cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No. 34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penjaskesrek
ISSN : 23550058     EISSN : 25026879     DOI : -
Articles to be published on Penjaskesrek should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is sports science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
PENGARUH MEDIA LATIHAN (BARRIER HOP DAN BOX JUMP) DAN TINGKAT PERCAYA DIRI TERHADAP KETERAMPILAN JUMP SERVICE BOLA VOLI Syaleh, Muhammad; Hendrawan, Dicky; Irwandi, Irwandi; BR Meliala, Firda Olivia
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2330

Abstract

Arah dan tujuan penelitian adalah mencari pengaruh media latihan (barrier hop dan box jump), tingkat percaya diri terhadap keterampilan jump service bola voli kemudian berikut ini adalah hal-hal yang ingin ditentukan dalam penelitian ini: 1) Apakah servis lompat mendapat manfaat dari pelatihan lompat penghalang? 2) Apakah servis lompat mendapat manfaat dari latihan lompat kotak? 3) Seberapa percaya diri diri sendiri saat bermain bola voli? kemampuan servis lompatan? Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian “two-group pretest-posttest design”. Dalam penelitian ini, tes jump serve yang memiliki reliabilitas 0,99 dan validitas 0,989 digunakan sebagai metode penelitian. Subjek penelitian berjumlah dua puluh empat siswa. Proses analisis data menggunakan uji t dengan ambang signifikansi 5%. Berikut kesimpulan penelitian: Latihan barier hop meningkatkan servis lompat bola voli siswa lebih lanjut, hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung (2,133) > t tabel (1,720) dan nilai signifikansi (0,026) < dari (0,05). T hitung (8,660) > t tabel (2,201) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05) menunjukkan bahwa (1) latihan barier hop berpengaruh terhadap servis lompat, dan (2) latihan lompat kotak berpengaruh dengan t hitung ( 3,522) > t tabel (2,201) dan nilai signifikansi (0,005) < dari (0,05). Setelah dilakukan pengujian, perbedaannya adalah 1,75 cm.AbstractThe following are the items that this study seeks to determine: 1) Does jump serving benefit from barrier hop training? 2) Does jump serving benefit from box jump practice? 3) How confident is oneself when playing volleyball? leap serve capability? This study used the "two-group pretest-posttest design" research methodology. In this study, the jump serve test—which has a reliability of 0.99 and validity of 0.989—was employed as a research method. The research subjects comprised twenty-four students. The data analysis process employed the t test with a significance threshold of 5%. The following are the research's conclusions: (1) t count (8.660) > t table (2.201) and significance value (0.000) < (0.05) indicate that barrier hop training affects jump serves; (2) t count (3.522) > t table (2.201) and significance value (0.005) < than (0.05) indicate that the jump training box has an impact. In comparison to other training techniques, barrier hop training enhances students' volleyball jump serves, as demonstrated by the calculated t value (2.133) > t table (1.720) and the significance value (0.026) < (0.05). Following testing, there was a 1.75 centimeter discrepancy.
EVALUASI PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA PETANQUE SUMATERA UTARA Abdurrahman, Eka; Nasuka, Nasuka; Sulaiman, Sulaiman; Raharjo, Hermawan Pamot
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2643

Abstract

Cabang Olahraga Petanque Sumatera Utara beberapa tahun terakhir dalam ajang nasional tidak mencapai prestasi maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi Antecendent (latar belakang dan perencanaan program pembinaan), Transaction (perekrutan pelatih, perekrutan atlet, program latihan, sarana dan prasarana, pendanaan, koordinasi, dan kesejahteraan), Outcomes (keberhasilan/ prestasi) di olahraga petanque Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi Countenence dari Robert E. Stake. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus, pelatih dan atlet di olahraga petanque Sumatera Utara, Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, digunakan tiga macam teknik pengumpul data yaitu: 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) Dokumentasi. Hasil : 1) Antecendent yaitu latar belakang dan perencanaan program pembinaan terstruktur oleh pihak pengurus 2) Transaction yaitu perekrutan pelatih/atlet memenuhi semua kriteria, program latihan disusun oleh pelatih dan pengurus, namun atlet belum mampu melaksanakan program latihan, Sarana dan prasarana terkendala dengan kerikil yang ada di lapangan mulai habis, pendanaan sangat baik untuk menunjang kebutuhan atlet dan pelatih, Koordinasi sangat baik antara pengurus dengan pemerintah, pelatih dan atletnya dan Kesejahteraan pelatih dan atlet sangat baik karena mendapat gaji setiap bulannya, dan 3) Outcome yaitu keberhasilan atlet belum mencapai target secara maksimal. Kesimpulan : 1) Antecendent meliputi: latar belakang dan perencanaan program pembinaan yang sangat baik, 2) Transaction meliputi rekrutmen pelatih dan perekrutan atlet yang sangat baik, program latihan belum berjalan dengan baik, sarana dan prasarana kurang baik, pendanaan sangat baik, koordinasi sangat baik, dan kesejahteraan sangat baik, 3) Outcome meliputi keberhasilan kurang baik. Saran dalam penelitian ini yaitu : Pengurus dan pelatih Olahraga Petanque Sumatera Utara harus lebih maksimal dalam melakukan perbaikan khususnya pada aspek pelaksanaan perekrutan atlet dan prasarana di sektor lapangan untuk pelatih dan atlet dalam menjalankan program-program latihan.AbstractThe Petanque sport branch of North Sumatra in recent years in national events has not achieved maximum performance. The aim of this research is to evaluate Antecedents (background and planning of coaching programs), Transactions (recruitment of coaches, recruitment of athletes, training programs, facilities and infrastructure, funding, coordination and welfare), Outcomes (success/achievement) in the petanque sport of North Sumatra. The research method uses a qualitative approach with the Countence evaluation model from Robert E. Stake. The subjects in this research were administrators, coaches and athletes in the petanque sport of North Sumatra. To obtain data in this research, three types of data collection techniques were used, namely: 1) Observation, 2) interviews, and 3) Documentation. Results: 1) Antecedent, namely the background and planning of a structured coaching program by the management. 2) Transaction, namely the recruitment of coaches/athletes that meet all the criteria, the training program is prepared by the coaches and administrators, but the athletes have not been able to carry out the training program. Facilities and infrastructure are hampered by gravel. those in the field are starting to run out, funding is very good to support the needs of athletes and coaches, very good coordination between administrators and the government, coaches and athletes and the welfare of coaches and athletes is very good because they get salaries every month, and 3) Outcome, namely the success of athletes has not yet reached target to the maximum. Conclusion: 1) Antecedent includes: very good background and planning for the coaching program, 2) Transaction includes very good recruitment of coaches and athlete recruitment, the training program is not running well, facilities and infrastructure are not good, funding is very good, coordination is very good , and very good welfare, 3) Outcomes include less good success. The suggestions in this research are: North Sumatra Petanque Sports administrators and coaches must be more optimal in making improvements, especially in aspects of implementing athlete recruitment and infrastructure in the field sector for coaches and athletes in carrying out training programs.
PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENJAS SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Fauzan, Muhammad Ghani; Rahmat, Alit; Carsiwan, Carsiwan
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2586

Abstract

Pembelajaran Media Audio Visual telah menjadi komponen integral dalam pengembangan metode pembelajaran, terutama dalam konteks Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjas). Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review) yang terkait dengan pemanfaatan media audio visual dalam konteks pembelajaran Penjas. Kajian ini memaparkan tinjauan terhadap artikel-artikel ilmiah, jurnal, serta publikasi terkait yang menggambarkan peran, efektivitas, dan implementasi media audio visual dalam pembelajaran Penjas. Analisis ini melibatkan aspek-aspek seperti jenis media yang digunakan, teknik penerapan, reaksi siswa, pencapaian tujuan pembelajaran, serta perbandingan dengan metode konvensional. Hasil kajian menyoroti bahwa pemanfaatan media audio visual secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran Penjas. Beragam teknik, mulai dari video pembelajaran, animasi, hingga simulasi, telah menunjukkan peningkatan dalam pemahaman materi, partisipasi siswa, dan motivasi belajar. Namun, kajian ini juga menyoroti kebutuhan akan penelitian lebih lanjut untuk memahami konteks-konteks spesifik di mana penggunaan media ini paling efektif. Dengan demikian, kajian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan media audio visual dalam lingkup Pembelajaran Penjas. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang ini.AbstractAudio Visual Media Learning has become an integral component in the development of learning methods, especially in the context of Physical Education and Health (Penjas). This research uses the SLR (Systematic Literature Review) method which is related to the use of audio-visual media in the context of Physical Education learning. This study presents a review of scientific articles, journals and related publications that describe the role, effectiveness and implementation of audio-visual media in Physical Education learning. This analysis involves aspects such as the type of media used, application techniques, student reactions, achievement of learning objectives, as well as comparisons with conventional methods. The results of the study highlight that the use of audio-visual media consistently makes a positive contribution to the effectiveness of Physical Education learning. Various techniques, ranging from learning videos, animations, to simulations, have shown improvements in material understanding, student participation, and learning motivation. However, this study also highlights the need for further research to understand the specific contexts in which the use of this medium is most effective. Thus, this study provides a strong foundation for further development in the use of audio-visual media within the scope of Physical Education Learning. The practical implications emphasize the importance of integrating technology in the learning process to improve the quality of education in this field.
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DALAM MENINGKATKAN MOTORIK DASAR PESERTA DIDIK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Amiruddin, Amiruddin; Nurdin, Ambia; Sabilla, Adelia Mauliza
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2873

Abstract

Guru pendidikan jasmani berperan penting dalam meningkatkan kemampuan motorik dasar peserta didik dengan menggunakan berbagai modifikasi media belajar pada pembelajaran pendidikan jasmani sehingga ada beberapa guru disekolah masih kurang optimal terhadap proses pembelajaran motorik dasar pada peserta didik. Mengetahui peran guru PJOK menjadi pencapaian utama untuk meningkatkan motorik dasar pendidikan tingkat sekolah dasar. Hasil akan digambarkan secara narasi atau deskrisi dengan pendekatan kualitatif. Seluruh guru sekolah dasar Kecamatan Johan Pahlawan akan menjadi kunci utama penelitian ini yakni sebagai subjek sebanyak 12 orang guru PJOK. Peneliti menggunakan pendekatan via tanya jawab tatap muka juga observasi untuk mengumpulkan evidensi. Berdasarkan berkas didapat maka dapat dikemukakan selama ini guru mengajarkan materi motorik dasar sesuai dengan kurikulum K13 dan kurikulum merdeka agar dapat mengevaluasi sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah diterapkan ketika membangun sikap pemahaman serta keahlian anak didik dalam berbagai bentuk modifikasi yang dikombinasikan gerak melalui permainan yang menyenangkan. Pada saat proses pembelajaran guru memberikan contoh gerakan langsung seperti berjalan, berlari, melompat dan meloncat serta memperlihatkan contoh video/gambar-gambar kepada peserta didik. Permainan motorik dasar yang dikerahkan pengajar membuat peserta didik aktif ketika pembelajaran dilapangan. Namun selama proses pembelajaran dilakukan sebagian kecil siswa masih kurang aktif dalam melakukan gerakan yang diberikan. Hal ini terlihat pada hasil penilaian akhir yang sesuai dengan keaktifan peserta didik pada pembelajaran motorik dasar. Pembelajaran motorik dasar memberikan dorongan agar peserta didik aktif dengan memiliki kepribadian yang baik seperti kerja sama, bertanggung jawab serta kejujuran.AbstractPhysical education teachers has an important role to improving students' basic motor skills by using various modifications of learning media in physical education learning so there are some teachers who are still less than optimal in the basic motor learning process for students. Knowing the role of PJOK teachers is the main achievement for improving basic motor skills in elementary school level education. The results will be described narratively or descriptively using a qualitative approach. All elementary school teachers in Johan Pahlawan District will be the main key to this research, namely as subjects, 12 PJOK teachers. Researchers used an approach via face-to-face debriefing as well as observation to collect evidence. So, we accept that teachers have taught basic motoric material in accordance with the K13 curriculum and the sovereign curriculum so that they can evaluate the extent of the success of the learning that has been implemented when building academian attitudes of understanding and skills in various forms of modification combined with movement through fun games. During the learning process the teacher provides examples of direct movements such as walking, running, jumping and jumping and shows examples of videos/pictures to students. Basic motor games deployed by teachers make students active when learning in the field. However, during the learning process, a small number of students were still less active in carrying out the movements given. This can be seen in the final assessment outcome which are in accordance with the students' activeness when basic motor learning. Basic motor learning provides encouragement so that students are active by having good personalities such as cooperation, responsibility and honesty.
PENGARUH LATIHAN DRILL TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS PADA SISWA SMP 18 BANDA ACEH Munzir, Munzir; Malik, Abdul; Is, Zulheri
Jurnal Penjaskesrek Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v11i1.2875

Abstract

Kecepatan dalam renang gaya bebas merupakan elemen vital bagi seorang perenang untuk mencapai performa terbaik. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kecepatan renang adalah latihan drill yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drill terhadap kecepatan renang gaya bebas pada siswa SMP 18 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan mengunakan desain one- group pretes- postes. Sampel yang digunakan dalam penelitian@ini berjumlah 30 siswa@kelas VIII dengan tehnik penarikan sampel mengunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data adalah tes kecepatan renang gaya bebas berdasarkan komponen gerak dasar. Data pre- test diperoleh sebelum perlakuan dan data pos-test diperoleh setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre- test (M=67.27, SD=1.780) dan skor pos- test (M=62.13, SD=1.925). Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan t-hitung 30.877 lebih besar dari t-tabel 1.69726. Hal ini menunjukkan bahwa latihan drill berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kecepatan renang gaya bebas pada siswa. AbstractSpeed in freestyle swimming is a vital element for a swimmer to achieve the best performance. One of the important factors that can affect swimming speed is proper drilling. This study aims to determine the effect of drill training on freestyle swimming speed in SMP 18 Banda Aceh students. This study uses a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The research sample amounted to 30 grade VIII students which was determined by the total sampling technique. The data collection instrument is a freestyle swimming speed test based on basic motion components. Pretest data were obtained before treatment and posttest data were obtained after treatment. The results showed a significant difference between the pretest score (M=67.27, SD=1.780) and the posttest score (M=62.13, SD=1.925). The results of the hypothesis test using the t-test showed a significance value of 0.000 (p<0.05) with a t-count of 30.877 greater than the t-table 1.69726. This shows that drill training has a positive and significant effect on increasing freestyle swimming speed in students.

Page 1 of 1 | Total Record : 5