p-Index From 2021 - 2026
11.596
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Hijri QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Journal of Education and Instruction (JOEAI) Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal PeTeKa JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah FONDATIA Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Saliha : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Rabbani Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Journal Evaluation in Education (JEE) Ta'lim Journal of Indonesian Islamic Studies Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Journal of Nonformal Education Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Edumaspul: Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam ABDINE :Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

SKETSA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH Iwan Hermawan; Masykur Mansyur
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 1 (2021): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v7i1.6946

Abstract

Multicultural education is learning habituation or culture regardless of differences in gender, social class, ethnicity, ethnicity, religion, and culture. Implicitly, the Al-Qur'an and Hadith mention multicultural education, among others, it is found in the Q.S. Al-Hujurat: 13 about tribes and nations, and Q.S. Ar-Rum: 22 about language and skin color. The topic of this research is a sketch of multicultural education contained in the Al-Qur'an and Sunnah which will be used as a basis for finding models and methods in multicultural education. A sketch here can be interpreted as a picture or painting that is still general and requires in-depth study to understand it completely.The method used in this research is a literature study, which tries to reveal by analyzing textually and contextually. Textual analysis is carried out by using several relevant interpretations and journals, while contextual analysis is the writer's understanding so that it forms a complete understanding. Based on the results of this analysis, multicultural education is to instill sympathy, respect, appreciation, and empathy for adherents of different religions and cultures.Therefore, to become a reference in implementing multicultural education, important components or elements in a system are needed to process the achievement of the expected goals, namely 1) Strengthening equality rather than differences, 2) Mutual trust and mutual understanding, 3) Tolerance of differences, 4) Discussing is not imposing an opinion.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KARAWANG Iwan Hermawan; Ulfah Fitriyah
JPI-Rabbani Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam pelaksanaan pendidikan agama Islam terutama pada aspek metodologi pembelajaran, guru masih cenderung bersifat normatif, teoritis dan kognitif artinya dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan satu metode saja, sedangkan guru sebagai salah satu pelaksana pendidikan di sekolah dituntut untuk mampu menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran yang hidup dan menyenangkan, jadi perlu adanya variasi metode pembelajaran yang relevan dengan materi pelajaran yang disampaikan.Penerapan metode Kisah bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan agama Islam, khususnya dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, dengan metode tersebut selain bisa cepat mengena di hati para siswa juga tidak mudah membuat bosan. Karena dalam metode Kisah para siswa dapat mengambil ibrah atau pelajaran dari kisah para Nabi atau orang-orang terdahulu, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Permasalahannya bagaimana metode Kisah dapat diterapkan secara efektif sehingga pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak mendapatkan respon yang positif, menarik perhatian, dapat dikembangkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.Pembelajaran Aqidah Akhlak adalah materi pelajaran yang menjelaskan tentang keyakinan dalam hati kepada Allah SWT. atau berbicara tentang tauhid, yaitu bagaimana akhlak atau perilaku kita kepada Allah, sesama makhluk, dan terhadap alam sekitar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Aqidah Akhlak menggunakan metode Kisah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karawang sangat relatif efektif. Sebagai bukti bahwa proses pembelajaran itu efektif yaitu antusiasme siswa selama proses pembelajaran, keaktifan siswa dan hasil evaluasi yang semakin meningkat. Kata kunci : aqidah, akhlak, metode kisah.
Konsep Amanah dalam Perspektif Pendidikan Islam Iwan Hermawan; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 12 No 2 (2020): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v12i2.389

Abstract

Amanah is one of the most basic things for human beings as caliphs to have good social relations. It can also be said to be a professional attitude towards what God has given to all types of human professions. The purpose of this study is to examine the concept of amanah based on the Qur’an and Hadith in the perspective of Islamic education. The method used in this study is literature research on some books of Tafsir and Hadith. The result of this study is that amanah in question is the human obligation to seek knowledge and convey it, as stated in some verses in the Qur'an and Hadiths that state the importance of knowledge and convey it as part of carrying out amanah. Thus, Islamic education as a process of transformation of knowledge, is not only a process of seeking and imparting knowledge, but also an amanah that must be maintained and delivered, so that human beings have noble morals and good beliefs before God. Keywords: Al-Qur’an, Concept of Amanah, Hadith, Islamic Education. Amanah adalah salah satu hal yang paling mendasar bagi manusia sebagai khalifah untuk melakukan hubungan sosial dengan lingkungan hidupnya. Amanah dapat juga dikatakan sebagai wujud sikap profesional terhadap apa yang sudah diberikan Allah terhadap semua jenis profesi manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji konsep amanah berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadis dalam perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pustaka terhadap beberapa kitab Tafsir dan kitab Hadis. Hasil kajian dari penelitian ini adalah bahwa amanah yang dimaksud adalah kewajiban manusia untuk mencari ilmu dan menyampaikannya, sebagaimana tercantum dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan beberapa Hadis yang menyatakan pentingnya ilmu pengetahuan dan menyampaikannya sebagai bagian dari menjalankan amanah. Dengan demikian, pendidikan Islam sebagai kesatuan proses transformasi ilmu pengetahuan, bukan hanya sekedar proses mencari dan menyampaikan ilmu, namun merupakan amanah yang harus dijaga dan disampaikan, agar manusia mempunyai akhlak yang mulia, beriman, dan bertakwa kepada Allah. Kata Kunci: Al-Qur’an, Konsep Amanah, Hadis, Pendidikan Islam.
Socialization and Assistance in the Utilization of Islamic Digital E-Book Applications as Learning Resources for Religious Counselors at KUA Telukjambe Timur Karawang Oyoh Bariah; Iwan Hermawan; Nono Heryana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.974 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1877

Abstract

The Islamic E-Book digital application which is the result of research in the form of the E-Maktabah digital application must be utilized as much as possible by the community, especially religious instructors who are tasked with teaching and providing Islamic insight lessons for their congregations in various taklim assemblies and mosques. Therefore, this Islamic E-Book digital application must be socialized to religious instructors as a source of learning and reference in increasing Islamic insight as well as assisting in effective and efficient ways of utilizing and using it. Socialization and assistance to religious instructors and the community regarding Islamic Digital Applications, namely E-Maktabah and providing education about studies in Islam is one way out to familiarize the community with continuing to learn through literacy activities that can be done anywhere without the need to create a crowd and suppress the spread of the Covid-19 virus. The activities carried out are as follows: Providing education about the importance of digital literacy and education about studies in Islam contained in the E-Maktabah application, making videos on how to use the E-Maktabah application to facilitate religious and community educators in read digital books wherever and whenever during this pandemic and conduct workshops and direct E-Maktabah assistance for religious instructors at KUA Telukjambe Timur Karawang. The results of the E-Maktabah socialization and mentoring
Implementasi Media Audio Visual pada Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Widyana Restu Tsaniyah; Iwan Hermawan; Kasja Eki Waluyo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 5 (2021): October Pages 1880-3500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.984 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i5.994

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas rasa ingin tahu penulis untuk mengkaji penerapan media audiovisual terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan peneliti yaitu mengkaji dan mengumpulkan berbagai informasi yang telah ditemukan oleh peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan cara mengumpulkan bahan penelitian, membaca bahan pustaka, membuat catatan penelitian dan mengolah catatan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur antara lain buku, jurnal, surat kabar, dokumen pribadi dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini adalah Penerapan media audio visual dalam pembelajaran pendidikan agama Islam menurut penulis sangat membantu guru dan meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, guru dapat menggunakan media ini untuk mata pelajaran agama di sekolah menengah. berikut ini penulis mencoba memberikan beberapa contoh penerapan media audio visual dalam pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah menengah. Mata pelajaran pendidikan agama Islam ssdi sekolah menengah meliputi sejarah budaya Islam, fiqh, akidah akhlak, Al-Qur'an dan hadits. Sejarah kebudayaan Islam adalah peristiwa atau peristiwa masa lalu yang berupa karya, prakarsa, dan kreasi umat Islam berdasarkan sumber nilai-nilai Islam
PENGGUNAAN APLIKASI GOOGLE FORM SEBAGAI MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS IX DI MTS AL-I’ANAH KOSAMBI Siti Hanifah; Iwan Hermawan; Kasja Eki Waluyo
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2022): al-Ulum: Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/alulum.9.2.2022.176-185

Abstract

There are many media that can be used for home learning for an educator, it becomes a solution for online learning. That is to use the learning media for an educator for the learning process. In the current situation, a teacher is led to be more creative in learning activities so that students remain passionate in learning activities even if they are carried out remotely. During the current pandemic, teachers still use learning evaluation techniques that tend to be monotonous and conventional, namely assignments through student worksheets that are then photographed sent through the teacher's WhatsApp platform. But it turns out that very few students who work on the evaluation of the learning given, so it has an impact on the empty grades of students. Therefore, the author wants to know the use of google form application as a medium of evaluation on the subjects of grade IX moral beliefs in MTs Al-I'anah Kosambi. The approach used in this study uses a qualitative approach because it shows a description of the phenomenon of the response of teachers and students to the use of Google Form as a medium of evaluation of the learning of Akhlak Religious subjects in MTs Al-I'anah Kosambi.
Persepsi Masyarakat Mengenai Pernikahan Siri Online Muhammad Fadlu Rahman; Iwan Hermawan
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2022): al-Ulum: Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/alulum.9.2.2022.168-175

Abstract

The phenomenon of unregistered marriage on the internet is starting to get crowded at this time. The internet, which used to be a medium for obtaining information, has been misunderstood by irresponsible parties. Marriage is a very sacred thing for mankind, and also has a sacred purpose, not separated from religious rules. People who marry not only to satisfy their inner desires, but to achieve peace, tranquility, and mutual growth between husband and wife on the basis of deep love. In addition, on the basis of morality, the nuances of ukhuwah basyariyah and Islamiyah are combined to establish a brotherly relationship between the two families of the two partners. The method in this study is to adopt a qualitative method, the data obtained through interviews and observations, and the nature of the document, making the results obtained in this study appear in the form of a series of words instead of numbers. In addition, it uses descriptive techniques to analyze data, describes reality/events according to the results, and tends to use inductive analysis methods, namely using general things (conceptual level) starting from specific things (experience facts).
Komunikasi Efektif dan Monitoring, Model Evaluasi Pendidikan Berkarakter Melalui Pembiasaan Ibadah Sehari-hari di Masa Pandemi Sitti Chadidjah; Iwan Hermawan
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v6i2.14773

Abstract

To break the deadlock in the character education process in schools during the COVID-19 pandemic, several schools are trying to implement a learning model that leads to this goal. One of the models applied at SMP Negeri 44 Bandung is an effective communication evaluation model through the habit of students' daily worship with collages. in the form of photos of activities that are being carried out and effective communication between teachers and students, students and students. The homeroom teacher and picket students monitor the implementation of this habituation activity. Every day students collect collages of activities for students on duty or picket through whats up media. After tidying up the collage, the students are handed over to the homeroom teacher and PAI teacher to be assessed. PAI teachers will assess two core competencies, namely social attitudes, and spiritual attitudes. Through a descriptive qualitative approach, researchers try to uncover these phenomena through triangulation techniques. The results achieved by using this model can grow students' daily worship habits and reduce less useful activities. Moreover, students felt cared for by the PAI teacher and his friends who were on picket at the time so that even though students were learning online, they felt the presence of a teacher and friend in their activities. In addition, it can be a break for students in carrying out every action taken. Untuk memecah kebuntuan proses pendidikan karakter di sekolah pada masa pandemi covid 19, beberapa sekolah berupaya menerapkan model pembelajaran yang mengarah pada maksud tersebut.Salah satu model yang diterapkan di SMP Negeri 44 Bandung adalah model evaluasi komunikasi efektif melalui pembiasaan ibadah sehari-hari siswa dengan kolase berupa foto-foto aktivitas yang sedang dijalankan dan komunikasi efektif antara guru dan siswa, siswa dan siswa.  Walikelas dan siswa piket memonitor terlaksananya aktivitas pembiasaan ini Setiap hari siswa mengumpulkan kolase kegiatan kepada siswa yang bertugas atau piket melalui media whats up. Setelah rapih kolase siswa diserahkan kepada wali kelas dan guru PAI untuk dinilai. Guru PAI akan menilai dua kompetensi inti yaitu sikap social dan sikap spiritual. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif peneliti berusaha mengungkap fenomena tersebut melalui teknik triangulasi. Hasil yang dicapai dengan menggunakan model ini, mampu menumbuhkan kebiasaan ibadah harian siswa serta mengurangi aktifitas yang kurang bermanfaat. Terlebih siswa merasa diperhatikan oleh guru PAI dan temannya yang sedang piket saat itu sehingga siswa meski pembelajaran daring, merasakan hadirnya seorang guru dan teman dalam aktivitasnya. Selain itu dapat menjadi rem bagi siswa dalam melakukan setiap tindakan yang dilakukan.
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KARAWANG TENTANG CERAI GUGAT KARENA PELANGGARAN TAKLIK TALAK (Studi Perkara No. 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw) Oyoh Bariah; Iwan Hermawan
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No.1, January 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.354 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v1i1.18

Abstract

Undang-undang perkawinan Indonesia baik melalui Undang-Undang no. 1 tahun 1974 Tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam Inpres no. 1 tahun 1999 membedakan antara perceraian atas kehendak suami disebut cerai talak dengan perceraian atas kehendak istri disebut cerai gugat atau khulu’. Adapun mengenai alasan-alasan cerai gugat UUP pasal 39 Jo. Pasal 19 Peraturan pemerintah no. 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UUP dan KHI pasal 116 menyebutkan pada poin g diantaranya adalah Suami melanggar ta’lik talak.Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu putusan Pengadilan Agama Karawang telah memeriksa dan mengadili perkara perceraian nomor 0554/Pdt.G.2015/ PA.Krw tentang cerai gugat karena alasan suami melanggar taklik talak. Bagaimana putusan hakim dan apa yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam putusannya tersebut. Putusan no 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw berdasarkan bentuknya telah memenuhi syarat sebuah putusan meliputi Kepala putusan, Identitas pihak-pihak yang berperkara, Ringkasan gugatan, Petitum, Amar putusan (diktum), dan keterangan lainnya, jenis putusannya merupakan putusan verstek.Dasar pertimbangan hakim dalam putusan no 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw dengan menjatuhkan talak satu khul’i bagi penggugat bahwa tergugat telah terbukti secara nyata dan meyakinkan dengan bukti dokumen dan saksi-saksi telah melanggar taklik talak yakni tidak memberi nafkah wajib kepada tergugat 3 (bulan) lamanya; dan membiarkan (tidak memperdulikan) istri selama 6 (enam) bulan atau lebih.
PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI FONDASI PERTAMA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PERSPEKTIF ISLAM Khalid Ramdhani; Iwan Hermawan; Iqbal Amar Muzaki
Ta'lim Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.248 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v2i2.284

Abstract

Al Quran dan hadits bagi umat Islam adalah tuntunan dalam hidup. Begitu pula dalam mendidik anak menjadi anak baik yang mampu membedakan hal mana yang baik dan buruk. Mendidik adalah salah satu langkah penting untuk membentuk manusia yang sempurna aqlan, jisman, khuluqan. Pendidikan keluarga melibatkan semua anggota keluarga yang dimulai oleh kakek dan nenek sebagai keluarga, ayah dan ibu tertua sebagai orang tua dan anak-anaknya sendiri. Yang lebih penting adalah pendidikan harus diberikan oleh orang tua kepada anak-anak. Menurut hukum sistem pendidikan nasional, tanggung jawab mendidik anak merupakan tanggung jawab tiga elemen penting dalam pendidikan, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sayangnya, pada pandangan publik bahwa bertanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya dipercaya oleh pemerintah dan guru di sekolah yang mulai pra sekolah ke universitas. Namun, nampak bahwa peran yang dimainkan oleh ketiga unsur tersebut belum secara sinergis maksimal terintegrasi, terutama dalam pendidikan di rumah sebagai dasar pendidikan anak sebelum memasuki wilayah luar rumah mereka. Jadi pembentukan karakter dasar pendidikan karakter dalam keluarga tidak optimal. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini ini adalah studi literature (library research). Temuannya menunjukkan bahwa dalam Islam, keluarga memiliki peran penting yang sangat penting sebagai lembaga sosial pertama bagi anak dalam membentuk karakter mereka yang mampu bertahan dalam kehidupan sosial secara luas dengan agama mengkristalkan dengan kuat pada diri mereka sendiri.
Co-Authors Afiva Epriliani Ahmad Hafizh Ahmad, Nurwadjah Aika Hasyim Aini Farida, Nur Andewi Suhartini Andewi Suhartini Andewi Suhartini Andewi Suhartini, Andewi Andini Anggi Ramdania Hermawan Anisa Fitriah Anjar Dwi Ariani Aqmal agustiansyah Arifin, Bambang Samsul Ariya Pardinand Asmanah, Siti Ayu Rizkyani Bagus Kamajaya Balqista Yolanda Azizah Bariah, Oyoh Betha Nurina Sari Chadidjah, Sitti Chaniar Tanara Citrasari, Viranti Dayat Hidayat Dewi Silfa Dini Indriani, Dini Fahmy Fachrezzy Faras Afifah Farida, Nur Aini Fariha Hidni Salama Fatimatuzzahro, Rima Fikri Fadlurrahman Fitriana Destiawati Fitriana Destiawati Froilan Delute Mobo Hanipah, Siti Harry Dhika, Harry Hasyim, Aika Heryana, Nono Ihsan Ismail Syarif Ikhsan Sayuti irfan syahrudi Iwan Ridwan Jaman, Jajam Haerul Jennifer Abelia Jihad, Lalu Muhammad Samsul Kasja Eka Waluyo Kasja Eki Waluyo Kasja Eki Waluyo Kasja Eki Waluyo Kasja Eki Waluyo Kasja Eki Waluyo Kurniawansyah, Khairul Laelatul Nur Hudiah M. Makbul Masnur Ali Masykur Mansyur Meida Permatasari Mohamad Erihadiana, Mohamad Muhamad Rizki Muhammad Fadlu Rahman Musyarrofah, Mia Nadia Mutmainnah Nadiya Meila Farhah Naziroh, Ima Nia Hoerniasih Nia Hoerniasih Nia Karnia Nina Erma Januarsih Nok Nasibah Nur Afifah, Hana Nur Aini Farida Nur Aini Farida Nur Aini Farida Nur Hasan Nurcahya, Arga Nurfauziah, Nabilla Nurwadjah Ahmad Nurwadjah Ahmad Nurwadjah Ahmad Oman Komarudin pengelola, pengelola Praditya Putri Utami Putri Utami, Praditya Putri, Rika Amalia Qiqi Yuliati Zakiah Radyallah Agnia Hermawan Radyallah Agnia Hermawan Ramdhani, Khalid Ramdhani, Khalid Redani, Firdaus Indra Reza Gunawan Rina Marlina Risma Revianda Rizkyani, Ayu Sabrina Tegar Prihandini Salman Rashid Shalahudin Ismail SITI HANIFAH Siti Nur Rizqyana Sri Nurhayati Sri Santo, Muhamad Raihan Supiana Supiana Syafitri, Annisa Syifa Wihardi Taufik Mustofa Ulfah Fitriyah Uus Ruswandi Uus Ruswandi Uzizatun Maslikah Wahidin Wahidin Wahidin Wahidin Waloyo, Kasja Eki Waluyo, Kasja Eki Widyana Restu Tsaniyah Yasintha Diva Anjani Yayat Hidayatulloh