cover
Contact Name
Manpan Drajat
Contact Email
Manpan Drajat
Phone
-
Journal Mail Official
alafkarjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
al-Afkar, Journal For Islamic Studies
ISSN : 26144883     EISSN : 26144905     DOI : -
Core Subject : Social,
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist. In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 1,790 Documents
MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM KONTEKS KEISLAMAN DAN KEINDONESIAN Ibnu Rusydi; Siti Zolehah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No.1, January 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.348 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v1i1.13

Abstract

Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Bila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka ”toleransi” dan “kerukunan” adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia. Dalam konteks ke-Indonesiaa, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan Pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ajaran Islam mengungkapkan hidup damai, rukun dan toleran. Kerukunan umat beragama adalah kondisi dimana antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong, dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam konteks ke-Indonesiaa, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
SEJARAH MADRASAH DI INDONESIA Manpan Drajat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No.1, January 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.557 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v1i1.17

Abstract

Madrasah berasal dari kata darasa yang berarti tempat duduk untuk belajar. Dalam konteks Indonesia istilah madrasah ini telah menyatu dengan istilah sekolah formal atau perguruan di bawah binaan Departemen Agama. Madrasah telah marak di Indonesia sebagai lembaga pendidikan sejak awal abad 20, hal itu berbarengan dengan munculnya Ormas Islam, semisal Muhammadiyah, NU, dan lain-lain. Perkembangan madrasah pada masa awal kemerdekaan sangat terkait dengan peran Departemen Agama yang mulai resmi berdiri sejak 3 Januari 1946. Lembaga inilah yang secara intensif memperjuangkan politik pendidikan Islam di Indonesia. Departemen Agama dapat dikatakan sebagai representasi umat Islam dalam memperjuangkan penyelenggaraan pendidikan Islam secara lebih meluas di Indonesia. Dalam kaitannya dengan perkembangan madrasah di Indonesia, Departemen agama menjadi andalan yang secara politis dapat mengangkat posisi madrasah sehingga memperoleh perhatian yang serius di kalangan pemimpin yang mengambil kebijakan.
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KARAWANG TENTANG CERAI GUGAT KARENA PELANGGARAN TAKLIK TALAK (Studi Perkara No. 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw) Oyoh Bariah; Iwan Hermawan
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No.1, January 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.354 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v1i1.18

Abstract

Undang-undang perkawinan Indonesia baik melalui Undang-Undang no. 1 tahun 1974 Tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam Inpres no. 1 tahun 1999 membedakan antara perceraian atas kehendak suami disebut cerai talak dengan perceraian atas kehendak istri disebut cerai gugat atau khulu’. Adapun mengenai alasan-alasan cerai gugat UUP pasal 39 Jo. Pasal 19 Peraturan pemerintah no. 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP dan KHI pasal 116 menyebutkan pada poin g diantaranya adalah Suami melanggar ta’lik talak.Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu putusan Pengadilan Agama Karawang telah memeriksa dan mengadili perkara perceraian nomor 0554/Pdt.G.2015/ PA.Krw tentang cerai gugat karena alasan suami melanggar taklik talak. Bagaimana putusan hakim dan apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam putusannya tersebut. Putusan no 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw berdasarkan bentuknya telah memenuhi syarat sebuah putusan meliputi Kepala putusan, Identitas pihak-pihak yang berperkara, Ringkasan gugatan, Petitum, Amar putusan (diktum), dan keterangan lainnya, jenis putusannya merupakan putusan verstek.Dasar pertimbangan hakim dalam putusan no 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw dengan menjatuhkan talak satu khul’i bagi penggugat bahwa tergugat telah terbukti secara nyata dan meyakinkan dengan bukti dokumen dan saksi-saksi telah melanggar taklik talak yakni tidak memberi nafkah wajib kepada tergugat 3 (bulan) lamanya; dan membiarkan (tidak memperdulikan) istri selama 6 (enam) bulan atau lebih.
PENDIDIKAN TOLERANSI PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (TELAAH MUATAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH) U. Abdullah Mumin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.13 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.19

Abstract

Sekolah idealnya harus berperan aktif menterjemahkan sikap toleransi atau tasammuh dalam lingkungan pendidikannya. Sikap toleransi ini ditumbuhkembangkan melalui penyadaran akan pentingnya makna kebersamaan diatas fondasi perbedaan yang tak bisa dihindarkan. Disinilah pentingnya muatan-muatan materi pembelajaran yang berbasis kearifan toleransi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pendekatan kajian studi literatur. Dihasilkan dari penelitian ini sikap toleransi di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan humanistik di tengah-tengah beranekaragamnya perbedaan peserta didik. Pembelajaran humanistik merupakan sebuah nilai kodrati yang menjadi landasan sekaligus tujuan pendidikan. Sejatinya, pendidikan toleransi menekankan pentingnya kurikulum, kompetensi guru, pendekatan serta metode belajar yang inklusif yang berorientasi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, global di atas semua suku, aliran, ras, golongan, dan agama. Keyword : .
IDEOLOGY OF EXCLUSION OF WOMEN IN THE TEXT OF HADITHS IN THE PESANTREN IN INDONESIA sumadi sumadi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.933 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.20

Abstract

Hadis-hadis jika dibaca secara tekstual banyak bertentangan dengan prinsip dan visi Al-Qur’an yang membela kesetaraan perempuan. Oleh karena itu diperlukan bacaan yang kritis. Yaitu membaca hadis dengan perspektif ramah perempuan. Banyak kitab-kitab hadis di pesantren di Indonesia yang secara tekstual mengandung ideologi bias gender. Tulisan ini akan mengkaji berbagai bunyi teks hadis dalam kitab-kitab yang popular di pesantren yang mengandung unsur bias gender. Oleh karena itu memahami hadis dalam konteks kekinian, khususnya hadis-hadis berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan harus mempertimbangan aspek keadilan dan kesetaraan gender. Sebab banyak bunyi teks hadis yang jika dibaca secara tekstual dengan menafikan interpretasi dan konteks jaman akan mengakibatkan pandangan yang bias gender yang merugikan pada perempuan. Abstract Hadiths when read in a textual way contrary to the principles and visions of the Qur'an that defend women's equality. Therefore, critical reading is required. That is reading the hadith with a woman-friendly perspective. Many of the books of hadith in pesantren in Indonesia which textually contain the ideology of gender bias. This paper will examine the various texts of the hadith in popular books in pesantren that contain elements of gender bias. Therefore, to understand the hadith in the contemporary context, especially the hadiths relating to male and female relations must consider the aspects of justice and gender equality. For many texts of Hadith which, when read textually, by denying the interpretation and contexts of the time will result in a gender-biased view which is detrimental to women.
PERBANDINGAN HAK-HAK ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN HUKUM ISLAM Hani Sholihah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.941 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.21

Abstract

Peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang perlindungan anak adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang kemudian mengalami sedikit perubahan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan demikian, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tetap dapat dijadikan rujukan hukum. Di sisi lain, agama Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia, menjadikan hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum nasional, di samping hukum Barat dan hukum Adat. Oleh karena itu, pengkajian hukum Islam dalam rangka pembangunan hukum nasional merupakan suatu keniscayaan. Tulisan ini membandingkan hak-hak anak, sebagai dasar dalam pelaksanaan perlindungan anak, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan menurut Hukum Islam. Untuk itu, tulisan ini menguraikan hak-hak anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; hak-hak anak menurut Hukum Islam; dan perbandingan hak-hak anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Hukum Islam.
POLITIK IDENTITAS AGAMA LOKAL Studi tentang Aliran Kepercayaan Perjalanan Ciparay Bandung Asep Lukman Hamid
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.846 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.22

Abstract

Indonesia is one of the most pluralist countries. This plurality can be seen in terms of many religions, beliefs, ethnicities, cultures and languages. This reality on the one hand is very open possibility of potential tension and social conflict. On the other hand, if being able to manage it proportionally and professionally will grow into a force capable of bringing to a more meaningful life. This paper seeks to describe the good relationship between Muslims and followers of Aliran Kepercayaan Perjalanan. In social interaction between the two occurs symbiosis mutualism without any prejudice danger. This reality is interesting to examine in order to discover the factors that become the social glue between Muslims and the followers of Aliran Kepercayaan Perjalanan and to find the political practice of their identity. Based on the field survey found that one of the factors that become social glue is because upholding the values of delay as reflected in the expression of silih asih, silih asah, and silih asuh.
AL-TABARI DAN PENULISAN SEJARAH ISLAM; Telaah atas kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk Karya Al-Tabari Ibnu Rusydi; Siti Zolehah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.23

Abstract

Kitab sejarah al-Tabari tergolong sebagai pengikut aliran Madinah, yang mana aliran ini banyak memperhatikan al maghazi dan sirah nabawiyyah dengan berdasarkan sanad. Imam Al-Tabari berusaha menyusun kitab sejarahnya yang bernama Tarikh al-Rusul wa al-Muluk berdasarkan rentetan peristiwa yang diurutkan berdasar pada tahun kejadiannya, sejak Hijrah sampai ke Tahun 302 H/914 M. Nilai sejarah dalam kitab ini terletak pada periodisasi (urutan) tahun, sehingga memudahkan para pembaca atau peneliti dalam melihat perjalanan yang dilalui umat Islam dalam pembangunan politik dan peradabannya dari masa ke masa, mengetahui secara pasti akan kondisi umat Islam baik saat kuat maupun lemah, mengetahui penerapan hukum dan syariat pada suatu masa.
PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MUTU HASIL PEMBELAJARAN Ajat Rukajat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.937 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.24

Abstract

Pendekatan pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran IPA yaitu pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan pengetahuan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara. Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan ketujuh komponen pembelajaran kontekstual (CTL) yaitu: Constructivism, Inquiri, Questioning, Modeling, Reflection, Learning Community, dan Authentic Assessment Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Simpulan penelitian ini yaitu: Pelaksanaan pembelajaran kontekstual (CTL) oleh guru/pendidik di kota Bandung khususnya ditiga sekolah SMP Negeri 1 Leuwigoong, SMP PGRI Tarogong, dan MTs Asy-Syifa sudah dilakukan meskipun dalam pelaksanaannya belum optimal. Dari ketujuh komponen pembelajaran kontekstual ditiga sekolah tersebut hanya tiga komponen yang sudah cukup baik pelaksanaannya, yaitu pada pelaksanaan Questioning, Learning Community, dan Reflection.
TUGAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Muchlish Huda
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.182 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.25

Abstract

Manajeman Berbasis Sekolah merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan, yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi para peserta didik. Sejalan dengan jiwa dan semangat desentralisasi serta otonomi dalam bidang pendidikan, kewenangan sekolah juga berperan dalam menampung konsensus umum yang meyakini bahwa sedapat mungkin keputusan seharusnya dibuat oleh mereka yang memiliki akses paling baik terhadap informasi setempat, yang terkena akibat-akibat dari kebijakan yang merupakan tugas dari seorang kepala madrasah.

Page 2 of 179 | Total Record : 1790