cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 200 Documents
ANALISIS UNSUR INTRINSIK PADA FILM “BILA ESOK IBU TIADA” KARYA NUY NAGIGA Wulandari, Wina; Wahidah, Nurul; Nurlela, Nurlela
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i1.3102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam film Bila Esok Ibu Tiada Karya Nuy Naniga yang mengangkat tema kehilangan dan dinamika keluarga, serta upaya untuk memperbaiki hubungan yang retak. Film ini menggambarkan hubungan seorang ibu dengan empat anaknya dalam sebuah keluarga. Menghadirkan konflik-konflik kehidupan sehari-hari namun sukses menguras air mata penontonnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui observasi tekstual dan transkrip dialog yang dianalisis berdasarkan unsur-unsur intrinsik, yakni tema, tokoh/penokohan, alur, latar, dan gaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang pentingnya menghargai hubungan keluarga melalui dialog emosional, simbolisme, dan metafora yang mendalam. Tema utama yang diangkat adalah perjuangan dalam menghadapi kehilangan dan upaya memperbaiki hubungan keluarga dengan filosofi Kintsugi sebagai simbol. Tokoh utama, seperti Ranika yang menjadi pemimpin keluarga, serta Rahmi yang berusaha menjaga kebersamaan keluarganya, mencerminkan karakter yang kompleks dan realistis. Alur campuran yang digunakan memungkinkan penonton memahami latar belakang konflik, sementara latar dan gaya bahasa mendukung penggambaran emosional cerita. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana film Bila Esok Ibu Tiada tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan moral tentang pentingnya keluarga, komunikasi, dan saling memahami dalam menghadapi cobaan hidup.AbstractThis research aims to analyze the intrinsic elements in the film Bila Esok Tiada which is Nuy Naniga’s work, which raises the theme of loss and family dynamics, as well as efforts to repair fractured relationships. This film depicts the relationship between a mother and her four children in a family. Presenting daily life conflicts but successfully draining the audience's tears. This study uses a qualitative research method, data is obtained through textual observations and dialogue transcripts which are analyzed based on intrinsic elements, namely themes, characters/characterization, plot, setting, and language style. The results of the analysis show that this film conveys a profound message about the importance of respecting family relationships through emotional dialogue, symbolism, and deep metaphors. The main theme raised was the struggle to face loss and efforts to improve family relationships with the Kintsugi philosophy as a symbol. The main characters, such as Ranika who is the leader of the family, and Rahmi who tries to keep her family together, reflect complex and realistic characters. The mixed plot used allows the audience to understand the background of the conflict, while the setting and language style support the emotional portrayal of the story. This research provides insight into how the film Bila Esok Ibu Ada not only serves as entertainment, but also as a medium to convey moral messages about the importance of family, communication, and mutual understanding in facing life's trials.
IMPLEMENTASI METODE ESTAFET WRITING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI KONTEMPORER SISWA KELAS V SD NEGERI 47 BANDA ACEH HZ, Hasniati.; Mislinawati, Mislinawati; Hasniyati, Hasniyati
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i1.3109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas V SD Negeri 47 Banda Aceh dalam menulis puisi. Untuk mengatasi masalah ini, metode estafet writing diterapkan guna menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi metode estafet writing dalam pembelajaran menulis puisi kontemporer pada siswa kelas V di SD Negeri 47 Banda Aceh, dan (2) mengetahui kemampuan menulis puisi kontemporer dengan metode estafet writing pada siswa kelas V di SD Negeri 47 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, subjeknya adalah siswa kelas V SD Negeri 47 Banda Aceh. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes unjuk kerja menulis puisi. Teknik analisis data menerapkan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode estafet writing dalam pembelajaran menulis puisi kontemporer pada siswa kelas V di SD Negeri 47 Banda Aceh berjalan baik dan lancar. Metode ini berhasil menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan, sekaligus meningkatkan keaktifan, perhatian, minat, motivasi, serta kerja sama antar siswa. Selain itu, kemampuan menulis puisi kontemporer siswa kelas V SD Negeri 47 Banda Aceh dengan menggunakan metode estafet writing mendapatkan hasil yang sangat baik dan memuaskan. Dari enam kelompok yang terlibat, seluruhnya memperoleh nilai dengan kategori "Baik Sekali (A)".AbstractThis research is motivated by the low ability of fifth-grade students at SD Negeri 47 Banda Aceh in writing poetry. To address this issue, the estafet writing method was implemented to create engaging, enjoyable, and student-centered learning. This study aims to (1) describe the implementation of the estafet writing method in learning contemporary poetry writing for fifth-grade students at SD Negeri 47 Banda Aceh, and (2) assess the ability to write contemporary poetry using the estafet writing method among fifth-grade students at SD Negeri 47 Banda Aceh. This research employs a qualitative approach with a descriptive research type, and the subjects are fifth-grade students at SD Negeri 47 Banda Aceh. Data collection techniques include observation and performance tests in poetry writing. Data analysis uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The research results indicate that the implementation of the estafet writing method in learning contemporary poetry writing for fifth-grade students at SD Negeri 47 Banda Aceh is going well and smoothly. This method successfully creates a more engaging and enjoyable learning experience while enhancing students' activeness, attention, interest, motivation, and collaboration. Furthermore, the fifth-grade students’ ability to write contemporary poetry using the estafet writing method achieves very good and satisfying results. All six participating groups scored within the "Excellent (A)" category.
BENTUK KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Maemunah, Siti; Puryono, Aditya Pratama
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i1.2827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik sosial dalam novel gendut? Siapa Takut!, memaparkan faktor penyebab konflik sosial dalam novel Gendut? Siapa Takut! . Dalam novel ini pun dapat dikaitkan dengan teori dari Sujarwa dan Wahyudi tahun 2019 dengan bentuk konflik sosial. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif untuk menghimpun dan menelaah data deskriptif termasuk tulisan, perasaan, dan perilaku. Metode pengumpulannya digunakan adalah metode simak, baca dan mencatat. Sumber penelitian ini dari novel Gendut? Siapa Takut! Karya Alnira. Gendut? Siapa Takut! adalah novel karya Alnira yang dirilis pada tahun 2019 oleh Gramedia Pustaka Utama. Novel ini telah difilmkan pada tahun 2022 yang diperankan oleh artis ternama Indonesia, Marshanda. Karena, cerita tersebut dapat menggambarkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat kita secara cukup akurat. Novel ini berisi 320 halaman terdiri dari bab 1 (satu) hingga bab 31 (tiga puluh satu). Dalam penelitian ini, terdapat 40 (empat puluh) data yang terdiri dari bentuk dan faktor penyebab konflik sosial, Judul skripsi terkait “Konflik Sosial Dalam Novel "Gendut? Siapa Takut! Karya Alnira (Kajian Sosiologi Sastra)“ menarik untuk dibahas.Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis data dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, mendeskripsikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang telah saya analisi terdapat ada beberapa data mengenai konflik sosial dalam novel Gendut? Siapa Takut! Karya Alnira yang terdiri dari 1.) bentuk konflik sosial dan 2.) faktor penyebab konflik sosial.AbstractThis research aims to: Describe the forms of social conflict in the novel Gendut? Who's Afraid!, explain the factors that cause social conflict in the novel Gendut? Who's Afraid!. In this novel, it can also be linked to the theory of Sujarwa and Wahyudi in 2019 with the form of social conflict. This study uses a qualitative approach to collect and examine descriptive data including writing, feelings, and behavior. The collection method used is the listening, reading and recording method. The source of this research is the novel Gendut? Who's Afraid! by Alnira. Gendut? Who's Afraid! is a novel by Alnira which was released in 2019 by Gramedia Pustaka Utama. This novel has been filmed in 2022 starring the famous Indonesian artist, Marshanda. Because, the story can describe social problems that occur in our society quite accurately. This novel contains 320 pages consisting of chapters 1 (one) to chapter 31 (thirty one). In this study, there are 40 (forty) data consisting of forms and factors causing social conflict, The title of the thesis related to "Social Conflict in the Novel "Gendut? Who's Afraid! By Alnira (Literary Sociology Study)" is interesting to discuss. The data in this study were analyzed using data analysis techniques by identifying, classifying, analyzing, describing, and drawing conclusions. The results that I have analyzed contain several data regarding social conflict in the novel Gendut? Who's Afraid! By Alnira which consist of 1.) forms of social conflict and 2.) factors causing social conflict.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI (DIFFERENTIATED INSTRUCTION) MELALUI PENDEKATAN GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CRITICAL READING SMA DI ACEH Aini, Rizka Marlisa; Syahputra, Mulyadi; Maulizan, Maulizan
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i1.3137

Abstract

Skor literasi Indonesia pada PISA 2022 turun 12 poin menjadi 359, menempatkan negara ini di peringkat 62 dari 72 peserta. Penurunan ini menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan Membaca Kritis, terutama di Provinsi Aceh, di mana siswa sekolah menengah menghadapi tantangan dalam berpikir kritis akibat kesenjangan kemampuan, tingkat membaca, dan minat membaca yang rendah. Keberhasilan pengajaran diferensiasi juga bergantung pada keterlibatan siswa, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk meningkatkan partisipasi mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa melalui differentiated Instruction yang dikombinasikan dengan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pendekatan kuantitatif dengan eksperimen sebenarnya digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari siswa kelas 11 dari tiga sekolah di Aceh, yang dipilih secara acak menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen yang digunakan meliputi tes membaca kritis berbasis SAT dan kuesioner persepsi siswa. Hasil analisis uji-t dengan SPSS menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan keterampilan membaca yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, kuesioner menunjukkan hasil positif, seperti peningkatan keterlibatan siswa, pemahaman materi yang lebih baik, dan instruksi yang lebih jelas dari guru dengan pendekatan gamifikasi. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada strategi pengajaran yang lebih efektif, khususnya dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis melalui pengajaran diferensiasi yang terintegrasi dengan gamifikasi di sekolah menengah.AbstractIndonesia’s PISA 2022 literacy score dropped by 12 points to 359, ranking 62 out of 72 countries, highlighting the need for continued focus on Critical Reading. High schools in Aceh face challenges in enhancing students’ critical thinking due to disparities in ability, reading levels, and interest. The success of differentiated instruction (DI) also depends on student engagement, making it crucial to integrate gamification to boost participation.This study aims to improve students’ critical reading skills through gamified DI in English learning. A quantitative true-experimental design was used, involving 11th-grade students from three randomly selected schools in Aceh: SMAN 1 Blangpegayon, SMAN 1 Pidie Jaya, and SMAN Kota Bahagia. Students were divided into control and experimental groups. Instruments included an SAT-based critical reading test and a questionnaire measuring student perceptions. Data analysis using t-tests and SPSS percentage analysis showed that the experimental group significantly outperformed the control group, with higher post-test scores. The questionnaire also revealed positive feedback, such as increased engagement, better comprehension, and clearer teacher instructions. This study contributes to effective high school teaching strategies by integrating gamification with DI to enhance critical reading skills, ultimately addressing literacy challenges in Aceh.
TRANSFORMASI NILAI ISLAMI DALAM PENDIDIKAN NONFORMAL MELALUI TARI ZAPIN PECAH DUA BELAS DI PEKANBARU Suryani, Nike; Evadila, Evadila
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i1.3239

Abstract

Tari Zapin Pecah Dua Belas merupakan warisan budaya takbenda masyarakat Melayu yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga kaya akan muatan nilai-nilai karakter Islami. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran pendidikan nonformal melalui sanggar seni dalam mentransformasi nilai-nilai keislaman kepada generasi muda di Pekanbaru. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Islami dalam tari Zapin dilakukan melalui tiga tahapan utama: pengajaran makna simbolik gerak dan lirik, penguatan kesadaran melalui refleksi, serta pelestarian nilai melalui praktik rutin dan media digital. Tarian ini terbukti menjadi media efektif dalam membentuk karakter remaja yang religius, bertanggung jawab, dan mencintai budaya lokal. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendidikan karakter berbasis seni budaya lokal dalam strategi pendidikan Islam kontekstual.AbstractZapin Pecah Dua Belas dance is an intangible cultural heritage of the Malay community that not only has aesthetic value, but is also rich in the content of Islamic character values. This research aims to explore the role of non-formal education through art studios in transforming Islamic values to the younger generation in Pekanbaru. The research approach used ethnocoreology approach with qualitative method. Data were obtained through participatory observation, in-depth interviews and documentation. The results showed that the internalization of Islamic values in Zapin dance was carried out through three main stages: teaching the symbolic meaning of movements and lyrics, strengthening awareness through reflection, and preserving values through routine practice and digital media. This dance proved to be an effective medium in shaping the character of adolescents who are religious, responsible, and love local culture. This study recommends strengthening character education based on local cultural arts in contextual Islamic education strategies.
ANALISIS SEMIOTIKA NILAI-NILAI AGAMA FERDINAN DE SAUSURE DALAM FILM QODRAT 2 Bujaya, Muhammad; Syihabuddi, Syihabuddi; Kustina, Rika; Arianto, Arianto; Talitha, Stella; Alfia, Barkatun Nisa; Nina, Nina; Trisnawati, Trisnawati
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i2.3192

Abstract

Nilai religius sangat kental di era modern sekarang ini, salah satunya dengan penyebaran agama melalui dakwah, tidak bisa dilepaskan kemajuan digital sangat mempengaruhi peran penyeberannya, film menjadi objek yang sangat menarik untuk memvisualisasikannya, seperti film Qodrat 2 yang mempunyai pesan dan tujuan yang sejalan dengan penelitian. Nilai tauhid yang terdapat dalam setiap aktivitas sejalan dengan metode yang digunakan penulis dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif menjawab pertanyaan mengenai apa, mengapa, dan bagaimana dari sautu fenomena. Film Qodrat 2 mengilustrasikan sosok ustadz yang mempunyai kemampuan meruqiyah dengan pemahaman agama yang baik. Ditemukan 8 adegan dari tiga klasifikasi berdasarkan hakikat tauhid yang menjadi acuan dalam pembahasan yang merujuk pada rumusan masalah yang diangkat oleh penulis. Teknik yang digunakan penulis dalam menganalisis menggunakan teknik analisis isi, dengan mencatat lambang atau pesan sistematis dan mengiterpretasikannya berdasarkan rujukan kepada Ferdinan De Sausssure yang melihat penanda dan petanda yang terdapat pada film Qodrat 2 yang membentuk makna untuk mengajak penikmatnya ketika menonton film Qodrat 2 ini, dapat memahami pentingnya iman dan doa dalam kehidupan, mempertegas kenyakinan bahwa agama adalah pelindung dari kejahatan, dan memberikan apresiasi simbol-simbol keislaman yang memperkuat narasi horror religi yang ada pada film Qodrat 2.AbstractReligious values are very thick in today's modern era, one of which is the spread of religion through da'wah, it cannot be released that digital advances greatly affect the role of its transmission, films become very interesting objects to visualize it, such as the film Qodrat 2 which has messages and goals that are in line with research. The value of tawhid contained in each activity is in line with the method used by the author using qualitative methods and descriptive approaches. Qualitative methods answer questions about what, why, and how of a phenomenon. The movie Qodrat 2 illustrates the figure of an ustadz who has the ability to meruqiyah with a good understanding of religion. There were 8 scenes from three classifications based on the essence of tawhid which became a reference in the discussion that referred to the formulation of the problems raised by the author. The technique used by the author in analyzing using content analysis techniques, by recording symbols or messages systematically and interpreting them based on references to Ferdinan De Sausssure who sees the signifiers and signs contained in the Qodrat 2 film which form a meaning to invite viewers when watching this Qodrat 2 film, can understand the importance of faith and prayer in life, reinforce the belief that religion is a protector from evil, and appreciate Islamic symbols that strengthen the religious horror narrative in the Qodrat 2 film.
PENGUATAN MOTIVASI MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN LITERASI SASTRA Haryanto, Yusuf; Nurjam’an, Muhammad Ichsan; Nina, Nina; Apriani, Salamah; Bujaya, Muhammad
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i2.3355

Abstract

A B S T R A C T This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on fantasy story writing skills, as measured by the writing motivation of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Cibungbulang, Bogor. This study employed a quantitative research method with an experimental approach. To determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model, the sample was divided into two classes: high- and low-motivation. Data collection began with a questionnaire to determine motivation levels, followed by instructional sessions. The results of the lecture and PBL tests were then compared to determine the influence of interest and the model used. A two-way ANOVA calculation revealed that the average score for class A1B1 was 82.95, for class A1B2 71.3, for class A2B1 73.6, and for class A2B2 49.4. In addition, Fcount > Ftable with: (1) Factor A (Motivation): Fcount = 29.3709 > Ftable = 3.96676; (2) Factor B: Fcount = 38.6541 Ftable = 3.96676; (3) Factor C (Interaction between Motivation and Model): Fcount 4.73701 > Ftable = 3.96676. Thus, the results of the comparison of Fcount > Ftable show that there is an influence of the Problem Based Learning (PBL) model on the skills of writing fantasy story texts in terms of the writing motivation of class VII students of SMP Negeri 2 Cibungbulang Bogor.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA UNIVERSITAS TEUKU UMAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE Syafrizal, Syafrizal
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i2.3362

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa masih rendahnya keterampilan menulis mahasiswa Universitas Teuku Umar. Fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor penggunaan media pembelajaran yang belum efektif dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran picture and picture dalam meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa Unviersitas Teuku Umar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian action reaseach. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik observasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 30 orang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan dua siklus kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa persentase keterampilan menulis mahasiswa pada siklus 1 sebesar 54% dan berada pada kategori cukup berdasarkan tabel penilaian akhir mata kuliah yang dikeluarkan oleh Universtias Teuku Umar. Hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan persentase nilai keterampilan menulis mahasiswa adalah 82% yang berada pada kategori sangat baik dan terdapat 18% masih berada pada ketegori cukup. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran picture and picture sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa tergolong efektif.AbstractThis study is based on the phenomenon that the writing skills of Teuku Umar University students are still low. This phenomenon is influenced by various factors, one of which is the ineffective use of learning media in efforts to improve students' writing skills. The purpose of this study is to describe the application of the picture and picture learning model in improving the writing skills of Teuku Umar University students. The research method used in this study is action research. The data collection techniques used were testing and observation. The sample size in this study was 30 students. This study used two cycles of learning activities. The results obtained showed that the percentage of students' writing skills in cycle 1 was 54% and was categorized as adequate based on the final course assessment table issued by Teuku Umar University. The results of the study in cycle 2 showed that the percentage of students' writing skills was 82%, which was in the very good category, and 18% were still in the adequate category. Thus, the use of the Picture and Picture learning media as an effort to improve students' writing skills is considered effective.
ANALISIS AFIKSASI PADA MEDIA BERITA ONLINE @CNBCIndonesia EDISI DESEMBER 2024 Nina, Nina; Arianto, Arianto; Sastromiharjo, Andoyo; Nissa, Barkatun; Bujaya, Muhammad; Talitha, Stella; Trisnawati, Trisnawati; Kustina, Rika
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i2.3156

Abstract

Kesalahan yang sering muncul dalam kajian morfologi adalah kesalahan afiksasi. Kesalahan ini dalam sebuah berita dapat menyebabkan multitafsir oleh pembaca. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kesalahan afiksasi pada teks berita online dan memperbaikinya sesuai kaidah bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian dimulai dengan pemilihan sumber data yakni teks berita online @CNBCIndonesia edisi Desember 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak catat, teknik simak untuk memperoleh data dan catat untuk menganalisis kata atau kalimat. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kesalahan afiksasi dalam media massa online @CNBCIndonesia edisi Desember 2024 yakni: (1) kesalahan morfonemik terkait dengann aspek morfologi dan fonologi. Hal ini terjadi kesalahan penggunaan fonem sebagai akibat pertemuan antara afiks dengan bentuk dasar. Faktor penyebab kesalahan ini adalah tidak menggunakan afiksasi yang tepat sesuai kaidah Bahasa Indonesia, tetapi hal ini dapat dibenarkan karena jurnalis menggunakan bahasa jurnalistik yang berpedoman menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan mudah dipahami. (2) Kesalahan penggunaan afiksasi terkait semantik atau pemaknaan saat menentukan fungsi kata berafiks dalam kalimat sehingga penyajian informasi berita dapat sepnuhnya dijadikan rujukan informasi dalam berita, sehingga proses afiksasi kata dalam kalimat berita tidak menimbulkan multi tafsir. AbstractA common mistake in morphological studies is affixation errors. These errors in news can lead to multiple interpretations by readers. The objective of this research is to explain affixation errors in online news texts and to correct them according to language rules. This study employs a qualitative descriptive method. The research process begins with the selection of data sources, namely online news texts from @CNBCIndonesia in the December 2024 edition. The data collection technique uses the note-taking method, with the listening technique to acquire data and note-taking for analyzing words or sentences. Based on the data analysis, it can be concluded that affixation errors in online mass media @CNBCIndonesia in the December 2024 edition are: (1) morphonemic errors related to morphological and phonological aspects. This occurs due to errors in the use of phonemes as a result of the meeting between affixes and the root form. The factors causing this error are the improper use of affixation according to the rules of the Indonesian language, but this can be justified because journalists use journalistic language that adheres to using language that is brief, clear, and easy to understand. (2) The errors in the use of affixation are related to semantics or meaning when determining the function of affixed words in sentences, so that the presentation of news information can be entirely referenced in the news, thus the process of affixation of words in news sentences does not result in multiple interpretations.
EKSPLORASI PRAGMATISME DALAM ARTIKEL ILMIAH POPULER MAHASISWA Kustina, Rika; Syihabuddin, Syihabuddin; Talitha, Stella; Nissa, Barkatun; Bujaya, Muhammad; Arianto, Arianto; Trisnawati, Trisnawati; Nina, Nina
Jurnal Metamorfosa Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v13i2.3236

Abstract

This study aims to explore language practices in popular scientific articles written by students using a pragmatic hermeneutic approach based on the ideas of Charles S. Peirce, William James, and John Dewey. This study focuses on how language in these writings not only functions as a means of conveying information but also as a social action that shapes consciousness, conveys values, and influences readers. The method used is descriptive qualitative with philosophical discourse analysis techniques applied to five student articles published in popular online media. The results of the study indicate that the language in these articles is reflective, persuasive, and transformative. Students position themselves as social subjects addressing historical, moral, cultural, and economic issues through language that shapes action. Popular scientific articles prove to be a medium for the practice of pragmatic language philosophy, where meaning is formed within a social context and directed toward real change.