cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA MATERI BARISAN DAN DERET Mulya Novita; Selvia Erita; Maila Sari; Aan Putra
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1235

Abstract

This study aims to produce Student Worksheets based on a constructivism approach on line and series materials to improve student learning outcomes. The development model used in this research is the ADDIE model development. The Student Worksheets design was validated by experts and tested. The validity instrument used a validation sheet and the practicality instrument used a teacher response questionnaire and a student response questionnaire. The results showed that the resulting constructivism based Student Worksheets met the valid and practical product quality criteria. The average validity index in all aspects is 0.731 with the valid category, so it can be recommended for use in the learning process. The average index for the questionnaire response of students was 84.31% with the practical category and the average index for the teacher's questionnaire response was 90.27% with the very practical category in the use of learning tools based on the constructivism approach. Student Worksheets based on the constructivism approach can be used in learning line and series materials because they have been assessed valid and practical. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Pendekatan Konstruktivisme pada materi barisa dan deret untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model ADDIE. Rancangan LKPD divalidasi oleh pakar dan diujicoba. Instrumen validitas menggunakan lembar validasi dan instrumen praktikalitas menggunakan angket respon guru dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan konstruktivisme yang dihasilkan telah memenuhi kriteria kualitas produk yang valid dan praktis. Rata-rata indeks validitas pada semua aspek adalah 0,731 dengan kategori valid, sehingga dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Indeks rata-rata angket respon peserta didik adalah 84,31% dengan kategori praktis dan indeks rata-rata angket respon guru adalah 90,27% dengan kategori sangat praktis dalam penggunaan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivisme. Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan konstruktivisme ini dapat digunakan dalam pembelajaran materi barisan dan deret karena telah mendapat penilaian sangat baik dan layak digunakan. Kata Kunci: Lembarkerja Peserta Didik (LKPD), Pendekatan Konstruktivisme, Hasil Belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF-CONCEPT SISWA SMP DI KABUPATEN PIDIE JAYA DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN GEOGEBRA Junaidi; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1243

Abstract

This study aims to examine and describe the effect of contextual learning assisted by Geogebra on creative thinking skills, increased creative thinking skills, students' self-concept towards mathematics and the relationship between creative thinking and self-concept. The research design was an experimental group with a pretest and posttest control group. The experimental group received geogebra-assisted contextual learning and the control group received conventional learning. To obtain research data, instruments used in the form of tests of creative thinking skills and students' self-concept attitude scale. The output in this research is in the form of learning tools (lesson plans and worksheets) that use geogebra-assisted contextual learning, instruments for tests of creative thinking abilities and students' self-concept scales. Quantitative analysis was carried out on normalized post-test and gain data on creative thinking skills and self-concept data between the two sample groups using the mean difference test of the two populations. The instrument used was 12 questions about creative thinking skills and 31 statements about self-concept. To find the difference in the average used t-test and use the Pearson test to find the correlation coefficient. The results showed that the creative thinking skills of students who received geogebra-assisted contextual learning were better than students who received conventional learning. The results of the self-concept scale indicate that the self-concept of students who receive geogebra-assisted contextual learning is better than the self-concept of students who receive conventional learning. The results of the self-concept scale also show that self-concept affects students' creative thinking abilities either totally or based on student groups, namely the experimental group and the control group. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mendeskripsikan pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kreatif, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, self-concept siswa terhadap matematik dan hubungan berpikir kreatif dengan self-concept. Desain penelitian ini adalah kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pretes dan postes. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan skala sikap self-concept siswa. Luaran dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran (RPP dan LKS) yang menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra, Instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan skala self-concept siswa. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data postes dan gain ternormalisasi kemampuan berpikir kreatif dan data self-concept antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan uji perbedaan rerata dua populasi. Instrumen yang digunakan sebanyak 12 soal tes kemampuan berpikir kreatif dan 31 pernyataan mengenai self-concept. Untuk mencari perbedaan rata-rata digunakan uji-t dan menggunakan uji pearson untuk mencari koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil skala self-concept menunjukkan bahwa self- concept siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra lebih baik daripada self-concept siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil skala self- concept juga menunjukkan bahwa self-concept mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa baik secara total, ataupun berdasarkan kelompok siswa yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Self-Concept, Kontekstual, Geogebra
PROFIL HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERINTEGRASI BUDAYA ACEH Siti Hadijah; Laksmi Aulia; Cut Yuniza Eviyanti
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1256

Abstract

The purpose of this study was to describe the learning outcomes of elementary school students who were taught using learning media integrated with Aceh culture, in terms of differences in mathematical abilities. This type of research is classroom action research. The results of this study are a description of classical completeness of learning outcomes in cycle II which is 83.3% which means greater than classical completeness in cycle I, namely 56.6%. This implies that the use of interactive mathematics learning media based on Aceh culture has a positive impact. When viewed from the difference in mathematical abilities, the description of the completeness of the high category student learning outcomes in the first cycle was 71.4% and in the second cycle was 85%. Middle category students' completeness learning outcomes in the first cycle was 60% and in the second cycle was 80%. Completeness of low category student learning outcomes in cycle I is 53% and cycle II is 84.6%. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan media pembelajaran berintegrasi budaya aceh, ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini yaitu gambaran ketuntasan klasikal hasil belajar pada siklus II yaitu 83,3% yang berarti lebih besar dibandingkan ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 56,6%. Hal ini menyiratkan bahwa penggunaan media pembelajaran matematika interaktif berbasis budaya aceh memberikan dampak positif. Bila ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika maka gambaran ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori tinggi pada siklus I adalah 71,4% dan pada siklus II adalah 85%. Ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori sedang pada siklus I adalah 60% dan pada siklus II adalah 80%. Ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori rendah pada siklus I adalah 53% dan pada siklus II adalah 84,6%. Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Media Pembelajaran Interaktif, Bilangan, Integrasi, Budaya Aceh
KINERJA DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SMP Rosnawati; Rahmah Johar; Zainal Abidin
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1269

Abstract

Performance requires students to be actively involved in completing the task, because it is considered not only the products, but the more important is the skill to finish the task. The other important thing to consider in developing a student's performance is a mathematical disposition. Project Based Learning (PjBL) is a technique to make sure students become productive, since they will be working in a project learning activities that makes it more interesting and real so that students are able to develop mathematical performance and disposition. This study aims to analyze the development of the student's performance in completing the task groups and individuals as well as the disposition of its mathematical through the application of the model PjBL. The data were collected through observation, interviews and questionnaires. Research result, it is known that 1) student develops their performance in completing a task group to carry out all stages of the completion of the task. 2) Student develops their performance in completing individual tasks to carry out all stages of the completion of the task. 3) Student’s mathematical disposition after learning with PjBL experiencing growth than before the application of the model, particularly on indicators of interest and curiosity. Abstrak Kinerja menuntut siswa aktif dalam menyelesaikan tugas, karena yang dinilai bukan hanya produk yang dihasilkan, tetapi lebih dipentingkan keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikannya. Hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kinerja adalah disposisi matematis siswa. Model Project Based Learning (PjBL) membuat siswa menjadi produktif, karena mereka akan bekerja dalam sebuah proyek yang aktivitas belajarnya lebih menarik dan nyata sehingga siswa mampu mengembangkan kinerja dan disposisi matematisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kinerja siswa dalam menyelesaikan tugas kelompok dan individu serta disposisi matematisnya melalui penerapan model PjBL. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian, diketahui bahwa 1) siswa mengembangkan kinerjanya dalam menyelesaikan tugas kelompok dengan melaksanakan seluruh tahap penyelesaian tugas. 2) siswa mengembangkan kinerjanya dalam menyelesaikan tugas individu dengan melaksanakan seluruh tahap penyelesaian tugas. 3) disposisi matematis siswa sesudah pembelajaran dengan model PjBL mengalami perkembangan dibandingkan sebelum penerapan model tersebut, terutama pada indikator minat dan keingintahuan. Kata Kunci: Project Based Learning, Kinerja, Disposisi Matematis
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DENGAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MATERI SEGI EMPAT DAN SEGITIGA SISWA SMP Winda Listya Safitri; Yudi Darma; Rahman Haryadi
Jurnal Numeracy Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v8i1.1333

Abstract

This research aimed to know: (1) Validity; and (2) Practicality of the mathematics learning module with the inquiry method on the ability to think critically in the material of squares and triangles. This research used research and development with the model used the ADDIE. The subject of this research was student class VII in SMP Cahaya Harapan Tayan. The tools of data collection were the validation sheet of material experts, media experts, student responses questionnaires, and teacher responses questionnaires. Data analysis technique used descriptive quantitative. The result of this research showed that the average score of material validity was 84,6% and media validity was 85,3% with very decent category, and the practicality was 83% with very decent category. It can be concluded that the mathematics learning module with the inquiry method developed was feasible to be used to improve critical thinking skills in the material of squares and triangles in students of class VII SMP. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Kevalidan; dan (2) Kepraktisan modul pembelajaran matematika dengan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis dalam materi Segi empat dan Segitiga. Metode penelitian menggunakan research and development dengan model ADDIE (Analysis-Design-Develoment-Implementation-Evaluation). Subjek dalam penelitian ini terdiri atas subjek pengembangan yaitu tiga validator yang merupakan 2 orang dosen program studi pendidikan matematika dan seorang validator lain merupakan guru SMP Cahaya Harapan Tayan dan subjek ujicoba produk yaitu kelas VII SMP Cahaya Harapan Tayan.. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli materi, ahli media, angket respon siswa, dan angket respon guru. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh skor rata-rata kevalidan materi dan media sebesar 84,6% dan 85,3% dengan kategori sangat valid , serta kepraktisan 83% dengan kategori sangat praktis. Disimpulkan bahwa modul pembelajaran matematika dengan metode inkuiri yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam materi Segi empat dan Segitiga pada siswa kelas VII SMP. Kata Kunci: Modul, Inkuiri, Kemampuan Berpikir Kritis
METAKOGNISI : ADAKAH PERBEDAAN SISWA MELANKOLIS DAN KOLERIS ? Dani Hanifatuzzahra; Harina Fitriyani
Jurnal Numeracy Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v8i1.1348

Abstract

This study aims to obtain an overview of the characteristics and levels of metacognitive ability of junior high school students as seen from the melancholic and choleric personality types according to Hippocrates-Galenus. The results of this study are expected to be used as consideration for teachers in designing mathematics lessons that pay attention to personality types and students' metacognitive processes. A qualitative descriptive approach was chosen to answer the research objectives. At the same time, the research subjects were two grade VII students with melancholic and choleric personality types in one of the Muhammadiyah Junior High Schools in Jepara. The purposive sampling technique used in this research to subject selection. Data collection techniques used personality type questionnaires, metacognition tests, and interviews. Data analysis used three steps, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that melancholic and choleric students had different characteristics and levels of metacognition. Melancholic students are at the metacognitive level between tacit use and aware use, while the rest of the cholerics are at the tacit use metacognition level. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik dan jenjang kemampuan metakognisi siswa SMP yang dilihat dari tipe kepribadian melankolis dan koleris menurut Hippocrates-Galenus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan guru dalam mendesain pembelajaran matematika yang memperhatikan tipe kepribadian dan proses metakognisi siswa. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih untuk menjawab tujuan penelitian. Sedangkan subjek penelitian adalah dua orang siswa kelas VII yang bertipe kepribadian melankolis dan koleris di salah satu SMP Muhammadiyah di Jepara. Adapun teknik pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tipe kepribadian, tes metakognisi, dan wawancara. Analisis data menggunakan tiga langkah yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melankolis dan koleris memiliki karakteristik dan jenjang metakognisi berbeda. Siswa melankolis berada pada jenjang metakognisi antara tacit use dan aware use, sedangkan sisa koleris berada pada jenjang metakognisi tacit use. Kata Kunci: Metakognisi, Melankolis, Koleris, Jenjang Metakognisi
PROSES BERPIKIR KOMPUTASIONAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP BERDASARKAN SELF-REGULATED LEARNING M. Gunawan Supiarmo; Turmudi; Elly Susanti
Jurnal Numeracy Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v8i1.1378

Abstract

This study aims to describe students' computational thinking processes in solving PISA questions on change and relationship content based on self-regulated learning. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach carried out in class VIII MTS Daruttauhid Malang. The research data consisted of students' answers, think aloud, and semi-structured interview results. Students' computational thinking skills are seen through indicators, including decomposition, pattern recognition, abstraction and algorithmic thinking. The results of the study inform that students 'computational thinking skills who have high and moderate levels of self-regulated learning do not have a significant difference, because students' computational thinking skills are limited to the pattern recognition stage. The problem-solving steps applied by students are less coherent because abstraction and algorithms has not been done in solving the PISA questions. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir komputasional siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship berdasarkan self-regulated learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII MTS Daruttauhid Malang. Data penelitian terdiri atas jawaban siswa, think aloud, dan hasil wawancara semi terstruktur. Kemampuan berpikir komputasional siswa dilihat melalui indikator, antara lain dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan berpikir algoritma. Hasil penelitian menginformasikan bahwa kemampuan berpikir komputasional siswa yang mempunyai tingkat self-regulated learning tinggi dan sedang tidak memiliki perbedaan yang signifikan, karena kemampuan berpikir komputasional siswa terbatas pada tahap pengenalan pola. Adapun langkah pemecahan masalah yang diaplikasikan siswa kurang koheren karena belum dilakukan abstraksi dan berpikir algoritma dalam menyelesaikan soal PISA tersebut. Kata Kunci: Berpikir Komputasional, Self-Regulated Learning, Change and Relationship
ETNOMATEMATIKA: KEKAYAAN BUDAYA KABUPATEN ALOR SEBAGAI SUMBER MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Imanuel Yosafat Hadi Manapa
Jurnal Numeracy Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v8i1.1396

Abstract

Ethnomatematics presents as a bridge between culture and mathematics. Awareness of the importance of preserving culture early on and presenting the context of real situations in the mathematical learning process is the basis of this research. Ethnomatematika sourced from the local culture of Alor Regency is very rich and can be used as a media of mathematics learning but has not been explored in depth. The purpose of this study is to associate ethnomatematics of Alor Regency with the context of learning in elementary schools. This research is qualitative with an explorative, descriptive, and ethnography approach. Data retrieval techniques using interviews, observations, and documentation. Data collection was carried out in January to February 2021. The results of the study found elements of ethnomatematics derived from traditional clothing and accessories, dowry, traditional clothing, earthenware, war tools, musical instruments, fishing instruments, traditional houses, and traditional games. Ethnomatematics product can be used on the basic competencies of plane geometry, solid geometry, symmetry, mirroring, symmetry, arithmetic, interline relationships, angular types, inter-angle relationships, and measurements in elementary schools. Abstrak Etnomatematika hadir sebagai sarana untuk menjembatani antara budaya dan matematika. Kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya sejak dini dan menghadirkan konteks situasi nyata dalam proses pembelajaran matematika merupakan landasan dilakukannya penelitian ini. Etnomatematika yang bersumber dari budaya lokal Kabupaten Alor sangat kaya dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika namun selama ini tidak dieksplorasi secara mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaitkan etnomatematika Kabupaten Alor dengan konteks pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian merupakan kualitatif dengan pendekatan eksploratif, deskriptif, dan etnografi. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2021. Hasil penelitian menemukan unsur etnomatematika yang berasal dari pakaian adat beserta asesorisnya, mas kawin, pakaian adat, gerabah, alat perang, alat musik, alat menangkap ikan, rumah adat, serta permainan masyarakat lokal. Produk etnomatematika ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada kompetensi dasar bangun datar, bangun ruang, kesimetrisan, pencerminan, aritmatika, hubungan antar garis, jenis-jenis sudut, hubungan antar sudut, dan pengukuran di sekolah dasar. Kata Kunci: Etnomatematika, Media Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar
ANALISIS KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dyoty Auliya Vilda Ghasya; Asmayani Salimi; Rio Pranata
Jurnal Numeracy Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v8i1.1424

Abstract

The research aims to describe the learning planning of Mathematics subjects that have been made by teachers in grade IV, V and VI elementary schools, describing the pattern of implementation of distance learning in mathematics subjects grade IV, V and VI elementary school, describing the difficulty of teachers in carrying out distance learning in mathematics subjects grade IV, V and VI elementary school , describe the difficulties of grade IV, V and VI elementary school students in following distance learning in Mathematics subjects, describe the advantages of the implementation pattern of distance learning in mathematics grade IV, V and VI elementary school, and describe the opinions of parents or guardians of students on distance learning of Mathematics subjects grade IV, V and VI elementary school during the COVID-19 pandemic. This study uses qualitative research approach with exploration study type. The result of this study is distance learning in mathematics subjects grade VI, V and VI elementary schools there are conducted online and mixed. The implementation of distance learning in mathematics subjects grade VI, V and VI received a variety of responses from teachers, students and parents or guardians. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran mata pelajaran Matematika yang telah di buat oleh guru pada kelas IV, V dan VI sekolah dasar, mendeskripsikan pola pelaksanaan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Matematika kelas IV, V dan VI sekolah dasar, mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Matematika kelas IV, V dan VI sekolah dasar, mendeskripsikan kesulitan siswa kelas IV, V dan VI sekolah dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Matematika, mendeskripsikan kelebihan pola pelaksanaan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Matematika kelas IV, V dan VI sekolah dasar, dan mendeskripsikan pendapat orang tua atau wali murid terhadap pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Matematika kelas IV, V dan VI sekolah dasar pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi eksplorasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran matematika kelas VI, V dan VI sekolah dasar ada yang dilaksanakan secara online maupun campuran. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran matematika kelas VI, V dan VI mendapatkan berbagai respon dari guru, siswa dan orang tua atau wali murid. Kata Kunci: Pembelajaran Jarak Jauh, Matematika, Kelas Tinggi Sekolah Dasar
PENGARUH METODE THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 1 MANGGAR Suharno Suharno; Sulistiawati Sulistiawati; Samsul Arifin
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical communication skills are very important in mathematics learning, the reality in the field shows the mathematical communication skills of Indonesian students are still relatively low. One of the factors causing low mathematical communication skills is conventional learning. One alternative learning that can be used to improve mathematical communication skills is the TAPPS method. This study aims to investigate whether there are differences in the average mathematical communication skills of students who learn using the TAPPS method with students whose learning uses conventional learning. This research is a quantitative study with a quasi experiment method and post-test only equivalent non-group control design. The population in this study were 4 class VIII Manggar Middle School 1. The sample technique uses convenience sampling. The sample in this study were students VIII B was the experimental class and VIII A was the control class. based on data processing using the Mann-Whitney test obtained and so that it is received, it means that there is no difference in average communication skills between students who use the TAPPS method and students whose learning uses conventional learning. The average posttest results of the experimental class students were 63.7340 and the average posttest results of the control class were 53.8454. Abstrak Kemampuan komunikasi matematis sangat penting dalam pembelajaran matematika, kenyataan dilapangan menunjukan kemampuan komunikasi matemtatis siswa Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan komunikasi matematis adalah pembelajaran konvensional. Salah satu alternative pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah metode TAPPS. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan metode TAPPS dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non equivalent posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 kelas VIII SMP N 1 Manggar. Teknik sampel menggunkaan convenience sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa VIII B merupakan kelas eksperimen dan VIII A merupakan kelas kontrol. berdasarkan pengolahan data menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan komunikasi mateamtis antara siswa yang menggunakan metode TAPPS dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen adalah 63,7340 dan rata-rata hasil posttest kelas kontrol adalah 53,8454.