cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalglobalcitizen@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No.18, Kadipiro, Banjarsari, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : 25410954     EISSN : 25481673     DOI : 10.33061
Core Subject : Education,
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan is a peer-reviewed journal published by Civic Education Faculty of Teacher Training and Education - Universitas Slamet Riyadi. It published twice times a year (July and December). Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan aims to provide a forum for lecturers and researchers to publish the original articles about Civic Education and Educational Science.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Search results for , issue "GLOBAL CITIZEN" : 193 Documents clear
PERLINDUNGAN HUKUM WARGA NEGARA DALAM PRAKTEK MEDICAL AESTHETIC TOURISM Siska Diana Sari
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2019): GLOBAL CITIZEN : December 2019, 5 Articles, Pages 1- 40
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.143 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v7i2.3372

Abstract

Medical aesthetic tourismberkembang pesat beberapa tahun terakhir. Kajian terhadap perlindungan hukumnya perlu diperdalam agar tren ini dapat memberikan rasa aman bagi pelakunya. Tujuan artikel ini untuk mengkaji dan menganalisis Perlindungan Hukum medical aesthetic tourism. Jenis penelitian ini termasuk penelitian doktrinal yang mengacu pada sumber data primer, sekunder dan tersier, dengan teknis analisis data interaktif. Hasil kajian menunjukkan perlindungan hukum medical aesthetic tourism terkait pada standarisasi pelayanan medik, standar keamanan produk, asuransi, litigasi risiko medik selama tindakan dan perawatan.  Perlindungan hukum ini dikaji dengan perspektif Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta hukum internasional yang terkait.Ulasan literatur naratif ini berfokus pada masalah perlindungan hukum wisatawan yang mendapatkan perawatan medical aesthetic tourism di luar negeriKata Kunci : Perlindungan Hukum, Medical Aesthetic, TourismABSTRACTMedical Aesthetic Tourism shows significant growth in recent years. A study on its law protection should be conducted more in-depth to enable this trend to give the feeling of secure to its actors. This article aimed to study and to analyze Law Protection of Medical Aesthetic Tourism. This study was a doctrinal research referring to primary, secondary and tertiary data sources, with interactive technique of analyzing data.  The result showed the Law Protection of Medical Aesthetic Tourism related to medical service standardization, product security standard, insurance, medical risk litigation during action and treatment. This law protection is studied from the perspective of Pancasila and Republic of Indonesia’s 1945 Constitution, and related international law. This narrative literature review focused on the problem of law protection for the tourists getting Medical Aesthetic Tourism treatment abroad.
HUBUNGAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN KOMUNIKASI SOSIAL DENGAN PENGAMALAN PANCASILA SILA PERSATUAN INDONESIA PADA KARANG TARUNA DI DESA PULOSARI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR Erlita Kharisma Sari; Siti Supeni; Yusuf Yusuf
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2019): GLOBAL CITIZEN : December 2019, 5 Articles, Pages 1- 40
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.788 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v7i2.3373

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sosial dan komunikasi sosial dengan pengamalan sila Persatuan Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat pada anggota karang taruna di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota karang taruna di Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, dengan jumlah total anggota aktif dari 11 karang taruna berjumlah 715 anggota. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan analisis korelasi ganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan: 1) Hasil analisis data mengenai hubungan antara lingkungan sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia diperoleh nilai r hitung yaitu rxy1 = 0,482 > r tabel = 0,235. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia Karang Taruna di Desa Pulosari” terbukti kebenarannya. 2) Hasil analisis data mengenai hubungan antara komunikasi sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia diperoleh nilai r hitung yaitu rxy2 = 0,501 > r tabel = 0,235. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa: “Terdapat hubungan yang positif dan meyakinkan antara komunikasi sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia pada Karang Taruna di Desa Pulosari” terbukti kebenarannya. 3) Hasil analisis data mengenai hubungan antara lingkungan sosial dan komunikasi sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia diperoleh nilai F hitung yaitu = 30,500 > F tabel = 3,134, dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa : “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sosial dan komunikasi sosial dengan pengamalan Sila Persatuan Indonesia pada Karang Taruna di Desa Pulosari” terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Lingkungan Sosial, Komunikasi Sosial, Pengamalan Pancasila Sila Persatuan Indonesia ABSTRACTThe research aims at finding out the relationship between social environment and social communication with the implementation of 3rd Pancasila principle  “Persatuan Indonesia” on Karang Taruna at Pulosari Village, Kebakkramat, Karanganyar. The method of research is correlational study. The population is the members of karang taruna at Pulosari village, Kebakkramat, Karanganyar who are 715 members of 11 karang taruna groups. The sample used is 70 people. The sample teachnique used is simple random sampling. The techniques in collecting data used questionnaire and documentation. The techniques in analyzing the data employed testing correlation product moment and double correlation analysis. Besed on the analysis, there are some conclusion: (1) the result of data analysis about the relationship social environment and social communication with the implementation of 3nd Pancasila principle obtained Fcount  rxy1 = 0,482 > r tabel = 0,235. Thus, the hypothesis stating that there is positive and significant correlation between social environment with the implementation of 3rd Pancasila principle “Persatuan Indonesia” on Karang Taruna at Pulosari village is evidently true. (2) the result of data analysis about the social communication with the  implementation of 3rd Pancasilsa principle “Persatuan Indonesia” obtained rcount that rxy2 = 0,501 > r tabel = 0,235. Thus the hypothesis stating that there is positive and convictive correlation between social communication with the implementation of 3rd Pancasila principle “Persatuan Indonesia” on karang taruna at Pulosari village is evidently true. (3) the result of data analysis about the relationship between social environment and social communication with the implementation of 3rd Pancasila principle “Persatuan Indonesia” on Karang Taruna at Pulosari village obtained fcount is 30.500 > Ftabel is 3.134; therefore the hypothesis stating that there is positive and significant relationship between social environment and social communication with the implementation of 3rd Pancasila principle “Persatuan Indonesia” on Karang Taruna at Pulosari village is evidently true. 
PERAN MASYARAKAT DALAM MENGUATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN PEDULI LINGKUNGAN BAGI PENDAKI GUNUNGLAWU DI DESA GONDOSULI KECAMATANTAWANGMANGU Dimas Yeni Mustofa; Sugiaryo Sugiaryo; Siti Supeni
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2019): GLOBAL CITIZEN : December 2019, 5 Articles, Pages 1- 40
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.55 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v8i2.3374

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui bagaimana peran masyarakat dalam manguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan.2)Mengidentifikasi hambatan yang ditemui masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. 3)Untuk mengetahui pendekatan dan upaya yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data menggunakan data primer maupun data sekunder. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Peran masyarakat dalam menguatkan pendidikan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu tokoh masyarakat Desa Gondosuli sudah menghimbau mendaki merupakan kegiatan untuk mengenal alam bebas sehingga menimbulkan rasa cinta kepada alam yang menjadikan mereka pantang berbuat kerusakan dengan presentase 42,86% sangat memahami dan 14,28% kurang memahami.2) Faktor-faktor yang hambatan  masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan bagi pendaki gunung lawu yaitu pendaki jail yang kurang sadar akan rasa tanggung jawab sesuai dalam kode*etik kepecinta alaman dengan presentase sebesar 42,86%, faktor ekonomi sebesar 28,57%, terbatas nya sumberdaya manusia dalam melaksanakan pengawasan secara langsung sebesar 28,57%.3)Upaya pendekatan yang digunakan masyarakat dalam menguatkan karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan yaitu memberi dan menambah rambu-rambu peringatan, memperketat peraturan dalam pendakian, melakukan pengawasan rutin dengan besar presentase pemahaman sebesar 71,43% Sangat memahami dan 28,57% cukup memahami.Kata Kunci: Peran Masyarakat, Karakter Tanggung Jawab dan Peduli Lingkungan, Pendaki ABSTRACTThe research were aimed at: (1) to know how the role of community in strenghtening character of liability and care of environment in mountain climbing activity (2) identify obstacles that faced by community in strengthening character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019 (3) to know approach and efforts doing by community to strengthen character of liability and care of environment to lawu mountain climbers in 2019. The research method used wae qualitative descriptive, source of data used primary and secondary data. The subject og this research were people in gondosuli village tawangmangu subdistrict. The technique of collecting data used interview, observation, and documentation. Data validity technique used were source triangulation and method triangulation. The technique og analiysis data used was interactive analysis model. Based on finding, it can be concluded that (1) the role of community in strenghtening character of liability and care of environment from the public figure of gondosuli who has been explained that climbing in an activity to understand wild that initiate love feeling to nature which make them aware of doing damage with 42,86% in the level of very undwerstand, and 14,28% less of understanding. (2) The obstacles factor are ignorant climbers who are less aware og their liability based on the ethics regulation in 42,86%, economic factors 28,57%, limitation of human resources who directly supervise 28,57%. (3) efforts that has been done by community in strenghtening character of liability and care of environmentto lawu mountain climbers are giving and adding the warning signs, tightening climbing regulations, doing regular supervision with the level of understanding 71,43% very understanding and 28,57% qiute understand. 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASE LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS X PS-2 Nurul Rosidah; Sugiaryo Sugiaryo; Anita Trisiana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2019): GLOBAL CITIZEN : December 2019, 5 Articles, Pages 1- 40
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.3 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v8i2.3375

Abstract

Tujuan  yang  ingin  di capai  pada penelitian  ini  adalah untuk meningkatkan keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran materi PKn sub pokok bahasan Integrasi Bangsa dan Kebhinekaan  melalui penerapan model pembelajaran model Problem Based Learning pada Siswa Kelas X Ps-2 Semester Genap Tahun Ajaran 2018/2019 SMKN 7  Surakarta.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tindakan Kelas (PTK), data pada penelitian ini berupa data tentang prestasi belajar PKn yaitu hasil ulangan dan tes dalam materi sub pokok bahasan Integrasi Bangsa dan Kebhinekaan pada mata pelajaran PKn, dan data tentang penerapan Metoda Pembelajaran Problem Base Learning.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif dan analisis kritis. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa prestasi belajar siswa meningkat, yaitu pada kondisi awal dari 36 siswa terdapat 21 siswa  yang dinyatakan tuntas (58%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 15 siswa (42% ) dengan rata-rata kelas sebesar 61,73.  Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa (75 %) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa (25 %) dengan nilai rata-rata kelas yaitu 68,15. Pada siklus II semua siswa dinyatakan tuntas semua (100%) dengan rata-rata kelas sebesar 76,88.Kata kunci: Metode pembelajaran, Problem Based Learning, Prestasi belajar, PKn ABSTRACTThe aims of the study was: this Classroom Action Research (CAR) was to improve the success of students in learning civic education sub-subject Integrasi bangsa dan Kebinekaan through implementation of Problem-based learning to the students of class X Ps 2 in even semester of 2018/2019 Academic year SMKN 7 Surakarta. The method used in this research was Classroom action research (CAR), the data were learning outcomes of students in Civic education, such as result of exam and test of material sub-subject Integrasi Bangsa dan Kebinekaan in civic education, and data of Problem-based learning implementation. The technique of collecting data were observation and test. The technique of analysis data were descriptive comparative and critical analysis technique. Based on data analysis, it is obtained that students' learning outcomes were improved, that was in   initial condition from 36 students there are 21 students who are stated as completed (58%) and students who weren't completed consist of 15 students (42%) with class average score 61,73. in the cycle 1 students who were passed consist of 27 students (75%) and students who are not passed 9 students (25%) with class average score 68,15. in the cycle II all students were stated as all completed (100%) with class average score 76,88.  
IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Duta Mauna; Anita Trisiana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.743 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.4915

Abstract

ABSTRAK Kondisi Indonesia saat ini dapat dilihat dari perilaku dan kepribadian masyarakat indonesia, sebagaimana tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Di jaman sekarang ini banyak pemuda yang tidak mengimplementasikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang baik pemuda harus dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang tertuang didalam pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Agar terwujudnya pelaksanaan ideologi pancasila dengan baik dikalangan masyarakat. Kata kunci : Ideologi, pancasila, implementasi, dasar negara, masyarakat ABSTRACT The current condition of Indonesia can be seen from the behavior and personality of the Indonesian people, as reflected in daily life. In this day and age there are many youths who do not implement Pancasila in their daily lives, therefore as good citizens, youths must be able to understand and implement the values contained in Pancasila as the basis of the state and the nation's ideology. In order to realize the implementation of the Pancasila ideology well in the community. Keywords: Ideology, Pancasila, implementation, state foundation, society
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK/PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Muhammad Mona Adha; Eska Prawisudawati Ulpa
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.497 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5325

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.
Analisis Toleransi Sebagai Upaya Pemeliharaan Semangat Kesatuan dan Persatuan Bangsa pada Mahasiswa di Bandung Ajeng Tiara Putri Salsabila; Anisa anindya Shafia Khalisan
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.682 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5558

Abstract

Bandung dijuluki sebagai kota pendidikan, karena di dalamnya terdapat 90 perguruan tinggi. Pancasila merupakan landasan dalam berbagai pelaksanaan hukum maupun bermasyarakat bagi warga negara. Sila ke-3 yaitu ‘Persatuan Indonesia’ merupakan salah satu kunci dalam membangun bangsa karena tanpa adanya persatuan dan kesatuan suatu bangsa akan mudah goyah baik itu melalui ancaman dalam maupun luar negeri. Salah satu bentuk persatuan dan kesatuan adalah toleransi. Generasi muda sebagai agen perubahan bangsa diharapkan mampu memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa, berada di barisan paling depan untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan nilai pancasila. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbedaan yang dirasakan serta tanggapannya, dan pengaruh perbedaan tersebut dalam mengimplementasikan nilai - nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan perguruan tinggi Bandung. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian, dilakukan pengumpulan data dengan menyebarkan formulir ke objek penelitian terkait. Dari hasil yang didapat, mahasiswa perguruan tinggi di Bandung dinilai sudah menanamkan toleransi dalam dirinya sebagai bentuk dari semangat persatuan dan kesatuan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM WAWASAN KEBANGSAAN DI ERA GLOBALISASI lisnawati suargana; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.508 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5584

Abstract

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies
Kebiasaan Memprioritaskan Wanita di Masyarakat Indonesia dalam Konteks Hak Asasi Manusia Muhammad Furqon; Erson Rasyadan; Faza Iza Mahezs; Saphira Mustika Rahmana; Shofwan Alkami
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.251 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5608

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan komunitas yang telah ada sejak dahulu kala. Dalam perjalanannya, terdapat seperangkat nilai yang dijunjung oleh masyarakat Indonesia yang biasa juga disebut sebagai kearifan lokal. Salah satu bentuk dari kearifan lokal tersebut adalah memprioritaskan wanita dibanding pria dalam berbagai urusan. Akan tetapi, dalam sudut pandang Hak Asasi Manusia (HAM), posisi pria dan wanita adalah setara yang berarti pria tidak memiliki keharusan untuk menyerahkan haknya kepada wanita dalam keadaan tidak darurat. Di Indonesia, HAM sudah dicantumkan di UUD 1945 sehingga memiliki dasar hukum yang jelas. Paper ini disusun dengan tujuan memberikan pemahaman pengaruh norma dan kebiasaan lokal masyarakat Indonesia terhadap fenomena memprioritaskan wanita dalam berbagai aktivitas dan kaitannya dengan kesetaraan gender yang terkandung dalam Hak Asasi Manusia. Penelitian ini dilakukan dengan metode semi kuantitatif dengan menyebarkan survey online dan dilakukan pendekatan deskriptif dengan studi literatur. Hasil yang diperoleh adalah fenomena ini bukan merupakan pelanggaran HAM. Namun, dapat menyebabkan konflik sosial apabila tidak ditangani dengan baik.
WAWASAN NUSANTARA DALAM MEMEMCAHKAN KONFLIK KEBUDAYAAN NASIONAL Hannah Annisa; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.198 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.5615

Abstract

Konflik antar budaya di Indonesia saat ini masih menjadi problematika yang belum terselesaikan. Indonesia sebagai negara kepualauan melahirkan keragaman ras, suku, dan budaya yang melandasi konsep kebudayaan nasional. Potensi akan konflik kebudayaan tidak dapat kita hindari. Pada dasarnya keterkaitan antara Geopolitik Indonesia, wawasan nusantara, dan kebudayaan nasional sangat erat, akan tetapi masyarakat Indonesia masih belum menyadari hal tersbut. Melalui studi literatur kita mempelajari kembali konsep dasar kewarganegaraan sehingga di dalam kehidupan nyata dapat kita implementasikan sebagai solusi dari adanya fenomena konflik antar budaya di Indonesia. Konflik antar budaya yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh banyak hal seiring perubahan zaman, namun apabila kita cermati maka faktor utama dari konflik budaya tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat sebagai bagian dari kesatuan Bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita dan mempertahankan keutuhan Negara Indonesia. Dari hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan yang saling berkaitan antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah.

Page 9 of 20 | Total Record : 193