cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika
ISSN : 23379421     EISSN : 25811290     DOI : -
Core Subject : Education,
urnal SOULMATH berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian, atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Matematika. Terbit dua kali setahun yaitu Maret dan Oktober. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer yang berkompeten di bidangnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Persepsi Siswa SMA Terhadap Materi Pembelajaran Matematika Secara Online Pasehah, Awanda Mislul; Firmansyah, Dani; Adirakasiwi, Alpha Galih
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.482 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.2903

Abstract

Abstract Students' perceptions about mathematics are relatively difficult subjects that form negative impressions and experiences. One that can minimize this perception is by using learning media such as the internet. Learning that is usually carried out in class, when using the internet, learning can be done online. Online learning is also one of the phenomena currently occurring as a result of the Covid-19 pandemic. Online learning is also carried out in mathematics learning. The purpose of this study was to determine high school students' perceptions of online mathematics learning material. This study uses a qualitative approach with phenomenological methods and with the data collection techniques were questionnaire data, interview data and documentation. The results of this study indicate that the perceptions of high school students towards online mathematics learning materials vary. The perceptions that arise are based on the experiences and feelings of each student which then processes the response into positive or negative perceptions. Positive perceptions show that online mathematics learning materials are still needed by students. In addition, mathematics learning materials delivered online do not waste internet quota. Meanwhile, negative perceptions of online mathematics learning material are shown by students' unenthusiastic and unfocused attitude. In addition, students feel objected if mathematics learning material continues to be delivered online. Keywords: Phenomena, Perceptions, Online Mathematics Learning Abstrak Persepsi siswa mengenai pelajaran matematika yaitu pelajaran yang relatif sulit sehingga membentuk kesan dan pengalaman negatif. Salah satu yang dapat meminimalkan persepsi tersebut yaitu dengan menggunakan media pembelajaran seperti internet. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas, ketika menggunakan internet pembelajaran dapat dilakukan secara online. Pembelajaran secara online juga merupakan salah satu fenomena yang terjadi saat ini sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Pembelajaran secara online ini juga dilakukan pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa SMA terhadap materi pembelajaran matematika secara online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan dengan teknik pengumpulan data adalah data angket, data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa SMA terhadap materi pembelajaran matematika secara online beragam. Persepsi yang muncul berdasarkan pengalaman dan perasaan masing-masing siswa yang kemudian mengolah respon tersebut menjadi persepsi positif atau negatif. Persepsi positif menunjukkan bahwa materi pembelajaran matematika secara online tetap dibutuhkan oleh siswa. Selain itu, materi pembelajaran matematika yang disampaikan secara online tidak terlalu memboroskan kuota internet. Sedangkan persepsi negatif terhadap terhadap materi pembelajaran matematika secara online ditunjukkan dengan sikap tidak antusias dan tidak fokus dari siswa. Selain itu, siswa merasakan keberatan apabila materi pembelajaran matematika terus disampaikan secara online. Kata Kunci: Fenomena, Persepsi, Pembelajaran Matematika Secara Online
Quizizz: Alternatif Penilaian di Masa Pandemi Covid-19 Wahyudi, Wahyudi; Rufiana, Intan Sari; Nurhidayah, Dwi Avita
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.85 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3062

Abstract

Abstract During the current Covid-19 pandemic, this presents a special challenge for the world of education. Learning must be carried out, so online learning is carried out. Teachers must design effective learning for students. Besides, an effective online learning assessment must also be considered, because it is used as an evaluation of further learning. This paper hopes to provide additional information about alternative learning assessments during the Covid-19 pandemic. This research is a literature review. Researchers collect, process, and conclude data (information) from various relevant sources. The results of this study are that QUIZIZZ can be used as an alternative assessment of learning, especially mathematics learning during the Covid-19 pandemic. QUIZIZZ is attractively designed and not monotonous, and based on games. QUIZIZZ is an online application that makes it easy and summarizes for teachers in effective learning assessments. QUIZIZZ can be accessed at https://quizizz.com/ . Keywords: QUIZIZZ, daring, assessment of learning, mathematics learning, Covid-19 Pandemic. Abstrak Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, memberikan tantangan khususnya bagi dunia pendidikan. Pembelajaran harus tetap dilaksanakan, sehingga dilakukanlah pembelajaran daring. Guru harus mendesain pembelajaran yang efektif bagi siswa. Selain itu, penilaian pembelajaran daring yang efektif juga harus diperhatikan, karena digunakan sebagai evaluasi pembelajaran selanjutnya. Harapan dari tulisan ini adalah sebagai tambahan informasi mengenai alternatif penilaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Peneliti mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data (informasi) dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian ini adalah QUIZIZZ dapat digunakan sebagai alternatif penilaian pembelajaran khususnya pembelajaran matematika di masa pandemi Covid-19 ini. QUIZIZZ terdesain dengan menarik dan tidak monoton, dan berbasis games. QUIZIZZ sebagai aplikasi online yang memudahkan dan merangkum bagi guru dalam penilaian pembelajaran yang efektif. QUIZIZZ dapat di akses di https://quizizz.com/. Kata Kunci: QUIZIZZ, daring, penilaian pembelajaran, pembelajaran matematika, pandemi Covid-19.
Analisis Faktor Penyebab Kesalahan Siswa dengan Kepribadian Introvert dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya Hartiningrum, Esty Saraswati Nur; Utomo, Edy Setiyo; Listyanti, Nuraika Meyke
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.78 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3079

Abstract

Abstract Teachers must know the errors and factors that cause errors made by students. Different personality types will also differ students' ways of thinking. The purpose of this research is to describe an errors and the factors that cause errors by introverted personality students. This type of research is a qualitative study, the research subject is 1 Pancasila Middle School student chosen purposively. This research uses time triangulation. The results of this study is the mistakes made by subjects based on Polya's procedure the subjects make mistakes when arranging plans because they do not know the formulas used, because introvet subjects interpret them subjectively. The subject, made a mistake when carrying out the plan that resulted in the end result obtained wrongly because the subject forgot the calculation rules used. Making a mistake in the final stage of checking back due to the mindset of the subject who thinks based on objective data so that everything that he thinks is correct will be correct Keywords: Error Analysis, Introverted Personality, Solving Mathematica Problems, Polya Stages. Abstrak Pendidik harus mengetahui letak kesalahan dan faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Tipe kepribadian yang berbeda akan berbeda pula cara berpikir siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai letak kesalahan dan faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kepribadian introvert. Jenis penelitian yang dipilih peneliti adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian 1 siswa SMP Pancasila yang dipilih secara purposive. Penelitian ini menggunakan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Letak kesalahan yang dilakukan subjek berdasarkan prosedur Polya yaitu subjek melakukan kesalahan saat mnyusun rencan karena tidak tahu rumus yang digunakan, karena subjek introvet memaknai secara subjectif. Subjek, melakukan kesalahan saat melaksanakan rencana yang mengakibatkan hasil akhir yang diperoleh salah yaitu dikarenakan subjek lupa aturan perhitungan yang digunakan. Melakukan kesalahan pada tahap akhir memeriksa kembali dikarenakan pola pikir subjek yang berfikir berdasarkan data objektif sehingga semua yang menurut pemikirannya benar maka akan benar Kata kunci : Analisis Kesalahan, Kepribadian Introvert, Memecahkan Masalah Matematika, Tahapan Polya.
Etnomatematika; Eksplorasi Transformasi Geometri Pada Ragam Hias Cagar Budaya Khas Yogyakarta Abdullah, Ahmad Anis
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3197.121 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3107

Abstract

Abstract The results of the achievements of Indonesian students in the 2018 Program for International Student Assessment (PISA) show that Indonesian students' mathematical abilities are still below average. One of the reasons for the low PISA Indonesia 2018 results is that students are not used to non-routine questions, students are more interested in solving questions according to the material but do not understand contextual questions. In addition, many students think that mathematics is one of the solutions to this problem is learning that is difficult and boring. Based on these problems, an interesting and contextual mathematics learning approach is needed according to the mandate of the 2013 curriculum. One of them is by learning mathematics based on local culture or better known as ethnomatematics. This research is a descriptive study with an ethnographic approach to geometry material which is one of the contents of PISA. The purpose of this study is to explore the concepts of geometric transformation in the decoration of buildings of a typical cultural heritage of Yogyakarta. The results showed that the variety of decorations in Yogyakarta-specific cultural heritage buildings contained geometric transformation concepts including translation (shift), reflection (reflection), rotation (rotation), and dilation (multiplication). Keywords: ethnomatematics, decoration, geometric transformation. Abstrak Hasil prestasi siswa Indonesia pada Programme for International Student Assesment (PISA) 2018 menunjukkan kemampuan matematika siswa indonesia masih di bawah rata-rata. Salah satu alasan rendahnya hasil PISA Indonesia 2018 adalah siswa tidak terbiasa dengan soal non-rutin, siswa lebih tertarik menyelesaikan soal sesuai materi tetapi kurang memahami soal yang bersifat kontekstual. Selain itu banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika adalah Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah pembelajaran yang sulit dan membosankan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan pendekatan pembelajaran matematika yang menarik dan kontekstual sesuai amanat kurikulum 2013. Salah satunya dengan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal atau lebih dikenal dengat etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan etnografi pada materi geometri yang menjadi salah satu konten dari PISA.Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan eksplorasi konsep-konsep transformasi geometri pada ragam hias bangunan cagar budaya khas Yogyakarta. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ragam hiasan pada bangunan cagar budaya khas Yogyakarta mengandung konsep-konsep transformasi geometri yang meliputi translasi (pergeseran), refleksi (pencerminan), rotasi (perputaran), dan dilatasi (perkalian). Kata Kunci: etnomatematika, ragam hias, transformasi geometri
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition Saputra, Edy; Zulmaulida, Rahmy; Marlina, Marlina
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.652 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3122

Abstract

Abstract This study aimed to determine the students' creative thinking ability through the Auditory Intellectually Repetition (AIR) cooperative learning model in the Arithmetic Series material in the X Science class of Public Senior High School 2 PEUSANGAN. The population in this study were all students of class X Science at Public senior High School 2 PEUSANGAN, Bireuen Regency with research samples was class X IPA 4 as experimental class I, and X IPA 3 as experimental class II, with the total number of students, were 35 for each class which was selected by using purposive sampling. Data analysis was carried out through a quantitative descriptive. To find out the difference in the average, it was used two-sample- t-test. The results of the study by testing the hypothesis using the t-test at a significant level of α = 0.05 obtained t_count> t table, namely 1.70> 1.67, so it was concluded that students' creative thinking ability through Auditory Intellectually Repetition (AIR) cooperative learning model was better rather than students' creative thinking skills through Expository learning models. Keywords: Creative Thinking Ability; AIR Cooperative Model; Expository Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran kooperatif Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada materi Barisan dan Deret Aritmetika di kelas X IPA SMA Negeri 2 Peusangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Peusangan Kabupaten Bireuen dengan sampel penelitian kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen I, dan X IPA 3 sebagai kelas eksperimen II, dengan jumlah 35 siswa untuk masing-masing kelas yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Untuk mengetahui perbedaan rerata digunakan uji t dua sampel. Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan α=0,05 diperoleh , yaitu sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran kooperatif Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif; Model Kooperatif AIR; Model Ekspositori
Analisis Proses Pengajuan Pertanyaan Siswa Dalam Menyelesaikan Problems With No Specified Universal Set Given Dewi, Fatimah Candrawati; Aminudin, Mohamad; Wijayanti, Dyana
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.859 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3128

Abstract

Abstract This study aims to describe the process of asking students questions in solving problems with no specified universal set given on rectangular material. The process of asking questions posed by students is adjusted to the problem-solving steps according to Polya, namely understanding the problem, making plans, implementing plans, and checking again. The research method used is qualitative with descriptive type. The instruments used in this study were tests and interviews. The test was given to all grade IX students of MTs Ma'arif Jumo who live in Pondok Pesantren Al-Falah Kalibarang. After the first stage of the test, three research subjects were selected. Selected subjects are determined based on the answers given by students with at least two possible answers accompanied by reasons and supporting evidence. Selected subjects were given a second test and then an interview was conducted. Based on the results of data analysis, the process for asking questions to each student varies depending on the answers given. Subjects Type 1 and Subject 3 go through three stages of asking questions, namely enabling action, thinking critically, and closing a session. Subject Type 2 went through four stages of asking questions, namely enabling action, thinking critically, addressing issues, and closing a session. The process that differentiates questioning between Type 1 and Type 3 subjects is that Type 1 does not try the other broad possibilities of the rectangle. Subject Type 1 is confused so there is no question. Unlike the Type 1 subject, the Type 3 subject has tried all the other possible areas of the rectangle, so that the Type 3 subject is sure the problem is resolved so that there are no questions at the addressing issues stage. Keywords: The Process Of Asking Questions, Problems With No Specified Universal Set Given, rectangular Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pengajuan pertanyaan siswa dalam menyelesaikan problems with no specified universal set given pada materi segi empat. Proses pengajuan pertanyaan yang diajukan oleh siswa disesuaikan dengan langkah pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Tes diberikan kepada seluruh siswa kelas IX MTs Ma’arif Jumo yang tinggal di Pondok Pesantren Al-Falah Kalibarang. Setelah dilakukan tes tahap pertama terpilih tiga subjek penelitian. Subjek terpilih ditentukan berdasarkan jawaban yang diberikan oleh siswa dengan minimal dua jawaban kemungkinan disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung. Subjek terpilih diberikan tes tahap dua dan selanjutnya dilakukan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data proses pengajuan pertanyaan pada setiap siswa berbeda-beda tergantung jawaban yang diberikan. Subjek Jenis 1 dan Subjek 3 melalui tiga tahapan pengajuan pertanyaan yaitu enabling action, thinking critically dan closing a session. Subjek Jenis 2 melalui empat tahapan pengajuan pertanyaan yaitu enabling action, thinking critically, addressing issues, dan closing a session. Proses yang membedakan pengajuan pertanyaan antara subjek Jenis 1 dan Jenis 3 adalah Jenis 1 tidak mencoba kemungkinan-kemungkinan luas segi empat yang lain. Subjek Jenis 1 bingung sehingga tidak ada pertanyaan. Berbeda dengan subjek Jenis 1, subjek Jenis 3 telah mencoba semua kemungkinan luas segi empat yang lain, sehingga subjek Jenis 3 telah yakin dengan permasalahan yang diatasi sehingga tidak ada pertanyaan pada tahap addressing issues. Kata Kunci: Proses Pengajuan Pertanyaan, Problems With No Specified Universal Set Given, Segi empat
Penggunaan Model Set Covering Problem dalam Penentuan Lokasi dan Jumlah Pos Pemadam Kebakaran Indayani, Darsih; Puspitasari, Yesi; Sari, Lisma Dian Kartika
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.725 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3280

Abstract

AbstractOver the past five years, the incidence of fires at the Situbondo Regency has increased. For the following years, the Situbondo district government plans to add new fire stations to reach areas that have not been or are difficult to reach by fire and rescue unit personnel. In the construction plan for a new fire station, we need to construct a model that can determine where and how many new fire stations. This research aims to determine the optimal location and number of fire stations taking into account dispatch time, construction cost, and fire toll in Situbondo district using the set covering problem model. Furthermore, we find the solution of the model by using the branch and bound method compiled from the GAMS optimization software. The optimal solution of the set covering problem model which minimizes the opening cost of the fire station as the objective function is, and each equal to 1 with Z equal to 6. Based on the result, the optimal location of the fire station in Situbondo district is in the sub-districts of Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, Panji, Kapongan, and Arjasa, each with a type C station. Currently, Situbondo district fire stations are located in Panji (type A), Asembagus (type C), and Besuki (type C) sub-districts. The costs incurred for the construction of the three fire stations are 7. The total cost of new fire station construction in the optimization model is less than the cost issued at this time. Keywords: set covering problem, branch and bound, fire station location, GAMS. AbstrakSelama lima tahun terakhir, kejadian kebakaran di Kabupaten Situbondo meningkat. Beberapa tahun kedepan, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana akan menambah pos baru untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum atau sulit dijangkau oleh personil UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Dalam rencana pembangunan pos pemadam kebakaran baru dibutuhkan metode yang tepat untuk menentukan dimana dan jumlah lokasi pos pemadam kebakaran baru yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi dan jumlah pos pemadam kebakaran yang optimal dengan mempertimbangkan waktu tempuh, biaya pembangunan, dan rekam jejak terjadinya kebakaran di Kabupaten Situbondo menggunakan model set-covering problem. Selanjutnya, model tersebut diselesaikan menggunakan metode branch and bound dengan menggunakan software optimasi GAMS. Penyelesaian model optimasi Set Covering Problem yang meminimalkan fungsi objektif biaya pembukaan pos pemadam kebakaran adalah , dan  masing-masing sama dengan 1 dengan nilai Z adalah 6. Berdasarkan hasil tersebut lokasi pos pemadam kebakaran yang optimal di Kabupaten Situbondo adalah di Kecamatan Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, Panji, Kapongan, dan Arjasa yang masing-masing dengan tipe pos pemadam kebakaran C. Saat ini lokasi pos pemadam kebakaran yang dimiliki oleh UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Situbondo terletak di 3 lokasi, yaitu Kecamatan Panji (tipe A), Kecamatan Asembagus (tipe C), dan Kecamatan Besuki (tipe C), maka biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan ketiga pos pemadam kebakaran tersebut adalah 7. Total biaya pembangunan pos pemadam kebakaran baru pada model optimasi lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan saat ini. Kata Kunci: set covering problem, branch and bound, lokasi pos pemadam kebakaran, GAMS.

Page 1 of 1 | Total Record : 7