The study found there arefourty five 45 forms of moral expression in the form of advice and Tolaki’spoem (kinoho sara). The expressions has the moral values and it consist of the clauses, sentences, and parables. Now, we can find advices and localwords has used by youth and people in Rampobinopaka, although there are various changes of words and expression along with the expansion ofKonawe’s dialect. Keywords:  Tolaki’s language, Moral Expression, Advices, and LocalWisdom. AbstrakBahasa Tolaki mempunyai jumlah penutur yang begitu banyak di Sulawesi Tenggara, penuturnya sekitar 35%-50%. Kata-kata dalam Bahasa Tolakimemiliki makna yang beragam, yaitu makna sebuah kata, frase, dan jugakalimat. Para orang tua, tokoh adat, dan tokoh masyarakat seringmemberikan nasehat atau petuah yang diberikan dalam suatu acara adat.Selain itu sering pula ditemui ungkapan nasehat yang dilakukan oleh pararemaja, khususnya di Desa Rampobinopaka Kabupaten Konawe. Hal inidilakukan sebagai ungkapan berkomunikasi  untuk menghidupkan suasana agar menjadi lebih hidup, tidak monoton, hangat, dan menarik. Dari hasil temuan penelitian, terdapat 45 bentuk ungkapan moral, baik dalam bentuk nasihat dan dalam bentuk kinoho sara (Puisi Tolaki). Ungkapan-ungkapan tersebut mempunyai pesan moral yang terdiri dari klausa, kalimat dan perumpamaan. Sekarang ini, petuah dan nasihat tetap dikenal oleh kalangan remaja dan masyarakat di desa Rampobinopaka, walaupun terdapat perubahan kosa kata dan ungkapannya sesuai dengan perkembangan dialek Konawe. Kata Kunci : Bahasa Tolaki, Ungkapan Moral, Nasehat dan Petuah.
REMAJA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Herman DM
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.997 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.327

Abstract

ABSTRACTThis study base on the behavior of young people which is tends to behave in the negative deeds.  One cause by the lack of religious and moral education  given by the parent. This study is qualitative research using interview, observation, and supporting documents (documentation), dan review of literature. The result show that the behaviors of young people in Samraasi village, the regency of Konawe generally is quite alarming. Various immoral acts reflect the deviant behavior, such as against the elderly, drinking alcohol, gambling and promiscuity. In order to prevent and solve that negative behavior, there are alternative strategies, giving religious education held by family and school, moral education. Besides it, it could increase many positive activities in sports and arts, etc. Such efforts can work effectively when supported and carried together teachers, parents and the members of community it selves.Key Words: Young People, Islamic Education, Morality.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala perilaku remaja yang cenderungmengarah pada perilaku negatif. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan agama dan pembinaan moral yang dilakukan oleh orang tua. Penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode interview (wawancara), observasi, dan dokumentasi, dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa perilaku remaja di DesaSamraasi Kec. Kapoiala Kabupaten Konawe menunjukkan gejala-gejalayang cukup memprihatinkan. Berbagai tindakan amoral yang mencerminkan perilaku menyimpang seringkali terjadi seperti melawan orang tua, minumminuman keras, berjudi dan pergaulan bebas. Olehsebab itu, untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan tersebut ditempuh berbagai strategi alternatif, yakni melalui pendidikan Islam dalam keluarga, pembinaan moral. Disamping itu juga bisa dilakukan peningkatan aktifitasaktivitas positif, seperti olahraga dan kesenianserta upaya-upaya lain untuk menghindarkan remaja berperilaku negatif. Upaya tersebut dapat berhasil dengan baik apabila didukung dan dilakukan secara bersama-sama oleh Guru, orang tua dan komponen masyarakat lainnya. Kata Kunci: Remaja, Pendidikan Islam, Moral.
MENGELOLA PERGURUAN TINGGI DALAM IKLIM KETIDAKPASTIAN (MEMAHAMI DINAMIKA PERENCANAAN STRATEGIS DI STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI) Syahrul -
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v10i1.332

Abstract

AbstractThis research was conducted the dynamics of strategic planning inSTAIN Kendari, which is actually as a guide to manage institutions in theuncertain situation. The research approach is qualitative with descriptivemethod. The research showed that: the formulation of strategic plan in2009-2014 at STAIN Kendari has the weaknesses in concepts andpractices such as: (a) no approaches found in the formulation of thestrategic plan, (b) there is not the identification of strategic issues. So thatthe vision, mission, and goals do not have a strong factual basis; (c) doesnot put forward an explanation of the development of the strategic plan;(d) The process of formulating the strategic plan at STAIN Kendari yetprovide ample scope of participation of stakeholders (stakeholders); (e)The formulation of the strategic plan is not based on the research in theinternal and external environment as well as; (f) The strategic plan hasnot been able to encourage competitive behavior in the community or inthe internal organization; (g) Map activity phases and deliverables isunclear. 2 The direction of STAIN Kendari development leads to 6 goals,61 policies and 103 programs. The findings indicate that 61 policies indirecting the development of STAIN Kendari in 2009-2014 is not found. 3 the evaluation of strategic plan in 2009-2014 shows that the goals that have been formulated yet is unsucced dan show its weaknessconceptually.Key Words: Uncertainty Situation, Higher Education, Strategic PlanningAbstrakPenelitian ini dilakukan dalam rangka memahami dinamika perencanaanstrategis di STAIN Kendari yang menjadi pedoman dalam mengelolalembaga dalam iklim yang penuh ketidakpastian. Pendekatan penelitianyang digunakan adalah kualitatif dengan metode deksriptif. Temuanpenelitian menunjukkan bahwa: 1. Perumusan rencana strategis STAINKendari 2009-2014 memiliki kelemahan-kelemahan konseptual danpraktik seperti: (a) tidak ditemukannya pendekatan-pendekatan dalam perumusan rencana strategis, (b) Tidak mencakup identifikasi isu-isustrategis. Sehingga visi, misi, dan tujuan tidak memiliki pijakan faktualyang kuat; (c) tidak dikemukakan penjelasan tentang cakupanpengembangan renstra; (d) Proses perumusan renstra STAIN Kendaribelum memberikan ruang yang luas bagi partisipasi para pemangkukepentingan (stakeholders); (e) Perumusan renstra belum berdasarkanpada hasil kajian terhadap lingkungan eksternal, maupun kajian internalsecara komprehensif; (f) Rencana strategis belum mampu mendorongperilaku kompetitif di masyarakat maupun di internal lembaga; (g) PetaTahapan Kegiatan dan Capaian Tidak Jelas. Arah pengembangan STAINKendari mengarah kepada 6 (enam) tujuan, 61 kebijakan dan 103program. Temuan riset ini menunjukkan 61 kebijakan yang diharapkanlahir dalam mengarahkan pengembangan STAIN Kendari 2009-2014tidak ditemukan wujudnya. 3. Evaluasi rencana strategis STAIN Kendari2009-2014 menunjukkan bahwa tujuan-tujuan yang telah dirumuskanbelum menunjukkan bentuknya dan menunjukkan kelemahan secarakonseptual.Kata Kunci:  Iklim Ketidakpastian, Pendidikan Tinggi, Perencanaan Strategik
IMPLEMENTASI STRATEGI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN EKSTRAKULIKULER DI MTs UMMUSSHABRI KENDARI La Hadisi
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v10i1.328

Abstract

Abstract The concept of multiple intelligences which is focused on the uniqueness isalways find the advantages of each child. The Purpose of this study is find out the Implementation of learning strategy in multiple intelligences practiced in Madrasah Tsanawiyah Ummusshabri, Kendari. The results indicate some facts: 1) the basic implementation of learning strategy base on multiple intelligences are orientation, content and curriculum development of KTSP; 2) the conceptual framework of multiple intelligence implementation includes three stages: the input stage, which is identification of intelligence, learning process using that multiple intelligences that includes eight intelligences, the output stage byconduct ssessment that covering three domains: cognitive, affective andpsychomotor; 3) the advantages of learning strategy using multiple intelligences has been adapted to the abilities and intelligence students, so students are always enthusiastic and prevent them to get bored learning. However, the weaknesses ofthe strategy lies on the extra-curricular curriculum has not been fix as a reference by teachers in planning the learning proces. Key Words: Curriculum Implementation, Learning Strategies, MultipleIntelligences  AbstrakKonsep  multiple  intelligences yang menitik beratkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran multiplle intelligences  di Madrasah Tsanawiyah Ummusshabri Kendari. Hasil  penelitian  menunjukkan: 1)  Dasar implementasi strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences adalah orientasi, isi dan pengembangan kurikulum KTSP  2) Kerangka konseptual  implementasi  multiple intelligences  meliputi 3 tahap yaitu: tahap input yang merupakan identifikasi kecerdasan, tahap proses dengan pembelajaran yang menggunakan strategi multiple intelligences yang mencakup 8 kecerdasan, tahap output dengan menyelenggarakan penilaian yang meliputi tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik; 3) Kelebihan strategi pembelajaran multiple intelligences dari segi proses sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kecerdasan siswa, sehingga para siswa selalu antusias dan tidak bosan serta jenuh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Adapun kekurangannya terletak pada penyediaan kurikulum ekstra kurikuler belum paten untuk   dijadikan acuan oleh guru-guru dalam merencanakan proses pembelajaran.Kata Kunci : Impementasi kurikulum, Strategi Pembelajaran, Multiple Intelligences
LEARNING ORGANIZATION DAN FUNGSI MANAJEMEN (STUDI EFEKTIFITAS PENGELOLAAN ADMIN DI JURUSAN SYARIAH IAIN KENDARI) Wahyudin Maguni
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.598 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.333

Abstract

Abstract In the modern era, such organizations need the concept of learning orLO on human resources continuously. This done in order to faceincreasingly complex challenges in achieving the goals of theorganization. It also the application of management function used byorganization and institution in its activities. Base on these theories,after being tested it influence the effectiveness of administrativemanagement in Shariah department of STAIN Sultan QaimuddinKendari. The finding show that learning organization (LO) andmanagement function influence significantly in 0.05%. It also showthat the application of Learning Organization and ManagementFunctions on administrative management in Syariah department ofSTAIN Sultan Qaimuddin Kendari is very urgent to be applied inorder to increase the maximum effective of work.Keywords: Learning Organization (LO), Management Function(FM), Administrative Management Abstrak  Pada era modern seperti sekarang ini, organisasi membutuhkan konsep pembelajaran atau LO pada SDM secara berkesinambungan.Hal ini dilakukan agar dapat menghadapi tantangan yang semakincomplex dalam mencapai tujuan organisasi. Begitu pula halnyadengan penerapan fungsi manajemen yang biasanya digunakan olehsuatu organisasi dan lembaga dalam menjalankan aktifitasnya. Dariteori tersebut, setelah diuji ternyata memberikan pengaruh secarasiqnifikan terhadap efektifitas pengelolaan administrasi di JurusanSyari’ah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Learning Organization dan Fungsi Manajemen berpengaruh secara significan sebesar 0,05%.  Hal ini berartiPenerapan LO dan FM pada Administrasi Jurusan Syari’ah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari sangat perlu untuk diterapkan, sehinggadapat menciptakan efektifitas kerja secara maksimal.Kata Kunci: Learning Organization (LO), Fungsi Manajemen (FM), Pengelolaan Administrasi.
PEMBIAYAAN GRIYA BANK SYARI’AH MANDIRI (STUDI KASUS BANK SYARI’AH MANDIRI CABANG KENDARI) Muhamad Turmudi
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.164 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.329

Abstract

AbstractAs the financial institutions, Syariah Mandiri’s bank provides an offer a house financing program which consist of house financing BSM, house subsidy BSM, house BSM Optimal. Those program is a financing programto purchase or renovate the house, healthy simple house (RSH), house-shop, etc. either for new or second place in the developer and non-developer environment. Starting on May 20, 2013 the branch of Mandiri Syariah’s Kendari has channeled financing housing approximatelyRp.78.308.993.645,77 with the number of customers 234 people thatdedicated to financing houses, house-shop and residential undertaken by the developer. The contract used in transaction program that bank is skim ba’i al-murabahah, where the purchase contract between the bank and thecustomer. In this program, bank buys items needed and sell the customer by same cost plus the margin profit that has been agreed both.Keywords: Mandiri Syariah’s bank, Housing Financing, the Contract of Murabahah   AbstrakBank Syari’ah Mandiri sebagai lembaga keuangan memberikan suatupenawaran pembiayaan pemilikan rumah dengan menerbitkan program Pembiayaan Griya BSM, Griya BSM Bersubsidi serta Griya BSM Optima.Program ini merupakan program pembiayaan untuk pembelian ataupunmerenovasi rumah tinggal, rumah sederhana sehat (RSH), ruko dan lainsebagainya baik baru maupun bekas di lingkungan developer maupun non developer. Per tanggal 20 Mei 2013 Bank Syari’ah Mandiri Cabang Kendari dalam perannya telah menyalurkan pembiayaan pemilikan rumah sebesar Rp.78.308.993.645,77 dengan jumlah nasabah 234 orang yang diperuntukkan bagi pembiayaan rumah tinggal, ruko serta perumahan yang dikerjakan oleh pengembang. Akad yang digunakan pada transaksi program pembiayaan kepemilikan rumah di Bank Syari’ah Mandiri Cabang Kendari adalah skim ba’i al-murabahah yaitu akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank  membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar  harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. Kata kunci: Bank Syari’ah Mandiri, Pembiayaan Kepemilikan Rumah, Akad Murabahah.
POLITIK BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI? (KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DPRD PROVINSI SULAWESI TENGGARA PADA PEMILU 2014) Asliah Zainal
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.647 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.325

Abstract

AbstractWomen representation in politics in fact still has not showed in maximum results, both at the national and local level. This study was conducted to examine the dynamics of women representation Southeast Sulawesi Provincial Parliament at the general election in 2014. This studi used a sample of four political parties, PAN as the category of the ruling party and the first winner, the Golkar Party as the old political party and the second winner, Gerindra as a new political party with the acquisition of a significant voice as the fifth winner, and the PPP as an old and Islamic political party. This study shows that the women representation in Southeast Sulawesi Provincial Parliament has eight chair or 18 % within 45 of total legislators. This number is a slight increase compare to the general election in 2009 with only reached seven chair or 16% of women legislators. Among eight women legislators, six women or 75% were come and influenced by the power.  Key Words: women and politic, affirmative action, patriarchy. AbstrakWacana keterwakilan perempuan dalam bidang politik masih belum menunjukan hasil yang maksimal, baik pada level nasional maupun lokal. Studi ini dilakukan untuk mengkaji dinamika keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2014. Penelitian ini menggunakan sampel empat partai politik peserta Pemilu 2014, yaitu PAN sebagai partai penguasa dan pemenang pertama, Partai Golkar sebagai partai lama dan pemenang kedua, Partai Gerindra sebagai partai baru dengan suara yang cukup signifikan, dan PPP sebagai partai lama dengan basis Islam.Studi ini menunjukan bahwa Keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2014 mendudukan 8 orang legislator perempuan dari 45 legislator (18%), sedikit meningkat dari pemilu 2009 yang hanya mencapai 7 orang legislator perempuan 16%). Dari delapan orang legislator perempuan, 6 orang atau 75% lahir dari rahim kekuasaan.Kata Kunci: perempuan dan politik, affirmative action, patriarki
HUBUNGAN PENGALAMAN BELAJAR DAN SELF-BELIEF DENGAN INTENSI MAHASISWA KPI DAN BKI MEMILIH PENDEKATAN KUANTITATIF PADA PENULISAN SKRIPSI Ros Mayasari
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.974 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.330

Abstract

Abstract Unlike in other majors, students in majors Koumunikasi and Broadcasting(KPI) and Islamic Guidance Counseling (BKI) not many choose to use aquantitative approach in research thesis (skripsi). Psychologically, thiscan be attributed to psychological factors such as the experience oflearning, self-assessment capability (self-efficacy) and themeaningfulness of the task (task value). The third variable is closelylinked to the emergence of the motivation for choosing or doing a task oractivity. This study specifically examined the relationship betweenmathematics learning experience, self-efficacy and task value statistics inchoosing quantitative approach used by students to their research thesis.The results showed that only math-related learning experiences with theintention of students is choosing a quantitative approach. Keywords: Learning experience, self-efficacy, task value Abstrak Tidak seperti di jurusan lain, mahasiswa di jurusan Koumunikasi danPenyiaran (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) tidak banyakmemilih menggunakan pendekatan kuantitatif dalam penelitian skripsi.Secara psikologis, hal ini dapat dihubungkan dengan faktor-faktorpsikiologis seperti pengalaman belajar, penilaian kemampuan diri  (selfefficacy) dan kebermaknaan tugas (task value). Ketiga variabel tersebut merupakan variabel yang berhubungan erat dengan munculnya motivasiuntuk memilih atau mengerjakan suatu tugas atau aktivitas. Penelitian inisecara khusus menguji hubungan pengalaman belajar matematika, selfefficacy dan task value statistik terhadap pemilihan pendekatan kuantitatifmahasiswa untuk penelitian skripsinya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hanya pengalaman belajar matematika yang berhubungan denganintensi mahasiswa yang memilih pendekatan kuantitatif. Kata Kunci : Pengalaman  belajar, self- efficacy, task value
SIGINFIKANSI UPACARA SIKLUS POSUO DALAM MEMBANGUN SEMESTA KEPERIBADIAN REMAJA WANITA PADA MASYARAKAT BUTON Muhammad Alifuddin
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.182 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.324

Abstract

AbstractThe study of Posuo Ceremony in the Buton community is a decriptiveresearch.  Its aims is to know the urgency and significance of posuo inbuilding the good characters of women teenager. By using Miles andHuberman’s perspective, the data were obtained through indepth interview,observation and review of the literature. Based on this study, it indicatesthat: adat ceremony for Butonese is essential and significance in buildingcharacters based on the value of ethics and religious to women teenager.The advantages of the ceremony is it can cultivate the relationship amongthe Butenese community as well as strengthen the principles of solidarity.However, the ceremony now practice rarely by the community. The mainproblem is the economic factor. In addition to the other factor is theminimum effort from Butonese community to socialize this traditionalceremony. Key Words: local ceremony, women teenager, character building, Buton.AbstrakStudi ini adalah studi deskriptif tentang upacara posuo dalam masyarakatButon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penting dansignifikannya upacara ini dalam membentuk perilaku yang baik bagi anakanak perempuan. Dengan menggunakan perspektif Milles dan haberman, data dikumpulkan wawancara mendalam, observasi dan review literature.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara adat bagi masyarakatButon sangatlah penting dan signifikan dalam membentuk karakter anakperempuan yang didasarkan pada nilai-nilai etnik dan agama. Kelebihan dari penyelenggaraan posuo adalah dapat meningkatkan hubungan dinatara sesame masyarakat Buton dan juga mempererat persaudaraan/solidaritas.Namun kini, upacara ini sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat.Penyebab utamanya adalah factor ekonomi. Selain itu kurangnya sosialisasi internal dalam masyarakat Buton menjadi salah  pendukung melemahnya minat masyarakat untuk menyelenggarakan upacara posuo. Kata Kunci: upacara adat, Anak perempuan, pembentukan karakter,Buton.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10