cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26141213     DOI : -
Adalah publikasi jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang pangan dan teknologi hasil pertanian, teknologi rekayasa proses pangan dan teknologi agroindustri. Jurnal ini diterbitkan secara berkala 2 kali setahun oleh Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) terhadap Pemberian Pupuk Kotoran Ayam dan POC Bawang Merah Raja Fariz Fahlevi Ritonga
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v9i1.31375

Abstract

Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) terbaik dari beberapa dosis pupuk kotoran ayam dan konsentrasi POC bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama pengaplikasian Pupuk Kotoran Ayam (K) dengan taraf K0 = kontrol, K1 = 37,5 g/polibag, K2 = 75 g/polibag dan K3 = 112,5 g/polibag. Faktor kedua pengaplikasian POC Bawang Merah (P) dengan taraf P0 = kontrol, P1 = 15 ml/L, P2 = 30 ml/L dan P3 = 45 ml/L. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial untuk melihat pengaruh pupuk Kotoran Ayam dan POC Bawang Merah pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Hasil yang berbeda nyata (signifikan) akan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%.Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah buah per plot, bobot buah per plot, diameter buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Kotoran Ayam memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemberian POC Bawang Merah memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter. Interaksi dari kombinasi pemberian pupuk Kotoran Ayam dan POC Bawang Merah berpengaruh nyata terhadap parameter Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Jumlah Buah per Plot, Bobot Buah per Plot, Diameter Buah per Tanaman, Jumlah Buah per Tanaman dan Bobot Buah per Tanaman.
Potensi Tanaman Kapulaga dan Produk Turunannya Yessi Dwika Putri
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v8i2.31337

Abstract

Pembangunan wilayah merupakan upaya perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengandalkan sektor pertanian yang di nilai memiliki potensi untuk menghasilkan produk turunan. Usaha Mikro yang telah menghasilkan produk turunannya dari komoditas tanaman obat di Kabupaten Deli Serdang adalah usaha mikro obat tradisional (UMOT). Kabupaten Asahan merupakan kabupaten yang paling minim kontribusinya terhadap PDRB dari sub sektor hortikultura, Rendahnya pertumbuhan UMOT yang menghasilkan produk turunan dari tanaman sub sektor hortikultura khususnya tanaman biofarmaka adalah penyebab utamanya, Kabupaten Asahan menyatakan bahwa jumlah UMOT setiap tahunnya tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik dari tahun 2018-2022. Kabupaten Asahan memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMOT (Usaha Mikro Obat Tradisional), terutama dalam mengembangkan produk turunan kapulaga. Mengingat potensi alam, kesesuaian iklim, dan sumber daya manusia yang ada. Tanaman kapulaga memiliki kandungan senyawa alkaloid, tannin, flavonoid, polifenol, terpenoid, Steroid, dan saponin. Produk turunan dari tanaman obat yang dihasilkan UMOT harus disesuaikan dengan calon konsumen potensial melalui keadaan atau jenis kesehatan melalui penyakit yang diderita, penyakit diklasifikasikan berdasarkan penanganan dan pengobatannya yaitu Akut dan Kronis yang memiliki penanganan dan pengobatan yang berbeda. Dengan fokus pada budidaya yang berkelanjutan dan pengolahan yang tepat, UMOT dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi kapulaga di pasar global. UMOT di Kabuapten Asahan dapat berkembang pesat karena beberapa factor yaitu, Wilayah, ekonomi lokal, pupulasi dan tenaga kerja, ekosistem ekonomi, potensi produk turunan.
Pemanfaatan Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides) sebagai Minuman Teh Herbal Tegar Rinaldi
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v9i1.31371

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan gizi daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides), serta menganalisis dampak suhu dan lama waktu pengeringan terhadap kualitas teh herbal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua ulangan. Faktor I adalah suhu oven (P): 60°C, 70°C, 80°C, dan 90°C. Faktor II adalah lama waktu pengeringan (W): 2, 3, 4, dan 5 jam. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, rendemen, aktivitas antioksidan, serta organoleptik (warna, aroma, rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu oven berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap kadar antioksidan dan aroma. Waktu pengeringan juga berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap kadar air, aktivitas antioksidan, serta seluruh atribut organoleptik. Interaksi kedua faktor berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap antioksidan dan aroma, namun tidak signifikan (p 0,05) terhadap kadar air, warna, dan rasa. Hasil optimal untuk kandungan antioksidan dicapai pada kombinasi suhu 70°C dan waktu pengeringan 5 jam. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan penggunaan ayakan 40 mesh guna meningkatkan konsistensi pengolahan dan kualitas produk.
Analisis Strategi Peningkatan Usaha Ekowisata Mangrove di Desa Tanjung Rejo Kabupaten Deli Serdang Tegardo Tegardo
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v8i2.31339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi usaha ekowisata mangrove di Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang, serta merumuskan strategi peningkatan usaha yang berkelanjutan. Desa Tanjung Rejo memiliki potensi ekowisata mangrove yang cukup besar, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia yang rendah, promosi yang kurang optimal, dan pengelolaan lingkungan yang belum maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan usaha ekowisata mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ekowisata mangrove di Desa Tanjung Rejo memiliki potensi yang besar namun memerlukan peningkatan fasilitas, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan promosi, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Strategi peningkatan usaha yang dirumuskan meliputi peningkatan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan pemasaran, konservasi lingkungan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat dapat bekerja sama mengimplementasikan strategi tersebut untuk mengoptimalkan pengembangan usaha ekowisata mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan yang maksimal.
Le-Zodiac Parfume : 12 Series Eco-Parfum Berbahan Dasar Eco-Enzym dan Serai Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Pengharum Badan Anti Serangga Nanda Hapit
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v9i1.31372

Abstract

Parfum merupakan produk yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari- hari, saat ini parfum juga beraneka ragam aromanya, baik yang dikhususkan untuk pria, wanita, ataupun untuk keduanya. Jenis parfum yang digunakan masyarakat terdapat dua jenis bahan pewangi yang sering digunakan yaitu, pewangi sintetik dan pewangi alami Namun, parfum yang saat ini sering beredar di pasaran masih menggunakan bahan kimia sintetik yang banyak dalam campurannya. Hampir 95% terdapat bahan kimia yang terkandung di dalam produk wewangian berupa bahan kimia sintetik yang merupakan zat beracun digunakan sehingga umumnya berbahaya. Masalah sampah yang menumpuk juga menjadi pembicaraan masyarakat saat ini karena dampak dari gigitan serangga menghasilkan zat karbon dioksida yang dapat menyebabkan sumber penyakit bagi masyarakat. Seperti nyamuk, serangga yang membawa penyakit dan virus. Eco Enzym dan juga Serai Wangi dimana bahan-bahan ini dapat membuat serangga menjauh, dibuat dengan bahan- bahan alami lainnya. Eco Enzyme sangat efektif untuk mengusir hama atau hewan yang mengganggu di sekitar rumah, seperti: kecoa, semut, lalat, nyamuk, dan serangga lainnya. Serai wangi mengandung 3 komponen utama yaitu sitronelal, sitronelol dan geraniol yang dapat mengusir serangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pematang Johor Martubung Kecamatan Medan Labuhan Sumatera Utara dengan ketinggian ± 27 diatas permukaan laut (dpl). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pada Serai Wangi dan Eco-Enzyme. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parfume yang menggunakan bahan dasar Serai Wangi dan Eco-Enzyme efektif Sebagai Pengharum Badan Anti Serangga selama 4-6 jam.
Strategi Pemasaran Digital Hasil Usahatani Ternak Lele di PT. Mahesa Dwidaya Pertiga Syahru Nizam
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v8i2.31334

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukkan faktor internal dan eksternal strategi pengembangan usaha tani ternak lele melalui pemasaran digital di PT. Mahesa Dwidaya Pertiga yaitu kekuatan Penawaran yang menarik, pelayanan kepada konsumen, teknologi pemesanan digital, harga terjangkau, pelanggan tetap, kualitas lele baik, alat transportasi cukup. Kelemahan yaitu pemasaran terbatas, kurang teknologi informasi, alat transportasi terbatas, pengelolaan belum optimal, kualitas tidak stabil, pengemasan kurang menarik, belum ada label merek. Peluang yaitu daya tarik lele ke konsumen, teknologi digital pemesanan, ternak lele dikenal di masyarakat, merek sendiri, pelanggan tetap, promosi ke daerah lain, inovasi ternak lele. Ancaman yaitu persaingan ternak lele, kemasan biasa, merek dagang produk orang lain, ketahanan lele rendah, tidak memenuhi permintaan pelanggan, penurunan pembelian secara ekonomi, stabilitas harga berbeda. Berdasarkan analisis SWOT strategi yang dilakukan menggunakan strategi SO (Strenghts- opportunity) yaitu memanfaatkan pengalaman dalam produksi lele dan infrastruktur digital dan kolaborasi dengan pihak eksternal.
Eksplorasi Konsentrasi Alginat dan Lama Penyimpanan Pertama pada Refrigerator terhadap Karakteristik Kimia dan Fisik pada Popping Boba Buah Semangka(Citrullus Lanatus) Nurcahaya Nurcahaya
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v9i1.31373

Abstract

Popping boba adalah topping minuman berbasis buah yang memberikan sensasi meletus di mulut melalui teknik gastronomi molekuler bernama spherification. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia popping boba buah semangka menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor: Konsentrasi Alginat (1%, 2%, 3%, 4%) dan Lama Penyimpanan Refrigerator (20, 25, 30, 35 menit) dengan 2 kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, TSS, warna (L*, a*, b*), serta organoleptik (rasa dan kekenyalan). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi alginat, lama penyimpanan, serta interaksi keduanya memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (p 0,01) terhadap seluruh parameter. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi Alginat 2% dan penyimpanan refrigerator 30 menit, karena menghasilkan kadar air dan TSS yang stabil, mempertahankan intensitas warna, serta mendapatkan skor organoleptik (rasa dan kekenyalan) tertinggi dari panelis.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) di Bawah Tanaman Kelapa Sawit Umur 6 Tahun dalam Kombinasi Media Tanam dan Pemberian Ekstrak Tauge Zodan Giri Syahputra
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v8i2.31335

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan respon pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di bawah naungan kelapa sawit umur 6 tahun menggunakan kombinasi media tanam dan ekstrak tauge. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kombinasi media (A0: 600g serbuk gergaji; A1-A3: substitusi ampas tebu 100g, 200g, 300g + serbuk gergaji). Faktor kedua adalah dosis ekstrak tauge (E0: 0 ml; E1-E3: 15, 30, 45 ml/plot). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT 5%.Hasil menunjukkan kombinasi media tanam (A3) menghasilkan berat basah tertinggi sebesar 133,65 g pada panen ke-1. Pemberian ekstrak tauge (E3) menghasilkan berat basah tertinggi sebesar 134,91 g pada panen ke-2. Interaksi antara kedua faktor hanya berpengaruh nyata pada parameter umur panen ke-1 karena kombinasi keduanya mampu merangsang pertumbuhan miselium dan pembentukan badan buah jamur secara efektif.
Pengaruh Pemberian Bokashi Feses Kerbau dan Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonium L.) Fahri Shiddiq Kudadari
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrintech.v9i1.31374

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi feses kerbau dan abu sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk bokashi feses kerbau  yaitu: K0: (Kontrol), K1: 150 g/polybag, K2 : 300 g/polybag dan K3: 450 g/polybag, faktor kedua pemberian abu sekam padi yaitu : N0: (Kontrol), N1: 50 g/tanaman, N2: 100 g/tanaman dan N3: 150 g/tanaman. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial untuk melihat pengaruh bokashi feses kerbau dan abu sekam padi. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), klorofil daun (unit), jumlah anakan (anakan), jumlah umbi per sampel (umbi), jumlah umbi per plot (umbi), bobot basah umbi persampel (gram) dan bobot basah umbi perplot (gram) dan diameter umbi (mm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bokashi feses kerbau berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bawang merah terhadap berbagai parameter seperti, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per sampel, jumlah umbi per plot, bobot basah umbi per sampel dan bobot basah umbi per plot.  Abu sekam padi hanya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 4 MST dengan nilai teringgi pada perlakuan P3 (150 g/polybag) yaitu 6.94 anakan dan rataan terendah  P2 (100 g/polybag) yaitu 6.04 anakan. Interaksi dari kombinasi bokashi feses kerbau dengan abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap uji kandungan klorofil daun pada kombinasi perlakuan K3P0 K3P0 (450 g/polybag dan 0 g/polybag) sebanyak 18.25 unit.