cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 01 (2016)" : 10 Documents clear
Sintesis dan Uji Mekanik Epoksi Termodifikasi Poliuretan Berbasis Ester Gliserol Monooleat M Ghozali; L R Fauzi; E Triwulandari
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.857 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.39

Abstract

Modifikasi epoksi telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan epoksiterutama dalam hal kekuatan tarik. Epoksi termodifikasi poliuretan (ETP)merupakan salah satu cara yang telah dilakukan. Pada penelitian inimodifikasi epoksi menggunakan poliuretan dilakukan dengan caramenambahkan senyawa ester gliserol monooleat sebagai poliol. Sintesis estergliserol monooleat (GMO) dilakukan melalui reaksi esterifikasi gliseroldengan asam oleat dengan katalis asam sulfat dengan rendemen 80%.Sintesis Epoksi Termodifikasi Poliuretan Berbasis Ester Gliserol Monooleat(ETPGMO) dilakukan dengan cara mereaksikan, epoksi, tolonat dan GMOpada suhu 50°C selama 30 menit, menghasilkan rendemen 80%.Karakterisasi gugus fungsi dan struktur GMO dan ETPGMO dilakukandengan FTIR dan NMR. Pembuatan film ETPGMO dilakukan denganmenambahkan hardener. Hasil analisa sifat mekanik menunjukkan bahwakekuatan tarik ETPGMO lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan epoksi yangdisebabkan hadirnya poliuretan. 
Biochar Sebagai Penyimpan Karbon, Perbaikan Sifat Tanah, dan Mencegah Pemanasan Global : Tinjauan Rakhman Sarwono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.494 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.44

Abstract

Terjadinya pemanasan global disebabkan karena makin tingginya konsentrasigas rumah kaca (GRK) di atmosfir. Pemanasan global akan memberidampak yang buruk terhadap kehidupan mahluk hidup di bumi ini. GRKyang sangat berpengaruh terhadap naiknya temperatur atmosfir bumi adalahgas CO2 [karbon dioksida], NOx, metan dan freon. Salah satu GRK yangmenjadi perhatian adalah gas CO2, karena gas CO2 kebanyakan dari kegiatanmanusia seperti pembakaran bahan bakar fossil yang jumlahnya selalumeningkat setiap tahunnya. Sejak revolusi industri sampai sekarang terjadiakumulasi gas CO2 di atmosfir yang semakin besar, dengan konsentrasi CO2sebesar 390 ppm. Hal ini ditengarai sebagai penyebab terjadinya pemanasanglobal dan perubahan iklim. Untuk menahan laju penambahan konsentrasigas CO2 di atmosfir perlu adanya cara untuk mengurangi karbon di atmosfir.Salah satu cara untuk mengurangi karbon dioksida CO2 di atmosfir adalahdengan mengkonversi biomasa menjadi biochar dan selanjutnya biochardimasukkan kedalam tanah sebagai pemuliaan tanah agar kelestarianpertanian bisa berlanjut. Bila biochar bisa diproduksi dalam jumlah yangbesar yang setara dengan jumlah karbon yang masuk ke atmosfir, maka akanterjadi keseimbangan antara gas CO2 yang masuk dan keluar atmosfir.Penyimpanan karbon sebesar 1 gigaton pertahun selama 40 tahun akanmenghambat penambahan konsentrasi gas CO2 di atmosfir. Sehingga lajupenambahan gas rumah kaca bisa dicegah.
Isolasi Kandungan Senyawa Kimia dari Pakis Simpei (Cibotium barometz) serta Uji Bioaktivitas Antioksidan, Uji Toksisitas (BSLT) dan Antidiabetes Sri Hartati; Rugayah Rugayah; Titien Ng Praptosuwiryo
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.585 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.35

Abstract

Cibotium barometz (L.) J. Sm. (Cibotiaceae) merupakan salah satu jenistumbuhan paku pohon komoditi ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggikarena kandungan kimianya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obattradisional maupun modern. Penelitian ini ditujukan pada isolasi kandungankimia dan evaluasi anti oksidan, antidiabetes dan toksisitas ekstrak rimpangdan bulu C. barometz terhadap larva udang Arthemia salina L. (BSLT). Hasiluji antiokoksidan ekstrak metanol bulu dan rimpang serta hasil fraksionasidengan menggunakan metoda radical scavenger DPPH (Diphenyl PicrylHidrazyl), bahwa fraksi etil asetat dan butanol menunjukkan aktivitasberturut-turut dengan IC50 27,53 dan 46,24 ppm dan ekstrak metanol rimpangdan ekstrak metanol bulu dinyatakan kurang aktif dengan IC50 183,43 dan126,10 ppm. Hasil uji toksisitas dengan metoda Brine Shrimp Lethality Test(BSLT) dinyatakan tidak toksik dan hasil uji anti diabetes dengan metoda α-glukosidase juga tidak aktif. Hasil isolasi senyawa kimia ekstrak rimpang danbulu C. barometz dengan metoda kromatografi kolom gravitasi dandiidentifikasi berdasarkan data-data spektra IR dan RMI proton dan karbonserta LC-MS, ekstrak n-heksana rimpang dan ekstrak metanol bulu C.barometz, diperoleh senyawa metil dodekanoat (A), ß-sitosterol (B), ß-sitosterol-O- glukopiranosida (C) dan 2,3,4,5,6-pentahidroksi sikloheksanasam karboksilat (D).
Sintesis Selulosa Suksinat dalam Cairan Ion 1-Butil-3-Metilimidazolium Klorida ([BMIM]CL) dengan Metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS) dan Penentuan Derajat Substitusinya Tety Sudiarti; D Wahyuningrum; B Bundjali; I M Arcana
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.923 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.40

Abstract

Selulosa merupakan polimer alam yang sangat melimpah dan digunakansecara luas sebagai bahan mentah untuk berbagai aplikasi industri sepertifiber, kertas, membran, cat dll. Modifikasi selulosa dengan anhidrida suksinatmerupakan salah satu cara untuk memberikan nilai tambah pada selulosatersebut. Untuk meningkatkan kemampuan melarutkan dan efisiensimodifikasi selulosa, digunakan cairan ion 1-butil-3-metilimidazolium klorida([BMIM]Cl) sebagai pelarut. Metode microwave assisted organic synthesis(MAOS) dipilih karena dapat mempercepat laju reaksi, meningkatkan yielddan mengurangi produk samping. Tujuan penelitian ini adalah mensintesisselulosa suksinat dalam [BMIM]Cl dengan metode MAOS serta menentukanfaktor-faktor yang mempengaruhi derajat substitusi (DS) selulosa suksinatyang dihasilkan. Selulosa dilarutkan dalam [BMIM]Cl dengan berbagaiperbandingan dan direaksikan dengan anhidrida suksinat pada perbandinganselulosa:anhidrida suksinat = 1:10 menggunakan reaktor microwave padaberbagai kondisi reaksi (waktu, suhu, daya iradiasi microwave). Berdasarkanpengukuran spektrum FTIR terhadap produk diperoleh bahwa selulosasuksinat berhasil disintesis yang ditandai dengan munculnya puncak barupada bilangan gelombang 1722,43–1726,29 cm-1 yang merupakan pitaserapan untuk C=O ester dengan derajat substitusi pada rentang 0,66 – 1,33.Kondisi pelarutan dan kondisi reaksi mempengaruhi derajat substitusiselulosa suksinat yang dihasilkan. Makin banyak [BMIM]Cl yang digunakan,makin tinggi derajat substitusi selulosa suksinat yang dihasilkan.Keywords : cellulose succinate, ionic liquid, [BMIM]Cl, MAOS method, degree of substitution
Pengaruh Ukuran Partikel Biomasa Lignoselulosa pada Pembuatan Bioetanol dan Biobutanol : Tinjauan Syahrul Aiman
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.36

Abstract

Bioetanol dan biobutanol dari biomasa lignoselulosa menjadi bahan bakarterbarukan yang sedang menarik perhatian banyak peneliti. Berbagai macambiomasa lignoselulosa yang berupa limbah pertanian, perkebunan,pengolahan hasil hutan, industri dan sampah kota telah diteliti untukdikonversi menjadi alkokol. Berbagai parameter proses mempengaruhiefisiensi dan efektifitas proses konversi biomasa limbah organik tersebutmenjadi alkohol. Salah satu parameter yang tidak banyak diperhatikan olehpeneliti di Indonesia adalah pengaruh ukuran partikel biomasa terhadaptingkat capaian proses konversi biomasa menjadi alkohol. Tinjauan iniditujukan untuk melihat pengaruh ukuran partikel biomasa lignoselulosaterhadap pembuatan bioetanol dan biobutanol sebagai bahan bakar.Peninjauan dilakukan melalui kajian pustaka (desk study) dan ditambahkandengan data primer hasil penelitian di Pusat Penelitian Kimia. Tinjauan inimemperlihatkan bahwa ukuran partikel biomasa mempengaruhi berat jenisunggun, viskositas campuran, luas permukaan spesifik yang kemudianmenentukan luas permukaan kontak. Disamping itu, proses penggilinganmempengaruhi porositas partikel biomasa dan menurunkan kristalinitasselulosa. Semuanya akan mempengaruhi digestabilitas selulosa selama proseshirolisa. Meskipun pengaruh ukuran partikel pada proses konversi masihkontroversi, dan masih menjadi bahan kajian para peneliti, tetapi sebagianbesar memperlihatkan bahwa semakin kecil ukuran partikel biomasa, sampaibatas tertentu, akan meningkatkan proses hidrolisa selulosa menjadi gulasehingga meningkatkan jumlah alkohol yang dihasilkan. Selainmempengaruhi tingkat capaian konversi, ukuran partikel biomasa jugamempengaruhi biaya proses.
Karakteristik Probiotik Minuman Fermentasi Laktat Sari Buah Nanas dengan Variasi Jenis Bakteri Asam Laktat Samsul Rizal; Maria Erna; Fibra Nurainy; Artha Regina Tambunan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.99 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.41

Abstract

Pangan fungsional adalah pangan yang dikonsumsi sebagai diet biasa,memiliki efek fisiologis, dan dapat mengurangi efek dari penyakit kronis.Salah satunya adalah minuman probiotik. Minuman probiotik yang telahdikenal secara luas selama ini diproduksi dengan menggunakan susu sapisehingga relatif mahal harganya. Penggunaan bahan baku alternatif sepertisari buah nanas diperlukan untuk menghasilkan produk minuman probiotikyang lebih terjangkau namun memiliki kualitas yang baik. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jenis Bakteri Asam Laktat(BAL) terhadap karakteristik minuman probiotik sari buah nanas, danmendapatkan jenis BAL terbaik yang menghasilkan karakteristik probiotikterbaik dari minuman fermentasi laktat sari buah nanas. Penelitian inimenggunakan metode eksploratif dalam perlakuan tunggal jenis BAL:Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, danStreptococcus thermophilus sebagai inokulum uji. Data yang diperolehdianalisis dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil pada 1% dan 5%.Perlakuan yang diamati adalah nilai pH, asam laktat total, jumlah BAL,ketahanan terhadap pH asam (2,5), dan uji aktivitas antagonis terhadapbakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain terbaik yangmenghasilkan minuman probiotik yang memenuhi syarat sebagai kriteriaprobiotik adalah Lactobacillus casei. Minuman probiotik yang dihasilkanoleh Lactobacillus casei memiliki nilai pH 3,54; total asam laktat 3,45; danjumlah BAL 1,1x1010 cfu/mL, selisih antara log jumlah koloni pada pH asamdan kontrol adalah 5,67 cfu/mL; dan aktivitas antagonis terhadap bakteripatogen Bacillus cereus adalah 13,97 mm2 (tertinggi).
Optimasi Proses Perlakuan Awal NaOH Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menjadi Bioetanol Muryanto Muryanto; Yanni Sudiyani; Haznan Abimanyu
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.37

Abstract

Bioetanol dari bahan baku limbah lignoselulosa menjadi energi alternatifyang mulai dikembangkan. Perlakuan awal merupakan tahap awal dariproses konversi lignoselulosa menjadi bioetanol. Perlakuan awal kimiaNaOH dilakukan dengan memasukkan TKKS berukuran 3 mm dan larutanNaOH 10 % pada reaktor bersuhu sedang dan tekanan 4 bar. Pada penelitianakan diketahui pengaruh suhu dan waktu proses pada perlakuan awal TKKS.Variasi suhu proses dimulai dari suhu 140, 150 dan 160 ËšC, sedangkan variasiwaktu proses dimulai dari 20, 30 dan 40 menit. Hasil perolehan biomassatertinggi didapatkan pada proses perlakuan awal dengan suhu 140 ËšC, 20menit sebesar 42,83 % (basis berat kering), delignifikasi tertinggi pada suhu160 ËšC, 40 menit yaitu sebesar 86,92 %. Namun kondisi optimal perlakuanawal TKKS untuk menghasilkan bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu 150ËšC, 30 menit yaitu perolehan biomassa sebesar 35,97 %, delignifikasi sebesar76,74 % dan yield etanol terhadap TKKS awal sebesar 15.17 % (b/b).
Identifikasi Logam pada Endapan Lindi Hitam Hasil Samping Proses Bioetanol sebagai Salah Satu Konsep dalam Pemurnian Lignin Achmad Hanafi Setiawan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.975 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.42

Abstract

Lignin merupakan polimer alam yang bersifat amorf, tidak beracun danmerupakan hasil samping dari proses delignifikasi pada proses bioetanolgenerasi kedua. Produk lignin dari proses ini biasanya masih mengandungselulosa, hemiselulosa, dan senyawaan anorganik, sehingga kontaminantersebut harus dihilangkan pada proses pemurnian. Penelitian ini difokuskanhanya pada penghilangan kotoran anorganik kecuali silika. Lindi hitamdiperoleh dari proses delignifikasi tandan kosong kelapa sawit yangdilakukan dengan menggunakan 5% (b/b) larutan NaOH dengan rasiopadatan dan larutan 1: 5, pada kondisi proses 150oC, 5 bar selama 30menit. Endapan lignin diperoleh dengan menambahkan 50% (v/v) asam sulfatke dalam dua larutan lindi hitam sedemikian hingga larutan mencapai hargapH = 12 dan pH = 1. Kemudian masing-masing larutan disentrifus padaputaran 4000 rpm selama 15 menit. Setelah disaring dan dikeringkan padasuhu 50oC selama 16 jam, sampel kemudian dikarakterisasi dengan TG/DTAdan hasilnya dikonfirmasi dengan uji TPC, sedangkan komposisi unsur-unsuranorganik yang terkandung dalam abu dianalisis dengan EDS, dan distribusipartikelnya diukur dengan PSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampelyang berasal dari larutan dengan pH = 12 menghasilkan 28% kadar abu danmengandung sembilan elemen yang jumlahnya berkisar antara 1,3-18,0%,sedangkan sampel yang berasal dari larutan dengan pH = 1 hanyamengandung 0,9% kadar abu dan mengandung empat unsur anorganik yangjumlahnya berkisar antara 0,2-1,8%. Terjadi penurunan rata-rata ukuranpartikel sampel dari 262 μm sampai 59 μm dengan perubahan kondisi larutandari pH = 12 ke pH = 1.
Profil Distribusi dan Klirens Pengkontras CT SCAN AuNP-PAMAM G4- NIMOTUZUMAB disimulasikan menggunakan Senyawa 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB Adang H G; Anung Pujiyanto; Abdul Mutalib; Rista A S; Indrarini L; Rien L; Iyus M Y; Herlan S; Sutriyo C
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.035 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.38

Abstract

Riset nanopartikel emas sebagai senyawa pengkontras CT-Scan telahdimulai sejak 3 tahun lalu di Indonesia. Riset interaksi antibodi monoklonal,khususnya nimotuzumab, dengan reseptor EGFR/HER1 dimulai sejak lima tahun lalu dan telah dimanfaatkan untuk penyiapan senyawa pengkontras MRI (Magnetic Resonance Imaging) spesifik target melalui pelabelan konjugat dendrimer-nimotuzumab dengan radionuklida. Sintesis senyawa AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab untuk diagnosis dan terapi pada kanker paru-paru telah berhasil dilakukan di PTRR dan hasil karakterisasinya dengan menggunakan beberapa metode seperti KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi), SDS (Sodium Dodecyl Sulphate) page elektroforesa dan TEM (Transmission Electron Microscopy) menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah sebagai AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab. Pada penelitian ini telah dilakukan uji pre klinis dari senyawa pengkontras AuNPPAMAM G4-nimotuzumab meliputi uji distribusi dan klirens dengan disimulasikan menggunakan senyawa radioaktiv 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab. Hasil uji distribusi senyawa 198AuNP-PAMAM G4- nimotuzumab menunjukkan penimbunan pada beberapa organ seperti ginjal, hati dan limpa, sedangkan dari hasil uji klirens diperoleh waktu paruh biologis senyawa tersebut adalah 11.77 hari. Hasil pemeriksaan terhadap urin dengan menggunakan kolom PD-10 (Sephadex G25) menunjukkan bahwa ~ 85 % yang dikeluarkan lewat urin masih berbentuk AuNP-PAMAM G4- Nimotuzumab. Hasil pencitraan dengan alat autoradiography menunjukkan bahwa sampai dengan 48 jam setelah penyuntikan, akumulasi radioaktivitas yang terdeteksi masih terdapat pada hati. 
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang untuk Menghasilkan Enzim Kitinase dari Streptomyces macrosporeus InaCC A454 Yati Sudaryati Soeka; Evi Triana
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.441 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.43

Abstract

Kitinase (EC 3.2.1.14) adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatanpanjang polimer asetil-D-glukosamina (kitin) menjadi ikatan polimer kitinyang lebih pendek. Kitin banyak ditemukan pada cangkang hewaninvertebrata laut, terutama krustasea,serangga, moluska, dinding sel jamur.Limbah udang sangat penting sebagai sumber kitin. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan karakteristik enzim kitinase yang dihasilkan olehaktinomisetes asal P. Belitung dengan substrat kitin dari limbah udang,meliputi waktu inkubasi, pengaruh pH, suhu optimum serta stabilitas.Pengaruh beberapa ion-ion logam sebagai aktivator atau inhibitor terhadapaktivitas enzim kitinase diukur dengan spektrofotometer pada λ 584 nm.Strain aktinomisetes diidentifikasi secara molekuler berdasarkan 16S rDNAsekuen. Aktivitas kitinase secara kualitatif diperlihatkan dengan adanya zonabening di sekitar koloni pada media yang mengandung 1% koloidal kitin.Hasil menunjukkan bahwa aktivitas tertinggi pada waktu inkubasi lima hari,suhu 50ºC dan pH 8 berturut-turut sebesar 0,0304 U/mL, 0,0312 U/mL dan0,0421 U/mL. Pengaruh ion logam dalam bentuk kationdivalen danmonovalen masing-masing pada konsentrasi 1 mM diaktifkan olehkationdivalen CaCl2, MnCl2, CuCl2 dan kation monovalen KCl, NaCl.Identifikasi molekuler berdasarkan sekuen16S rDNA menunjukkan bahwaisolat aktinomisetes ini adalah Streptomyces macrosporeus. Strain ini telahdidaftarkan di kultur koleksi InaCC dengan nomor koleksi A 454. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10