cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER Afnan Afnan; M. Ikhsan; M. Duskri
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.365 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1037

Abstract

Creative thinking is one kind of thinking (thinking) that directs getting insight (insight) recently, a new approach, a new perspective, or a new way of resolving problems. In addition to creative thinking ability factor, factor of independence is also very important in developing the students ' ability. Independence study is an effort being made to do the learning process independently on the basis urge myself to understand a problem at hand. One of the efforts to cultivate creative thinking ability and independence student learning is done through the application of the learning model Treffinger. The purpose of this study was to describe the ability of the creative thinking and independence of learning through the application of the learning model Treffinger. This research uses qualitative descriptive method. The subject of this study, namely six grade VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Research instrument is the interview conducted researchers based on a test of the ability of creative thinking. An examination of the validity data is done by triangulation of the time. Data analysis is conducted through several stages of data reduction, i.e., the presentation of data, and the withdrawal conclusion. The research results obtained that; (1) the ability of the creative thinking of students through the learning progression treffinger's model. The results obtained from the selected students to six, four students are able to measure indicators of creative thinking. (2) Independence of learning of students in solving problems through learning model Treffinger, has fully met the criteria students almost entirely standalone learning. Abstrak Berpikir kreatif merupakan salah satu jenis berpikir (thinking) yang mengarahkan diperolehnya wawasan (insight) baru, pendekatan baru, perspektif baru, atau cara baru dalam menyelesaikan masalah. Disamping faktor kemampuan berpikir kreatif, faktor kemandirian juga sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. Kemandirian belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan proses pembelajaran secara mandiri atas dasar dorongan diri sendiri untuk memahami suatu permasalahan yang dihadapi. Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa dilakukan melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu enam siswa kelas VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Instrumen penelitian adalah wawancara yang dilakukan peneliti berdasarkan tes kemampuan berpikir kreatif. Pemeriksaan validitas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran treffinger mengalami perkembangan. Hasil yang diperoleh dari ke enam siswa yang dipilih, empat siswa mampu mengukur indikator berpikir kreatif. (2) Kemandirian belajar siswa dalam menyelesaikan masalah melalui model pembelajaran Treffinger, secara kesuluruhan hampir seluruhnya siswa memenuhi kriteria kemandirian belajar. Kata Kunci : Treffinger, Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemandirian Belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Rianti Rahmalia; Hajidin Hajidin; BI. Ansari
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.701 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1038

Abstract

Mathematical communication skills of students are still relatively low. One learning model can improve students 'mathematical communication skills and at the same time students' mathematical disposition is the Problem Based Learning (PBL) model. The aim to be achieved is to find out the improvement of students 'mathematical communication skills and mathematical disposition using PBL models in terms of students' initial mathematical level. This research is an experimental research design with pretest posttest control group design. The research population was Grade VII students of SMP 9 Langsa. Students are grouped into two classes namely the experimental class and the control class randomly selected from eight parallel classes. The instrument used was a test of mathematical communication skills and a mathematical disposition questionnaire. Data analysis was performed using two-way ANOVA. The results showed that improving students 'mathematical communication ability and students' mathematical disposition by applying PBL learning models is better than students applying conventional learning models. There is no interaction between the PBL learning model with student level on mathematical communication skills and students' mathematical disposition. Abstrak Kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah. Salah satu model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dan sekaligus disposisi matematis siswa adalah model Problem Based Learning (PBL). Tujuan yang ingin dicapai ialah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dan disposisi matematis menggunakan model PBL ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest postest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 9 Langsa. Siswa dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih secara acak dari delapan kelas paralel. Instrumen yang digunakan tes kemampuan komunikasi matematis dan angket disposisi matematis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dan disposisi matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran PBL lebih baik dari pada siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran PBL dengan level siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis dan disposisi matematis siswa. Kata Kunci: Komunikasi Matematis, Disposisi Matematis, Problem Based Learning
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DAN TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Asnawi Asnawi; M. Ikhsan; Hajidin Hajidin
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.254 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1039

Abstract

Innovative and fun learning models place students at the center of learning including the STAD type cooperative learning model and the Jigsaw type cooperative learning model. Learning using the cooperative model type STAD and Jigsaw is considered capable of improving student achievement through group discussion and investigation through various sources used by students. The purpose of this study was to determine differences in learning achievement between students who were taught with the Jigsaw Type Cooperative Learning Model and students who were taught with the STAD Type Cooperative Learning Model on Statistics material. This research is an experimental research design with a Pretest-Posttest Control Design Group. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 1 Trienggadeng even semester 2016/2017 academic year. While the sample is a portion of the population taken using the Random Sampling technique taken by 2 classes, namely Class VIII-3 and Class VIII-5. Class VIII-3 for the Jigsaw learning model and Class VIII-5 for the STAD learning model. The instrument used to obtain research data in the form of student achievement tests and student motivation questionnaires. The statistical test used to analyze data on differences in learning achievement and student motivation questionnaires is the t-test. The results showed that there were differences in learning achievement and motivation between students who were taught with the Jigsaw type cooperative learning model and students who were taught with the STAD type cooperative learning model. Abstrak Model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan menempatkan siswa sebagai pusat belajar diantaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD dan Jigsaw dinilai mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui diskusi kelompok dan investigasi melalui berbagai sumber yang digunakan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan siswa yang diajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi Statistik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Grup Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trienggadeng semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sedangkan sampelnya adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling yang diambil 2 kelas yaitu Kelas VIII-3 dan Kelas VIII-5. Kelas VIII-3 untuk model pembelajaran Jigsaw dan kelas VIII-5 untuk model pembelajaran STAD. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes prestasi belajar dan angket motivasi siswa. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis data perbedaan prestasi belajar dan angket motivasi siswa adalah Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar dan motivasi antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kata Kunci: Pembelajaran Jigsaw, Pembelajaran STAD, Prestasi Belajar, Motivasi
KEMAMPUAN SISWA MENYUSUN SOAL PROBLEM SOLVING MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Siti Humaira; Cut Morina Zubainur; B. I. Ansari
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.597 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1045

Abstract

Problem solving skills are very important for every student to have. Students are still difficult to draw conclusions, understand problems, and provide reasons for the answers produced. One way to develop students' ability to solve problem solving problems is to get students to develop questions. When students make questions it is expected to understand the questions well. The strategy that can be used to familiarize students with developing questions is through the Problem Posing approach. The purpose of this study is to analyze the students' ability to develop problem solving questions. This study uses a qualitative approach with descriptive types. The subjects of this study were six students at Junior High School 3 Banda Aceh. Students 'ability in compiling problem solving questions is analyzed by categorizing the students' questions based on the type of difficulties that are seen from the structure of the language and the structure of mathematics. The results showed that students who meet the indicators understand the problem, make plans, carry out plans and check again, are able to make problems in terms of mathematical structures containing propositions to change, restate and vary, in terms of language structures containing presuppositions. Furthermore, students who meet the indicators understand the problem, make plans and implement plans, make the problems in terms of the mathematical structure containing propositions grouping and varying, in terms of the structure of the language containing the assignment propositions. The results also showed that students who met the indicators understood the problem and made a plan, were able to make the problem in terms of the mathematical structure containing the proposition restated and in terms of the language structure containing the assignment proposition. Abstrak Kemampuan pemecahan masalah sangat penting untuk dimiliki oleh setiap siswa. Siswa masih sulit untuk membuat kesimpulan, memahami permasalahan, dan memberikan alasan atas jawaban yang dihasilkan. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan siswa menyelesaikan soal pemecahan masalah adalah dengan membiasakan siswa menyusun soal. Ketika siswa membuat soal diharapkan untuk memahami soal dengan baik. Strategi yang dapat digunakan untuk membiasakan siswa menyusun soal adalah melalui pendekatan Problem Posing. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan siswa dalam menyusun soal pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah enam siswa pada SMP Negeri 3 Banda Aceh. Kemampuan siswa dalam menyusun soal pemecahan masalah dianalisis dengan mengkategorikan soal-soal yang dibuat siswa berdasarkan jenis kesulitannya yaitu dilihat dari struktur bahasa dan struktur matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi indikator memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, mampu membuat soal ditinjau dari struktur matematika memuat proposisi mengubah, menyatakan kembali dan memvariasikan, ditinjau dari struktur bahasa memuat proposisi pengandaian. Selanjutnya siswa yang memenuhi indikator memahami masalah, membuat rencana dan melaksanakan rencana, membuat soal ditinjau dari struktur matematika memuat proposisi mengelompokkan dan memvariasikan, ditinjau dari struktur bahasa memuat proposisi penugasan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi indikator memahami masalah dan membuat rencana, mampu membuat soal ditinjau dari struktur matematika memuat proposisi menyatakan kembali dan ditinjau dari struktur bahasa memuat proposisi penugasan. Kata Kunci: Menyusun Soal, Problem Posing, Problem Solving
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Yohanes Ovaritus Jagom
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.792 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1046

Abstract

This study aims to determine the implementation of synectic learning models on students mathematics learning achievement on the subject of the Pythagorean theorem academic year 2019/2020. This research was conducted in SMP Negeri 10 Kupang with a population of VIII grade as many as 11. Sample classes of this study were VIII C classes totaling 30 people who are randomly selected from the populationwith simple ramdom sampling. Instrument in this research namely observation and learning achievement texts in the form of multiple choice as many as 20 item. Data analysis techniques used are descriptive analysis and parametric statistics using the help of the SPSS 22 program. Based on the results of observations and achievement indicators obtained student achievement is classified as very good. The T-test results showed that the tcount = 36,353 > ttable = 2,045 with a significance level of 5% which means that H0 was rejected and Ha was accepted. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan pengaruh model pembelajaran sinektik terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema pythagoras tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Kupang dengan populasi kelas VIII sebanyak sebelas kelas. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VIII C yang berjumlah 30 orang yang dipilih secara acak dari populasi dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes prestasi belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan statistik parametrik yang menggunakan bantuan program SPSS 22. Berdasarkan hasil observasi dan pencapaian indikator didapatkan prestasi belajar siswa tergolong sangat baik. Hasil uji-t menunjukan = 36,353 > = 2,045 dengan taraf signifikansi 5% yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran sinektik terhadap prestasi belajar matematika pada siswa SMP Kata Kunci: Model Pembelajaran Sinektik, Prestasi Belajar matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SETARA PISA KONTEN GEOMETRI Orin Asdarina; Masriyah Ridha
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1167

Abstract

The purpose of this study was to determine students’ mathematical reasoning abilities in solving PISA equivalent geometry content problems at the class VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa and these factors can influence students’ mathematical reasoning abilities in solving equivalent questions of PISA geometry content grade VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. The research design used in this study was descriptive research. The subjects in this study were 30 students from grade VIII- SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Data collection was obtained through the distributing of tests and interviews. From the results of the data analysis, it was concluded that the mathematical reasoning students’ ability in Solving on geometry content problems in grade VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa was in the very low category. The ability of students’ on mathematical reasoning at the indicator I was 21.56%, indicator II was 33.49%, indicator III was 16.11%, and indicator IV was 15.56%. The cause of the obstacles faced by students in solving geometry content material problems is that students were not accustomed to solving non-routine questions, a little bit complicated, and require a high level of problem solving as the questions given to students were equivalent to PISA problems, the ability of students to mastery of the material is limited and cannot suitable to the concepts that have been studied with the problem being worked on. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA konten geometri di kelas VIII SMP Negeri Unggul Tunas Nusa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA konten geometri kelas VIII SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa dari kelas VIII-Nusa SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Pengumpulan data diperoleh melalui pemberian tes dan wawancara. Dari hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dalam mengerjakan soal konten geometri kelas VIII Nusa SMP Negeri Unggul Tunas Nusa berada dalam kategori sangat rendah. Kemampuan penalaran matematis siswa pada indikator I sebesar 21,56%, pada indikator II sebesar 33,49%, pada indikator III sebesar 16,11%, dan indikator IV sebesar 15,56%. Penyebab dari kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal materi konten geometri adalah siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal-soal nonrutin, sedikit rumit, serta memerlukan tingkat pemecahan masalah yang tinggi seperti soal yang diberikan kepada siswa adalah soal setara PISA, kemampuan siswa dalam menguasai materi yang terbatas dan siswa tidak mampu mengaitkan konsep yang telah lama dipelajari dengan soal yang sedang dikerjakan. Kata Kunci : Kemampuan Penalaran Matematis, PISA
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TURUNAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI MEDIA MOBILE LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR MAHASISWA Raudatul Husna
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1187

Abstract

The education system is faced with a situation that requires teachers to be able to master distance learning media, such as during the Covid-19 pandemic outbreak. The distance education system is one of the solutions to overcome difficulties in face-to-face learning with the existence of social distancing rules which are a major obstacle today. Mobile Learning ( M-Learning) is a distyance paradigm utilizing mobile technology and devices which are predicted to experience rapid and potential development along with the development of mobile technologiitself. M-Learning is a distance leaning medium that is easy and often used. This study aims to see the effectiveness of derivative learning using M-Learning media in terms of student learning outcomes. The research model used in this study was a quasi experiment using a one group pretest postest design. The research sample was students in semester 2 who took calculus courses. The sample data were processed by descriptive analysis and test the difference in the average learning outcomes. The results showed that calculus courses with derivative materials using M-Learning media were quite effective when viewed from the student learning outcomes. Student learning outcomes after lecturing using M-Learning are higher than student learning outcomes before lecturing using M-Learning. Abstrak Sistem pendidikan dihadapkan dengan situasi yang menuntut para pengajar untuk dapat menguasai media pembelajaran jarak jauh, seperti pada masa wabah pandemi Covid-19 ini. Sistem pendidikan jarak jauh menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran tatap muka dengan adanya aturan social distancing yang menjadi kendala besar saat ini. Mobile Learning (M-Learning) merupakan paradigma pembelajaran memanfaatkan teknologi dan perangkat Mobile yang diperkirakan akan mengalami perkembangan pesat dan potensial seiring dengan perkembangan teknologi mobile itu sendiri. M-Learning merupakan salah satu media pembelajaran jarak jauh yang mudah dan sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pembelajaran Turunan dengan menggunakan media M-Learning ditinjau dari hasil belajar mahasiswa. Model penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan one group pretest postest design. Sampel penelitian yaitu mahasiswa semester 2 yang mengambil matakuliah kalkulus. Data sampel diolah dengan analisis deskriptif dan uji perbedaan rata-rata hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan perkuliahan mata kuliah kalkulus materi turunan dengan menggunakan media M-Learning cukup efektif jika dilihat dari hasil belajar mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa setelah perkuliahan dengan menggunakan M-Learning lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa sebelum perkuliahan dengan menggunakan M-Learning.
PENGEMBANGAN DAN HAMBATAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATEMATIKA MELALUI METODE IMPROVE Bansu Irianto Ansari; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1190

Abstract

This study overall develops models/learning tools for higher order thinking mathematics using the IMPROVE method which is valid, practical and effective using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. However, specifically in this paper, the researcher reveals the other side of the development results of these learning tools, namely the development and obstacles faced by students in increasing higher-order thinking skills (Higher-Order-Thinking). Therefore, the specific objective of this study is to determine the development trend of students' higher order thinking skills and the difficulties encountered during learning. The research instruments were student on-task activity sheets, student activity observation sheets, formative tests and learning outcomes tests. The test was conducted on 66 students of class X SMAN 3 and SMAN 5 Banda Aceh as samples. The test results show that the mathematics learning device is valid, practical and effective in accordance with predetermined product criteria. The tendency for the development of high-order thinking skills (HOTS) of students in formative exercises (T1 and T2) moved up and the Learning Outcomes Test was good, on average 72%. The difficulties faced by students are dominant in indicators of creation and evaluation. The implication of this study is that higher order thinking mathematics learning model with the IMPROVE method and metacognitive strategies can be used for class X SMA students. Abstrak Secara keseluruhan studi ini melakukan pengembangan model/perangkat pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE yang valid, praktis dan efektif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Namun secara khusus dalam tulisan ini, peneliti mengungkapkan sisi lain dari hasil pengembangan perangkat pembelajaran tersebut yaitu perkembangan dan hambatan yang dihadapi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order-Thinking). Oleh sebab itu, tujuan khusus dari studi ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perkembangan kemampuan berpikir tinggkat tinggi siswa dan kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran. Instrumen penelitian adalah lembar aktivitas on task siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes formatif dan tes hasil belajar. Ujicoba dilakukan pada siswa kelas X SMAN 3 dan SMAN 5 Banda Aceh sebanyak 66 orang sebagai sampel. Hasil ujicoba menunjukkan, perangkat pembelajaran matematika tersebut telah valid, praktis dan efektif sesuai dengan kriteria produk yang telah ditetapkan. Kecenderungan perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada latihan formatif (T1 dan T2) bergerak naik dan Tes Hasil Belajar kategori baik, rata-rata 72%. Kesulitan yang dihadapi siswa dominan pada indikator kreasi dan evaluasi. Implikasi dari studi ini adalah model pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE dan strategi metakognitif telah dapat digunakan untuk siswa kelas X SMA. Kata Kunci: HOTS, IMPROVE, Metakognitif, ADDIE
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS EDMODO DI MAN LHOKSEUMAWE Abdul Kadir
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1198

Abstract

The study aimed to identify the effectiveness of mathematics edmodo in learning. Effectiveness indicators used the research is the capability of teachers in managing learning, activity students in learning, response to the students learning and student learning. Type research descriptive used is the qualitative study. Population in this study student of class XII MAN Lhokseumawe and sample a student MIA 4 and MIA 1. Technique data collection in this research was sheets observation manage learning, sheets observation activity students, study results survey and tests. Data analysis technique used is a technique qualitative data analysis deskriftif. Based on the results of the analysis that their teachers data is collected in managing learning is good in categories. Student for learning activity also categorized in categories good. Response to positive lessons and the students student learning in categories in clasical is good. Thus it can be concluded that learning mathematics using edmodo effectively implemented i in MAN Lhokseumawe. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengggunan edmodo dalam pembelajaran matematika. Indikator efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa dalam pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas XII MAN Lhokseumawe dan sampel adalah siswa kelas MIA 4 dan MIA 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi mengelola pembelajaran, lembar observasi aktivitas mahasiswa, angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif deskriftif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran tergolong dalam katagori baik. Aktivitas siswa selama pembelajaran juga tergolong dalam katagori baik. Respon siswa terhadap pembelajaran positif dan Ketuntasan belajar siswa secara tergolong dalam katagori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan edmodo efektif diterapkan di MAN Lhokseumawe. Kata Kunci: Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Matematika Edmodo
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Irmayanti; Rohani; Laili Habibah Pasaribu; Indah Fitria Rahma; Rahmi Nazliah
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1205

Abstract

This research is a descriptive qualitative research which aims to describe the students 'ability in solving story problems in terms of students' mathematical reasoning and communication abilities. Reasoning and communication abilities can be identified by solving story problems on two-variable linear equation material based on reasoning and communication indicators in research, namely (1) proposing conjectures, (2) stating everyday events in language or mathematical symbols, (3) estimating answer and solution process, (4) draw conclusions, compile evidence and provide reasons for the correctness of the solution. The selection of the research subjects used a purposive sampling technique. The data collection method was the test method through 3 steps of analysis, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the students' ability in solving story problems in terms of mathematical reasoning and communication abilities was classified as moderate with the average percentage of each indicator, namely: 77% of the indicators proposed a guess; 73% of indicators represent everyday events in language or mathematical symbols; 66% on indicators predicted the answer and solution process; and 50% on indicators draw logical conclusions. Overall, the percentage results obtained an average of 66% in the medium category. From these results it can be concluded that the ability to solve story problems of class X students of SMK Dwi Guna Kampung Pajak in terms of mathematical reasoning and communication abilities of students is classified as moderate. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Kemampuan penalaran dan komunikasi dapat diidentifikasi dagan menyelesaikan soal cerita pada materi persamaan linier dua variable yang dibuat berdasarkan indikator penalaran dan komunikasi dalam penelitian yaitu (1) mengajukan dugaan, (2) menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, (3) memperkirakan jawaban dan proses solusi, (4) menarik kesimpulan, menyusun bukti dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan metode tes melalui 3 langkah analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis tergolong sedang dengan hasil rata-rata persentase tiap indikator yaitu: 77% pada indikator mengajukan dugaan; 73% pada indikator menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika; 66% pada indikator memperkirakan jawaban dan proses solusi; dan 50% pada indikator menarik kesimpulan yang logis. Secara keseluruhan hasil persentase didapat rata-rata sebesar 66% masuk kategori sedang. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas X SMK Dwi Guna Kampung Pajak ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa tergolong berkemampuan sedang. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran dan Komunikasi, Kualitatif Deskriptif, Menyelesaikan Soal Cerita, Dwi Guna Kampung Pajak