TUNAS BANGSA
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2017)"
:
10 Documents
clear
PENGARUH PENERAPAN PROGRAM DINIYAH TERHADAP PENINGKATAN NILAI-NILAI ISLAMI: (Penelitian Deskriptif Pada Sekolah Dasar Negeri 8 Banda Aceh)
Siti Fachraini
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.859 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan pengaruh penerapan program diniyah terhadap peningkatan nilai-nilai islami yang dianut siswa Sekolah Dasar Negeri 8 Banda Aceh yang meliputi nilai aqidah, ibadah dan akhlak. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang mana pendekatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan atas apa yang terjadi di lapangan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa wawancara, oservasi, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti menemukan bahwa penerapan program diniyah berpengaruh positif terhadap perkembangan nilai-nilai islami siswa dan juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.Siswa menjadi lebih paham ilmu agama baik dari segi aqidah, ibadah dan akhlak.Siswa mulai mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.Disamping itu, nilai-nilai islami yang berkembang dan tertanam dalam jiwa siswa dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadist.
PENGARUH HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENULIS PANTUN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DI KELAS IV SD NEGERI 70 BANDA ACEH
Isthifa Kemal;
Siti Nurbaya
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (691.775 KB)
Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 70 Banda Aceh, khususnya pada materi menulis belum mencapai indikator ketuntasan, hal ini disebabkan oleh berbagai hal baik dari diri siswa maupun dari luar siswa yang salah satunya adalah model pembelajaran yang kurang sesuai sehingga tidak termotivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi Pantun di kelas IV SD Negeri 70 Banda Aceh. Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 36 siswa, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model think pair share. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada pelajaran Bahasa Indonesia materi Pantun yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa pada tes awal sebanyak 42,17 meningkat menjadi 76,17 atau naik 34. Pengaruh hasil belajar tersebut dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yaitu pada taraf signifikan 5% dengan N=36-1=35. Diperoleh dari daftar distribusi t didapat 1,68. Berarti thitung ≥ ttabel (35), yaitu 31,54 ≥ 1,68 yang berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri 70 Banda Aceh.
KONSEP PEMBELAJARAN METODE RESITASI PADA SEKOLAH DASAR
Burhan
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.814 KB)
Kegiatan belajar mengajar harus selalu ditingkatkan, agar proses itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Mengingat terbatasnya waktu yang tersedia dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga tidak sebanding dengan banyaknya materi yang akan disampaikan sesuai dengan pesan kurikulum. Kaitannya dengan hal tersebut, seorang tenaga pengajar harus berusaha untuk mencari agar apa yang telah dimuat dalam kurikulum dapat tercapai, terutama dalam memberikan pemahaman yang lebih baik, terarah dan berkesinambungan terhadap suatu konsep.Salah satu usaha untuk meningkatkan pemahaman belajar bagi siswa adalah dengan menggunakan metode yang tepat.melalui metode resitasi atau pemberian tugas. pemberian tugas dapat menghasilakn yang lebih baik tentang fakta-fakta dan tentang pengetahuan, pemahaman yang lebih baik, keterampilan berpikir yang lebih kritis dan keterampilan memproses informasi yang lebih baik. simpulan bahwa setiap guru (termasuk guru bidang studi) sangat penting baginya untuk senantiasa berusaha meningkatkan hasil belajar siswanya. Oleh karena itu, para guru tidak terkecuali guru pelajaransangat penting melakukan suatu upaya penerapan metode resitasi atau pemberian tugas ini berjalan efektif, maka guru hendaknya tidak menggunakan metode resitasi atau pemberian tugas ini sebagai suatu hukuman. Banyak metode yang dianggap tepat dalam penyajian materi pembelajaran tetapi guru belum tentu merancang sesuai dengan kebutuhan siwa.
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Purwani Puji Utami
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.009 KB)
Penelitian Eksperimen ini termasuk ke dalam penelitian true experiment dengan sampelnya dipilih secara random. Yang menjadi Sampel penelitian ini adalah murid kelas Empat Sekolah Dasar Negeri Muarasari 2 yang terdiri dari siswa kelas IV-A untuk kelas eksperimen jumlah muridnya 20 dan IV-B untuk kelas kontrol jumlah muridnya 20 peserta didik. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Semester dua tahun ajaran 2015-2016. Berdasarkan uji t Test diperoleh nilai t hitung sebesar 1,8610 dan t tabel sebesar 1,6859. Karena t tabel < t hitung > t tabel atau 1,6859 < 1,8610 > 1,6859 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan Pendekatan Pembelajaran ditinjau dari hasil belajar di kelas IV Sekolah Dasar.
IDENTIFIKASI KEDWIBAHASAAN SISWA: IMPLEMENTASI STUDI KEBAHASAAN DI SEKOLAH DASAR
Gio Mohamad Johan
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.284 KB)
Studi penelitian ini berupaya mengungkap fenomena kedwibahasaan yang terjadi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Galagamba Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik analisis data kualitatif. Tidak dapat disangkal bahwa siswa sekolah dasar merupakan dwibahasawan, bahkan ada yang multibahasawan. Hal tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi para pemerhati maupun pakar bahasa. Fenomena kedwibahasaan sudah lama ada dan disadari dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah dasar. Tidak dapat dibantah pula bahwa sistem persekolahan merupakan sarana pengembangan bahasa siswa yang efektif. Sekolah merupakan tempat yang ideal dalam proses pengembangan bahasa. Kendati demikian, secara kuantitatif dan kualitatif fenomena kedwibahasaan lebih sering terjadi di rumah dibandingan dengan di sekolah.
PENANAMAN KONSEP LIFE LONG EDUCATION PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Yossy Firdawati Ermawan
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.25 KB)
Salah satu permasalahan yang ada dalam pendidikan berkenaan dengan pemahaman mengenai apa itu belajar menjadi salah satu sebab mengapa siswa merasa malas untuk belajar baik di rumah ataupun di sekolah.Belajar bukanlah suatu kegiatan yang berhubungan dengan persekolahan semata.Oleh sebab itu tidak ada batasanusia untuk belajar, seperti apa yang menjadi konsep dari pendidikan sepanjang hayat (life long learner). Untuk menanamkan konsep pendidikan sepanjang hayat sehingga siswa terarah menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat (life long learner), diperlukan keterpaduan antara teknik mengajar bernuansa bimbingan, penggunaan strategi mengajar yang tepat, dan peran guru sebagai role model pembelajar sepanjang hayat.Cara yang dapat ditempuh guru sekolah dasar untuk menciptakan iklim pembelajaran yang bernuansa bimbingan adalah terlebih dahulu memahami perkembangan siswa dengan menggunakan beberapa teknik yang memungkinkan dilakukan guru. Pada saat guru memahami perkembangan siswa, dalam artian keadaan yang sedang dialami siswa, guru dapat memberikan motivasi belajar dan berprestasi. Terkait dengan penggunaan strategi mengajar yang tepat, untuk menumbuhkan rasa senang siswa terhadap proses belajar, maka strategi yang digunakan harus menimbulkan perasaan senang bagi siswa, baik sebab karena kemudahan yang dirasakan siswa, ataupun karena strategi yang sesuai dengan minat siswa. Terakhir, gurulah yang pertama harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, sebelum ia mengajak siswa-siswanya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM DI KELAS III SD N 70 KUTA RAJA BANDA ACEH
Lili Kasmini;
Resti Fauziah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1062.472 KB)
Penerapan sistem pembelajaran yang monoton merupakan salah satu penghambat serta kendala yang muncul pada setiap proses pembelajaran. Ketidaktepatan dalam memilih model pembelajaran yang cocok untuk karakteristik siswa pada suatu tempat pembelajaran juga merupakan suatu kendala dalam proses pembelajaran. Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah penerapan model pembelajaraan TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sumber daya alam di kelas III SD N 70 Kuta Raja Banda Aceh?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sumber daya alam di kelas III SD N 70 Kuta Raja Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc Taggart (Arikunto, 2002:84) dimana setiap siklus terdiri dari empat komponen tindakan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dalam satu spiral yang saling terkait. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 70 Kuta Raja Banda Aceh yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 10 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Penelitian ini dimulai dengan pre test. Tujuan diadakan pre test yaitu untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum dilakukan tindakan kelas. Hasil evaluasi pre test menunjukkan bahwa hanya 7 (31,81%) orang siswa yang tuntas atau memenuhi KKM sekolah dengan nilai rata-rata 71,42. Sedangkan 15 (68,18%) orang siswa lagi belum tuntas dengan nilai rata-rata 48, dan nilai rata-rata kelas 55,45. Selanjutnya peneliti melakukan tindakan pada siklus I. Hasil evaluasi pada siklus I ada 17 (77,27 %) siswa yang berhasil mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar 74,11, dan 5 orang siswa (22,72 %) belum mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata 56, dan nilai rata-rata kelas 70. Dengan demikian siswa kelas III SD Negeri Kuta Raja Banda Aceh telah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70. Dengan demikian peneliti tidak melakukan lagi tindakan pada siklus II.
ANALISIS KECERDASAN NATURALIS DALAM PEMBELAJARAN SUB TEMA BERMAIN DI LINGKUNGAN RUMAH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 19 RUKOH BANDA ACEH
Helminsyah;
Rikawati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.161 KB)
Kecerdasan naturalis merupakan dasar pemikiran yang sangat penting bagi awal perkembangan pola pikir siswa, melalui aspek kecerdasan ini anak mampu mengembangkan kreatifitas dan aktifitas. Kecerdasan natural ini bukan kecerdasan bawaan sebagaimana anak mengenal lapar dan haus, namun kecerdasan natural ini diperoleh melalui belajar, bimbingan dan melakukan eksperimen. Untuk siswa usia kelas rendah harus selalu dimbimbing dan diarahakn agar mengenal lingkungan lebih dekat serta hal lain yang berdampak dari kesalahan manusia. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri 19 Rukoh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan kecerdasan naturalis dalam pembelajaran sub tema bermain di lingkungan rumah pada siswa kelas II SD Negeri 19 Rukoh Banda Aceh dan mendekripsikan faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan naturalis dalam pembelajaran sub tema bermain di lingkungan rumah pada siswa kelas II SD Negeri 19 Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu menguraikan sesuatu secara sistematis tentang data dan karakteristik subjekdan berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. Untuk pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, tes aktifitas, tes lisan dan tulisan pada siswa kelas II sebanyak 30 orang serta wawancara kepada guru kelas II.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan naturalis dalam sub tema bermain di lingkungan rumah pada siswa kelas II SD Negeri 19 Rukoh dapat dikategorikan tuntas, namun siswa lebih banyak yang memiliki nilai 72-85 atau B (50%), siswa yang memperoleh nilai 86-100 atau A (40%), sementara yang mendapat nilai C (10%). Stimulasi yang diberikan sangat membantu meningkatkan kecerdasan naturalis bagi siswa. Adapun faktor yang mempengaruhi kecerdasan naturalis pada siswa kelas II adalah rendahnya alat dan media peraga, sehingga sedikit pula eksperimen dilakukan guru, selanjutnya kegiatan pembelajaran tentang naturalis belum memiliki pedoman yang ril, sehingga anak-anak kurang terlibat dengan lingkungan.
KETERKAITAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MONTESSORI UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEKOLAH DASAR PADA KURIKULUM 2013
Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.503 KB)
Kajian konseptual ini bersifat studi kepustakaan. Pada artikel ini memiliki beragam konsep yang saling terkait dan dibahas untuk mendapat suatu gagasan tentang keterkaitan penerapan metode pembelajaran Montessori untuk mencapai kompetensi dasar mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial sekolah dasar pada Kurikulum 2013. Salah satu mata pelajaran dalam kurikulum 2013 adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dalam Kurikulum 2013 meliputi pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai kejujuran, kerja keras; sosial, budaya, kebangsaan, cinta damai dan kemanusiaan serta kepribadian yang didasarkan pada nilai-nilai tersebut dan sikap. Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran IPS Sekolah Dasar memiliki Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa. Berdasarkan hal tersebut, metode pembelajaran Montessori cocok diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar. Metode pembelajaran Montessori sendiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan kedisiplinan yang memerdekakan dimana anak belajar dengan bebas memilih apa yang sesuai dengan kemampuan mereka, semua kegiatan harus berguna dan diamati oleh direktris.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 32 BANDA ACEH
Mulyani;
Nurliana
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.175 KB)
Kemampuan membaca beberapa siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh minat baca yang kurang untuk mengurangi faktor tersebut maka perlu ditumbuhkan minat baca pada siswa sedini mungkin agar dapat mengembangkan kemampuan membaca. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, Apakah ada hubungan antara minat baca terhadap kemampuan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui hubungan minat baca terhadap kemampuan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh yang berjumlah 63 siswa, karena populasinya kurang dari 100 maka yang menjadi sampel penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh, tahun ajaran 2015-2016 yang berjumlah 63 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan tes. Nilai yang diperoleh dari angket dan tes inilah yang diambil sebagai data, kemudian data diolah dengan menggunakan rumus korelasi pada taraf signifikan ????=0,05 dan dk = n-2 = 63-2 = 61. Analisis data menunjukkan nilai persamaan regresi minat baca adalah 48,649dan nilai persamaan regresi tes kemampuan membaca adalah 0,447. Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa ???? ℎ???????????????????? > ???? ???????????????????? yaitu : 0.155< 1,67. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara minat baca terhadap kemampuan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 32 Banda Aceh