cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (Jurnal CARE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Analisis Kependudukan di Kabupaten Tabanan Widya Amaliah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan ini merupakan upaya membangun desa  dengan menjunjung tinggi seni dan kebudayaan lokal seiring dengan banyaknya pergeseran budaya oleh budaya luar negeri. Untuk memahami situasi dan kondisi dari masyarakat di Kabupaten Tabanan, maka perlu dilakukan suatu pemetaan sosial yang menggambarkan keadaan penduduk tersebut. Tujuan dari Analisis Kependudukan Kabupaten Tabanan adalah 1) Mengetahui jumlah dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin serta perubahannya; 2) Mengetahui kualitas penduduk; 3) Mengetahui keadaan penduduk kedepan. Sumber data pada makalah ini merupakan data sekunder dari berbagai sumber. Data Kependudukan Kabupaten Tabanan dianalisis dengan menghitung reit perkembangan penduduk menggunakan rumus eksponensial, rasio jenis kelamin, rasio ibu dan anak/ rasio anak-wanita, umur median, angka rasio beban tanggungan, dan digambarkan pula piramida penduduk KabupatenTabanan. Berdasarkan Tahun 2005, 2010 dan 2016 kategorisasi umur median masuk dalam penggolongan umur median tinggi sehingga memerlukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lingkungan yang mendukung bagi golongan tersebut. Perhitungan Rasio Beban Tanggungansetiap 100 penduduk usia produktif di Kabupaten Tabanan menanggung kurang dari 50 orang penduduk usia non produktif, hal ini menunjukan bahwa di Kab.Tabanan telah mengalami bonus demografi pada tahun 2010 dan 2016 sehingga memerlukan ketersediaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak bagigolongan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan angka kematian di Kabupaten Tabanan antara lain adanya usaha pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan, perilaku hidup masyarakat yang mulai beralih ke pola hidup sehat, dan keadaan lingkungan mendukung seperti sarana dan akses air minum berkualitas serta sanitasi dasar yang layak.Kata kunci: Kabupaten Tabanan, Bali, kependudukan, kualitas hidup
Pelaksanaan Program tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT. Pertamina TBBM Bandung Group (Studi Kasus Tentang Program Sehati di Cisaranteun Kidul Kecamatan Gede Bage Kota Bandung) Sandi Gumilar; Kamto Triwibowo; Agnes Dwi Jayani
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta) dan OMABA (Ojek Makanan Balita) merupakan Program Corporate Social Responsibility PT. Pertamina TBBM Bandung Group, yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan serta menurunkan Angka Anak Balita Gizi Buruk di Cisaranteun Kidul, Kota Bandung. Riset ini bertujuan mengetahui kedua program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan di lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melaluiproses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Riset menunjukan bahwa program SEHATI di Cisaranteun Kidul, Kota Bandung, sudah sangat linear dengan adanya fasilitas dapur OMABA yang selalu mengantarkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada Anak Balita Gizi Buruk. JumlahAnak Balita Gizi Buruk yang sangat tinggi pada 2012 (22 kasus) bisa ditekan menjadi 0 pada 2016. Kesuksesan Program SEHATI dan OMABA tidak lepas dari Stakeholder Corporate Social Responsibility dengan Komite Kesehatan. Selanjutnya, CSR memberdayakan Komite Kesehatan dengan memasarkanproduk-produk OMABA kepada masyarakat umum, dan sudah berjalan efektif karena Komite Kesehatan mendapatkan profit. Meskipun secara keseluruhan berkategori baik, peneliti menyarankan bahwa masyarakat yang memiliki ekonomi lemah untuk ikut menjadi bagian dari pengelola OMABA, sehinggamemberikan dampak pemberdayaan secara menyeluruh (Holistik).Kata kunci: Anak Balita Gizi Buruk, Program SEHATI, OMABA, CSR, Komite Kesehatan
Inovasi Pertanian Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Hutan Kota Ranggawulung, Kabupaten Subang. Yulia P Wulandari; Sibil Rusdiana
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Kota Ranggawulung (HKR) dalam beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman seperti penebangan pohon, longsor, ancaman kebakaran akibat pembakaran sampah serta kekeringan. Keberadaan petani penggarap lahan di kawasan HKR di satu sisi memberikan dampak positif berupa keterlibatan mereka dalam pengelolaan lingkungan kawasan HKR, namun di sisi lain praktek pertanian yang dilakukan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelestarian kawasan HKR. Dalam rangka meningkatkan kelestarian kawasan HKR, PT. Pertamina EP Aset 3 Subang Field melalui program CSR telah memberikan pendampingan dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji berbagai jenis inovasi yang diaplikasikan dalam sistem pertanian berkelanjutan di kawasan HKR; 2) Mengkaji dampak aplikasi inovasi yang diterapkan terhadap perubahankualitas lingkungan, sosial maupun ekonomi. Hasil kajian menunjukkan Inovasi pertanian yang dikembangkan di kawasan HKR terdiri atas inovasi teknologi dan inovasi sosial. Inovasi teknologi ini diantaranya pemanfaatan sampah botol plastik untuk irigasi tetes, pupuk organik dan mulsa organik. Inovasi sosial ditunjukkan dengan model pengelolaan Hutan Kota yang melibatkan sinergitas pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Dampak lingkungan dari aplikasi inovasi antara lain a) peningkatan kualitas lingkungan (tanah, air dan tanaman), b) penurunan input bahan agrokimia serta emisi CO2. Perubahansosial dapat dilihat dari penguatan kelembagaan kelompok tani Patra Ranggawulung serta adanya perubahan value chain dari sistem pertanian secara keseluruhan. Manfaat ekonomi berupa pengurangan biaya operasional usaha tani dan peluang sumber-sumber penerimaan baru bagi petani.Kata kunci: hutan kota, inovasi, pertanian berkelanjutan, Ranggawulung
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Inovasi Budidaya Rumput Laut Polikultur untuk Pengentasan Kemiskinan Adi Firmansyah; Nadia Rasyina
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan fenomena sosial yang sering terjadi, ditandai dengan keterbelakangan, ketertinggalan, rendahnya produktivitas, serta rendahnya pendapatan. Salah satu komunitas yang teridentifikasi sebagai golongan miskin saat ini adalah masyarakat pesesir. Data BPS tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 25% atau sekitar 7,87 juta orang miskin adalah masyarakat pesisir dimana nelayan merupakan pekerjaan utamanya. Namun dalam konteks penyediaan pangan, 80% konsumsi perikanan dalam negeri, di penuhi oleh perikanan skala kecil (maritimnews.com, 2017). PT Pertamina EP Tambun Field secara berkelanjutan mendampingi masyarakat pesisir di Pantai Utara Kabupaten Karawang Jawa Barat melalui program pendampingan budidaya rumput laut polikultur sebagai upaya turut serta dalam program pengentasan kemiskinan. Tulisan ini bertujuan: (1) Menganalisis pola pemberdayaanmasyarakat pesisir di Pantura Jawa Barat, dan (2) Menganalisis dampak pemberdayaan masyarakat pesisir di Pantura Jawa Barat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kasus. Lokasi penelitian di Tambaksari, salah satu desa di Pantai Utara Jawa Barat yang menghadapi permasalahan degradasi sumberdaya alam pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata program pemberdayaan berdampak pada keberlanjutan usaha tambak di Pantai Utara Jawa Barat, yaitu dilihat dari: (1) manfaat ekonomi (profit), (2) manfaat sosial (people), dan manfaat lingkungan (planet). Inovasi pengelolaan tambak rumput laut polikultur ternyata berdampak pada keberlanjutan usaha tambak di Pantai Utara Jawa Barat, yaitu dilihat dari: (1) manfaat ekonomi (profit), (2) manfaat sosial (people), dan (3) manfaat lingkungan (planet). Manfaat ekonomi yang didapatkan dari budidaya tambak polikultur adalah adanya peningkatan pendapatan masyarakat petambak. Manfaat lingkungan secara ekologis berupa absorbsi cemaran tambak yang dilakukan rumput laut sehingga kualitas air tambak akan lebih baik dan kondisi lingkungan kawasan tambak akan tetap terjaga kelestariaannya. Manfaat sosial, budidaya tambak polikultur ternyata efektif untuk penciptaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat sekitar sehingga dapat mengurangi pengangguran.Kata kunci: keberlanjutan, rumput laut, pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Urban Farming Organik di Kabupaten Bekasi Sebagai Program CSR PT. Pertamina EP Tambun Field Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep urban farming hadir di tengah upaya membangun kemandirian pangan masyarakat. Kegiatan urban farming muncul sebagai jawaban atas kegelisahan masyarakat menyikapi permasalahan keterbatasan lahan. Kajian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji perubahan perilaku pertanian setelah adanya program urban farming yang dinisiasi PT. Pertamina EP Tambun Field; (2) menganalisis kelembagaan urban farming yang dinisiasi PT. Pertamina EP Tambun Field. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa inisiasi program urban farming organik oleh Pertamina EP Tambun Field di Kabupaten Bekasi menunjukkan beberapa perubahan antara lain: (1) perubahan perilaku petani dalam teknik budidaya tanaman dari sistem pertanian konvensional menjadi organik,  (2) perubahan dalam interaksi dan relasi aktor, tata aturan, nilai, dan norma yang dibangun, dan pengelolaan sumber daya yang dimanfaatkan. Perubahan-perubahan tersebut mendorong terbangunnya kelembagaan yang berperan untuk memperkuat dan meningkatkan manfaat dari sistem pertanian organik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi. Pengorganisasian komunitas dan penerapan teknik sosial menjadi salah satu alternatif dalam rangka penguatan kelembagaan urban farming organik yang berkelanjutan.
TRANSFORMASI PERAN PAUD SEBAGAI PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS MASYARAKAT Yulia Puspadewi Wulandari; Nursukma Putri Mahardika; Dea Farahdita
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.268 KB)

Abstract

ABSTRAKLingkungan yang ada di sekitar anak merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas bagi anak usia dini. Lingkungan pula menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak. Dari usia dinilah seharusnya dibangun karakter kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dewasa ini sangat dibutuhkannya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang sekaligus terintegrasi dengan dunia pendidikan yang dimana pada akhirnya tidak hanya anak yang dapat belajar tetapi orangtua dan lingkungan (komunitas) dapat belajar serta mengimplementasikan mendukung program pengelolaan lingkungan, seperti yang dilakukan oleh PAUD Al-Firdaus. Tujuan penulisan ini ialah mengkaji model transformasi PAUD sebagai model pendekatan pengelolaan lingkungan hidup berbasis masyarakat, mengkaji inovasi-inovasi yang dikembangkan pada PAUD Al Firdaus, mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh pada keberhasilan transformasi PAUD, mengkaji dampak yang diberikan oleh PAUD AL-Firdaus. Waktu dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2019. tempat penelitian  berlokasi di PAUD Al Firdaus Desa Muktijaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Metode analisis data yang digunakan yakni kuantitatif maupun data kualitatif. Dampak langsung yang diberikan oleh PAUD Al Firdaus antara lain peningkatan jumlah penerima manfaat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Kegiatan PAUD dan masyarakat sekitar PAUD meningkatkan kondisi hijauan di sekitar kawasan sekitar 6,66 %. Mayoritas sampah yang dikumpulkan oleh siswa dan orangtua PAUD  Al Firdaus berupa botol/gelas kemasan plastik bekas meberikan berupa emisi karbon yang dihasilkan dari timbunan sampah plastik sebesar 3.746 kg.
KAJIAN DAMPAK PROGRAM MASYARAKAT PEDULI ALAM PUNTANG Kurnia Bagus Ariyanto; Alfian Umar Karim
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.311 KB)

Abstract

 ABSTRAK Program Masyarakat Peduli Alam Puntang (MELINTANG) merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi. Program Konservasi Owa Jawa serta beberapa kegiatan pelatihan bagi petani kopi yang tergabung dalam LMDH Bukit Amanah dilakukan dengan sistem organik diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan dalam budidaya tanaman dan konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur dampak dari implementasi program CSR PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field untuk masyarakat sekitar Gunung Puntang. Metode analisis yang digunakan dalam pengambilan data adalah analisis kualitatif yang dideskripsikan dengan perbandingan perencanaan program terhadap program yang telah terealisasi, analisis sosial meliputi peran dan kontribusi stakeholders yang terlibat pada program, dan manfaat yang diterima oleh masyarakat sesudah terlaksananya program. Hasil kajian menunjukkan program-program yang telah dilaksanakan oleh perusahaan dan stakeholder memiliki dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dampak lingkungan yang dihasilkan diantaranya pengembangan ekowisata, peningkatan pemupukan dan pemanfaatan lahan kurang produktif menjadi lahan produktif.  Dampak sosial yang dihasilkan adalah kelompok menjadi lebih aktif serta terbentuknya koperasi. Dampak ekonomi yang dihasilkan adalah terbukanya peluang peningkatan pendapatan masyarakat dan terciptanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat selain di pertanian
STUDI KEANEKARAGAMAN MANGROVE PANTAI MEKAR KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Shinta Nur Rahmasari; Ferri Agus; Desi Muningsih; Wulan Tresnasari Gantini
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.203 KB)

Abstract

 Ekosistem mangrove merupakan salah satu kawasan yang sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung kehidupan organisme di sekitar pantai. Kini keberadaan hutan mangrove sudah mulai terkikis oleh kebutuhan penduduk akan lahan. Mengingat tingginya potensi kerusakan yang mungkin terjadi maka upaya yang tepat adalah mengkonservasi hutan mangrove, salah satunya yang terdapat di  Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang sebetulnya memiliki berbagai macam potensi sumber daya alam baik di bidang perikanan tangkap, budidaya, maupun kenakaragaman hayati di hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis dan struktur komposisi vegetasi mangrove yang diinisiasi oleh PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Berdasarkan hasil studi keanekaragaman hayati mangrove oleh PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field di Kabupaten Bekasi menunjukkan terdapat 33 jenis vegetasi mangrove di Desa Pantai Mekar. Jenis yang mendominasi adalah jenis api-api hitam (Avicennia alba). Indeks keanekaragaman (H’) pada pohon meningkat dibandingkan 3 tahun terakhir yaitu 1,24 (2019) yang sebelumnya 1,00 (2018), 0,63 (2017) dan 0,22 (2016). Indeks kemerataan pada tahun 2019 juga meningkat yaitu sebesar 0.77 dengan pengkatagorian stabil, yang sebelumnya (2018) pada katagori labil dengan nilai indeks kemerataan (E) 0.62. Terbukti jika dilihat dari pertambahan nilai indeks keanekaragaman dan pengkategorian dari indeks kemerataan dari tahun 2016 menuju tahun 2019 terjadi perubahan secara bertahap dari tahapan ekosistem tertekan menjadi stabil. 
ANALISIS STAKEHOLDERS PADA DINAMIKA KONFLIK SOSIAL DI PULAU PADANG Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.363 KB)

Abstract

Dinamika hubungan sosial antara perusahaan dengan masyarakat di beberapa tempat pada saat ini  semakin  kompleks yang dapat berujung pada konflik. Salah satu konflik sosial yang cukup menyedot perhatian publik adalah konflik sosial di Pulau Padang, Kabupaten Meranti. Terkait konflik tersebut, maka penting untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi. Salah satu tahapan untuk menuju kesana adalah dengan melakukan analisis stakeholders pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di atas. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis stakeholders yang terlibat dalam konflik di Pulau Padang. Lokasi  kegiatan penelitian adalah di Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti yang notabene merupakan desa sekitar hutan konsesi PT. RAPP.  Data yang digunakan dalam makalah ini merupakan data sekunder yang bersumber dari artikel  internet  dan  hasil  penelitian  terkait.  Konflik  di  Pulau  Padang  melibatkan  unsur-unsur perusahaan  (RAPP),  LSM,  seperti  STR  dan  Pemerintah,  baik pemerintah  lokal  hingga  nasional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada 47 tokoh yang cukup intens menaruh perhatian atau terkait dalam peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan dinamika kasus Pulau Padang. Selanjutnya ke-47 tokoh tersebut dianalisis dengan menggunakan Metode Power-Interest Grid (IFC, 2007). Diantara 47 stakeholder yang teridentifikasi, terdapat   36,17 persen termasuk kategori manage closly (MC), 8,51 persen termasuk kategori keep satisfied (KS), 21,28 persen termasuk kategori keep informed (KI) dan 34,04 persen kategori monitor (M). Diantara 47 stakeholder terdapat 8,51 persen (golongan KS) yang secara murni dapat digunakan pengaruhnya untuk membantu menyelesaikan konflik, karena mereka memiliki pengaruh yang besar tetapi kepentingan pribadinya rendah.Golongan  ini  diharapkan  dapat  menetralisir  pertarungan  kekuasaan  dan  kepentingan golongan MC.
KAJIAN DAMPAK INOVASI MANGROVE PROTECTOR PADA EKOWISATA MANGROVE DESA PANTAI MEKAR Yulia Puspadewi Wulandari; Nadia Raysina; Desi Muningsih
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.638 KB)

Abstract

Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove melalui ekowisata mangrove Pantai Mekar merupakan wujud aksi PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan fungsi pelestarian lingkungan hidup di Pesisir Muara Gembong. Namun demikian salah satu kendala yang dihadapi dalam konservasi mangrove dan kawasan pesisir adalah keberadaan sampah. Inovasi Mangrove Protector yang dikembangan oleh PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field diharapkan menjadi salah satu solusi. Tujuan kajian ini adalah melakukan analisis dampak inovasi Mangrove Protector pada program ekowisata mangrove di Pantai Mekar. Lokasi dan waktu pengambilan data dilakukan di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Juli 2019. Dampak lingkungan yang diberikan berupa meningkatnya populasi tanaman mangrove di kawasan disebabkan kegiatan penanaman, perluasan area tanam, pengurangan sampah, kontribusi dalam pengurangan CO2 dan CO. Pada aspek sosial, dampak kegiatan dapat diukur dari terbentuknya kelembagaan baru, jumlah penerima manfaat atau masyarakat yang terlibat langsung serta kemitraan yang terbentuk. Pada aspek kesejahteraan keterlibatan kelompok rentan dalam hal ini masyarakat prasejahtera di dalam program serta kegiatan edukasi lingkungan menjadi indikator terukur