cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "vol 14 no 2 (2026)" : 2 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA RAKYAT BREBES Casim Casim; Yukhsan Wakhyudi; Moch. Ihsan Nurul Amin
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menulis cerita rakyat memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kreatif sekaligus melestarikan kearifan lokal di perguruan tinggi. Namun, keterampilan menulis sastra kreatif mahasiswa masih rendah karena keterbatasan media pembelajaran digital yang inovatif, rendahnya keterlibatan mahasiswa, serta belum optimalnya penerapan pembelajaran yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar menulis cerita rakyat berbasis pembelajaran berbasis proyek, menguji kelayakannya melalui validasi ahli, serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan menulis sastra kreatif mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model tiga tahap (3-D), yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (pengembangan). Tahap pendefinisian dilakukan melalui analisis kebutuhan, karakteristik mahasiswa, dan materi cerita rakyat. Tahap perancangan menghasilkan rancangan bahan ajar yang memuat materi, langkah proyek, dan instrumen penilaian dalam format digital. Tahap pengembangan meliputi validasi ahli, revisi, dan uji coba produk. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan rendahnya keterampilan menulis sastra kreatif mahasiswa serta minimnya ketersediaan bahan ajar berbasis proyek. Produk yang dikembangkan berupa bahan ajar digital menulis cerita rakyat yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas, keterlibatan, dan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya sastra yang bermakna. ABSTRACT Learning to write folktales plays a crucial role in enhancing creative literacy and preserving local wisdom in higher education. However, students' creative literary writing skills remain low due to limited innovative digital learning media, low student engagement, and suboptimal implementation of learning that encourages creativity and collaboration. This study aims to develop project-based folktale writing teaching materials, test their feasibility through expert validation, and determine their effectiveness in improving students' creative literary writing skills. The method used is research and development with a three-stage (3-D) model: Define, Design, and Develop. The definition stage is carried out through an analysis of needs, student characteristics, and folktale materials. The design stage produces a teaching material design that includes materials, project steps, and assessment instruments in digital format. The development stage includes expert validation, revision, and product trials. The results of the needs analysis indicate low students' creative literary writing skills and the limited availability of project-based teaching materials. The product developed is a digital teaching material for writing folktales designed to enhance students' creativity, engagement, and ability to produce meaningful literary works.
DINAMIKA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE KOMUNITAS AKADEMIK MULTIKULTURAL (JAWA-SUNDA): STUDI SOSIOLINGUISTIK LINTAS BUDAYA MAHASISWA UNIVERSITAS PERADABAN Ghulam Arif Rizal; Mohamad Rizal Taryono
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas keberagaman multikultural mahasiswa pada lingkungan Universitas Peradaban. Dalam berkomunikasi terdapat intensitas interaksi sosial komunitas akademik menimbulkan variasi bahasa berupa campur kode dan atau alih kode. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis wujud campur kode alih kode dan faktor penyebabnya dalam proses komunikasi mahasiswa di lingkungan Universitas peradaban. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif peneliti gunakan pada penelitian. Sumber data dari tuturan mahasiswa sejumlah 46 informan dalam situasi komunikasi multikultural di kampus Universitas Peradaban. Pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian ini terdapat 13 tuturan campur kode alih kode dalam komunikasi. Wujud alih kode berupa kode dari bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia. Wujud campur kode berupa kode bahasa Indonesia, Sunda dan Jawa pada tataran kata dan frasa berupa "poho", "mah", "hayang", "sare", dan “nyong”, "sing”, “anane” , “ngko disdit”. Penyebab terjadinya adalah (1) identitas, (2) situasi, (3) keakraban, dan (4) penguasaan bahasa.AbstractThis study is motivated by the multicultural diversity of students at Universitas Peradaban. The intensity of social interaction within the academic community gives rise to linguistic variations in the form of code-mixing and/or code-switching. The study aims to analyze the forms of code-mixing and code-switching, as well as the factors driving them, during student communication at Universitas Peradaban. A qualitative approach utilizing a descriptive method was employed. Data were derived from student utterances during multicultural interactions on the Universitas Peradaban campus, collected via the "listen-and-record" technique. The findings reveal 13 instances of code-mixing and code-switching in communication. Code-switching involved the use of Sundanese, Javanese, and Indonesian. Code-mixing manifested through the use of Indonesian, Sundanese, and Javanese at the word and phrase levels—specifically terms such as "poho," "mah," "hayang," "sare," "nyong," "sing," "anane," and "ngko disdit." The underlying causes identified were (1) identity, (2) situation, (3) familiarity, and (4) language proficiency.

Page 1 of 1 | Total Record : 2