cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore" : 10 Documents clear
ANALISIS RISIKO PENURUNAN MUTU IKAN LEMURU SELAMA AKTIVITAS PENANGANAN DI UD. DUTA QURAESY, JEMBER Saraswati, Exist; Purwangka, Fis; Mustaruddin; Darmawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.111-122

Abstract

Duta Quraesy merupakan pemasok ikan lemuru ke pabrik pengolahan ikan untuk diolah menjadi sarden. Penanganan ikan harus diperhatikan agar mutu tetap terjaga karena lemuru mudah rusak dan busuk. Mutu lemuru berpengaruh terhadap pendapatan UD. Duta Quraesy. Maka perlu diidentifikasi hal-hal yang dapat menurunkan mutu ikan agar dapat dicegah/diminimalisir. Penelitian dilakukan di UD. Duta Quraesy dan pabrik pengolahan ikan di Banyuwangi pada Februari 2022 dengan metode analisis risiko. Analisis risiko terdiri dari identifikasi potensi bahaya, estimasi frekuensi kejadian, dan estimasi tingkat keparahan. Tingkat risiko didapat dari korelasi antara frekuensi kejadian dan tingkat keparahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 11 aktivitas penanganan yang dilakukan oleh UD. Duta Quraesy. Terdapat 40 potensi bahaya dengan 24 jenis yang berbeda selama aktivitas penanganan tersebut. Sebanyak 4 jenis potensi bahaya masing-masing berisiko rendah dan sedang, 9 potensi bahaya berisiko tinggi, dan 7 potensi bahaya berisiko sangat tinggi. Lima belas potensi bahaya dapat dikendalikan dengan cara administratif, 1 potensi bahaya dengan cara administratif dan Alat Perlindungan Diri (APD), 2 potensi bahaya dengan administratif dan rekayasa teknik, 3 potensi bahaya dengan administratif dan subsitusi, 1 potensi bahaya masing-masing dengan subsitusi, subsitusi dan rekayasa teknik, dan penggunaan APD. Kata kunci: aktivitas penanganan, ikan lemuru, pengendalian risiko, potensi bahaya, tingkat risiko
PENILAIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA BERDASARKAN PARAMETER ECO-FISHINGPORT Wahyuni, Dyva Mahda; Mustaruddin; Muninggar, Retno
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.123-137

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja merupakan pusat perekonomian masyarakat Aceh yang memiliki aktivitas dan produktivitas yang cukup tinggi. Namun di sisi lain, masih terdapat berbagai permasalahan lingkungan di PPS Kutaraja seperti penanganan sampah, penurunan kualitas perairan dan pengelolaan limbah cair. Permasalahan lingkungan di PPS Kutaraja dapat dikendalikan melalui penerapan konsep pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (eco-fishingport). Tujuan penelitian ini adalah menilai status pengelolaan lingkungan PPS Kutaraja berdasarkan parameter eco-fishingport. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Maret 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive dan accidental sampling. Analisis data menggunakan standar parameter eco-fishingport yang terdiri dari aspek lingkungan fisik, aspek sosial ekonomi, aspek komoditas perikanan serta aspek kelembagaan dan pengawasan. Berdasarkan analisis data didapatkan skor berikut: aspek lingkungan fisik 1,60, aspek sosial ekonomi 1,65, aspek komoditas perikanan 2,00 dan aspek kelembagaan serta pengawasan 1,30. Nilai indeks eco-fishingport PPS Kutaraja adalah 1,59 yang artinya perlu peningkatan kinerja menuju kriteria eco-fishingport. Kata kunci: eco-fishingport, pelabuhan, pengelolaan lingkungan, PPS Kutaraja
KESESUAIAN UKURAN GROSS TONNAGE (GT) KAPAL DENGAN DOKUMEN PADA KAPAL GILLNET DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Apriliani, Izza Mahdiana; Abdillah, Muhammad Faisal; Dewanti, Lantun Paradhita; Sunarto
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.139-144

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangsong menjadi salah satu pelabuhan terbesar dan paling tinggi aktivitasnya di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah armada kapal yang tersebar di PPI Karangsong. Di sisi lain, puluhan kapal yang berada di Indramayu melakukan praktik mark down. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kesesuaian ukuran gross tonnage (GT) kapal dengan dokumen pada kapal gillnet di PPI Karangsong, Kabupaten Indramayu. Riset ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021, bertempat di PPI Karangsong, Kabupaten Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan dengan objek riset kapal gillnet berukuran <5 GT, 5-10 GT, >10-20 GT, >20-30 GT, dan >30 GT. Data yang diambil berupa panjang geladak kapal, lebar kapal dan dalam/tinggi kapal. Pengambilan sampel dari objek riset masing-masing sebanyak 3 kali ulangan per interval GT. Metode riset yang digunakan adalah survei. Data dianalisis secara deskripsi komparatif dengan membandingkan ukuran GT kapal antara ukuran pada dokumen kapal dan ukuran berdasarkan pengukuran fisik kapal. Terdapat beberapa ketidaksesuaian yang ditemukan terjadi pada kapal dengan kategori ukuran >10-20 GT, ukuran >20-30 GT, dan ukuran >30 GT. Selisih ukuran GT kapal tertinggi terdapat pada kapal dengan ukuran >30 GT. Kata kunci: gross tonage, pengukuran kapal, mark down, PPI Karangsong
KELAYAKAN USAHA PERIKANAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.): STUDI KASUS DI DESA KANDANGSEMANGKON, LAMONGAN Indriani, Lina; Astarini, Julia Eka; Taurusman, Am Azbas; Wisudo, Sugeng Hari; Imron, Mohammad
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.145-154

Abstract

Desa Kandangsemangkon merupakan salah satu tempat pendaratan ikan kakap merah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Fasilitas yang ada di wilayah tersebut masih sangat minim dan terbatas sehingga perlu untuk dikembangkan. Namun, sumber dana yang dimiliki masih sangat terbatas sehingga membutuhkan investor untuk mendukung pembangunan fasilitas. Pemilik dana (investor) memerlukan studi kelayakan usaha sebagai bahan pertimbangan untuk mengoptimalkan investasinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi terkini dan menganalisis kelayakan usaha perikanan kakap merah yang berbasis di Desa Kandangsemangkon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria responden yaitu pemilik kapal pancing ulur di Desa Kandangsemangkon yang menangkap ikan kakap merah. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi perikanan kakap merah. Kelayakan usaha dihitung menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perikanan kakap merah dengan menggunakan pancing ulur di Desa Kandangsemangkon menggunakan kapal berukuran 10-20 GT, lama trip berkisar 10-12 hari per trip, dengan hasil tangkapan sekitar 786,2 kg per trip. Analisis kelayakan finansial diperoleh nilai NPV sebesar Rp842.664.286, nilai net B/C sebesar 4,04, IRR sebesar 76%, dan nilai PP sebesar 2,75. Usaha perikanan kakap merah yang berbasis di Desa Kandangsemangkon layak untuk diusahakan. Kata kunci: investasi, kakap merah, Kandangsemangkong, kelayakan usaha, Lamongan, pancing ulur
PERFORMA STABILITAS KAPAL PURSE SEINE SAMPOERNA 02 KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Bangun, Tri Nanda Citra; Yuwandana, Dwi Putra; Komarudin, Didin; Muninggar, Retno
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.155-163

Abstract

Kapal purse seine merupakan armada penangkapan ikan yang tergolong sebagai encircling gear dan umumnya menangkap ikan yang bergerombol. Kapal purse seine Sampoerna 02 termasuk salah satu armada yang berlokasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dan pernah mengalami risiko kecelakaan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis kapal Sampoerna 02, terhadap 4 kondisi kapal, yaitu kondisi kapal kosong, kapal berangkat menuju ke fishing ground, kapal berada di fishing ground, dan pada saat kapal pulang. Perhitungan rasio dimensi utama kapal, diperoleh nilai L/B sebesar 4,15, nilai L/D sebesar 9,44, dan nilai B/D sebesar 2,28. Perhitungan dan analisis stabilitas kapal menggunakan kriteria dari standar International Maritime Organization (IMO). Berdasarkan perhitungan stabilitas diperoleh nilai GZ maksimum pada sudut 30° pada kondisi 1 sebesar 0,531 m, kondisi 2 sebesar 0,322 m, kondisi 3 sebesar 0,362 m, dan kondisi 4 sebesar 0,391. Berdasarkan hasil analisis stabilitas, kapal Sampoerna 02 pada kondisi 1 dan kondisi 4 memiliki stabilitas yang baik, berbeda dengan stabilitas yang dihasilkan pada kondisi 2 dan 3. Hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan muatan serta tata letak yang dipindahkan ke atas kapal. Sehingga untuk memperoleh hasil stabilitas yang baik perlu dilakukan kajian lanjutan terkait manajemen tata letak dan muatan di atas kapal. Kata kunci: stabilitas kapal, kapal purse seine, kapal perikanan
PERSEPSI DAN PRODUKSI HASIL TANGKAPAN NELAYAN SKALA KECIL DI KOTA DUMAI PROVINSI RIAU PADA SAAT PANDEMI COVID-19 Djunaidi; Arkham, Muhammad Nur; Ikhsan, Suci Asrina; Amrullah, Mohd. Yusuf
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.165-172

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 memberikan dampak terhadap sektor perikanan, salah satu kota pesisir yang terdampak adalah Kota Dumai. Secara umum, terjadi penurunan aktivitas penangkapan ikan yang dapat menurunkan produksi perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi nelayan kecil terhadap Covid-19 dan mengetahui hasil tangkapan nelayan kecil pada saat sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 di Kota Dumai. Pengambilan persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara dan data hasil tangkapan ikan didapatkan dari pendataan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai. Responden dalam penelitian adalah nelayan jaring insang dan sondong. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan sebanyak 56 % nelayan di PPI Kota Dumai cukup memahami informasi tentang Covid-19 dan 54 % nelayan telah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker setiap keluar rumah. Rata-rata hasil tangkapan ikan jaring insang di PPI Kota Dumai sebelum terjadinya pandemi Covid-19 (bulan Januari-April 2020) sebesar 24.649,5 kg, setelah terjadi pandemi Covid-19 (Mei-Agustus) mengalami penurunan sebanyak 37,5 % (9.255,0 kg). Rata-rata hasil tangkapan ikan dengan alat tangkap sondong di PPI Dumai sebelum pandemi Covid-19 (Januari-April 2020) sebanyak 11.603,3 kg, setelah terjadi pandemi Covid 19 (Mei-Agustus) terjadi penurunan sebanyak 19,4 % (2.256,3 kg). Kata kunci: nelayan skala kecil, pandemi Covid-19, persepsi nelayan, PPI Dumai
PERBANDINGAN KELAYAKAN USAHA JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN KAPAL YANG BERBEDA (STUDI KASUS DI KIJANG KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU) Firmansyah, Aldi; Wiyono, Eko Sri; Warlina, Lina
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.173-187

Abstract

Jaring insang adalah alat tangkap yang menangkap ikan yang bernilai ekonomis dan memiliki tingkat produktivitas tangkapan yang baik. Ada kecenderungan nelayan memperbesar ukuran kapalnya. Untuk mendapatkan gambaran pengaruh ukuran kapal terhadap kelayakan usaha jaring insang, telah dilakukan penelitian di Kijang Pulau Bintan antara bulan September sampai dengan Oktober tahun 2021. Kapal ikan yang diteliti memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari di bawah 10 GT sampai dengan di atas 30 GT. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh ukuran kapal ikan terhadap kelayakan perikanan gillnet. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perikanan, dan tingkat pendapatan nelayan gillnet serta menganalisis kelayakan perikanan gillnet di Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan deskriptif komparatif analisis. Sampel perahu purse seine dianalisis kelayakan usahanya, dan kemudian diperbandingkan antar ukuran GT-nya. Populasi kapal gillnet di Kijang adalah 254 unit, berdasarkan perhitungan sampel yang diambil terdapat 16 kapal yang dikelompokkan dalam rentang ukuran 11-20 GT dan 21-30 GT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan gillnet dengan ukuran kapal 11-20 GT menghasilkan pendapatan operasional rata-rata Rp369.803.333, rata-rata R/C Ratio 2,06, dan nilai Break Even Point (BEP) rata-rata 2.636,47 kg untuk BEP (volume produksi) atau rata-rata Rp81.815.579 (untuk nilai penjualan BEP). Kapal gillnet ukuran 11-20 GT memiliki nilai NPV rata-rata Rp1.798.672.695, rata-rata Net B/C Ratio 5,00, dan rata-rata IRR 113,91 %. Sedangkan analisis bisnis kapal berukuran 21-30 GT berhasil menghasilkan pendapatan operasional rata-rata Rp361.238.667, rata-rata R/C Ratio 1,65, dan nilai Break Even Point (BEP) rata-rata 6.367,03 kg (untuk volume produksi BEP) atau rata-rata Rp149.729.204, (untuk nilai penjualan BEP). Analisis NPV menunjukkan kapal gillnet ukuran 21-30 GT memiliki rata-rata nilai NPV sebesar Rp2.015.062.883, rata-rata Net B/C Ratio 4,98, dan rata-rata IRR 92,00 %. Berdasarkan hasil perhitungan analisis usaha dan investasi maka dapat disimpulkan kapal jaring insang (gillnet) ukuran 11-20 GT lebih menguntungkan. Kata kunci: gillnet, kelayakan usaha, Kijang, pendapatan nelayan
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE JAKARTA Muninggar, Retno; Fadhilah, Harits Ridho; Mustaruddin; Puspito, Gondo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.189-198

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke adalah adanya limbah padat yang belum terkelola dengan baik di daratan pelabuhan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis limbah padat dan estimasi jumlah limbah padat di dermaga PPN Muara Angke dan mengukur persepsi pengguna terhadap kesadaran pengelolaan limbah padat. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study. Teknik penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif berdasarkan SNI 19-3964-1994 dan metode skoring dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi limbah sebesar 278,31 kg/hari dengan jenis limbah yang mayoritas ditemukan terdiri dari: kayu (29,47%) dan plastik (27,33%). Persepsi pengguna pelabuhan terhadap kesadaran pengelolaan sampah memiliki kategori positif sekitar 84,62%. Kata kunci: limbah padat, lingkungan, PPN Muara Angke, pengelolaan, sampah
PENGARUH TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN TERHADAP DEGRADASI DAERAH PENANGKAPAN LOBSTER DI TELUK PALABUHANRATU Simbolon, Domu; Sabila, Fathiha Rizki; Yusfiandayani, Roza
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.201-211

Abstract

Produktivitas tangkapan dan ukuran panjang lobster di Teluk Palabuhanratu cenderung semakin menurun, dan hal ini merupakan suatu indikasi bahwa daerah penangkapan ikan telah terdegradasi. Degradasi daerah penangkapan ikan ini dapat terjadi sebagai akibat adanya tekanan teknologi penangkapan ikan, seperti eksploitasi sumber daya ikan sudah mencapai overfishing dan hasil tangkapan pun didominasi oleh kategori illegal size. Kegiatan riset tentang teknologi penangkapan dalam kaitannya dengan timbulnya degradasi daerah penangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknologi penangkapan yang mempengaruhi degradasi daerah penangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu. Data yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut adalah daerah penangkapan ikan, metode penangkapan, dan armada penangkapan lobster. Data tersebut diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap responden. Responden ditetapkan dengan teknik snowball sampling. Alat penangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu menggunakan jaring insang dasar dan trammel net. Teknologi dengan jaring insang dasar memiliki potensi yang lebih besar menyebabkan degradasi sumber daya lobster dan habitatnya. Teknologi penangkapan ikan dengan pancing lebih berwawasan lingkungan dibandingkan dengan jaring insang dasar dan trammel net. Perahu trammel net lebih mudah dioperasikan untuk menangkap lobster dibandingkan dengan jaring insang dasar dan pancing di Teluk Palabuhanratu. Kata kunci: degradasi, lobster, Palabuhanratu, snowball sampling, teknologi penangkapan
PENGGUNAAN ATRAKTOR UMPAN IKAN RUCAH YANG DILARUTKAN CUMI-CUMI (Loligo spp.) PADA JARING RAMPUS DI PALABUHANRATU Zulkarnain; Meilinda, Desi; Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.113-125

Abstract

Perikanan jaring rampus saat ini belum mengalami banyak kemajuan dan hasil tangkapannya yang tidak selalu meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi hasil tangkapan jaring rampus berumpan ikan rucah yang dilarutkan cumi dengan jaring rampus tanpa umpan, menentukan pengaruh penggunaan umpan, dan menentukan produktivitas jaring rampus perlakuan dan kontrol. Penelitian dilakukan di Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menggunakan metode eksperimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan selama 16 trip. Hasil tangkapan pada piece jaring rampus perlakuan sebesar 69,83 kg dan piece kontrol sebesar 42,93 kg dengan rata-rata jumlah jenis ikan pada piece perlakuan yaitu 8 ± 0,47 sedangkan kontrol yaitu 7 ± 0,45. Hasil tangkapan dominan pada penelitian ini adalah swanggi (Priacanthus tayenus), gulamah (Johnius trachycephalus), layang anggur (Decapterus kurroides), selar bentong (Selar crumenophthalmus), dan kakap (Lates calcarifer). Perlakuan menggunakan umpan ikan rucah yang dilarutkan cumi memberikan pengaruh nyata terhadap berat total dan jumlah ekor hasil tangkapan. Penggunaan umpan membantu kenaikan persentase produktivitas piece jaring rampus perlakuan sebesar 62,7% dengan produktivitas per-piece perlakuan lebih besar dibandingkan kontrol dengan masing-masing nilainya sebesar 1,09 kg/piece dan 0,67 kg/piece dan untuk nilai produktivitas satu piece perlakuan yaitu Rp19.181,00 sedangkan kontrol yaitu Rp6946,00 sehingga didapatkan persentase produktivitas hasil tangkapan piece perlakuan terhadap piece kontrol sebesar 176,1%. Kata kunci: atraktor umpan, cumi-cumi, ikan rucah, jaring rampus

Page 1 of 1 | Total Record : 10