cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 298 Documents
PENILAIAN TINGKAT TEKNOLOGI GALANGAN KAPAL PT. PROSKUNEO KADARUSMAN MUARA BARU JAKARTA Izza Mahdiana Apriliani; Mohammad Imron; Vita Rumanti Kurniawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 3 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.429 KB) | DOI: 10.29244/core.3.3.331-342

Abstract

Peningkatan jumlah kapal di PPS Nizam Zachman akan menjadi target potensial pasar bagi galangan yang ada di sekitar pelabuhan. Salah satu galangan kapal yang berperan dalam melayani kapal-kapal di sekitar PPS Nizam Zachman adalah PT. Proskuneo Kadarusman. Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi permintaan pasar yang meningkat, PT. Proskuneo Kadarusman harus dapat mengimbangi dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing. Upaya meningkatkan produktivitas galangan salah satunya dengan cara meningkatkan teknologi. Peningkatan teknologi perlu didahului dengan penilaian terhadap tingkat teknologi. Penilaian tingkat teknologi dilakukan dengan menghitung nilai TCC (technology contribution coefficient) dari komponen teknologi technoware, humanware, infoware dan orgaware (organisasi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 dengan menggunakan metode studi kasus di PT. Proskuneo Kadarusman Muara Baru Jakarta. Analisis data yang digunakan adalah analisis TCC dengan menilai kontribusi komponen teknologi. Galangan PT. Proskuneo Kadarusman merupakan salah satu galangan yang aktif melayani reparasi dan produksi kapal dengan memiliki manajemen galangan yang baik yang meliputi struktur organisasi, sumberdaya manusia, pelayanan reparasi dan produksi serta sistem informasi internal dan eksternal. Nilai kontribusi komponen humanware memiliki nilai kontribusi tetinggi sedangkan komponen infoware memiliki kontribusi terendah. Nilai TCC dari galangan kapal PT. Proskuneo Kadarusman menunjukkan teknologi di galangan tersebut berada pada level semi-modern. Kata kunci: humanware, infoware, technoware, teknometrik, orgaware
PENGARUH LEDAKAN POPULASI IKAN SAPU-SAPU (PTERYGOPLICHTHYS SPP) TERHADAP PRODUKSI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI PERAIRAN DANAU SIDENRENG Hasrianti -; Surianti -; Muhammad Rais Rahmat
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam invasive species. Terjadinya ledakan populasi ikan sapu-sapu di perairan Danau Sidenreng memberikan dampak terhadap keberlanjutan biodiversitas perairan juga memberikan dampak terhadap produksi hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ledakan populasi ikan sapu-sapu terhadap volume hasil tangkapan nelayan jaring insang. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu dari bulan Juni hingga Agustus 2020 di Desa Teteaji dan Kelurahan Wette’e, Kab. Sidenreng Rappang. Berdasarkan perbandingan jumlah hasil tangkapan (jumlah ekor) diperoleh persentase jumlah hasil tangkapan ikan target dalam 9 kali trip penangkapan yaitu 53,81% dan 46,19% untuk tangkapan buangan (ikan sapu-sapu). Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji Mann-Whitney didapatkan nilai Asympe sig (2 tailed) sebesar 0.000 yang artinya p value < 0,05 maka h0 ditolak. Hal ini menandakan terdapat perbedaan volume hasil tangkapan nelayan sebelum adanya ledakan populasi ikan sapu-sapu dan saat terjadi ledakan populasi ikan sapu-sapu di Perairan Danau Sidenreng. Kata kunci: ikan sapu-sapu, invasive spesies, jaring insang, ledakan populasi
STATUS SUMBERDAYA IKAN EKOR KUNING (Caesio cuning) PADA MUSIM PERALIHAN DI PERAIRAN KARIMUNJAWA: SUATU PENDEKATAN MENGGUNAKAN SPAWNING POTENTIAL RATIO Regi Darmawan; Budy Wiryawan; Prihatin Ika Wahyuningrum
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan ekor kuning (Caesio cuning) merupakan hasil tangkapan yang dominan ditangkap oleh nelayan Karimunjawa. Tingkat pemanfaatan ikan ekor kuning cukup tinggi sehingga perlu adanya pengaturan dalam pengelolaan agar sumberdaya ikan ekor kuning tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status sumberdaya ikan ekor kuning pada musim peralihan bulan Maret-April 2018. Metode yang digunakan adalah teknik Length-Based Spawning Potential Ratio (LB-SPR). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi stok sumberdaya ikan ekor kuning pada bulan Maret–April 2018 (musim peralihan I) under exploited dengan nilai kematian diakibatkan penangkapan (F/M) sebesar 1,44, Spawning Potential Ratio (SPR) 0,50 dan rata-rata ukuran ikan yang tertangkap lebih besar dari nilai panjang pertama kali matang gonad (SL50>Lm) sehingga penambahan upaya sebesar 10% pada musim peralihan masih memungkinkan. Pada penelitian sebelumnya pada bulan Januari–Februari 2017 (musim barat) kondisinya telah tereksploitasi secara berlebih dengan nilai kematian diakibatkan penangkapan (F/M) 2,75, Spawning Potential Ratio (SPR) 0,18 dan rata-rata ukuran ikan yang tertangkap lebih kecil dari nilai panjang pertama kali matang gonad SL50<Lm. Oleh karena itu, pengaturan terkait jumlah penangkapan perlu diatur sesuai musim penangkapan agar terciptanya perikanan ekor kuning yang berkelanjutan. Kata kunci: alat tangkap, Karimunjawa dan spawning potential ratio
KOMPOSISI DAN POLA MUSIM IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN TEGAL JAWA TENGAH Mohammad Imron; Kusnandar .; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.033-046

Abstract

Pemanfaatan sumber daya ikan harus berdasarkan efisiensi dan asas keberlanjutan. Efisiensi merupakan usaha untuk memaksimumkan hasil penangkapan, dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin. Efisiensi penangkapan dapat didukung dengan diketahuinya pola musim atau waktu terbaik menangkap suatu sumberdaya ikan. Informasi mengenai pola musim penangkapan juga sangat dibutuhkan oleh manajer perikanan baik pemerintah maupun swasta dalam melakukan pengaturan agar upaya eksploitasi terhadap sumberdaya ikan dilakukan secara bijak dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi hasil tangkapan dan pola musim penangkapan ikan di perairan Tegal. Penelitian dilakukan di TPI Larangan dan TPI Suradadi Kabupaten Tegal, pada bulan Maret 2019, dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan Produksi ikan dominan selama 5 tahun (2016-2019) di perairan Tegal adalah teri jawa (3.753,9 ton), selanjutnya rebon (1.305,4 ton), ikan tembang (542,4 ton), teri nasi (355,2 ton), kembung (116,1 ton), pepetek (87,3 ton), dan cumi-cumi sebanyak 18,7 ton. Puncak musim penangkapan ikan teri nasi adalah bulan Februari. Puncak musim ikan teri jawa adalah bulan Juni. Puncak musim ikan pepetek adalah bulan Januari. Puncak musim ikan kembung terjadi pada bulan Januari. Puncak musim ikan tembang terjadi pada bulan Januari. Puncak musim penangkapan udang rebon terjadi pada bulan Februari. Puncak musim cumi-cumi terjadi pada bulan April. Kata kunci: komposisi hasil tangkapan, pengelolaan, pola musim penangkapan
KESELAMATAN KERJA AKTIVITAS BONGKAR KAPAL BOUKE AMI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE Erlin Nur Yustikaningsih; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.047-057

Abstract

Salah satu lingkup keselamatan kerja pada nelayan yaitu pada aktivitas bongkar hasil tangkapan. Aktivitas bongkar merupakan proses penurunan hasil tangkapan ke dermaga sampai ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kegiatan bongkar memiliki potensi kecelakaan kerja paling tinggi, karena pada kegiatan tersebut banyak melibatkan orang dalam aktivitasnya serta terdapat konsekuensi bahaya yang dikategorikan dalam bahaya besar. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas bongkar kapal bouke ami di PPN Muara Angke, menghitung tingkat risiko aktivitas bongkar anak buah kapal bouke ami, serta memberikan rekomendasi agar keselamatan kerja ABK pada aktivitas bongkar lebih terjamin. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada nelayan dan ABK mengenai aktivitas kegiatan bongkar dan potensi bahaya yang ada. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, analisis Hierarchical Task Analysis, dan metode Job Safety Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 42 aktivitas pada kegiatan bongkar. Analisis HTA dan JSA menunjukkan dari 42 aktivitas tersebut terdapat 10 (18.18%) aktivitas yang termasuk kategori ringan, 29 (52.73%) aktivitas yang termasuk kategori menengah, 9 (16.36%) aktivitas yang termasuk kategori berat, dan 7 (12.73%) aktivitas yang termasuk kategori fatal. Terdapat beberapa aktivitas yang mempunyai lebih dari satu kategori. Penerapan pengendalian risiko dapat menurunkan tingkat risiko ke kategori yang lebih rendah. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kelengkapan fasilitas berupa life vest terutama pada persiapan operasi serta dibutuhkan pengemudi transportasi hasil tangkapan yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersifat fatal. Kata kunci: aktivitas bongkar, kapal bouke ami, keselamatan kerja
PENGGUNAAN IKAN TEMBANG (Sardinella gibbosa) SEBAGAI UMPAN PADA ATRAKTOR UMPAN VERTIKAL TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG Bangkit Reksa Adjiatma; Zulkarnain -; Sulaeman Martasuganda; Vita Rumanti Kurniawati; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.059-072

Abstract

Bagan apung merupakan salah satu jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan dioperasikan pada malam hari dengan bantuan lampu sebagai atraktor (light fishing). Penggunaan umpan vertikal berisi ikan rucah tembang akan mempermudah mengumpulkan ikan kembali karena adanya potensi ikan untuk meloloskan diri saat hauling. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi hasil tangkapan bagan apung dengan penggunaan umpan vertikal dengan bagan apung kontrol, mengetahui pengaruh penggunaan umpan vertikal terhadap jumlah total hasil tangkapan bagan apung, dan menentukan frekuensi hauling bagan apung. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing atau uji coba langsung di lapang melalui kegiatan operasi penangkapan ikan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil tangkapan bagan apung yang dioperasikan sebanyak 20 kali ulangan memperoleh 19 jenis ikan hasil tangkapan dengan lima jenis ikan dominan yang tertangkap yaitu ikan tembang (Sardinella gibbosa), ikan lisong (Euthynnus affinis), ikan pepetek (Leiognathus equulus), ikan semar (Mene maculate), dan cumi-cumi (Loligo sp). Berdasarkan experimental fishing yang dilakukan bahwa penggunaan umpan secara vertikal berisi ikan tembang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan bagan apung dan frekuensi hauling bagan apung perlakuan berjumlah 82 kali, frekuensi tersebut lebih banyak dibandingkan dengan bagan apung kontrol yang hanya berjumlah 50 kali. Kata kunci: atraktor, bagan apung, hauling, umpan, vertikal
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP MASYARAKAT NELAYAN SEKITAR PPN KARANGANTU Asep Hamzah; Hery Sutrawan Nurdin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.073-081

Abstract

Diterapkannya social/physical distancing, PSBB, lockdown menyebabkan terbatasnya pergerakan manusia dan barang, sehingga berdampak pada terputusnya rantai pemasaran/distribusi, salah satunya perikanan. Dampak yang harus ditanggung oleh keluarga nelayan dan pelaku perikanan rakyat akibat penyebaran virus, antara lain potensi lumpuhnya kehidupan ekonomi dalam bentuk menurunnya pendapatan karena terputusnya rantai pemasaran ikan dari nelayan sebagai produsen kepada masyarakat luas sebagai konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap masyarakat nelayan di sekitar PPN Karangantu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus terhadap nelayan yang terdampak pandemi Covid-19 di PPN Karangantu. Data penelitian diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan pengamatan langsung secara purposive sampling. Kemudian hasil wawancara dan pengamatan dianalisis secara statistik deskriptif. Dampaknya terhadap kegiatan perikanan pada masyarakat nelayan di sekitar PPN Karangantu antara lain: (1) harga jual ikan hasil tangkapan rendah; (2) distribusi ikan hasil tangkapan terhambat; (3) perubahan frekuensi operasi penangkapan ikan; (4) pengurangan jumlah anak buah kapal. Kata kunci: Covid-19, PPN Karangantu, pelabuhan perikanan
EXPERIMENTAL FISHING BUBU LIPAT MODIFIKASI KONSTRUKSI DUA PINTU UNTUK PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus spp) Wilda Dwi Utami; Zulkarnain -; Sulaeman Martasuganda; Vita Rumanti Kurniawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.083-095

Abstract

Bubu sebagai alat tangkap perangkap pasif yang bersifat menjebak bagi ikan dan hasil tangkapan lainnya. Konstruksi bubu yang digunakan nelayan masih bisa dikembangkan untuk meningkatkan nilai produktivitas hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba penangkapan dengan bubu lipat penelitian, menentukan komposisi, membandingkan dan menghitung produktivitas bubu lipat penelitian. Metode yang digunakan mulai dari mendesain, membuat konstruksi dan jumlah ulangan dalam uji coba alat sebanyak 20 trip. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji Wilcoxon, Uji T dan rumus produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran bubu lipat modifikasi dua pintu lebih besar. Komposisi hasil tangkapan pada bubu lipat modifikasi dua pintu 54,89 kg dengan 11 jenis ikan lebih tinggi dibandingkan komposisi pada bubu lipat nelayan (kontrol) 47,44 kg dengan 9 jenis ikan. Hasil tangkapan rajungan tidak berbeda nyata baik dalam berat (kg) maupun jumlah ikan (ekor) (P<0,05), untuk hasil tangkapan bernilai ekonomis berbeda nyata baik dalam berat (kg) maupun jumlah (ekor) pada bubu lipat kontrol dan pada bubu lipat modifikasi dua pintu (P<0,05) sedangkan nilai produktivitas total pada bubu lipat kontrol lebih kecil dibandingkan bubu lipat modifikasi dua pintu. Kata kunci: bubu lipat, modifikasi, rajungan, produktivitas
SISTEM INFORMASI PERIKANAN TANGKAP D.I. YOGYAKARTA: PENGEMBANGAN BASIS DATA LINGKUNGAN, PRODUKSI, DAN SISTEM KEPUTUSAN PENANGKAPAN IKAN Mustaruddin -; Asnil -; Angga Nugraha
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.097-107

Abstract

Sistem informasi perikanan tangkap membantu Pemerintah D.I. Yogyakarta dalam pembangkitan ekonomi dan pengambilan kebijakan perikanan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi yang memuat sistem basis data dan sistem pengambilan keputusan perikanan tangkap. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017-April 2018 di D.I Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah perumusan DFD, pemprograman, dan perancangan sistem informasi. Sistem informasi yang dirancang bernama ‘Sistem Informasi Manajemen Perikanan Tangkap D.I. Yogyakarta’ (SIM Perikanan Tangkap DIY). Hasil rancangan sistem informasi ini memuat 2 (dua) sistem basis data (lingkungan perairan dan produksi perikanan) dan 1 (satu) sistem pengambilan keputusan. Menu-menu penting yang telah diintegrasikan pada sistem basis data lingkungan perairan diantaranya menu klorofil, SPL, terumbu karang, dan oseanografi perairan, sedangkan pada sistem basis data produksi perikanan diantaranya menu DPI, potensi upwelling, potensi SDI, musim ikan, jumlah produksi, nilai produksi, dan kinerja usaha penangkapan ikan. Sistem pengambilan keputusan (SPK) dirancang untuk mengolah data penting pada kedua basis data. SPK ini memuat menu analisis/perhitungan seperti analisis potensi SDI, analisis moving average, analisis musim, dan analisis kelayakan usaha. Kata kunci: basis data, D.I. Yogyakarta, lingkungan, produksi perikanan, sistem informasi
DAMPAK PENANGKAPAN TERHADAP EKOSISTEM: LANDASAN PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN Am Azbas Taurusman; Budy Wiryawan; Besweni -; Isdahartati -
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.109-118

Abstract

Kegiatan penangkapan berdampak langsung dan tidak langsung terhadap ekosistem secara dinamis (spasial dan temporal). Perikanan tangkap harus dikelola pada batas yang memberikan dampak yang dapat ditoleransi oleh ekosistem, merupakan prinsip pertama dalam pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (EAFM). Ekosistem merupakan unit organisasi biologi dimana terjadi hubungan fungsional antara komponen-komponen biotik dan lingkungan abiotiknya pada suatu area tertentu (ecological boundary). Penangkapan berdampak terhadap ikan target, non-target (bycatch), serta habitat (lingkungan), yang diindikasikan oleh degradasi populasi (kematian) ikan target dan non-target, degradasi (kerusakan) fisik habitat, dan pencemaran lingkungan perairan. Pada gilirannya akan mengakibatkan terjadi degradasi dinamis struktur (jumlah jenis, kelimpahan, biomassa) dan fungsi ekosistem (reproduksi dan rantai makanan). Intensitas dampak penangkapan ditentukan oleh karakteristik kegiatan penangkapan dan kondisi sumberdaya ikan. Suatu analisis terintegrasi dengan memperhitungkan parameter-parameter tersebut diperlukan dalam studi dampak penangkapan terhadap ekosistem. Dalam kerangka EAFM terdapat solusi teknologi dan manajemen untuk mengatasi dampak penangkapan yakni: perbaikan teknologi, pengendalian input-output, manipulasi ekosistem, dan pengelolaan berbasis hak (right-based). Kata kunci: EAFM, dampak penangkapan, perikanan berkelanjutan, struktur-fungsi ekosistem

Page 10 of 30 | Total Record : 298