cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE Taufiq
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.741 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.328

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menelaah pengaruh pencapaian dan peningkatan dari pembelajaran melalui pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write terhadap peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematik siswa. Desain penelitian ini adalah kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pretes dan postes. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan komunikasi dan skala sikap disposisi matematik siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Sigli Provinsi Aceh dengan sampel penelitian siswa kelas VIII sebanyak dua kelas yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write secara statistik lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write secara statistik lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil skala disposisi matematik menunjukkan bahwa disposisi matematik siswa yang mendapat pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write lebih baik daripada disposisi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi dan disposisi matematik yang mendapat pembelajaran kontekstual dan strategi think-talk-write, asosiasi termasuk dalam katagori tinggi.
MANAJEMEN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ICT DI SD NEGERI 46 KOTA BANDA ACEH Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.351 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.332

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran sebagai usaha mengelola pembelajaran yang efektif dan efisien. Kegiatan belajar mengajar menjadi semakin mudah karena peran ICT. Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran sebagai media pembelajaran untuk memudahkan penyampaian informasi atau bahan ajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) penyusunan perencanaan pembelajaran, 2) pelaksanaan pembelajaran, 3) evaluasi manajen pelaksanaan pembelajaran ICT di SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru dalam pemanfaatan ICT yaitu berdasarkan KTSP dengan berpedoman pada BSNP. Perangkat pembelajaran dalam pemanfaatan ICT hanya disusun oleh guru kelas IV, V dan VI bidang studi matematika, IPA, IPS dan TIK. Perangkat tersebut diserahkan kepada kepala sekolah pada setiap awal semester untuk ditandatangani. Perangkat yang disusun meliputi minggu efektif, prota, prosem, silabus dan RPP. 2) Pembelajaran tidak semua dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Hal ini disebabkan keterbatasan media dan waktu pelaksanaan yang tidak sesuai. Kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya dilaksanakan secara sistematis melalui proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Pada kegiatan pendahuluan guru melakukan absensi, apersepsi, memotivasi siswa dan memberitahukan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, guru menerapkan metode tanya jawab, demonstrasi, pembelajaran langsung, praktek dan penugasan. Pada akhir pembelajaran guru memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya, memberikan tugas, menegaskan kembali materi yang telah diajarkan dan guru bersama siswa mengambil kesimpulan. 3) Evaluasi yang dilakukan oleh guru lebih sering menilai keaktifan siswa, cara kerjanya dan hasil yang dikerjakannya. Evaluasi sering diambil nilai praktek, karena setiap pembelajaran selalu dilakukan di lab dan selalu ada tugas yang harus dipraktekkan.
PENGGUNAAN SOFTWARE MAPLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI INTEGRAL Junaidi
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.922 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.335

Abstract

Keefektifan penggunaan komputer dalam kegiatan belajar mengajar mengindikasikan bahwa komputer dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran matematika. Dengan demikian menjadi penting bagi seorang guru untuk mengintegrasikan komputer dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya matematika di dalam kelas. Namun demikian, guru harus memahami berbagai karakteristik media yang didukung teknologi dan mampu menggunakan cara-cara operasionalnya. Program aplikasi Maple mampu melakukan komputasi matematis secara mudah dan cepat tanpa mensyaratkan menguasai suatu bahasa pemrograman komputer tertentu, sehingga bagi orang yang tidak manguasai bahasa pemrograman komputer sekalipun akan mampu menggunakan program Maple ini. Program software Maple dapat membantu dalam mengerjakan sebuah permasalahan atau soal matematika Mulai dari operasi aljabar sampai dengan mendefinisikan suatu bilangan serta integral. Dengan program Maple dapat mengefisiensi waktu, karena dengan program ini hanya dalam hitungan menit bahkan detikpun suatu soal materi integral dapat diselesaikan dengan mudah.
PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN, DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 19 BANDA ACEH Ayatullah Muhammadin Al Fath
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.07 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar di sekolah, (2) Pengaruh lingkungan terhadap prestasi belajar di Sekolah, (3) Pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar di sekolah, (4) Pengaruh dari ketiga faktor tersebut (motivasi, lingkungan, disiplin) terhadap prestasi belajar siswa disekolah secara bersama-sama. Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post Facto yang bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjeknya siswa kelas V Mata pelajaran IPA yang berjumlah 34 siswa. Data diambil menggunakan metode dokumentasi, test dan angket. Validitas instrument angket dilakukan dengan analisis butir menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Pengujian hipotesis dengan analisis korelasi Product Moment dan analisis regresi ganda, yang sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi, Lingkungan dan Disiplin secara bersama-sama berpengaruh positif hal ini ditunjukkan dengan koefisien r = 0,888, r hitung lebih besar dari r tabel (0,888 >0,339). Koefisien determinan (r2) sebesar 0,789, ini berarti 78,9% dapat diketahui juga bahwa Motivasi memberikan sumbangan efektif 5,44%, lingkungan memberikan sumbangan efektif 28,85% dan disiplin memberikan sumbangan efektif 44,61% serta ditunjukan dengan persamaan Y =71,095+ 0,014X1 + 0,107X2 + 0,171X3. Dengan demikian maka disiplin memberi pengaruh dominan dengan sumbngan efektif 44,61% dibanding dengan motivasi dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa pada Jurusan Teknik Audi Video SDN 19 Banda Aceh kelas V tahun ajaran 2015.
PENINGKATAN NILAI SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA MELALUI MODEL MIND MAPPING SISWA KELAS XI-IPA A.1 SEMESTER GANJIL DI SMA NEGERI 1 UNGGUL Syarifah Nurmasyithah
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.096 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.347

Abstract

Peningkatan kreativitas siswa dapat diterapkan dengan menggunakan model pembelajara mind mapping sebagai usaha guru dalam memperbaiki prestasi belajar siswa dan meningkatkan nilai belajar siswa. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah mengetahui penerapan modelmind mapping dapat meningkatkan nilai siswa dalam mempelajari meteri termokimia di kelas XI-IPA.1 SMAN 1 Unggul Baitussalam tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI-IPA.1 berjumlah 20 orang siswa pada semester ganjil. Prosedur penelitian tindakan kelas ini yaitu menerapkan sitim siklus yaitu di awali dengan perencanaan, pelaksanaaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keadaan awal menunjukkan bahwa aspek afektif nilai 25,00 % aspek kognetif nilai 20,00 % dan psikomotor nilai 16, 66 %, 2) Siklus I pertemuan 1, nilai Afektif 56,26 nilai kognetif 55,83 dan nilai psikomotor 55,93 Nilai ketuntasan secara kalsikal mencapai 55 % dan pertemuan 2 afektif 68,60, kognetif mencapai 66,71 psikomotor 67,68. Hasil persentase ketuntasan secara klasikal mencapai nilai 67, 66 % dan 3) Siklus II pertemuan 1 nilai rata-rata aspek afektif 72,43 aspek kognetif 73,60 dan aspek psikomotorik 74,33.nilai ketuntasan mencapai 73,45 % sedangkan pertemuan ke 2 nilai rata-rata pada aspek afektif 76,90 kognetif mencapai 77,06 dan aspek psikomotor 77,23. nilai ketuntasan secara klasikal telah mencapai 78,06 %.
ELLIPTIC CURVE CRYPTOGRAPHY (ECC) PADA PROSES PERTUKARAN KUNCI PUBLIK DIFFIE-HELMAN Metrilitna Br Sembiring
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.984 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.351

Abstract

Elliptic Curve Cryptography (ECC) pada Proses Pertukaran Kunci Publik Diffie-Hellman. Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai algoritma kriptografi kurva elliptik untuk enkripsi dan dekripsi data. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kunci publik Diffie-Hellman. Hasil yang telah dilakukan bahwa hasil pertukaran kunci antara dua user menggunakan pertukaran Diffie-Hellman memberikan titik ke tiga (kunci private bersama) yang sama antara ke dua user tersebut.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS BILINGUAL PADA MATERI PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS 7 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Aprian Subhananto
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.658 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.353

Abstract

Berawal dari beberapa keluhan guru dan siswa yang mengalami hambatan dan kesulitan saat pembelajaran di rintisan sekolah berbasis bilingual terutama pada penggunaan bahasa asing (bahasa Inggris) dalam pembelajaran matematika yang unik kemudian dilakukan penelitian mengembangkan bahan ajar berbasis bilingual pada materi persegi dan persegi panjang kelas 7 semester 2. Subyek penelitian adalah ahli pembuatan bahan ajar berbasis bilingual di bidang matematika, Ahli bahasa asing (bahasa Inggris) dalam pembelajaran matematika, Guru matematika yang telah berpengalaman atau ahli di bidang materi matematika di rintisan sekolah berbasis internasional, Siswa kelas 7C SMP Negeri 5 Semarang pada semester 2 tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian dilakukan dengan cara analisis kurikulum, penetapan judul bahan ajar yang akan disusun, analisis sumber belajar, penyusunan bahan ajar, dan validasi, revisi, dan finalisasi (pembuatan laporan kelayakan) bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar layak digunakan oleh khalayak umum. Hal ini terlihat pada perolehan presentase angket oleh tim ahli didapatkan presentase 86%, perolehan presentase uji bahan ajar berupa cloze test secara klasikal kelas 86%, perolehan KKM siswa yang di atas KKM yang ditetapkan SMP Negeri 5 Semarang, perolehan presentase angket oleh siswa secara klasikal kelas yang mencapai 86% sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar layak digunakan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak umum. Adapun saran yang dapat disampaikan kepada pembaca yang berminat terhadap pengembangan bahan ajar adalah perlu diperhatikan analisis terhadap kurikulum dan materi yang diperlukan siswa guna memenuhi kebutuhan mereka yang sesuai dengan karakteristik pembelajarannya.
MENGOPTIMALISASIKAN KINERJA GURU DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP DI SMA NEGERI 1 UNGGUL BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Marzuki
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.438 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.354

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan workshop dalam kaitannya dengan kinerja guru dalam menyusun strategi dan model pembelajaran, dan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menyusun strategi dan model pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri 1 Unggul Baitussalma tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 30 orang guru . Pengumpulan data dengan melaksanakan supervisi I kelas dan melakukan pendekatan kepada guru dalam proses pembelajaran dan Melakukan penilian terhadap tanggung jawab guru yang diberikan kepada guru pada saat workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pada siklus I kesiapan guru dalam mengikuti worksop belum memenuhi kriteria keberhasilan untuk semua aspek. 15 orang atau 75% peserta siap dan 5 orang atau 25% tergolong belum siap. Pada aspek kesipan bahan; tampak bahwa 14 orang guru atau 70% siap dan 6 orang atau 30% belum siap. Pada aspek kehadiran guru tampak bahwa 19 orang atau 95% hadir dan 1 orang atau 5% tidak hadir.. 2) Hasil pelaksanaaan pada siklus II meunjukkan peningkatan kemampuan guru, kesiapan guru dalam mengikuti worksop telah memenuhi kriteria keberhasilan 90% untuk semua aspek. kinerja guru SMAN 1 Unggul Baitussalam dalam menyusun strategi dan model-model pembelajaran sudah memenuhi indikator kinerja yang telah ditetapkan pada semua aspek, baik menyangkut kesiapan maupun kinerja menyusun strategi pembelajaran.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN METODE THINK PAIR SHARE DAN METODEPEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI GEMPA BUMI: (Suatu Studi pada SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen) Musbir
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.447 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.356

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Perbandingan Prestasi Belajar Siswa yang Diajarkan dengan Metode Think Pair Share dan Metode Pembelajaran Langsung pada Materi Gempa Bumi” (Suatu Studi pada SMP Negeria 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen). Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan metode Think Pair Share dan metode Pembelajaran Langsung pada materi gempa bumi di kelas VII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen dengan jumlah siswa 48 orang. Mengingat populasi yang tidak terlalu banyak, maka semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian, penelitian ini disebut Penelitian Total Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Berdasarkan hasil pelaksanakan tes yang penulis lakukan maka diperoleh nilai rata-rata siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode TPS (Think Pair Share) adalah 72,59 dan nilai rata-rata yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran langsung (Direct Instruction) adalah 70,64. Hasil analisis data diperoleh nilai thitung = 0,33 dan ttabel = 2,02 dengan derajat kebebasan (dk) n1 + n2 – 2 = 24 + 24 – 2 = 46, berarti nilai thitung lebih kecil dari pada nilai ttable, maka dalam hal ini menerima hipotesis nol (Ho) dan menolak hipotesis alternatif (Ha). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode TPS (Think Pair Share) dan metode pembelajaran langsung (Direct Instruction) pada materi gempa bumi pada siswa kelas VII/1 dan VII/2 SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen.
MODEL EPIDEMI SIRS DENGAN TIME DELAY Ferdinand Sinuhaji
Jurnal Visipena Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.99 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i1.357

Abstract

Epidemi merupakan suatu keadaan berjangkitnya suatu penyakit menular dalam populasi pada suatutempat yang melebihi perkiraan yang normal dalam periode yang singkat. Penulisan ini membahasmenurunkan model epidemi SIRS dengan time delay melalui model matematika berdasarkan modelepidemi SIRS (Susceptible, Infective, Recovered, Susceptible). Model epidemi mempunyai dua titikkesetimbangan, yaitu adalah titik kesetimbangan bebas infeksi penyakit dan titik kesetimbanganendemi. Syarat dan kestabilan titik kesetimbangan ditentukan oleh bilangan (R0), yaitu nilai yangmenentukan ada atau tidaknya penyebaran infeksi penyakit pada suatu populasi. Hasil penelitiandiketahui bahwa kesetimbangan bebas penyakit stabil global untuk semua > 0 ketika jumlahbilangan R0 < 1. Dapat dikatakan, time delay tidak dapat mempengaruhi kestabilan kesetimbanganbebas penyakit. Dengan kata lain, pengaruh time delay dapat diabaikan untuk R0 < 1. Namun, ketika,R0 > 1 kestabilan kesetimbangan endemi akan dipengaruhi oleh time delay.