cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 203 Documents
RELASI KAKAK-ADIK YANG BERUBAH MENJADI KONFLIK: STUDI KASUS PSIKOLOGIS TOKOH NISA DAN RANI DALAM FILM IPAR ADALAH MAUT Dhini Akhiriani; Ichwan Rafliansyah; Siti Maemunah
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologis Tokoh Nisa dan Rani dalam film Ipar Adalah Maut karya Elizasifaa, dengan fokus pada aspek id, ego, dan superego. Teori yang digunakan adalah psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui kutipan-kutipan dalam adegan film. Data diambil dari film tersebut, dengan perhatian khusus pada aspek psikologis karakter tokoh Nisa dan Rani. Proses analisis meliputi identifikasi, deskripsi, pembahasan, dan penarikan kesimpulan, yang mehasilkan 27 data dan 22 temuan terkait ujaran dan sikap yang mencerminkan aspek psikologis individu tersebut. Dinamika kejiwaan tokoh ternyata berpengaruh signifikan terhadap penonjolan watak dan sikap dalam menghadapi konsekuensi dari tindakan yang dilakukan pemicu rusaknya rumah tangga.AbstractThis study aims to analyze the psychological aspects of the characters Nisa and Rani in the film “Ipar is Death” by Elizasifaa, focusing on the aspects of id, ego, and superego. The theory used is psychoanalysis proposed by Sigmund Freud. The method applied in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques through quotes in movie scenes. Data were taken from the movie, with special attention to the psychological aspects of characters Nisa and Rani. The analysis process includes identification, description, discussion, and conclusion, resulting in 27 data and 22 findings related to utterances and attitudes that reflect the psychological aspects of these individuals. The psychological dynamics of the characters were found to have a significant effect on the protrusion of characters and attitudes in facing the consequences of their actions that triggered the breakdown of the household.
ANALISIS SEMIOTIKA KISAH CINTA BEDA AGAMA PADA LIRIK LAGU “MANGU” DALAM PERSPEKTIF TEORI PILIHAN RASIONAL Fesya Nayla Saphira Ditya; Yenni Nur Litasari; Fadhilillah Ashil; Reva Akhila Fiandari; Natalia Sekar Dinda Kartika; Muhamad Arif Maulana; Puri Septiana Nursetiyawati
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3482

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna kisah cinta beda agama dalam lirik lagu “Mangu” karya Fourtwnty ft. Charita Utami sebagai teks budaya dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dan teori pilihan rasional James Coleman. Analisis semeotika Roland Barthles untuk menelaah makna denotasi, konotasi, dan mitos, sedangkan teori pilihan rasional James Coleman untuk melihat bagaimana keputusan tokoh dalam lagu didasari oleh pertimbangan rasional terhadap konflik cinta beda agama yang dialaminya. Dua teori ini memberikan pemahaman mengenai emosi, nilai budaya dan pertimbangan rasional saling berinteraksi dalam representasi cinta beda agama dalam lagu “Mangu”. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis semiotika dan teori pilihan rasional dalam membaca lirik lagu populer sebagai tokoh rasional dalam menghadapi konflik sosial dan keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen berbagai literatur relevan serta menelaah lirik lagu. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi pada lagu “Mangu” menggambarkan perpisahan dua insan yang memiliki keyakinan berbeda. Makna konotasinya menampilkan dilema emosional antara cinta dan keimanan masing-masing tokoh. Sedangkan mitos yang muncul ialah bentuk ideologi sosial bahwa cinta ideal hanya dapat terjadi dalam kesamaan nilai dan agama. Berdasarkan teori pilihan rasional, keputusan untuk berpisah ditampilkan sebagai bentuk rasionalitas dalam menimbang keuntungan dan kerugian dari mempertahankan hubungan beda agama. Penelitian ini berkontribusi melihat realitas masyayarakat Indonesia yang plural, di mana isu cinta beda agama menjadi persalan sensitif. Dengan demikian lagu “Mangu” tidak hanya merepresentasikan ekspresi emosi semata, tetapi juga realitas sosial bahwa cinta sering kali tunduk pada pertimbangan rasional dan norma keagamaan.AbstractThis study examines the meaning of interfaith love as represented in the song lyrics of “Mangu” by Fourtwnty ft. Charita Utami, treating the song as a cultural text through the application of Roland Barthes’ semiotic analysis and James Coleman’s rational choice theory. Barthes’ semiotic analysis is employed to examine the levels of denotation, connotation, and myth, while Coleman’s rational choice theory is used to analyze how the characters’ decisions in the song are shaped by rational considerations in response to the conflicts arising from an interfaith romantic relationship. These two theoretical frameworks provide an understanding of how emotions, cultural values, and rational considerations interact in the representation of interfaith love in the song “Mangu.” The novelty of this study lies in the integration of semiotic analysis and rational choice theory in interpreting popular song lyrics, positioning the characters not only as emotional subjects but also as rational actors confronting social and religious conflicts. This research adopts a qualitative approach, with data collected through document analysis of relevant literature and close examination of the song lyrics. The findings indicate that the denotative meaning of “Mangu” depicts the separation of two individuals with different religious beliefs. At the connotative level, the song reveals an emotional dilemma between love and personal faith experienced by each character. Meanwhile, the emerging myth reflects a social ideology that ideal love can only be realized through shared values and religious homogeneity. From the perspective of rational choice theory, the decision to separate is presented as a rational act based on weighing the costs and benefits of maintaining an interfaith relationship. This study contributes to an understanding of Indonesia’s plural social reality, in which interfaith relationships remain a sensitive issue. Thus, “Mangu” does not merely represent emotional expression but also reflects a broader social reality in which love is often subject to rational considerations and religious norms.
ANALISIS DEIKSIS DALAM CERPEN LELAKI YANG MENDERITA BILA DIPUJI KARYA AHMAD TOHARI Dwi Putri Ardini; Fitri Dwi Cahyani; Aulia Najla Huwaida; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansyah
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji karya Ahmad Tohari sebagai upaya memahami bagaimana bahasa bekerja membangun makna dan kohesi wacana dalam teks sastra. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya kajian linguistik, khususnya semantik dan pragmatik, dalam menganalisis unsur kebahasaan yang berperan dalam pembentukan struktur cerita, karena kajian deiksis pada cerpen tersebut belum banyak dibahas secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang muncul serta fungsi referensial dan kontekstualnya dalam membangun hubungan antar tokoh, peristiwa, dan ruang cerita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa satuan lingual dalam cerpen yang memuat deiksis persona, ruang, dan waktu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat selama periode penelitian berlangsung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan semantik dan pragmatik untuk menafsirkan makna rujukan serta konteks tutur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 93 data deiksis, terdiri atas 71 deiksis persona, 20 deiksis ruang, dan 2 deiksis waktu. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa deiksis berperan penting dalam mengarahkan rujukan tokoh, memperjelas lokasi peristiwa, serta menandai urutan temporal yang menjaga koherensi cerita. Simpulan penelitian menegaskan bahwa deiksis merupakan unsur linguistik yang krusial dalam membangun struktur makna, memperkuat kohesi wacana, serta membantu pembaca memahami dinamika hubungan antar tokoh dan peristiwa dalam cerpen.AbstractThis study examines the use of deixis in Ahmad Tohari’s short story Lelaki yang Menderita Bila Dipuji as an effort to understand how language constructs meaning and textual cohesion within literary discourse. The urgency of this research lies in the limited comprehensive studies that analyze deixis in this short story, despite its significant role in revealing how linguistic elements shape narrative structure through semantic and pragmatic mechanisms. This study aims to describe the types of deixis that appear in the text and to explain their referential and contextual functions in establishing relationships among characters, events, and spatial settings. The research employs a descriptive qualitative method, with data drawn from linguistic units in the short story containing personal, spatial, and temporal deixis. Data collection was conducted through observation and note-taking techniques throughout the research process. The data were analyzed using content analysis supported by semantic and pragmatic approaches to interpret referential meaning and contextual usage. The results reveal 93 occurrences of deixis: 71 personal deixis, 20 spatial deixis, and 2 temporal deixis. These findings demonstrate that deixis plays a crucial role in clarifying character references, describing spatial orientation, and marking temporal sequences that maintain narrative coherence. The study concludes that deixis is an essential linguistic component that shapes meaning, strengthens textual cohesion, and enhances readers’ understanding of character dynamics and event structures within the short story.