cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore" : 10 Documents clear
PENGUKURAN SEBARAN FREKUENSI SUARA RUMPON PORTABLE PADA FREKUENSI YANG BERBEDA Ahmad Zuhril Hisan; Roza Yusfiandayani; Ronny Irawan Wahju
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.221-233

Abstract

Rumpon portable dioperasikan untuk mengumpulkan ikan menggunakan suara, di mana ikan dapat mendeteksi suara menggunakan inner ear (telinga dalam), gelembung renang, dan linea lateralis. Ikan yang mendekati sumber suara dikategorikan sebagai ikan acoustictaksis positif, sedangkan ikan yang menjauh dari sumber suara disebut acoustictaksis negatif. Pada rumpon portable, suara yang dikeluarkan dapat merambat di perairan. Suhu dan salinitas berpengaruh terhadap gelombang suara yang merambat pada kolom perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur frekuensi suara rumpon portable dengan frekuensi 1.000-5.000, 6.000-10.000, 11.000-15.000 Hz pada skala laboratorium, mengukur frekuensi suara rumpon portable dengan frekuensi 11.000-15.000 Hz pada skala lapangan di Palabuhanratu. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran langsung di lapangan sebanyak 3 kali ulangan di setiap frekuensinya. Hasil dari laboratorium menunjukkan pada frekuensi 11.000-15.000 Hz memiliki noise yang sedikit. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan adanya perbedaan amplitudo di setiap waktu dan jarak dikarenakan adanya faktor suhu, salinitas dan faktor lingkungan lainnya seperti arus dan angin. Gelombang suara yang dapat dideteksi di kedalaman 2 meter dan 6 meter secara horizontal. Kata kunci: experimental fishing, frekuensi, Palabuhanratu, rumpon portable
ANALISIS DESAIN KAPAL KAYU DENGAN LAMINASI POLYCARBONATE GUNA MENGEKSPLORASI WISATA BAWAH LAUT GILI GENTING Anauta Lungiding Angga Risdianto; M. Mustain; Akh. Maulidi; Triyanti Irmiyana; Windra Iswidodo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.291-301

Abstract

Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah dengan potensi wisata bawah laut yang melimpah, salah satunya adalah di Pulau Gili Genting yang memiliki keindahan ekosistem bawah laut, menawarkan pemandangan eksotis terumbu karang yang indah serta ribuan kawanan ikan hias. Namun, pada faktanya sarana dan prasarana guna menuju kawasan wisata bawah laut ini masih sangat minim. Hal ini terbukti dengan sedikitnya jumlah perahu maupun dermaga yang kurang dan sangat memprihatinkan. Perkembangan teknologi saat ini menawarkan berbagai macam jenis material pengganti kayu seperti fiber glass, HDPE (High Density Poly Ethylene), aluminum, PVC (Polyvinyl Chloride) dan material baru lainnya. Salah satunya adalah polycarbonate yang dikombinasikan dengan bahan kayu dapat menghasilkan produk kapal wisata yang unik. Proses desain kapal kayu wisata dengan laminasi polycarbonate diperoleh ukuran utama yakni L = 9 m, B = 1.8 m, H = 0.8 m, t = 0.42 m. Hasil simulasi model kapal dengan menggunakan aplikasi Maxsurf dengan kecepatan pengujian 8 knot diperoleh kebutuhan daya sebesar 4.646 kN, sehingga diperlukan daya mesin utama sebesar 30 HP. Kata kunci: desain, kapal kayu, polikarbonat, wisata
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI PERAIRAN PANGANDARAN Siti Nurholisah; Alexander M.A. Khan; Lantun Paradhita Dewanti; Mega Laksmini Syamsuddin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.313-321

Abstract

Salah satu wilayah yang mempunyai potensi sumberdaya hayati laut yang cukup besar adalah Perairan Pangandaran. Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pemetaan daerah penangkapan ikan bawal putih dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi SIG. penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah penangkapan ikan bawal putih dan juga menganalisis hubungan parameter oseanografi dengan produktivitas tangkapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan diambil dari Aqua modis, ECMWF, DEMNAS, dan data dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CPUE tertinggi berada pada posisi 108˚47’49” BT dan 7˚45’59” LS dan nilai CPUE terendah berada pada posisi 108˚40’31” BT dan 7˚46’31” LS, suhu optimum berada pada kisaran 27-28˚C, klorofil-a optimum berada pada kisaran 3,1-4,0 mg/m3, nilai optimum arus berada pada kisaran 2,6-5,0 m/s dan nilai optimum kedalaman berada pada kisaran 16-36 m. Kata kunci: bawal putih, pangandaran, pemetaan, SIG
POLA DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN CAKALANG DI PPI DUFA-DUFA KOTA TERNATE Rian Hidayat; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Roza Yusfiandayani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.235-242

Abstract

Hasil tangkapan Ikan di Kota Ternate sebagian besar didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dufa-dufa. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi pusat pengembangan ekonomi industri perikanan baik dari segi produksi maupun penjualan. Cakalang merupakan salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPI Dufa-dufa. Cakalang menjadi hasil tangkapan unggulan nelayan di PPI Dufa-dufa selain tuna, tongkol dan kembung. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya 5 jalur distribusi ikan cakalang yaitu: jalur I terdiri dari: nelayan, pelaksana, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi II terdiri dari: nelayan, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi III yaitu: nelayan, pedagang (dibo-dibo), pedagang kecil. Jalur distribusi IV terdiri dari nelayan, pelaksana, perusahaan. Jalur V yaitu terdiri dari: nelayan dan konsumen. Berdasarkan kriteria efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate pada setiap jalur distribusi menunjukan bahwa efisiensi pemasaran masih di bawah <5% dimana pada pada pelaku distribusi pelaksana sebesar 0,00, pedagang (dibo-dibo) 1,58 dan pedagang kecil 4,17%. Kata kunci: cakalang, efisiensi pemasaran, pola distribusi, PPI Dufa-dufa
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN GILLNET MILLENIUM BERDASARKAN PERBEDAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PPI KARANGSONG Rizkia Nurfarida; Lantun Paradhita Dewanti; Sri Astuty; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.303-312

Abstract

Produksi hasil tangkapan ikan gillnet millenium yang didaratkan di PPI Karangsong berasal dari berbagai daerah penangkapan ikan (DPI). Karakteristik DPI dapat mempengaruhi komposisi hasil tangkapan. Riset ini bertujuan untuk membandingkan komposisi jenis, ukuran ikan, serta menganalisis hubungan suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap komposisi hasil tangkapan gillnet millenium berdasarkan daerah penangkapan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil riset, didapatkan hasil tangkapan yang berbeda dari masing-masing daerah penangkapan ikan, baik dari segi bobot maupun jumlah ikan hasil tangkapan gillnet millenium. Hasil tangkapan utama gillnet millenium yaitu ikan tongkol dan ikan tenggiri. Komposisi hasil tangkapan utama dari segi bobot sebesar 56% dan hasil tangkapan sampingan sebesar 44%. Komposisi ukuran ikan tongkol didominasi oleh ukuran layak tangkap sebesar 66%, ikan tenggiri didominasi oleh ukuran belum layak tangkap sebesar 96%. Pemanfaatan hasil tangkapan sebesar 99,88%. Hubungan hasil tangkapan utama terhadap klorofil-a dan SPL memiliki hubungan yang kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,71 bagi kapal <15 GT sedangkan untuk kapal ≥15-30 GT sebesar 0,73. Kata kunci: klorofil-a, suhu permukaan laut, tenggiri, tongkol
TINJAUAN OPERASIONAL USAHA PERIKANAN PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN, JAWA TIMUR Yulia Estmirar Tanjov; Liya Tri Khikmawati; Eky Dwi Pangestu; Made Mahendra Jaya
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.261-270

Abstract

Salah satu contoh pukat cincin (purse seine) dengan satu kapal dan menggunakan lampu adalah yang saat ini digunakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Berdasarkan data monitoring UPT PPP Mayangan, terjadi peningkatan alat tangkap purse seine sebesar 13,9% dari tahun 2020 sebesar 216 menjadi 246 di tahun 2021. Berdaasarkan data tersebut, peninjauan usaha perikanan purse seine dilakukan untuk mengevaluasi usaha perikanan tersebut melalui analisis keuangan, apakah menguntungkan atau sebaliknya. Metode purposive sampling digunakan dalam pengumpulan data peninjauan tersebut dengan melakukan beberapa tinjauan di lapangan seperti wawancara dan observasi pada responden. Responden yang dipilih berjumlah 20 yang mewakili nelayan purse seine di PPP Mayangan. Berdasarkan kajian tersebut menunjukkan bahwa operasi penangkapan ikan pukat cincin di PPP Mayangan menghasilkan keuntungan sebesar Rp.28.310.000 selama 4 perjalanan, dengan nilai rasio pendapatan terhadap biaya (revenue cost ratio) sebesar 2,23, yang menandakan usaha yang menguntungkan. Periode pengembalian investasi (payback period) untuk usaha ini adalah 33 bulan, menunjukkan pengembalian investasi yang relatif cepat. Berdasarkan hasil peninjauan, dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan pukat cincin (purse seine) di PPP Mayangan adalah usaha perikanan tangkap yang sukses dengan pengembalian investasi yang cepat, memungkinkan usaha ini dipertahankan dan ditingkatkan. Kata kunci: purse seine, studi kasus, usaha perikanan
KERAGAAN TEKNIS DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN UMPAN PADA BUBU NAGA DI PERAIRAN BONDET CIREBON JAWA BARAT Melianti; Mohammad Imron; Zulkarnain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.243-260

Abstract

Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan sedikit menyebabkan pendapatan nelayan tidak dapat menutupi kebutuhan sehari-hari, sehingga diperlukan cara untuk meningkatkan produktivitas bubu naga, salah satu caranya dengan penggunaan umpan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unit penangkapan bubu naga, menghitung komposisi hasil tangkapan yang menggunakan umpan dan tidak menggunakan umpan pada bubu naga, dan menghitung pendapatan usaha perikanan bubu naga. Penelitian dilakukan di Perairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bondet pada bulan Maret hingga April 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah experimental fishing dengan menggunakan umpan ikan rucah yaitu ikan tembang dan ikan pepetek dalam 20 kali ulangan (trip) di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 bubu naga yang digunakan dalam penelitian memiliki dimensi (50 cm  37 cm  35 cm) dengan panjang bubu yaitu 10 m. Total hasil tangkapan bubu naga kontrol (tanpa umpan) yaitu 82,53 kg (672 ekor) dari 11 jenis ikan dan total hasil tangkapan bubu naga perlakuan atau dengan menggunakan umpan 131,721 kg (904 ekor) dari 11 jenis ikan. Berdasarkan analisis keuntungan yang telah dihitung bahwa usaha perikanan bubu naga layak untuk dilanjutkan. Umpan ikan rucah dapat dijadikan sebagai implementasi teknologi tepat guna untuk alat tangkap bubu naga karena hasil tangkapan bubu naga yang menggunakan umpan lebih banyak jika dibandingkan dengan bubu naga yang tidak menggunakan umpan. Kata kunci: Bondet, bubu naga, ikan rucah, umpan
KOMPOSIT PLASTIK SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF KAPAL PENANGKAP IKAN Syafril Mayu Dinata; Budhi Hascaryo Iskandar; Firda Aulya Syamani; Fuad; Yopi Novita
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.277-290

Abstract

Armada kapal penangkapan ikan saat ini masih didominasi oleh kapal tradisional. Kapal ikan tradisional pada umumnya terbuat dari bahan kayu. Menimbang dari kondisi alam Indonesia yang sebagian besar adalah perairan laut, maka aktivitas penangkapan ikan sangat tinggi. Kebutuhan akan kapal penangkapan ikan yang meningkat turut meningkatkan permintaan kayu. Pada proses pembuatan kapal penangkap ikan tradisional, nelayan menghadapi berbagai permasalahan, di antaranya harga kayu cukup mahal karena ketersediaannya menurun. Kualitas kayu yang menurun juga mempengaruhi ketahanan dan keawetan kapal berbahan kayu. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah bahan pengganti yang digunakan dalam pembuatan kapal penangkap ikan tradisional, agar kualitas kapal yang dibuat memiliki mutu baik dan nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang berlimpah ketika melaut. Bahan alternatif pengganti kayu, dapat berupa bahan yang mengandung lignoselulosa, yang kemudian dikombinasikan dengan bahan plastik untuk mendapatkan material dengan sifat yang lebih baik. Studi pustaka ini membahas bahan alternatif pembuatan kapal ikan yang memungkinkan sebagai pengganti kayu, yang berupa komposit dari bahan plastik dan bahan yang mengandung lignoselulosa, terutama komposit polipropilena dengan pengisi jerami padi atau serat kelapa. Kata kunci: jerami padi, kapal penangkap ikan, komposit lignoselulosa-plastik, polipropilena, serat kelapa
KESESUAIAN KRITERIA TEKNIS DAN OPERASIONAL PPS NIZAM ZACHMAN JAKARTA TERHADAP PERATURAN TENTANG KEPELABUHANAN PERIKANAN Yaser Krisnafi; Ratih Purnama Sari; Suci Asrina Ikhsan; Ratu Sari Mardiah; Roma Yuli F Hutapea; Rangga Bayu Kusuma Haris
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.323-331

Abstract

Volume perikanan PPS Nizam Zachman pada Tahun 2021 adalah sebesar 79 juta ton dengan nilai produksi perikanan laut yang didaratkan di PPS Nizam Zachman Tahun 2021 adalah sebesar 588,5 Milyar Rupiah sehingga membutuhkan fasilitas baik pokok, fungsional, dan penunjang. Sebuah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) harus memiliki kriteria teknis dan operasional tertentu agar fungsi dan peranan Pelabuhan dapat berjalan dengan baik. Perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian teknis dan operasional Pelabuhan perikanan di PPS Nizam Zachman berdasarkan PERMEN-KP RI NOMOR PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Pengambilan data dilakukan di PPS Nizam Zachman pada Bulan Januarai 2023. Kriteria yang dikaji pada penelitian ini adalah kesesuaian pada kriteria teknis, yaitu: fasilitas tambat labuh, panjang darmaga dan kolam Pelabuhan, kapasitas kapal yang mampu ditampung dan jumlah keseluruhan GT kapal, dan Luas lahan Pelabuhan. Sedangkan kesesuaian kriteria operasional, yaitu: jumlah ikan yang diekspor, aktivitas bongkar muat dan pemasaran, dan terdapat industri pengolahan dan industri penunjang. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa semua kriteria yang diteliti baik teknis maupun operasional sudah sesuai dengan PERMEN-KP RI NOMOR PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Fasilitas tambat labuh didominasi oleh kapal-kapal berukuran 101-200 GT. Total panjang dermaga di PPS Nizam Zachman Jakarta yaitu 2.272 meter. Kolam pelabuhan dapat menampung sebanyak 540 unit dalam 1 bulan. Luas lahan Pelabuhan PPS Nizam Zachman 71 Ha. Ikan hasil tangkapan yang dipasarkan secara ekspor sebesar 16.500 ton pada tahun 2021. Jumlah perbekalan/muatan kapal yang dibawa dan distribusi pemasaran ikan dalam satu hari melebihi 50 ton. Terdapat banyak industry pengolahan dan penunjang di PPS Nizam Zachman Jakarta.
IDENTIFIKASI USAHA PENANGKAPAN IKAN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS Izza Mahdiana Apriliani; Heti Herawati; Pringgo KDNY Putra
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.271-276

Abstract

Usaha perikanan tangkap merupakan jenis usaha perikanan yang paling banyak dilakukan di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas. Oleh karenanya, gambaran mengenai usaha penangkapan ikan penting untuk diketahui dalam rangka mendukung pembangunan perikanan di Kabupaten Kepualuan Anambas. Dominasi lokasi penangkapan ikan di Kabupaten Kepulauan Anambas berada pada wilayah Perairan Mesabang, dengan dominasi nelayan yang berasal dari Desa Batu Belah menggunakan alat tangkap pancing. Operasi penangkapan dilakukan antara malam dan siang hari bergantung pada alat tangkap yang digunakan. Ukuran ikan lebih panjang dan besar pada bulan November–Februari, saat musim puncak. Harga ikan paling tinggi pada saat musim kurang tiba. Terdapat tiga skema pemasaran hasil tangkapan ikan di Desa Batu Belah, yaitu secara langsung, melalui pengepul, dan melalui agen eksportir. Kata kunci: Desa Batu Belah, nelayan, produksi perikanan

Page 1 of 1 | Total Record : 10