cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2019)" : 7 Documents clear
KETRAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SD NEGERI 14 BANDA ACEH Maulidar; Ulfa Salawa
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.557 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.576

Abstract

The problem in this study is that teachers are required to give a lot of variation in teaching, because by giving variation the learning is more successful. Instead the teacher who continues to teach with lectures from beginning to end will cause boredom for students. The lack of teachers in providing stimulation variations to students can cause students to be lazy to learn, regardless of the teacher, students are busy with their own work. The purpose of this study is to find out the teacher's skills in providing a variety of stimuli in the learning process in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh. This type of research is descriptive. The subjects in this study were teachers who taught in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh, amounting to 4 teachers. In this study the authors used observations and questionnaires as research instruments. Data from the test results were processed using descriptions. The results of the study can be concluded that the majority of teachers in delivering material using sounds that are too high are in the good category as many as 2 people (50%) and the teacher uses verbal emphasis combined with members of the body in the adequate category of 4 people (100%). The results of the questionnaire showed that the teacher provided a variety of stimuli when learning was in the frequent category of 3 people (75%), never 1 person (25%) in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh. Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru dituntut banyak memberi variasi dalam mengajar, karena dengan memberikan variasi maka pembelajaran semakin berhasil. Sebaliknya guru yang terus-menerus mengajar dengan ceramah dari awal sampai akhir akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Kurangnya guru dalam memberikan variasi stimuluas kepada siswa bisa menyebabkan siswa malas belajar, tidak memperdulikan guru, siswa sibuk dengan kerjaan sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketrampilan guru dalam memberikan variasi stimulus dalam proses pembelajaran di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh.Jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh yang berjumlah 4 orang guru.Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi dan angket sebagai instrumen penelitian. Data hasil tes diolah dengan menggunakan deskripsi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas guru dalam menyampaikan materi menggunakan suara yang terlalu tinggi berada pada kategori baik sebanyak 2 orang (50%) dan guru menggunakan penekanan secara verbal dikombinasikan dengan anggota badan berada pada kategori cukup sebanyak 4 orang (100%). Hasil angket menunjukkan bahwa guru memberikan variasi stimulus pada saat pembelajaran berada pada kategori sering yaitu 3 orang (75%), tidak pernah 1 orang (25%) di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. Kata Kunci: ketrampilan guru, variasi stimulus
ANALISIS PENERAPAN NILAI-NILAI MORAL AGAMA ANAK KELOMPOK BERMAIN DI PAUD MELATI BANDA ACEH Ayi Teiri Nurtiani; Destisatifa
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.621 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.577

Abstract

Religious moral values are an important factor in human life because they are needed for application from an early age. This study aims to determine the application of the religious moral values of the Play Group Children at PAUD Melati Banda Aceh as well as the supporting and inhibiting factors experienced by educators in applying early childhood religious moral values, especially in the sphere of practice of shalat. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subjects in this study were principals, educators, and students. The instruments in this study are observation and interviews. The technique used in data analysis is displaying data, reducing data, and taking conclusions. The results showed that the application of religious moral values of early childhood within the scope of practice of shalat was good enough, educators who taught in the Play Group tried to give the best in applying moral and religious values to children. Students can imitate the movement of worship even though it is not regular. The supporting and inhibiting factors in the aplication of children's religious moral values within the scope of practice shalat in Playgroup is that students are easily out of focus and difficult to condition, when carrying out shalat practice. The grouping of students conducted by the teacher when the practice of shalat is still unclear. Educators have little difficulty in dealing with children who do not participate in learning. AbstrakNilai-nilai moral agama merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia oleh sebab itu diperlukan penerapannya sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai moral agama anak Kelompok Bermain di PAUD Melati Banda Aceh serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami oleh pendidik dalam menerapkan nilai-nilai moral agama anak usia dini, terutama dalam lingkup penanaman nilai ibadah shalat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyekdalam penelitian ini adalah kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai moral agama anak usia dini dalam lingkup penanaman nilai ibadah shalat sudah cukup baik, pendidik yang mengajar di Kelompok Bermain PAUD Melati berusaha memberikan yang terbaik dalam menerapkan nilai moral dan keagamaan pada anak. Peserta didik dapat meniru gerakan beribadah walaupun belum teratur. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai-nilai moral agama anak dalam lingkup penanaman nilai ibadah sholat di Kelompok Bermain PAUD Melati Banda Aceh adalah peserta didik mudah tidak fokus dan sulit dikondisikan pada saat melaksanakan praktek shalat. Pengelompokan peserta didik yang dilakukan oleh guru saat praktek ibadah shalat masih belum jelas. Pendidik sedikit mengalami kesulitan dalam menangani anak yang tidak ikut serta dalam pembelajaran. Kata Kunci: Moral Agama
PENGGUNAAN MEDIA AJAR PADA PEMBELAJARAN SENI TARI DI TK KEMALA BHAYANGKARI ACEH SINGKIL Taat Kurnita Yeniningsih; Aida Fitri; Hayati
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.965 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.578

Abstract

Media is a communication channel that determines the success of learning. Basically learning media is useful to make it easier for students to understand something that is possible difficult or simplifying something that might be complex. This study aims to describe the use of teaching media in dance learning and what obstacles are found by teachers in the learning process of dance by using teaching media at TK Kemala Bhayangkari. The approach of this research is qualitative with descriptive type. Data collection techniques by observation, interviews, documentation. Data Analysis with data reduction, data presentation, data verification. This research was conducted at TK Kemala Bhayangkari Aceh Singkil. Based on the research data, the use of teaching media in dance learning and the obstacles found by the teacher in the process of learning dance using teaching media in kindergarten Kemala Bhayangkari can be summarized as follows: The use of audio-based media is very effective in motivating and improving student learning outcomes. The group of students in learning the bungong seulanga dance. The obstacle that was found was the disruption of the concentration of students caused by interference from the side of his friends who were impatient to play, so that the teacher had to be more serious in paying attention to the students in following the learning. Abstrak Media merupakan saluran komunikasi penentu keberhasilan pembelajaran. Pada dasarnya media belajar berguna untuk memudahkan peserta didik memahami sesuatu yang mungkin sulit atau menyederhanakan sesuatu yang mungkin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media ajar pada pembelajaran seni tari dan hambatan-hambatan apa saja yang di temukan guru pada proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan media ajar di TK Kemala Bhayangkari. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis Data dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Penelitian ini dilakukan di TK Kemala Bhayangkari Aceh Singkil. Berdasarkan data hasil penelitian penggunaan media ajar pada pembelajaran seni tari dan hambatan-hambatan yang di temukan guru pada proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan media ajar di TK Kemala Bhayangkari dapat di simpulkan sebagai berikut: Penggunaan media berbasis audio sangat efektif dalam memotivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kelompok peserta didik dalam pembelajaran seni tari bungong seulanga. Hambatan yang di temukan adalah terganggunya konsentrasi peserta didik yang diakibatkan oleh gangguan dari pihak temannya yang tidak sabar untuk bermain, sehingga guru harus lebih serius memperhatikan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Kata kunci: Media ajar, taman kanak-kanan
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK DENGAN PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI PADA KELOMPOK B DI PAUD TGK. M. SYARIEF ACEH BESAR Lina Amelia; Lindawati
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.092 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.930

Abstract

Speaking is a form of language verbally. In everyday life speaking activities exceed the count of writing activities. By speaking messages or desires can be conveyed a lot with a short time. Problem formulation in this study 1. How to improve speaking skills of group B children in PAUD Tgk Muhammad Syarief using serial images 2. How is the improvement of speaking skills of group B children in PAUD Tgk Muhammad Syarief using serial images? The aim is 1. To find out how to improve the speaking skills of group B children. Muhammad Syarief Aceh Besar by using serial image media 2. Knowing the improvement in the speaking skills of group B Tgk Muhammad Syarief Aceh Besar by using serial image media. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The instrument used is the observation sheet. The observation sheet is an activity of observing children's activities to obtain data about speaking ability. The number of samples is 10 children and the researchers' data were analyzed using a percentage formula. The results showed that in the description of children's activities in the first cycle the number of percentages with undeveloped categories 40% (4 children) categories began to develop 40% (4 children) categories developed according to expectations 20% (2 children) and very good developing categories did not exist. Whereas in the second cycle there was no category yet to develop, began to develop, the category developed according to expectations was 20% (2 children) the category of very good developing was 80% (8 children) Based on these data it can be concluded that the use of serial image media can improve children's speech. AbstrakBerbicara adalah wujud dari bahasa secara lisan. Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan berbicara melebihi hitungan kegiatan menulis. Dengan berbicara pesan atau keinginan dapat tersampaikan banyak dengan waktu singkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini 1. Bagaimana cara meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok B di PAUD Tgk Muhammad Syarief dengan menggunakan gambar berseri 2. Bagaimanakah peningkatan keterampilan berbicara anak kelompok B di PAUD Tgk Muhammad Syarief dengan menggunakan gambar berseri?. Tujuannya adalah 1. Untuk mengetahui cara meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok B Tgk. Muhammad Syarief Aceh Besar dengan menggunakan media gambar seri 2. Mengetahui peningkatan keterampilan berbicara kelompok B Tgk Muhammad Syarief Aceh Besar dengan menggunakan media gambar seri. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Lembar observasi adalah kegiatan mengamati aktivitas anak untuk memperoleh data tentang kemampuan berbicara. Jumlah sampel adalah 10 anak dan data peneliti dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran aktivitas anak pada siklus I jumlah presentase dengan katagori belum berkembang 40% (4 anak) kategori mulai berkembang 40% (4 anak) kategori berkembang sesuai harapan 20% (2 anak) dan kategori berkembang sangat baik tidak ada. Sedangkan pada siklus II tidak ada kategori belum berkembang, mulai berkembang, kategori berkembang sesuai harapan adalah 20% (2 anak) kategori berkembang sangat baik adalah 80% (8 anak) Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. Kata kunci: Media Gambar Seri, Kemampun Berbicara Anak
KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Eka Setiawati; Munda Sari
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.072 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.931

Abstract

This study aims to compare the independence of the child awaited at school and is not expected at school. This study uses a qualitative descriptive research method. The research subjects were 4 children who were children aged 5-6 years at Al-Mukhlishin Rangkasbitung Kindergarten, Lebak Regency. Data collection using observation, interviews, and documentation. From this research, it is known that the independence of children who are not waited for in school is more developed than the children who are invited when they are in school. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemandirian pada anak yang ditunggu di sekolah dan tidak ditunggu di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya sebanyak 4 anak yang merupakan anak usia 5-6 tahun di TK Al-Mukhlishin Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa kemandirian pada anak yang tidak dituunggu di sekolah lebih berkembang dibandingkan anak yang ditunngu ketika di sekolah. Kata Kunci: Kemandirian anak
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BAKIAK DI KELOMPOK B TK RAUDHATUL ILMI TIJUE KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Fitriah Hayati; Fatimah
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.226 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.932

Abstract

Motoric development is defined as the development of elements of maturity and control of body movements. A rough motoric skills are needed by each child to support other aspects of development. The purpose of this study was to determine the increase in the children rough motoric skills in TK BRaudhatul Ilmi . This research is Classroom Action Research (CAR). The instrument used was in the form of an observation sheet, the number of samples was 18 children and the data were analyzed using a percentage formula. The results showed that in the description of observations of children's activities in the first cycle the number of scores obtained with categories not yet developed 40% (7 children), categories began to develop 30% (6 children), categories developed according to expectations 10% (3 children), and categories developed very good 20% (2 children). While in the second cycle for underdeveloped categories 10% (1 child), began to develop 10% (2 children), the category developed according to expectations was 40% (7 children) the category of very good development was 40% (8 children). It can be concluded that traditional clogs can improve the gross motor skills of children because in many games it involves the movement of large muscles. AbstrakPerkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, Kemampuan motorik kasar diperlukan oleh setiap anak guna menunjang aspek perkembangan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Raudhatul Ilmi melalui permainan bakiak. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, jumlah sampel 18 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran observasi aktivitas anak pada siklus I jumlah perolehan skor dengan katagori belum berkembang 40% (7 anak), katagori mulai berkembang 30% (6 anak), katagori berkembangsesuai harapan 10% (3 anak), dan katagori berkembang sangat baik 20% (2 anak). Sedangkan Pada siklus ke II untuk katagori belum berkembang 10% (1 anak), mulai berkembang 10% (2 anak), katagori berkembang sesuai harapan adalah 40% (7 anak) katagori berkembang sangat baik adalah 40% (8 anak). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional bakiak dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak karena dalam permainan tersebut banyak melibatkan gerakan otot-otot besar. Kata Kunci: Permainan Bakiak, Motorik Kasar
PERAN GURU DALAM MEMBINA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK KELOMPOK B DI TK CUT MEUTIA BANDA ACEH Erfinawati; Ismawirna
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.589 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.933

Abstract

The role of the teacher is very important in the development of the language of children in school, especially in children aged 5 years because that age children are developing so that it requires a good, motivating and teaching facilitator. Data is collected through observation, and interviews. The subjects in this study were teachers and 5-year-old children in group B TK Cut Meutia Banda Aceh. The data analysis technique in this study uses qualitative and draw conclusions. The role of the teacher as a motivator in the development of the language of 5-year-old children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is good. That is, most of the Kindergarten Cut Meutia teachers can carry out their role as motivators in developing children's language which motivates children to improve their language development, encourages children to develop language skills, provides rewards to support children's language skills. The role of the teacher as a mediator in the development of the oral language of 5-yearold children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is good. This means that most of the TK Cut Meutia Banda Aceh Kindergarten teachers in Banda Aceh can carry out their role as mediators in developing children's language, namely providing stimuli in children's language development, applying various approaches, strategies, methods that suit the needs of early childhood. The role of the teacher as a facilitator in the development of the oral language of 5-year-old children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is moderate / good. This means that the teacher is able to provide learning media that are able to stimulate the cognitive of children, giving children the attraction so that children are interested in participating in learning. The teacher is not only a motivator, mediator, and facilitator, but also trains children to recite a few words correctly and correctly, arranges simple instructions creatively in presenting media so that children respond well to the information conveyed. AbstrakPeran guru merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang bahasa anak di sekolah terutama pada anak usia 5 tahun karana usia tersebut anak sedang berkembang sehingga membutukan fasilator yang baik, memotivasi, dan mengajar. Data dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak usia 5 tahun kelompok B TK Cut Meutia Banda Aceh. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dan menarik kesimpulan. Peran guru sebagai motivator dalam pengembangan bahasa anak usia 5 tahan di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah baik. Artinya, sebagian besar guru TK Cut Meutia dapat melaksanakan perananya sebagai motivator dalam mengembangkan bahasa anak yaitu memotifasi anak untuk meningkatkan perkembangan bahasanya, mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, memberikan reward untuk menunjang kemampuan berbahasaanak. Peran guru sebagai mediator dalam pengembangan bahasa lisan anak usia 5 tahun di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah baik. Artinya, sebagian besar guru TK Cut Meutia Banda Aceh dapat melaksanakan perananya sebagai mediator dalam mengembangkan bahasa anak yaitu memberikan stimulus dalam perkembangan bahasa anak, menerapkan berbagai pendektan, strategi, metode yang sesuai kebutuhan anak usia dini. Peran guru sebagai fasilitator dalam pengembangan bahasa lisan anak usia 5 tahun di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah sedang/baik. Artinya guru mampu menyediakan media pembelajaryang mampu merangsang kognitif anak, memberi daya tarik anak sehingga anak tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Guru tidak hanya menjadi motivator, mediator, dan fasilitor tetapi juga melatih anak dalam melafalkan beberapa kata dengan tepat dan benar, menyusun kalinat sederhana dengan kreatif dalam menghadirkan media sehingga anak merespon baik terhadap informasi yang disampaikan. Kata Kunci: Peran, Guru, Perkembangan, Bahasa, Anak, 5 Tahun

Page 1 of 1 | Total Record : 7